
*CHAPTER* 7
Judul : Dimana Sekarang?
Tempat Hutan Lebat
Xa'an : "Ughh... Sepertinya aku mendarat di sesuatu tempat yang asing.."
Xa'an : "Seharusnya aku berada di markas bandit itu tapi mengapa malah ke Tempat hutan seperti ini?"
Xa'an : "Mungkin karena telah ku rusak sihirnya setelah membunuh pengguna nya sebelum sihir nya benar² Terjadi"
Xa'an : "Dan Mungkin Mama, Papa, Reynold, Akira, dan Reini Mengkhawatirkan ku."
Xa'an : "Tapi ini Benar-benar tempat yang tidak ku kenali....."
Xa'an : (Lihat Sekeliling) Eee......
Xa'an : "Apa yang harus aku lakukan sekarang"
Selefia : "Wooooiii...Raja..!!!"
Xa'an : "Huwaaaaaahhhhkk!!!!" (Xa'an kaget dengan suara tiba² datang dari kepalanya)
Informasi : ( bagi yang lupa siapa selefia, dia adalah cewe penentu yang ada di chapter sebelumnya )
Xa'an : "Dasar kau Cewe brengsekkk mengapakau tiba² datang Haahh..!"
Selefia : "Hehe Maafkan aku sepertinya aku merasakan Hawa yang sangat tinggi di sekitaran mu jadinya aku mau memberitahu kan mu"
Xa'an : "Sebuah Hawa...? Tunggu biar ku cek Warna emas ( seketika mata warna Xa'an berubah )
Selefia : "Uwaaah Sepertinya Raja Sudah bisa memakai Mata Warna Emas yah hebaat...~"
Xa'an : "Diam cewe brengsek aku mau Berkonsentrasi"
Xa'an : "Hmmm...." (Xa'an melihat sekeliling hutan dengan bantuan mata warna emas nya)
(Xa'an menemukan sebuah goa besar)
Xa'an : "Tempat apa itu...? Sungguh aneh ada hawa besar disana..."
Selefia : "Sepertinya Raja sudah menemukan tempatnya aku harus pergi Tataaa..."
Xa'an : "Cepat sana Pergi Jangan Kembali lagi"
Selefia : "Jangan merindukan ku yah Raja... Tehe"
Xa'an : "Siapa yang mau merindukan Cewe menyebalkan sepertimu Dan jangan Tehe juga Woi"
"..........."
Xa'an : "Hmmm Sepertinya Cewe sialan itu sudah pergi aku juga harus pergi ke tempat goa itu..!"
Xa'an : "Berkat dari Mata Warna emas ini aku bisa menggabungkan kecepatan dan kekuatan dari mata warna merah dan biru"
__ADS_1
Xa'an : "Al Hasil Lari ku dan ketahanan tubuh ku meningkat..!"
Xa'an : "Hampir Sampai...."
(Ckeet) "( suara Xa'an sedang berhenti )"
Xa'an : "Jadi ini Goa nya...Besar Sekali.." (sambil melihat Sekeliling)
Xa'an : "Eh apa yang terjadi dengan mataku mengapa seperti nya aku sedang di Undang kesana..." (Sepertinya mata Xa'an Menerima sinyal kuat dari Goa tersebut)
Xa'an : "Aku akan Memasukinya....."
(Xa'an masuk ke dalam Goa)
Xa'an : "Tempat apa ini...? Gelap sekali, Cahaya..! ( Xa'an mengeluarkan sihir cahaya untuk menerangi sekelilingnya)
Xa'an : "Apa ini Hawa nya semakin Kuat sekali..."
Xa'an : "Ugh..! Apa itu...? (Xa'an menemukan Sesuatu yang aneh)
Xa'an : "Tempat apa ini Hawanya semakin amat kuat di tempat ini aku harus mencari penyebab nya dimana"
Xa'an : "Ketemu...!!!" (Menemukan sesuatu barang)
Xa'an : "Barang Apa ini Seperti Sebuah Kalung dengan liontin kecil..."
Xa'an : "Hawanya sungguh kuat di Dalam buku ini..!"
Xa'an : "(menatapi kalung dengan teliti)"
Xa'an : "Uwaaaakkkk dasar cewe brengsek mengapa kau selalu datang tiba²"
Selefia : "Raja Ini adalah Pusaka yang Sangat Langka Mungkin kau digiring kesini karena mempunyai Mata warna emas"
Xa'an : "Hmm...."
Selefia : "Sepertinya ini adalah pusaka dengan adanya Jiwa di dalamnya Raja harus Membuka segel nya terlebih dahulu..."
Xa'an : "Bagaimana caraku Membuka Segelnya..?"
Selefia : "Hmm...(berfikir) "Dengan Menyalurkan Kekuatan Anda ke Kalung ini secara terus menerus.."
Xa'an : "Menyalurkan Kekuatan ku yah..."
Xa'an : "Baiklah akan ku coba..!"
Selefia : "Semoga berhasil Raja"
Xa'an : "Iyah sana cepat Pergi"
(Xa'an mulai berkonsentrasi menyalurkan kekuatan nya ke dalam Kalung tersebut untuk membuka segel nya)
( Hari ke bulan pun Berlalu.... )
Xa'an : "Ugh... sepertinya penyaluran ini akan segera berakhir"
__ADS_1
Xa'an : "Apakah disana Mama dan Papa Baik² Saja yah...?" (Khawatir)
Selefia : "Mereka Baik-baik saja kok..!"
Xa'an : "Uwaaah..!! Mengapa kau datang lagi dan juga kenapa kau bisa tau?"
Selefia : "Hehe....Ini hanya naluri Tehe."
Selefia : (suara dalam hati) "mungkin bukan saatnya memberitahu raja ini siapa aku sebenarnya"
Xa'an : "Diam kau dasar cewe aku Mau fokus untuk membuka Segel ini"
"Kreek...krek" (seperti suara retakan di kalung nya)
Xa'an : "ini dia...! Haaaaak..!!!" ( Xa'an mencoba memberi kekuatan lebih lagi ke kalung)
"Krek...krek cetar" ( Segel dari kalung nya terbuka..! )
Xa'an : "Akhirnya Aku berhasil..!"
Selefia : "Wow ini sepertinya Item Pusaka yang bisa merubah menjadi Objek Benda apa saja ini sungguh bagus untuk di pakai"
Xa'an : "Menjadi benda apa saja..?"
Selefia : "Iyah seperti dia akan menjadi pedang sesuai yang di perintahkan oleh pemiliknya"
Xa'an : "Oke aku akan mencobanya.... Bertukar lah menjadi Kipas...!"
"Krik krik krik krik" ( tidak ada sesuatu yang terjadi )
Xa'an : "Mengapa tidak berubah sama sekali?"
Selefia : "Mungkin karena Jiwa nya masih belum terkumpul semuanya dan juga apa yang kau ingin kan itu mengapa Ingin menjadikan Sebuah Kipas..!"
Xa'an : "Diamlah Cewe brengsek aku sedikit kepanasan disini jadinya aku memilih kipas saja"
Selefia : (suara dalam hati) "Ee.... Apa apaan pria ini padahal di depan nya ada sebuah benda yang ajaib dan permintaan pertamanya adalah Kipas...?"
Xa'an : "Baiklah sudah saat nya untuk ku keluar dari sini" (sambil memakai kalung nya di leher)
Selefia : "Iyah aku juga mau menyelesaikan Tugas ku"
Xa'an : "Memangnya cewe sepertimu mempunya tugas?"
Selefia : "Meskipun aku seperti tidak ada kerjaan tetapi aku ini orang sibuk loh Hem..!"
Xa'an : "Iyah...Iyah cepat sana pergi.."
Selefia : "Wleee ....." (Seketika Selefia pun pergi)
Xa'an : "Baiklah Dikarenakan Papa dan Mama baik-baik saja aku tidak perlu khawatir dan akan terus melanjutkan petualangan ku...!"
(Beranjak Pergi Keluar ke Goa)
SELESAI.......
__ADS_1