The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Kraken Dan Megalodon?! (Bagian 1)


__ADS_3

*CHAPTER* 76 Season 02


"Bagian 1"


Judul : Kraken Dan Megalodon?!


"Seperti Yang ada di Chapter Sebelumnya, Xa'an sedang Berhadapan Dengan Kedua Monster Laut Legenda, Yaitu Kraken Dan Megalodon."


"Apakah Xa'an Sanggup Melawan Kedua Monster Legenda Itu?!"


Xa'an : "Mata Merah....." (Seketika itu Pun warna mata Xa'an Berubah Menjadi Warna Merah)


Xa'an : "Sheeeeest......" (Menarik Nafas)


Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!"


Xa'an : "Tebasan Pedang......!" (Xa'an Mulai Menebas)


"Ziiiiingg....!!!" (Tebasan Xa'an sedang Mengarah ke arah Megalodon)


Kraken : ".....!" (Berusaha Melindungi Megalodon dengan Tentakel nya)


"Craaaassh.....!!" (Para Tentakel Kraken Terpotong)


"Seketika itu Pun, Tentakel itu Mulai Ber generasi Kembali"


Xa'an : "......." (Mengamati)


Megalodon : "......!!" (Tak Lama Kemudian Megalodon Maju Menyerang Ke arah Xa'an dengan Cepat)


Xa'an : "Mata Biru....!" (Warna mata Xa'an Berubah menjadi warna biru)


"Bats, Bats, Bats, Zing....!" (Xa'an dan Megalodon Saling Menyerang, dengan Beradu Kecepatan)


Xa'an : (suara dalam hati) "Ikan Yang satu ini tangguh Juga"


Xa'an : "Tebasan Pedang.....!" (Menebas Ke arah Megalodon)


Megalodon : ".....!" (Menghindari dengan Cepat)


Xa'an : "Tch, Cepat Sekali, ?!" (Xa'an Menoleh Karena Menyadari Sesuatu)


Kraken : "....!!!" (Menyerang Ke arah Xa'an dengan Tentakel)


Xa'an : "Ugh....?!" (Menghindari Serangan nya)


Xa'an : "Tebasan Pedang...!" (Menebas ke arah tentakel)


"Craaash...!, Craaaassh....!" (Tentakel Terpotong Potong)


"Tak Lama Kemudian Ber generasi lagi."


Xa'an : (suara dalam hati) "Regenerasi nya cepat Sekali...!"


Megalodon : ".....!!!" (Menyerang Ke arah Xa'an dengan Mulut Taring nya)


Xa'an : "Sihir Angin, Penahan....!" (Sebuah Sihir Angin Yang Kuat Menahan Serangan langsung dari Megalodon)


Kraken : ".....!" (Menyerang Ke arah Xa'an lagi)


Xa'an : "Cih...!" (Kesal)


Xa'an : "Tebasan Pedang...!" (Xa'an Menebas nebas Tentakel Kraken Lagi)


Xa'an : "Aku Sudah Muak...!"


Xa'an : "Hah....!" (Xa'an Mementalkan Megalodon Dengan Sihir Angin nya)


Xa'an : "Bats bats....!" (Xa'an dengan cepat Menuju Kraken)


Xa'an : (suara dalam hati) "Akan Ku tebas² sebelum dia ber generasi, lalu akan ku Tebas Kepalanya"


Xa'an : "Mata Merah!" (Warna mata Xa'an Berubah Menjadi Warna Merah)


Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang.....!" (Xa'an Melaju ke arah Depan Kraken)


Kraken : ".....!!!" (Kraken menyerang dengan Tentakel nya lagi)


Xa'an : "Tebasan Pedang!" (Xa'an Menebas nebas Tentakel Kraken Sampai Tak Tersisa!)


Kraken : ".....?!" (Terkejut Karena Xa'an semakin dekat Dengan nya)


Xa'an : "Sudah Berakhir Gurita Bodoh....!, Teknik Penarikan Pedang....!" (Menarik Nafas)


"Grep...!" (Xa'an Memegang Gagang Pedang)


Xa'an : "Huuuuft......." (Menghembuskan Nafas)


Xa'an : "Tebasan Pedang.....!!" (Xa'an Menebas Ke Depan Kraken)


Landi : "It-itu, Tebasan Yang Sangat Kuat!."


Zhanif : "Ayo Kau Bisa Xa'an....!"


"Ziiiiing......!!!" (Tebasan Xa'an yang Kuat Mengarah Ke Kraken)


Kraken : "......?!"


"BLAAAAAR.....!!!!" (Suara Ledakan)


Xa'an : "........." (Mengamati Di Udara)


Megalodon : "......?" (Sedang Melihati dari jauh di Laut)


Aline : "A-apa berhasil...?!"


Lao : "Aku Akui Kalau Tuan Xa'an adalah orang yang sangat kuat, Tapi....."


Aline : "Tapi....?"


Landi : "Hei!, Lihat Itu....?!!"


Aline : "Uhk.....?!" (Menoleh ke arah Xa'an)


"Kabut Perlahan Menghilang, Dan Wujud Kraken Mulai Terlihat lagi, Dan Betapa Mengejutkan nya!."


Xa'an : "......?!" (Terkejut)


Kraken : "........" (Terdiam)


"Kabut Pun Menghilang, Dan Semuanya Pun Terkejut"


Zhanif : "Apa...?!"


Aline : "Tidak Mungkin...?!"


Landi : "U-uhk....?!"


Lycia : "An Kun......"


Kraken : ".....!" (Sebuah Sihir Pertahanan Muncul Dari depan Kraken, Dan Menahan Serangan Tebasan Milik Xa'an!)


Kraken : ".....!...!...!...!" (Kraken Seperti sedang Tertawa)


Xa'an : "Sial....."


Xa'an : (suara dalam hati) "Kalau Saja Ada Airin, Tidak,(Geleng²) Tidak ada pilihan Lain Selain Menggunakan Itu...."


Xa'an : "Hafid....!!!" (Xa'an berteriak dengan Keras)


Hafid : "Ugh.....?!" (Terkejut)


Hafid : "Ada apa Tuan Pangeran Xa'an....?!"


Xa'an : "Aku Mohon Padamu, Untuk Segera Agak Menjauh Dari sini."


Hafid : "T-tapi Tuan Pangeran Xa'an....?!!"


Xa'an : "Serahkan Semuanya Padaku Hafid......" (Menoleh, lalu tersenyum)


Lycia : "Tidak An Kun....!" (Sihir pertahanan Agak Goyah)


Xa'an : "Cia, Percaya Kan semuanya Padaku, aku akan kembali......" (Tersenyum)


Lycia : "Khuk......!" (Tidak ada pilihan Lain)


Lycia : "Baiklah...!, Aku Percaya Padamu!, Aku akan Menunggumu An Kun....!"


Xa'an : "Terimakasih Cia......" (Senyum)


Landi dan Mora : "Xa'an........"


Zhanif : "Baiklah!, Kita percaya kan semua pada Xa'an Semua!."


Aline : (Angguk²)


Hafid : "Baiklah Jika Kalian Semua beserta Nona Lycia berkata Seperti itu!." (Sedang Bergegas Menggerakkan Kapal)


Lao : "Tu-tunggu Kalian Semua!, Apa kalian Yakin Meninggalkan Seseorang Melawan Kedua Monster Laut Legenda itu Sendirian?!."


Lao : "Apa Kalian Gila....?!"


Zhanif : "Paman Lao, Jika Hal ini Kau sebut gila, Maka jika Kita tidak Mempercayakan Semuanya pada Xa'an, Itu akan Menjadi Lebih dari Gila!." (Dengan Muka Percaya Diri)


Aline : "Benar Sekali...!"


Landi : "Aku Setuju dengan mu!."


Lao : "Ka-kalian Semua.....?!" (Tidak Percaya)


Mora : "Paman Lao....." (Menenangkan Lao)


Lycia : "An Kun Telah Berulang Kali Mengejutkan Kita semua, Siapa tau Dia akan Mengejutkan Kita lagi Nantinya." (Senyum)


Xa'an : ".........." (Sedang Berada di depan Kedua Monster Laut Legenda)


Lycia : "An Kun Pasti Akan Menang, Aku Percaya itu Kok....."


"Perlahan Kapal Besar Pun Mulai Bergerak Menjauh dari Xa'an."


Xa'an : "Hmmm....?" (Menoleh ke arah Kapal)


Kraken : "......?" (Seperti sedang Berbicara, dengan Xa'an)


Xa'an : ".....?!" (Menoleh ke arah Kraken)


Xa'an : "Heh!, Tidak Bodoh, aku Menyuruh Mereka Mundur karena aku takut Kalau Seranganku akan Mengenai Mereka Semua."


Kraken : ".....?!" (Marah)


Xa'an : "Baiklah Para Ikan, Pemanasan Telah Selesai, Waktunya Memulai Pertarungan Kita....!" (Tersenyum!)


Kraken Dan Megalodon : "....?!" (Terkejut)


Xa'an : (suara dalam hati) "Bayangkan Kekuatan Yang sangat Besar mengalir Dari dalam dirimu...."


Xa'an : (suara dalam hati) "Sebuah kekuatan yang terus mengalir dari dalam tubuh mu......"


Xa'an : (suara dalam hati) "Kendalikan Semua Itu, Dan Buat Kekuatan Yang Sangat Besar itu Menjadi Milik ku....."

__ADS_1


Xa'an : (suara dalam hati) "Dan Selanjutnya.....!" (Membuka Mata)


Kraken Dan Megalodon : ".....?!" (Terkejut Lagi)


Xa'an : "Mata Emas.....!" (Warna mata Xa'an Berubah Menjadi Warna Emas!)


"BLAAAAAAAAAR.......!!!!!!" (sebuah Ledakan yang sangat Besar Keluar dari Tubuh Xa'an!)


"Kapal Besar Milik Xa'an dan Teman² pun Mulai Ber ombang ambing, karena terkena Hempasan Gelombang Milik Xa'an."


Lycia dan Aline : "Ugh......!" (Sedang Menahan menggunakan Sihir Pelindung Mereka)


Zhanif : "M-mana yang sangat besar dan kuat!"


Lao : "Ak-akh.....?!" (Bengong)


"Sebuah Mana Bewarna Emas Mulai Menggebu gebu Keluar dari tubuh Xa'an."


Kraken : "A-apa apaan Itu!, Ternyata dia adalah Seorang Pahlawan...?!."


Megalodon : "Kita Tidak Bisa melawan Seorang Pahlawan!."


Kraken : (suara dalam hati) "Ti-tidak Kusangka Bahwa Kekuatan Yang sangat Besar itu Ternyata adalah seorang Pahlawan!"


Kraken : (suara dalam hati) "Aku kira Pahlawan Telah Menjadi Pembelot iblis!, Tapi kenapa Bisa ada pahlawan disini?!" (Kebingungan)


Megalodon : "Uhk.....?!" (Mundur perlahan)


Kraken : "Megalodon!, Jangan takut!, Ki-kita bisa melawan nya...!"


Megalodon : "I-iyah......!"


Kraken : "Seperti Serangan Kombinasi Kita tadi, Kau Serang Dia, aku akan Melindungi mu dengan Tentakel ku."


Megalodon : "Ba-baiklah.....!"


Xa'an : "Open All Magic Combination....." (Sebuah Elemen² Pun bermunculan)


Kraken Dan Megalodon : "A-apa.....?!" (Terkejut)


Xa'an : "Sekarang......." (Xa'an mulai Menggerakkan Tangan nya)


Kraken : "Me-megalodon Serang Dia....!"


Megalodon : "Ba-baik....!, Hyaaah.....!!" (Maju Menyerang ke arah Xa'an)


Xa'an : "Tindakan Yang Terlalu Buru buru." (Xa'an Bersiap Seperti sedang mengeluarkan Sihir)


Xa'an : "Hem....!" (Xa'an Mengeluarkan Sihir Angin, lalu Merangkap Megalodon Dari dalam Sihirnya)


Megalodon : "Ugh....?!" (Berhenti)


Megalodon : "A-aku tidak bisa bergerak...?!" (Sedang Terperangkap Dari dalam Sihir Xa'an)


Xa'an : "........" (Xa'an Menggerakkan Tangan nya ke atas, Dengan Begitu, Megalodon pun Juga Terbawa Ke atas)


Xa'an : "Ctas....!" (Xa'an Menjentikkan Jarinya)


Megalodon : "Uhk...?!, Aaaaaakkhhhhh.....!!" (Badan Megalodon Mulai Tersayat Sayat dengan sihir angin Xa'an)


Kraken : "Megalodon!, Aku akan Membantumu!" (Tentakel Kraken Sedang Menuju Ke arah Megalodon)


"Creesh!!, Creesh...!!" (Sebuah Sihir Petir Menghentikan Pergerakan Dari Kraken)


Kraken : "Si-sialan....!" (Berhenti)


Xa'an : "Kau Tidak Bisa Membantunya Lagi...."


Kraken : "Aku akan Menyerangmu Dulu....!" (Tentakel pun Mulai Menyerang Xa'an)


Xa'an : "Percuma...."


"Craaash...!, Craaash...!" (Tentakel Pun Terpotong dengan sihir Angin Xa'an)


Kraken : "Ugh?!, Percuma kau Memotong nya, mereka akan Tumbuh Lagi!"


Xa'an : "Apa Kau Yakin....?"


Kraken : "Ugh...?!, Se-sejak kapan Sihir Api Ini Mengenai Tentakel ku...?!" (Sebuah Sihir Api Menahan Regenerasi Tentakel Kraken)


Xa'an : "Saat kau Menyerangku, Aku Memotong nya menggunakan Sihir Angin kan?"


Kraken : "It-itu benar!, Lalu...?!"


Xa'an : "Dari Sihir Angin Tersebut, aku telah memberikan nya Dengan Sihir api yang Menyelimuti Sihir angin Tersebut...."


Kraken : "A-apa....?!!!!" (Terkejut Setengah Mati)


Kraken : (suara dalam hati) "Ba-bagaimana bisa?!, Dari Sihir Angin, Api, Listrik, dia telah menguasai Ketiga Sihir Tersebut!"


Xa'an : "Apa Kau Terkejut dengan ini semua?, Ini masih belum berakhir."


Kraken : "Uhk...?!"


Xa'an : "Sihir Air......" (Xa'an mengeluarkan Sihir Air yang sangat Besar)


Kraken : "S-sekarang Air...?!"


Kraken : "Tapi itu percuma!, Aku Kuat Menahan Sihir air!"


Xa'an : "Kau Yakin?, Yang hanya kau punya sekarang hanya pelindung Sihir mu, dan tentakel mu tak akan Tumbuh Lagi."


Xa'an : "dan lihat sihir ku ini baik baik Dasar Gurita Bodoh...." (Menatap Tajam)


Kraken : "U-uhk....!!!!!!!"


Xa'an : "Sihir Air..... Sihir Api Bersatu....."


Kraken : (suara dalam hati) "D-dia orang yang sinting....!"


Xa'an : "Sekarang mari kita lihat bagaimana Sihirmu pertahanan mu itu...."


Kraken : "Si-sialaaaaaaan....!!!"


Xa'an : "Magic Fire Water Combination!"


"BLAAAAAAAAARR.....!!!!!" (Sihir Xa'an Maju Dengan Sangat Kuat Ke arah Kraken)


Kraken : "Ugh...?!" (Sihir Pertahanan Muncul)


"CRAAAAAAASSSSSSHHH........!!!!!!!!" (Sihir Kuat Xa'an Mencoba Menerobos Paksa Pertahanan Milik Kraken)


Kraken : "Ugh......!!!!" (Mencoba Menahan)


Xa'an : "Oh.... Kau lumayan juga...."


Xa'an : "Tapi Keberuntungan mu habis disini...." (Menatap Tajam)


"Grep....!!" (Xa'an Memegang Gagang Pedang!)


Xa'an : "Sheeeeest......" (Menarik Nafas, dan berkuda kuda)


Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang Maksimal...."


Xa'an : "Huuuuuft......." (Menghembuskan Nafas)


Xa'an : "TE BA SAN PEDANG.........!!!!!"


"ZIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGG........!!!!!!!!!!" (Sebuah Tebasan Yang Sangat Besar Dan Kuat Sedang Menuju ke arah Pertahanan Kraken)


Kraken : "T-ti-tidaaakkk....!!!" (Serangan Xa'an semakin dekat)


Kraken : "Ughhhhh.....!!!!!!!" (Menahan Tebasan dan Sihir Xa'an)


"KREK!" (Suara Retakan)


Kraken : "Uhhh...?!" (Terkejut)


"KREK KREK!, Ctaaaaaar.....!!!!!!" (Pertahanan Kraken Retak Dan Hancur!)


Kraken : "Aaaaaaaaahkkkkkkkkkk.....!!!!!!!!!!!" (Terkena Sihir Dan Tebasan Xa'an Langsung)


"Byuuuuuurr....!!" (Tubuh Kraken Tenggelam Di laut)


Xa'an : "Haaah.....!, Haaah.....!" (Kelelahan)


Xa'an : "A-akhirnya sudah selesai.....-Hmmm?" (Menoleh ke arah Megalodon)


Megalodon : "........" (Pingsan, Dan Tubuhnya Mulai Perlahan Mengecil)


Xa'an : "Eh...?"


"Xa'an pun Kebingungan, lalu menarik Tubuh Megalodon yang mengecil ke arah nya"


Xa'an : "Apa Mereka Akan Menjadi Seperti ini ketika Kalah?"


Xa'an : "Kalau Begitu...."


Xa'an : "Hem....!" (Xa'an Mencoba Menahan Mana Megalodon, dengan sihirnya)


Xa'an : "......." (Sedang Memberikan Sihir Kepada Megalodon)


Xa'an : "Selesai....."


Xa'an : "Sekarang Tinggal Dia...." (Mencari Tubuh Kraken, dengan mendekat ke arah Laut)


Xa'an : (suara dalam hati) "Kalau Tubuh Megalodon mengecil, Dia pasti juga Begitu."


Xa'an : "Ketemu....!" (Xa'an Menemukan Kraken mengapung dengan Tubuh Kecilnya)


Kraken : "Ugh.... Aku kalah......" (Tidak kuat)


Xa'an : "Hei Gurita Bodoh...." (Menghampiri Kraken)


Kraken : "A-apa Megalodon Baik baik saja....?"


Xa'an : "Hmm?, Di saat Tubuhmu Sedang Kesakitan Seperti itu, kau malah mengkhawatirkan orang lain yah."


Kraken : "Itu Hal Biasa Bagi Kami, Karna kami adalah Partner!"


Xa'an : "Tidak Kusangka, Se ekor gurita akan Menceramahi ku."


Kraken : "Uhuk²!, Apa dia Baik baik Saja?"


Xa'an : "Dia Baik² saja, Mana nya sempat terkuras Habis, tapi aku membantunya dengan memberikan nya Manaku."


Kraken : "Untuk Orang Seperti mu, Kau Orang yang Baik juga yah, Uhuk²!, Sekarang apa yang kau Tunggu, cepat bunuh aku, ini kesempatan mu, Tubuh ku akan Beregenerasi Lagi."


Xa'an : "Hmmm......?"


Xa'an : "Aku tidak akan membunuhmu...."


Kraken : "A-apa?!"


Xa'an : "Bagaimana jadinya jika Megalodon Bangun, dan dia tau bahwa Partner nya telah mati, dia pasti akan merasakan Kehilangan yang sangat Besar."


Kraken : "Hmmmm......"


Xa'an : "Bagaimana Kalau, Kau Ikut denganku, kalian berdua akan menjadi Milik ku, dan Kalian Berdua juga akan Terus bersama, bagaimana?."

__ADS_1


Kraken : (suara dalam hati) "Dia adalah Seorang Pahlawan yang misterius, Aku Memiliki Banyak sekali pertanyaan padanya, dan juga, Aku tidak ingin Mati."


Kraken : "Bukan Tawaran Yang Buruk, aku menerima nya....."


Xa'an : "Hem, baiklah....." (Xa'an pun mendekat kan dirinya ke Kraken)


"Setelah itu Xa'an pun Memberikan Sihir kepada Kraken."


Kraken : (suara dalam hati) "Mana anak ini sangat sejuk dan damai sekali....."


Xa'an : "Sudah Selesai, Sekarang tinggal Membawa mereka di- Ugh....?!" (Goyang)


Kraken : "Ada apa Anak Muda....?"


Xa'an : "Sepertinya Tubuhku mulai Tidak Kuat....!"


Xa'an : "Aku Harus cepat² kembali!" (Sambil Membawa Tubuh Kraken Dan Megalodon yang Berada dalam Gelembung)


"Tak Lama Kemudian."


Zhanif : "Hmmm...."


Lao : "Tuan Xa'an pasti sudah, Pasti Sudah....!"


Mora : "Paman.....!"


Lao : "Ma-maafkan aku Mora....!"


Lycia : "Terjadi Ledakan tadi, Tapi dimana An Kun...."


Aline : "Bagaimana Lycia, apa kamu menemukan dia.."


Lycia : "Tidak Masih Belum....." (Khawatir)


Aline : (suara dalam hati) "Lihat, Seberapa Khawatir nya dia, Aku merasa Kasian dengan Lycia yang penuh akan kekhawatiran Sedari tadi."


Lycia : "Ah!, Itu dia....!"


Aline : "Apa?!, Dimana....?!"


Lycia : "Disana...!, An Kun....!!!" (Melambaikan Tangan)


Aline : ".....?!" (Terkejut)


Aline : (suara dalam hati) "Tidak Kusangka Dia Berhasil Mengalahkan Mereka?!"


Xa'an : "......." (Xa'an datang dengan sihir angin nya, Dengan Tersenyum)


Lycia : "Ahaha...!, Kesini kesini....!"


Xa'an : "Ugh..., Sebentar lagi......" (Kelelahan)


Xa'an : "Uhk......" (Mulai Memejamkan Mata)


Aline : "Ga-gawat...!, Dia akan Jatuh!"


Lycia : "A-apa?!, An Kun tidak bisa berenang!, Ini gawat!"


Lycia : "Para Roh, Aku Ingin Meminta Bantuan-?!, Eh?!" (Kaget Karena tiba tiba ada orang yang Datang menyelematkan Xa'an)


"Bats Bats bats!" (Seorang dengan cepat datang ke Xa'an)


Xa'an : "Ini sudah Batasanku......." (Xa'an Mulai Terjatuh, Karena sihirnya Menghilang)


"Grep....!" (Seseorang Menggendong Tubuh Xa'an)


Xa'an : "Ugh....?" (Membuka mata)


Xa'an : "Zhanif.....?"


Zhanif : "Terimakasih Telah Bekerja Keras Xa'an....!" (Senyum)


Xa'an : "Tidak masalah, Sekarang Biarkan aku Istirahat terlebih dahulu...." (Menutup matanya dan Pingsan)


Zhanif : "He-hei!, Cepat sekali dia pingsan nya."


Kraken : "Dia sangat Kelelahan Karna membagikan Sebagian Mananya kepada kami."


Zhanif : "A-apa?!, Gu-gurita ini bisa berbicara?!'


Kraken : "Aku berbicara Dengan Menggunakan Mana anak ini bodoh, sekarang cepat bawa dia istirahat."


Zhanif : "Hah?!, Memangnya kau Siapa Berani Menyuruhku Dasar Gurita Bodoh!."


Kraken : "Cepat Bawa Dia Kembali Ke kapal Kau Dasar Manusia Bodoh!, Dia Kelelahan!."


Zhanif : "Aku Tau Itu Kampret!, Jangan Menyuruh nyuruhku!."


"Dengan Begitu, mereka Pun saling Adu Kemarahan Sambil Membawa Xa'an Kembali menuju Kapal."


"Kemudian Zhanif Pun Kembali ke kapal, Dan Memberikan Nya ke Lycia."


Zhanif : "Ini." (Perlahan Zhanif Memberikan Xa'an ke Lycia.)


Zhanif : "Jaga Dia baik baik Lycia."


Lycia : "Iyah!, Terimakasih banyak Zhanif." (Sambil Menyelipkan Tangan Kanan Xa'an ke Atas Leher Lycia, Untuk Bisa Menahan Tubuh Xa'an)


Zhanif : "Oh yah, Dan ini juga..." (Zhanif Memberikan Gelembung Kraken dan Megalodon Ke Lycia)


Lycia : "Eh?, Ini apa?, Mereka Sangat Lucu..."


Zhanif : "Aku Tidak tau, tapi dia sangat Cerewet."


Kraken : "Hei!, Apa maksudmu dengan Cerewet itu Dasar Manusia Bodoh!."


Lycia : "Di-dia bisa berbicara?!" (Kaget)


Zhanif : "Cuih!" (Meludah)


Kraken : "Hei!!!, Kau meludah yah!, Akan Ku bunuh kau!"


Zhanif : "Cobalah Keluar dari Gelembung Itu dasar Gurita Bodoh!"


Kraken : "Da-dasar Kau...!" (Marah)


Aline : "Darimana Kamu dapatkan Mereka Berdua Zhanif?"


Zhanif : "Hmmm?"


Zhanif : "Aku Melihat Mereka Berdua Di Bawa Oleh Xa'an, Jadi aku bawa juga Sekalian mereka berdua."


Aline : "Hmmm... Bukan nya Mereka berdua ini....." (Memperhatikan)


Lao : "Kraken?!, Dan Megalodon?!" (Berteriak)


Zhanif Aline Dan Lycia : "Ahkk....?!!" (Kaget)


"Kemudian Landi dan Mora Datang"


Lao : "Tak salah lagi!, Mereka berdua Adalah Monster laut legenda, Kraken dan Megalodon!"


Kraken : "Bagus Juga Kau Mengetahui Kami Manusia!."


Zhanif : "Hah?, Apa yang Kau Maksud itu Paman?, Apa mereka Sekecil ini?"


Lao : "Tak Salah lagi, Mereka Pasti Mengecil Karena Ledakan Tadi!"


Landi : "Paman Bisa Seyakin itu yah."


Mora : "Iyah, Apa Kraken dan Megalodon memiliki Tubuh yang Lucu Seperti ini?"


Kraken : "Lucu..?!" (Kaget)


Aline : "Iyah, Bahkan Mereka Mungil Sekali..."


Kraken : "Mu-mungil...?!" (Kaget)


Lao : "I-iyah!, Tidak salah lagi....!"


"Saat Semuanya Mengobrol, Kemudian."


Lycia : "Hahaha....."


Kraken : "Hei Gadis Elf, Kamu Pasti Pacarnya Kan, Cepat bawa dia Beristirahat, Dia Mulai Kehabisan Mana, Karena Telah Membantu Memulihkan Kami berdua."


Xa'an : "........." (Masih Pingsan, di bopongan Lycia)


Lycia : "Ahk..?!, Itu Benar!, Aku lupa Tentang An Kun!" (Setelah itu Pun Lycia Buru² Membawa Xa'an untuk Beristirahat)


"Setelah Itu, Di Kamar Peristirahatan."


Lycia : "Hup..." (Meletakkan Tubuh Xa'an Secara Perlahan Ke Ranjang)


Kraken : "Hei Kamu Gadis Elf...!"


Lycia : "Hmm..?" (Menengok ke arah Kraken)


Lycia : "Iyah?, Ada apa Pak Kraken?"


Kraken : "Ohh......?, Jadi Kamu Percaya yah kalau aku ini Kraken Yah."


Lycia : "Aku Mengenali mu dari Para Roh...."


Kraken : "Ohhh...?!" (Kaget)


Kraken : (Suara dalam hati) "Gadis Elf ini Bukan Sekedar Gadis Elf Biasa, Dia Pasti Orang Yang Penting."


Kraken : "Ngomong², siapa namamu Gadis Elf, Tak baik jika diriku ini Tak tau Namamu, tapi kamu tau namaku."


Lycia : "Lycia Arthem, Panggil Saja Saya Lycia Pak Kraken." (Senyum)


Kraken : "Arthem....?" (Seperti Mengingat Sesuatu)


Lycia : "Iyah Benar...."


Kraken : "Hmmm...." (Mengingat Sesuatu)


Lycia : "Ada apa Pak Kraken?"


Kraken : "Oh!, Tidak apa apa, jadi apa hubungan mu dengan Anak Ini?"


Lycia : "Maksudmu An Kun?"


Kraken : "An Kun....?"


Lycia : "Ah!, Maksudnya Xa'an...!"


Kraken : "Oh...!, Jadi nama dia Xa'an yah...."


Kraken : "Ngomong², Sepertinya aku tak salah kalau Mengira kalian Berdua adalah Pasangan, Sampai² Kalian Pun Memiliki Nama panggilan sendiri yah...."


Lycia : "I-iyah benar.... Tapi Kami Hanyalah Bertunangan Saja...." (Sambil Malu-malu)


Kraken : "Bertunangan.....?!" (Kaget)


Lycia : "I-iyah Benar....!"


Kraken : (suara dalam hati) "Si Lycia Ini, Dia Bertunangan Dengan Seorang Pahlawan?!, Apakah Dia tau tentang Itu?, Coba aku Tanyakan Deh."

__ADS_1


"Bagian Selanjutnya Ada di Bagian Berikut!"


__ADS_2