
*CHAPTER* 91.4 Season 02
Judul : Pertarungan di sihir ruangan 2 (04)
Adya : "Spear Of Destruction!."
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!." (Mata Xa'an berubah menjadi warna merah)
"Bats!, Bats!." (Xa'an dan Adya saling menerjang)
"BLAAAAAR!!!." (Sebuah Ledakan besar terjadi)
"Ctang ctang!, Ctaaang!!!." (Xa'an beradu pedang nya dengan Tombak Adya)
Adya : "Apa ini?!, Apa kau mau beradu dengan Tombak?!, Apa kau bodoh?!."
Xa'an : "Iyah, Aku tau!, Karena itulah aku menemukan celahnya!."
Adya : "Heh!, Omong kosong!."
"Ctang ctang!!!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Ini sulit!, Rencanaku ingin melihat sebuah peluang dari setiap serangan Adya, Tapi orang ini cukup sempurna dengan kemampuan Tombaknya, Aku seperti..."
Xa'an : (suara dalam hati) "Tidak menemukan sebuah celah!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Tapi...!."
"Ctaaang!." (Xa'an menebas Tombak Adya sehingga membuat ujung Tombak Adya mengarah ke atas)
Adya : "...?!."
Xa'an : "Hmm!." (Xa'an mencoba menusuk dada Adya)
"Suut!, Ctaaang!!." (Pedang Xa'an terpental ke atas karena terkena ujung bawah Tombak Adya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Ugh?!, Dia mengayunkan Ujung bawahnya ke arah atas dengan memanfaatkan awalan dari dorongan tebasanku tadi?!."
"Bats!, Drap!." (Xa'an mundur kebelakang)
Xa'an : (suara dalam hati) "Sial, Posisiku sekarang tidak bagus, Aku malah mengambil langkah kebelakang."
Adya : "Apa kau sengaja mengincar nya tadi?, Tapi sekarang sepertinya kau terpojok yah....."
"Weeeeesh!." (Adya menusuk ke arah depan dan ujung Tombak Adya pun masuk kedalam Sihir ruangan nya)
Xa'an : "Ugh?!, Dia mulai mengeluarkan teknik itu!." (Berhati-hati)
"Swuut!." (Sebuah ujung tombak tepat berada di depan Xa'an)
Xa'an : "Uhk?!." (Menghindar dengan bergerak kebelakang)
Adya : "Hmm...."
"Swuut!." (Ujung Tombak Adya berada di belakang Xa'an)
Xa'an : "Di belakang?!." (Xa'an lompat ke atas)
Adya : "Kena kau...."
Xa'an : "Cih!."
Xa'an : "Sekarang dimana lagi?!."
Xa'an : "Ugh...?!!!." (Terkejut)
"Swuut!." (Sebuah dua ujung tombak dari arah atas dan bawah mulai mengarah ke Xa'an)
Xa'an : "Tu-tunggu?!, Dari dua arah?!!."
Adya : "Double...!."
Xa'an : "Cih!, Teknik Penarikan Pedang!."
"Ctaaang!, Craaash!." (Xa'an berhasil menangkis Tombak dari arah atas, Namun tangan kiri Xa'an terkena Tombak dari arah bawah)
Adya : "Apa ini....?."
Adya : "Jadi kau bisa terbang juga yah...?."
Xa'an : "....!!." (Xa'an terbang dengan menggunakan sihir angin nya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Untung saja aku dapat menghindari dari arah bawah itu dengan tepat waktu, Dan hanya terkena goresan kecil di tangan kiriku." (Mata Xa'an berubah menjadi warna biru)
Xa'an : (suara dalam hati) "Dia berusaha memancing ku dengan Tombaknya hingga ke udara, Tak diragukan lagi, Dia memang Jenius."
Adya : "Apa kau tak mau turun?, Baiklah aku akan menyerangmu dari sini."
Xa'an : "Uhk?!, Dia berusaha menyerang dengan sihir ruangan nya!."
"Swuush!, Set!, Swuush!, Set!, Swuuush!, Set!." (Xa'an berhasil menghindari beberapa serangan Tombak dari Adya di udara)
Xa'an : "Aku tidak bisa hanya menghindari nya saja!, Aku harus melakukan sesuatu!." (Xa'an bersiap mengeluarkan Sihir Angin dari tangan nya)
"Swuuushh!!!." (Sihir angin yang kuat mengarah ke Adya)
Adya : "......"
"Aegis." (Sebuah barier sihir muncul mengelilingi tubuh Adya)
Xa'an : "Ugh?!, Dia menahan nya dengan Sihir?!."
Adya : "Hmmm...." (Menatap Tajam ke arah Xa'an)
Xa'an : "Aegis!, Dasar penghalang sialan!."
Xa'an : "Combo Magic Combination!." (Xa'an mulai menggabungkan semua sihir elemen nya dan menciptakan sebuah tembakan sihir yang kuat)
"BUUUUUSH!!!!!." (Sebuah tembakan sihir mengarah ke Adya)
Adya : "Uhk....?!!!." (Terkejut)
"Weeesh...!!!." (Tembakan sihir Xa'an menghilang!)
Xa'an : "Hilang?!." (Terkejut)
Zhanif : "Menghilang?!." (Terkejut)
Zhanif : "Mereka berdua, Menghilang!!!."
"Tubuh Xa'an dan Adya menghilang dari arena."
Zhanif : "Si Adya itu!, Dia mulai sangat serius!!!."
Zhanif : "Xa'an!, Kau harus menang!."
Xa'an : "Hilang?!, Sihir kombinasi ku?!."
Adya : "Itu hampir saja.... Ku kira aku akan kalah tadi." (Mata Adya berubah menjadi warna merah, Dan satunya berubah menjadi warna biru)
Adya : "Apa kau masih belum menyadari nya?, Tempat dimana kau sekarang?."
Xa'an : "Ugh?!!." (Menyadari tempatnya mulai berubah)
Xa'an : (suara dalam hati) "Dia menarik ku kedalam Sihir Ruangan nya?!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Pantas saja tadi serangan kombinasi ku tiba-tiba menghilang, Itu karena dia hanya membawaku disini!."
__ADS_1
Adya : "Karena disini aku dapat bergerak dengan bebas, Maka berhati-hatilah terhadap di belakang mu."
Xa'an : "Uhk?!, Belakang?!, Dia berusaha muncul tiba-tiba di belakang ku!." (Menoleh kebelakang dengan cepat)
Xa'an : "Ti-tidak ada?!!."
Adya : "Aku ada di sampingmu...."
Xa'an : "Ugh?!!." (Terkejut)
"Suuuut!, Blaaaar!!." (Adya menyerang Xa'an dengan Tombaknya secara menyamping, tidak dengan ujung Tombak nya, Sehingga tubuh Xa'an terpental jauh)
Xa'an : "Khuaaak....?!!!." (Mulut Xa'an mengeluarkan darah)
"BUAAAG!!!." (Tubuh Xa'an menghantam daratan)
Xa'an : "......."
"Drap....drap....drap...." (Adya perlahan berjalan ke arah Xa'an)
Xa'an : "Ugh.... Haaaa......." (Perlahan berdiri)
Adya : "Apa memang cukup segini saja?." (Mata Adya yang satu bewarna Merah, dan yang satunya bewarna biru mulai menatap tajam Xa'an)
Adya : "Cepat keluarkan kekuatan pahlawan mu itu, Dan bertarunglah dengan serius."
Xa'an : "Iyah, Itu memang benar, Sudah saatnya aku harus mengeluarkan kekuatan itu."
"Blaaar!."
Adya : "......"
Xa'an : "Apa kau sudah siap?." (Mata Xa'an berubah menjadi warna Emas!)
Adya : "Khuk...?!." (Menahan tekanan kekuatan Xa'an)
Adya : (suara dalam hati) "Tekanan nya berubah!."
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang..."
Adya : "Tch!." (Bergerak cepat)
Adya : "Spear!!." (Hendak menyerang Xa'an)
"Bats!." (Xa'an menghilang dengan cepat)
Adya : "Ugh?!!, Di-dia menghilang?!."
"Sret!." (Xa'an berada di belakang Adya)
Xa'an : "Tebasan Pedang!."
"Ziiiiing....!!." (Tebasan Xa'an mengarah ke Adya)
Adya : "...?!!." (Reflek menengok kebelakang dan berusaha bertahan)
"BLAAAAR!."
Xa'an : "....."
"Weeeeesh......" (Kabut perlahan menghilang)
Xa'an : "...?!!." (Terkejut)
Adya : "Sialan...."
Adya : "Tadi itu hampir saja..." (Sebuah Barrier Menyelimuti Tubuh Adya)
"AEGIS!."
Xa'an : "A-ahk...?!."
Adya : "Sekarang, Mari kita mulai lagi, Xa'an Algreasia!."
Xa'an : "Cih!." (Bersiap)
"Bats!." (Adya menerjang ke arah Xa'an)
"Weeeeesh!." (Adya menusuk Tombak ke arah Xa'an)
Xa'an : "...!!."
"Sreet!." (Xa'an menghindar)
Adya : "....."
"Weesh!." (Ujung Tombak Adya berada di belakang tubuh Xa'an)
Xa'an : "Sialan!, Sihir ruangan ini!." (Berbalik dengan cepat)
"Ctaaang!." (Xa'an menahan serangan Adya)
"Kret!." (Suara Retakan)
Xa'an : "Ugh...?!!." (Terdorong)
Adya : "....!." (Adya tiba-tiba berada di depan Xa'an dengan sihir ruangan nya)
Xa'an : "Hah?!." (Terkejut)
"Ctang! Ctang! Ctang!." (Setiap serangan Adya berhasil di tahan oleh Xa'an)
"Kret!. (Suara Retakan)
Xa'an : (suara dalam hati) "Sial!, Meskipun aku menggunakan mata emas ini aku masih saja tidak bisa menandingi kekuatan dari Tombak itu!."
Adya : "....!!!." (Fokus menyerang Xa'an)
Xa'an : (suara dalam hati) "Apalagi, Disini adalah tempat dimana dia berkuasa." (Di sihir ruangan)
Xa'an : (suara dalam hati) "Apa aku bisa menang melawan dia?!." (Masih berusaha bertahan dari serangan Adya)
Adya : "Spear Of Destruction!." (Adya menyerang Xa'an dengan menusuk-nusuk sangat cepat)
Xa'an : "Ugh?!, Teknik Penarikan Pedang!."
"Ctang! Ctang! Ctang! Ctang! Ctang! Ctang! Ctang!." (Xa'an berhasil menahan serangan beruntun yang sangat cepat milik Adya)
"Kret!." (Suara Retakan)
Adya : "Mau sampai kapan kau akan menahan serangan ku?, Apa kau tak lihat apa yang berada di belakang ku?."
Xa'an : "Ughh...?!!!." (Terkejut)
Xa'an : "Sihir?!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Dia bertarung membagi fokus nya dengan merapal sebuah sihir?!."
Adya : "Wave...!!!." (Sebuah sihir dorongan yang kuat muncul dari tubuh Adya yang langsung mengarah ke arah Xa'an)
Xa'an : "Uhjkk...?!!." (Terkena sihir Adya)
"Weeeeeeeeeshhh!!!!." (Tubuh Xa'an terdorong jauh karena sihir Adya)
Xa'an : "Si-sial!!." (Masih terdorong dengan sihir nya)
Xa'an : "Ahkkkk...!!!." (Menahan Sihir Adya)
__ADS_1
"Sreeeet!!." (Kaki Xa'an mencoba menahan tekanan dari sihir Adya)
Xa'an : "Haaah! Haaah!." (Kelelahan)
"Cling!." (Sebuah cahaya muncul dari jauh)
Xa'an : "...?!!." (Menyadari cahaya itu)
Adya : "Hum...!!." (Bersiap)
"WEEEEEEEESHHH!!!!!!." (Adya melempar Tombak nya dari jauh ke arah Xa'an)
"Spear Of Destruction!."
"WEEEEEEEEEEESHHH!!!!!." (Lemparan yang sangat kuat milik Tombak Adya mengarah ke arah Xa'an)
Xa'an : "Uhk..?!." (Bersiap)
Xa'an : "Sheeeeeeesh......" (Menghirup Nafas)
Xa'an : "Fiuuuuuh......." (Menghela nafas)
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!." (Mata Emas Xa'an bersinar itu tandanya dia sedang mengerahkan semua kekuatan nya)
Xa'an : "Tebasan Pedang!!!."
"ZIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGG......!!!!!!." (Tebasan yang sangat kuat Xa'an mengarah ke Adya)
Adya : "......" (Tenang)
Xa'an : "....!."
"Set!." (Adya mengarahkan tangan kanan nya ke depan)
Adya : "Hah!."
Xa'an : "Ugh...?!!!." (Terkejut)
"Weeesh...!!!." (Sebuah sihir ruangan muncul dan Tombak Adya melewati Tebasan Xa'an!.)
"WEEEEEESHH....!!!!!." (Tombak Adya mengarah ke Xa'an)
Xa'an : "Tu-tunggu!, Jika dia membuat sihir ruangan itu menembus Tebasan ku!, Maka apakah dia akan terkena juga!."
Xa'an : "....?!!." (Terkejut)
Adya : "AEGIS!."
Xa'an : "Begitu yah, Dia percaya diri dengan perlindungan mutlak nya untuk menahan Tebasan ku."
Adya : ".....!."
Xa'an : "Kalau begitu aku juga!."
"BLAAAAAR!!!."
Xa'an : "Aura!, Dan juga.....!."
Xa'an : "Mana Sword!!!."
Adya : "Uhk...?!!." (Terkejut)
Xa'an : "Sheeeesh......"
Xa'an : "Fiuuuuuh......"
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang."
"WEEEEEESH....!!!!." (Tombak Adya semakin dekat ke arah Xa'an)
Xa'an : "........"
"WEEEEEESH.....!!!!."
Xa'an : "SEKARANG!."
"WEEEEESHH.....!!!!." (Tombak Adya berada tepat di depan Xa'an)
Xa'an : "HUM....!!!!!." (Xa'an mengayunkan pedang nya ke ujung Tombak Adya)
".........."
".........."
".........."
"BLAAAAAAAAARR.......!!!!!!!!!!!." (Benturan antara serangan Xa'an dengan Tombak Adya)
"Kreeet!!." (Suara Retakan)
Xa'an : "HUAAAAAAH....!!!!."
"BREEEEEEESH....!!!." (Tekanan antara kedua serangan yang beradu)
Xa'an : "KHUK....?!!!." (Terdorong)
Xa'an : "Cih!."
Xa'an : "HAAAAAAAHHH...!!!!."
"BLAAAAAAAR.....!!!!!."
"Sut sut sut sut Tang!." (Tombak Adya terlempar lalu menancap di daratan)
Adya : "Hmm....."
"BLAAAAAAAAAR.....!!!!." (Adya terkena Tebasan milik Xa'an)
Xa'an : "........"
"Wet! Wet....." (Aegis Adya berkedip lalu menghilang)
Adya : "......." (Tubuh Adya tidak berdiri tegak)
Xa'an : "Itu tadi....."
Xa'an : "Itu tadi adalah pertarungan mental, Dan juga kepercayaan diri." (Melihat ke arah Pedang Inti Jiwa Naga)
"Kreet kretkretret...!." (Pedang Inti Jiwa Naga milik Xa'an Hancur!.)
Xa'an : "Pertaruhan yang dia pikirkan itu memang mengerikan."
Adya : "........"
Xa'an : "Adya Trimarga.....!."
Xa'an : "Ku akui kau memang orang yang jenius dan berani mengambil resiko!."
Adya : "........" (Melihat ke arah Xa'an)
Xa'an : "Apa aku akan kalah hari ini....?."
SELESAI..........!.
"Pertarungan di sihir ruangan 2 masih akan terus berlanjut!."
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
__ADS_1
"Pertarungan di sihir ruangan 2 (05)."
"Di tunggu yah!."