
*CHAPTER* 37
Judul : Tantangan Bertanding!
Tempat : Ruangan Terbuka Sekolah
"Xa'an Asriel dan Rafel Berjalan Bersama untuk Berpatroli"
Semua Murid Sekolah : "Lihat Itu Klub Pelindung Sekolah..!!!" (Gosip)
Semua Murid Sekolah : "Mengapa si Jenius dan White Hunter Mengikuti dia Yah...?" (Gosip)
Asriel : "Cih... Mereka ini memang Tidak ada habisnya Bicara Seperti itu yah...!"
Rafel : "Benar.... Mereka meragukan Kekuatan mu Tuan Xa'an"
Xa'an : "Tidak Apa-apa aku Malah Merasa beruntung karena ini..."
Asriel : "Beruntung..?"
Rafel : "Apa Maksud nya itu Tuan Xa'an?"
Xa'an : "Maksudku adalah, Aku bisa Berjalan kesana kemari dengan tenang tanpa ada Orang yang mengetahui ku... Karena menjadi Terkenal itu akan Mendapatkan Ketertarikan yang besar juga..."
Asriel : "....!" (Kaget dan Kagum)
Rafel : "Hmm....." (Tersenyum)
Xa'an : "Ayo Kita Lanjut kan Patroli ini dan Mencari anak² nakal" (berjalan)
Asriel : "Iyaah...!" (Berjalan)
Rafel : "Baik...!" (Berjalan)
"Di suatu tempat di Belakang Sekolah"
"Bug...! Bug...!!...bug...!" (Suara Murid di pukuli)
Seseorang : "Hyaaat...!!!" (Tendang)
Seseorang : "Ugh...!" (Kesakitan)
Yorsua : "Hei...! Apa kita lanjutkan lagi Bocah kelas 2?"
Dasai : "Kau Akan Membayar Semua ini Nantinya...! Ugh...!" (Terkena Pukulan)
Yorsua : "Haa...?! Memangnya kau Bisa lepas Hari ini....?!, Setelah Kau Memberikan Berita² tentangku yang Tertahan Karena Anak Kelas 1..!"
Dasai : "Itu Memang Benar...! Kau tidak berkutik di saat Tangan mu di genggam Oleh Anak Kelas 1 itu...!"
Yorsua : "Cih.... Memang Kau ini Harus di Beri Pelajaran Selain Di pukuli yah..."
Dasai : "Ugh...!" (Kaget)
Yorsua : "Sihir Petir, Thunder-" (Ucapan Terpotong)
Asriel : "Hei Kau...!" (Berteriak dari Jauh)
Yorsua : "Haa...?!" (Menoleh)
Dasai : "It-itukan Si Anak Kelas satu dan Anggota nya...."
"Xa'an Rafel dan Asriel Berjalan Menuju Yorsua dan Dasai"
Xa'an : "Hmm....?" (Menoleh ke Dasai)
Dasai : "Um...?!" (Menyadari)
Xa'an : "Rafel Tolong anak Kesakitan itu...."
Rafel : "Baik Tuan..." (Berjalan menuju Dasai)
Yorsua : "Haaa..?! Tidak akan kubiarkan Ugh..!" (Kaget karena terhalang oleh Dinding api)
Rafel : "Kau.. berhenti Disana...!" (Habis Mengeluarkan Sihir Api)
Rafel : "Apa kau Baik² Saja....?" (Menolong Dasai)
Dasai : "Iyah Terimakasih aku Tertolong berkat Kalian..."
Yorsua : "Dasar kau...! Namamu Xa'an kan...?!"
Xa'an : "Hmm... Jadi kau tau namaku yah..."
Yorsua : "Apa kau tak ingat saat kau Menghalangi ku di saat awal sekolah haa?"
Xa'an : "Hmm...? Aku tak ingat Siapa yang Ku halangi dulu, Karena Dia sangat Lemah Jadi ku Lupakan saja....."
Yorsua : "Kau...! Meremehkan ku yah....!" (Mau mengeluarkan Sihir)
Asriel : "Sihir Es, Pembeku.." (mengeluarkan Sihir)
Yorsua : "Ugh... Aku tidak bisa bergerak!" (Gerakan terhenti karena Sihir Asriel)
Asriel : "Hei.... Mau apa kau...?!, Mengeluarkan Sihir di hadapan ku..?!" (Tatapan Tajam)
__ADS_1
Yorsua : "Cih......!"
Yorsua : (suara dalam hati) "Mengapa Si Jenius dan White Hunter membantu Si Cecunguk Xa'an ini...?!"
Yorsua : "Heh..! Kau terbantu Karena Anak Buah mu itu Xa'an...!, Kalau kau berhadapan langsung denganku Mana mungkin Kau Menang....!!!"
Rafel : "Orang Ini.....!" (Geram karena Xa'an dihina)
Asriel : "Mungkin aku harus Meretakkan Tubuhmu yah...?"
Xa'an : "Tunggu..... Kalian jangan terpancing Oleh Kata² dia tenanglah...."
Rafel dan Asriel : "Baiklah...." (Tenang)
Dasai : (suara dalam hati) "Tidak Kusangka Kedua orang ini akan Patuh Pada Xa'an...." (Kagum)
Xa'an : "Benarkah Begitu...? Kalau begitu apa Kita coba saja berduel Gimana...?"
Rafel : "Tunggu Tuan Xa'an Biarkan aku saja...! Orang ini tidak ada tandingannya Bagimu"
Asriel : "Rafel benar Xa'an Kamu tidak perlu turun tangan untuk Mengurusi Bedebah ini..."
Yorsua : "Heh...! Bilang saja Kalian Takut Kalau Tuan Kalian itu kalah denganku Iyah kan..?!" (Memprovokasi)
Rafel : "Kau....!"
Asriel : "Akan Ku retakkan kau...!"
Xa'an : "Tenang Semua aku bisa mengatasi ini Oke....." (Senyum)
Rafel : "Baiklah Tuan Xa'an...."
Asriel : "Cih...."
Xa'an : "Jadi....... Kau Siapa Namamu...?"
Yorsua : "Yorsua...! Panggil Aku Yorsua dan ingat itu...! Nama itu akan mengalahkan mu nantinya..!"
Xa'an : "Mau Kapan Dimulainya...?" (Maksudnya Duel Xa'an dan Yorsua)
Yorsua : "Di Tempat Pertandingan Sekolah..! Ku tunggu kau Besok Siang disana..."
Xa'an : "Baiklah...... Sekarang pergilah dan Berlatih, Asriel lepaskan Sihirmu...."
Asriel : "Baik......" (Sambil Melepas sihir)
Yorsua : "Uh..." (Terlepas)
Yorsua : "Awas Saja Kau Xa'an....!" (Pergi)
Xa'an : "Iyah Dadah"
Xa'an : "Jadi kau, Eeee si Penyebar Kabar..." (Yang dimaksud adalah Dasai)
Dasai : "Eh aku..?"
Xa'an : "Siapa Namamu....?"
Dasai : "Dasai...! Namaku adalah Dasai..! Kelas 2 disini"
Xa'an : "Oh jadi kau Kakak Kelas yah... Apa aku boleh Meminta Pertolongan mu....?"
Dasai : "Pertolongan....?"
Xa'an : "Iyaah......" (Senyum)
"Besok Paginya"
Tempat : Ruang Klub Pelindung Sekolah
Xa'an : "Sluuurp......" (Minum Teh sambil Duduk Di Meja Ketua)
Rafel : "Tuan Xa'an Apa anda yakin melakukan Itu?"
Asriel : "Iyah mengapa harus di sebarluaskan?, Bukannya Kamu tidak mau terkenal....?"
Xa'an : "Aku Hanya ingin Melihat Reaksinya di saat Putus asa yang begitu dalam..."
Xa'an : (suara dalam hati) "Ini Masih belum ada apa-apanya Dengan Kematian Adrian dan Razin Serta Kesakitan dari Tom Waktu itu"
Xa'an : "Jika Dia Dilihat Oleh Orang² Saat Kalah dan Merasa putus asa dia akan kehilangan harga dirinya itu dan Kabar itu akan Tersebar luas di Seluruh Sekolah ini"
Rafel : "Uwaah....! Itu sangat bagus untuknya yang selalu Sombong Selalu"
Asriel : "Ternyata ada Cara lain Untuk Tersiksa Selain Membunuh Yah...... Kamu memang Keren Xa'an"
Xa'an : "Itu Bukan Apa-apa Hmm...?" (Menyadari sesuatu)
"Braaak......!!!" (Pintu Klub Di buka dengan Keras)
Rafel : "It-itu.....?"
Asriel : "Ek....?"
"Deg deg deg deg deg" (suara seseorang menyamperin Xa'an)
__ADS_1
Airin : "Mamaaaa.....!"
Lycia : "Apa maksudnya ini An Kun...?! Apa kamu ingin Bertarung di Arena Pertandingan...?!" (Marah² sambil memegang Kera Baju Xa'an)
Airin dan Xa'an : "Uuhhh.....!" (Kaget)
Xa'an : "Ci-cia Santai aku bisa jelaskan ini semua..." (Panik)
Lycia : "Kamu Memang menjadi Ketua klub Pelindung Sekolah tapi mengapa kau ingin Mengajak orang lain Bertarung...?!" (Menggoyang goyangkan Xa'an)
Xa'an : "Te-tenang Dulu Cia ak-aku akan Jelaskan Semua jangan marah lagi yah...?" (Takut)
Lycia : "Memangnya apa lagi yang perlu di Jelaskan......?!" (Tatapan Mencengkam)
Xa'an : "A-a-a-a-aaakkhhhh.....! Dug...!" (Xa'an kena Pukul Di Kepalanya)
Asriel : "Tidak Kusangka kalau Xa'an akan Takut hanya kepada Ketua OSIS....." (Muka datar tidak percaya)
Rafel : "Istri Tuan Xa'an Memang Menyeramkan sekali Yah....." (Muka datar tidak percaya)
"Setelah Itu Asriel dan Rafel menjelaskan semua ke Lycia"
Xa'an : "Ugh.........." (Tergeletak Setelah Terkena Pukulan dari Lycia)
Lycia : "Jika Memang Itu Benar..... Buat untuk memberi dia pelajaran Saja Maka tidak Masalah...." (Lycia sambil Mengelus-elus Rambut Airin yang ada di Pangkuan nya)
Rafel : "Iyah Nona Lycia... Jadi Dasai Di perintahkan Untuk Tuan Xa'an Untuk Menyebar luaskan berita ini untuk itu semua..."
Asriel : "Tapi tidak disangka dari kami, Bahwa berita itu akan Tersebar dengan Sangat Cepat...."
Xa'an : "Dasai..... Anak itu memang Hebat, Aku harus Merekrutnya menjadi Anggota ku..." (Menoleh)
Lycia : "Tapi Apa Kamu Yakin An Kun...? Nanti Kekuatan Sebenarmu Akan Ketahuan Oleh Publik loh, Kalau nanti kamu di Incar oleh Publik Bagaimana....?" (Khawatir)
Xa'an : "Tidak Perlu Khawatir Cia...." (berdiri)
Xa'an : "Aku akan Berhati-hati untuk ini...." (Sambil Mengelus Kepala Lycia)
Lycia : "Kamu Janji yah...." (Malu)
Xa'an : "Iyaah......" (Senyum)
Airin : "....." (Melihati)
Asriel : "Apa-apaan Keharmonisan keluarga ini....?!" (Muka Datar)
Rafel : "Tuan Xa'an Memang Hebat!" (Sambil Membenarkan Kacamata)
"Braaak....." (Pintu dibuka)
Semuanya : "Hmmm...?" (Menoleh)
Dasai : "Tuan Xa'an aku sudah menyelesaikan Tugas Ku...!"
Dasai : "Eh....?!" (Melihat Xa'an lagi Mengelus Kepala Lycia)
Dasai : "Maaf...... Aku akan Kembali lagi yah....."
Xa'an : "Hei.... Dasai Kemarilah...." (Memanggil Dasai)
Dasai : "Eh....?" (Sambil berjalan Masuk kedalam)
Xa'an : "Apa Kamu Mau Masuk di Klub Pelindung Sekolah?" (Masih Mengelus Kepala Lycia)
Dasai : "Eh.....? Apa aku boleh masuk...? Aku tidak bisa bertarung seperti kalian..."
Xa'an : "Tidak apa-apa... Lagipula Aku membutuhkan orang seperti mu yang bisa mengumpulkan Semua informasi tentang murid² disini..." (Masih Mengelus)
Airin : "Papaa....?" (Mau memberitahu Xa'an)
Lycia : "......." (Senyum Menikmati)
Dasai : "A-aku....."
Asriel : "Tenang Saja....! Dasai aku akan melindungi mu...!"
Rafel : "Iyah... Kami tidak akan Membiarkan orang lain Membully mu Lagi...."
Dasai : "Kalian Semua...... Baiklah...! Aku akan masuk di Klub Pelindung Sekolah...!!!"
Xa'an : "Selamat Bergabung Dasai...." (Senyum dan masih mengelus)
Dasai : "Iyah Terimakasih....!" (Senyum)
Rafel : "Eh...... Tuan Xa'an mau sampai Kapan kamu akan Mengelus Nona Lycia Terus..?" (Muka datar)
Asriel : "Iyatuh.... Nona Lycia Sampai² Menikmatinya......" (Muka datar)
Xa'an : "Eh....?!!" (Baru Sadar)
Xa'an : "Ma-maaf Cia aku Kelepasan.....!"
Lycia : "Duh...... An Kun kamu memang Harus di Beri Pelajaran yah karena Mengusap-usap kepala ku terus~" (menggoda Xa'an)
Xa'an : "I-iy-iyah....." (Menyerahkan Diri)
__ADS_1
Semuanya : "Hahhahahahahahaa........"
SELESAI...........