
*CHAPTER* 56
Judul : Pertarungan Di Sihir Ruangan!
Tempat : Toko Makanan Xa'Cia
"Xa'an dan Zhanif Saling Berhadapan, Xa'an Merasa curiga sedari mereka Awal Bertemu, Dan Rasa Curiga itu pun langsung Xa'an Tanyakan Kepada Zhanif."
Zhanif : "Entahlah, Itu Hal yang biasa bagi Suku Ku" (senyum)
Xa'an : ".....?!" (Kaget dan Terdiam)
Xa'an : "Apakah Kamu dari suku Yang Telah Lama Hilang?" (Tatapan Serius)
Zhanif : "Hmm....?, Apa maksudmu?" (Senyum)
Xa'an : "Jika Kamu Terus berpura-pura begitu, Maka aku memang harus Melihatnya langsung!" (Xa'an langsung Menyiapkan Sihir 5 Elemen Yaitu, Angin,Api, Air,Tanah,Petir)
Zhanif : "Wah.... Tidak hanya Menguasai dalam bidang memasak, Kamu pun Bisa menguasai Elemen² yah..."
Zhanif : "Jika kau Terus melanjutkan nya, Toko Makanan ini bisa saja Hancur Loh" (Menatap Xa'an)
Xa'an : "Itu Memang Menyayangkan, Tapi Aku Bisa saja membuat Toko ini sampai Ratusan, Hanya untuk Membungkam mu!"
Zhanif : "Hadeh Hadeh, Tidak ada Pilihan Lain" (Bersiap Mengeluarkan Sihir)
Xa'an : "Hmm....?!" (Kaget karena tiba² Ruangannya Pun Berubah Seketika)
Zhanif : "Apa Kamu Terkejut?, Ini adalah Room ku (ruangan), Kita bisa secara bebas melakukan apapun disini"
Zhanif : "Karena Tempat ini tidak mempunyai Batasan!"
Zhanif : "Apa Kamu Sekarang Yakin?"
Airin : "Papa....!" (Secara tiba-tiba Airin Berbicara dalam bentuk Kalung)
Xa'an : "A-airin?" (Kaget)
Xa'an : "Darimana saja kamu?, Mengapa Kamu Bisa Muncul Sekarang?"
Airin : "Maaf Karena aku Baru Muncul Sekarang Papa, Airin Mau Menjadi Lebih Kuat Untuk Membantu Papa Bertarung!"
Xa'an : "Airin....."
Airin : "Kita Sampingkan Hal itu Papa, Aku Merasakan Adanya Ruangan Yang Penuh Dengan Hawa Para Roh disini, Memangnya apa yang telah Terjadi"
Xa'an : "Papa telah bertemu dengan Salah satu Dari Threesome!"
Zhanif : "........" (Senyum Menatap Xa'an)
Airin : "Jadi Begitu, Pantas saja ruangan ini Penuh Dengan Hawa Para Roh!"
Airin : "Papa!, Airin akan membantu Papa bertarung"
Xa'an : "Apa kamu bisa sekarang Airin?"
Airin : "Aku Bisa!"
Xa'an : "Baiklah....!" (Bersiap Mengeluarkan Pedang Jiwa Naga semua elemen dan Mengambil Pedangnya)
Xa'an : "Airin Bentuk Pedang!"
Airin : "Baik Papa!" (Merubah Bentuknya ke Pedang)
"Grep!" (Xa'an Memegang Pedang)
Zhanif : "Oh...., Roh Perubah yah, Itu Roh yang sangat Kuat dan Langka sekali, aku tidak menyangka nya, aku kira hanya Roh Kuat saja Ternyata Roh Perubah" (menatap Xa'an)
Xa'an : "Sudah cukup Berbicara Tuan Zhanif!, Tunjukkan Kekuatanmu, Kita Bertarung Sekarang!" (Bersiap dan Warna mata Xa'an berubah ke Warna biru)
Zhanif : "Majulah....." (Senyum dan Warna mata berubah menjadi warna merah)
Xa'an : "Bats...!" (Secara cepat Xa'an menuju Zhanif)
Xa'an : "Teknik Dua Pedang!, Tarian Dewa Pedang!" (Secara Cepat Xa'an Menerjang ke Zhanif dan Memulai untuk Menyerang Zhanif)
"Zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing zing" (Xa'an Terus menerus Menyerang Zhanif)
Zhanif : "Tang tang tang tang tang!" (Zhanif menangkis Semua serangan Xa'an)
Zhanif : (suara dalam hati) "ini tidak hanya serangan Acak-acakan yang di keluarkan!, Serangan serangan ini seperti Ada Setiap Langkahnya!" (Zhanif Semakin lama semakin susah Menahan Serangan Xa'an)
Zhanif : "Cetang...!" (Zhanif Menangkis dan Melemparkan ke atas Pedang Jiwa Naga Xa'an)
Xa'an : "Ugh....?!" (Kaget, Tangan Kirinya Mengarah ke atas karena Terpental terkena Tangan Zhanif)
Xa'an : "Bats bats" (Mundur dan berhenti)
Xa'an : "Bagaimana Bisa?" (Menatap Zhanif)
Zhanif : "Seranganmu memang Kuat, Tetapi Kamu Masih Belum Mahir Menggunakannya!"
Xa'an : "......" (Terdiam)
Zhanif : "Biar Kutunjukkan Kepadamu Apa Itu Kekuatan Roh!" (Bersiap)
Xa'an : "....?!" (Kaget)
Zhanif : "Haaaaaaaa....!!" (Mengumpulkan Energi Para Roh di kepalan tangan)
Zhanif : "Teknik Penyatuan Roh!, Heng!" (Menaruh Energi para roh ke dalam tubuhnya)
"Blaaarr...!!!" (Ledakan Dahsyat Pun Keluar di Zhanif)
Xa'an : "Ap-apa?!" (Kaget melihat Hal yang baru bagi Xa'an)
Zhanif : "Apa Kamu Tau mengenai Hal ini Tuan Xa'an?, Inilah Kekuatan Asli Dari Para Roh!" (Zhanif Pun Terlihat lebih kuat dari sebelumnya dan Penampilannya pun berbeda)
Xa'an : "Kekuatan Asli Para Roh....?!"
Zhanif : "Baiklah, Sekarang Ganti aku yang Akan Maju" (Warna Mata Sebelah Kanan Zhanif Berwarna Merah dan Mata kirinya berwarna Biru)
Xa'an : "Uhk...?!" (Kaget dan Secara spontan langsung Bersiap Bertahan)
Zhanif : "Tahan Ini Tuan Xa'an!" (Maju ke depan secara cepat ke arah Xa'an)
Xa'an : "Dia Datang!" (Bertahan dengan satu Pedang yang di bawa, Yaitu Pedang Airin)
__ADS_1
Zhanif : "Sing....!" (Secara tiba-tiba Hilang dari depan Xa'an)
Xa'an : "Di-dia hilang?!, Ada dimana?!" (Mencari-cari)
Airin : "Papa di samping!"
Xa'an : "Uh...?!" (Menoleh ke kiri)
Zhanif : "Humm...!!!" (Memukul Keras ke arah Xa'an)
Xa'an : "Bug...!!!" (Seketika itu Pun Xa'an Terpukul dengan keras, Hingga Terlempar jauh ke samping)
Xa'an : "Uaaahkk..!!!"
Xa'an : "Apa-apaan itu Tadi?!, Dia Tiba-tiba Berubah dengan kekuatan sehebat itu!" (Berusaha Berdiri Dengan Bantuan Pedangnya Menahan Tubuhnya untuk Berdiri)
Xa'an : "Dan Juga, Warna Mata Bisa di Kombinasikan?!, Aku baru tau tentang Itu!" (Menahan Sakit)
Airin : "Papa dia datang Lagi!"
Xa'an : "Uhk..?!" (Melirik ke Kiri Dan Bersiap bertahan dengan pedangnya)
Zhanif : "Hummpp...!!!" (Zhanif Pun Menendang Keras ke arah Xa'an, Tetapi terhalang oleh Pedang Xa'an, Sehingga Xa'an Pun Terpental tak jauh dari tempatnya)
"Sreeeeeet!" (Tergeser)
Xa'an : "Apa apaan kekuatan itu!, Padahal sudah di tahan."
Xa'an : "Dan Juga dia cepat sekali"
Zhanif : "Ketahui Perasaan Dari Anakmu!" (Zhanif Muncul Di depan Xa'an)
Xa'an : "Hmm...?!"
Zhanif : "Saat Kamu Melakukan Kontrak Dengan Roh Jiwa kita dengan Para Roh Pasti Akan Menyatu Kan?"
Zhanif : "Maka, Ketahuilah Perasaan dari Anakmu Dan Kekuatan yang besar akan Datang Kepadamu!"
Xa'an : "Pe-perasaan?!" (Kaget berkeringat dingin)
Airin : "Papa.....?"
Xa'an : (suara dalam hati) "Saat Dulu aku tidak tau tentang apa itu Perasaan, Tetapi di saat aku datang di Dunia ini Aku Pun Tau apa Arti dari Perasaan!" (Sambil Mengingat Kedua orang tua, Adiknya, Lycia, Airin dan Orang² yang Xa'an kenal, Salah Satunya Asriel)
Xa'an : "Airin...."
Airin : "Iyah Papa....?"
Xa'an : "Papa akan selalu Melindungi kalian semua apapun bahayanya itu, dan papa pun akan melindungi Senyuman Kalian!"
Airin : "Papa...!!" (Dalam Bentuk Bayang² Airin Pun Terharu)
Airin : "Hmm!, Airin akan senantiasa Membantu Papa dan Melindungi Papa juga!, Maka Airin Akan Juga Bertambah Kuat!"
Xa'an : "Terimakasih Airin...." (Senyum)
"Secara Tiba-tiba Pun Pedang Airin Mengeluarkan Cahaya Yang Penuh Dengan Energi Roh!"
Zhanif : "Ugh...?!" (Kaget)
Xa'an : "Terimakasih Tuan Zhanif Karena Memberitahukan ku tentang apa itu Perasaan yang Lebih Dalam"
Xa'an : "Berkat mu, Aku Mengetahui Perasaan Orang² Terdekatku!"
Zhanif : "Heh....!, Baguslah jika kamu Tau sekarang"
Xa'an : "Teknik Penyatuan Roh yah...."
Xa'an : "Airin Mari Kita Menyatukan Perasaan Kita!"
Airin : "Baik Papa!" (Pedang Airin Merubah dirinya ke dalam Bola energi roh)
Xa'an : "Teknik Penyatuan Roh!, Hem!" (Menggenggam Bola Energi Roh Airin, Lalu Memasukkan nya kedalam Tubuh Xa'an)
"BLAAAAR!!!" (Sebuah Ledakan Besar Pun Keluar dari Xa'an)
Zhanif : "Cih...!" (Menahan Dari Ledakan)
"Xa'an Pun Menjadi Lebih Kuat, Pancaran Energi Emas Keluar Berluap-luap dari Tubuhnya!, Serta penampilannya pun Berubah!"
Xa'an : "Baiklah Tuan Zhanif Mari kita Mulai Ronde ke Tiganya!" (Warna mata Xa'an Berubah menjadi warna Emas!)
Zhanif : "Wa-warna mata Emas?!" (Kaget setengah mati)
Zhanif : "Begitu yah..... Tidak aneh jika dia mempunyai Roh Leluhur, Ternyata dia adalah Seorang Pahlawan Baru!"
Zhanif : "Teman² Akhirnya Tujuan Kita akan Semakin dekat!" (Apa kalian tau yang di maksud teman² oleh Zhanif)
Xa'an : "Hmm...." (Tangan Kanan Xa'an Mencoba mengambil Pedang Jiwa Naganya Kembali)
"Grep!" (Memakai Pedang)
Xa'an : "Bersiaplah Tuan Zhanif!"
Zhanif : "Majulah! Tuan Xa'an...!!!, Tunjukkan padaku Kekuatan penuhmu!!!"
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!, Tebasan PEEEDAAANG...!!!!" (Sebuah Tebasan Pedang Yang Kuat Pun Menuju Zhanif!)
Zhanif : "Blar!, Blar!" (Kaki Zhanif Berkuda-kuda Dan Bersiap Menahan Kekuatan Xa'an)
Zhanif : "Teknik Pertahanan Diri!, Pelindung MUTLAK!!!!"
"Ziiiiiiiiiiiiiiiiiinggg.........!!!!!!!!!!!!" (Tebasan Xa'an Menuju Zhanif)
"BLAAAAAR!!!" (Tebasan Xa'an Tertahan Oleh Zhanif)
Zhanif : "HUMMMM!!!!!" (Menahan Tebasan Xa'an)
Xa'an : "HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.....!!!!!!!!!!!!!!!" (Mengerahkan Semua Kekuatannya)
Zhanif : "HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.......!!!!!!!!!!!!!!" (Mengerahkan semua kekuatannya)
Xa'an : "Cih....!!!"
Xa'an : "Ini Sudah Berakhir Tuan ZHANIF!!!" (bersiap Mengeluarkan Tebasan Lagi)
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!!!, Tebasan PEDANG!!!!" (Xa'an lagi lagi mengeluarkan Tebasan Pedang Yang mengarah ke Zhanif dengan Kuat)
__ADS_1
Zhanif : "HEEEM....?!!!!" (Kaget)
"Ziiiiiiiiiiiiiiiiiinggg......!!!!" (Tebasan Xa'an Yang kuat menuju Ke Zhanif Dengan Cepat)
"BLAAAAAAARRRRR.....!!!!!!!" (Zhanif Terkena Serangan Mutlak Xa'an!)
Xa'an : "Haaah....!, Haaah....!" (Menghela nafas Kelelahan, Dan Warna Mata Emas Xa'an Juga Perlahan Kembali menjadi biasa)
"Secara perlahan Kekuatan Membara Xa'an Pun Mulai Hilang"
Xa'an : "Ugh...!" (Berlutut dan Menahan Tubuhnya dengan Pedang)
"Airin pun Keluar dari Tubuh Xa'an dalam Wujud manusia nya"
Airin : "Papaa...!" (Khawatir dengan Xa'an)
Xa'an : "Airin....." (Menoleh ke Airin dan masih kelelahan)
Airin : "Apa Papa Baik² Saja?!"
Xa'an : "Papa Baik² Saja Airin, Papa hanya kelelahan Saja....." (Senyum)
Airin : "Papa....!" (Menangis)
Xa'an : "Hmmm....." (Mengelus Kepala Airin dan Tersenyum)
Zhanif : "Itu Tadi Serangan Yang sangat Hebat Xa'an!" (Zhanif Berbicara dari dalam Kabut)
Xa'an : "Hmm....?!" (Menoleh)
Zhanif : "Aku saja yang terkuat dari Kelompok ku sampai Bisa separah ini karenamu" (Dengan Tubuh Babak belur, Zhanif Berjalan keluar dari kabut sambil Memegang Tangan Kirinya yang terluka)
Xa'an : "Zhanif!, Apa kamu Baik-baik Saja?!"
Zhanif : "Tenang Saja, Aku Akan pasti Pulih dengan Cepat Kok" (senyum)
Xa'an : "Begitu Yah....." (Senyum)
Zhanif : "Haha..... Anakmu Sungguh Peduli denganmu yah, Sepertinya Perasaan Kalian Sudah Menyatu"
Xa'an : "Itu Semua Berkat Mu Zhanif!, Tanpamu aku tidak akan tau mengenai hal ini, Maka Terimakasih Banyak!" (Berdiri Lalu Tersenyum ke arah Zhanif)
Zhanif : "Hmm.. Iyaah!, Sama sama Xa'an!" (Tersenyum Ke Xa'an)
"Setelah Itu Pun Ruangan Yang Dibuat Oleh Zhanif Perlahan Menghilang, dan Kembali Ke Toko Makanan Xa'Cia"
Lycia : "An Kun....!" (Menghampiri Xa'an lalu Memeluknya)
Aline : "Zhanif....!" (Menghampiri Zhanif lalu Memeluknya)
Xa'an : "Ci-cia.....?" (Kaget karena tiba² di peluk oleh Lycia)
Lycia : "Ada apa denganmu?, Kenapa bajumu Robek² seperti ini?" (Khawatir dan sedikit Menangis)
Xa'an : "Aku Tidak apa-apa Cia, Aku hanya Bertarung Kecil² an dengan Zhanif Kok" (senyum)
Lycia : "Bertarung Kecil² an darimana?!, Kamu tiba² menghilang bersama dengan tuan Zhanif, dan itu Pun sangat Lama kalian telah Hilang!"
Xa'an : "Hmmm...?!"
Xa'an : (suara dalam hati) "Apa selama itu, Sampai² Cia Mengkhawatirkan Ku seperti ini?"
Xa'an : "Baiklah, Maafkan aku Cia Karena Tiba² Menghilang darimu, Jadi jangan menangis lagi yah" (memeluk Lycia)
Xa'an : "Aku Tidak Tega terus-menerus Melihat Kamu Menangis" (senyum)
Lycia : "An Kun......." (Memeluk Xa'an)
Zhanif : "Mereka sangat Serasi Sekali Yah...." (Aline berada di dekat badan Zhanif)
Aline : "Iyah....."
"Ceplaaaak!" (Sebuah Tamparan Mengenai Zhanif)
Aline : "Aku sudah Menyadarinya sedari Tadi!, Kalau kamulah yang membawa Tuan Xa'an menuju Ruangan mu!" (Memarahi Zhanif)
Zhanif : "Tu-tunggu Aline, Aku Bisa Menjelaskan nya!"
Aline : "Hmm....?!, Di saat sudah ku katakan untuk Menahan diri dengan orang lain, kamu malah Melanggar nya?" (Aline berbicara dengan nada mengancam)
Zhanif : "A-aline!, Meskipun aku tidak menahan diri aku masih kalah dengan Xa'an loh!, Apa kamu tidak merasa kasian padaku?" (Senyum)
Aline : "Iyah aku kasian padamu kok" (senyum)
Zhanif : "Ma-maka-" (terpotong)
Aline : "Maka..... Tidak ada Jatah Untukmu Nanti....!" (Melirik Zhanif)
Zhanif : "Ti-tidak Mungkin!......." (Membantah)
Zhanif dan Aline : "Bla Bla Bla Bla Bla" (asik debat)
Xa'an : "Ci-cia, maukah Kamu Pergi Berjalan Berdua denganku Nanti?" (Malu)
Lycia : "Hmmm......?" (Menoleh Ke Xa'an)
Lycia : "Tentu saja Boleh kok....." (Tersenyum Manis ke Xa'an)
Xa'an : "Cia....." (Senyum)
Lyica : "Aku Menantikannya An Kun...." (Senyum)
Xa'an : "Iyah Aku Juga Cia....."
Xa'an : "Hmm....?"
Lycia : "Ada apa An Kun?"
Xa'an : "Tidak apa-apa kok Cia" (senyum)
Lycia : "Emm Baiklah..."
Xa'an : (suara dalam hati) "Sepertinya Dia kelelahan Lagi" (Senyum)
Xa'an : (suara dalam hati) "Terimakasih yah Airin!" (Melihat Airin dalam Bentuk Kalung)
SELESAI...............
__ADS_1