
*CHAPTER* 82 Season 02
Judul : Pilihan Berat!
Tempat : Istana Elgrasia
"Xa'an dan Clara sedang berbincang di kamar Clara di istana Elgrasia."
Clara : "Halo Saudara Xa'an, sudah lama sekali yah semenjak kita bertemu." (Tersenyum manis)
Xa'an : "Iyah, Sudah lama sekali." (Senyum)
Clara : "Bagaimana keadaan mu Xa'an?, Dan juga bagaimana dengan Lycia?." (Sambil meminum teh)
Xa'an : "Aku baik-baik saja, Lycia juga baik-baik saja disana, aku Lycia dan teman-teman ku sedang di Negri Timur untuk mencari seseorang."
Clara : "Mencari keberadaan Three Somebody kan?."
Xa'an : "Benar....."
Clara : "Tapi kenapa kamu ke Wilayah Elgrasia Xa'an?."
Xa'an : "Aku sedang mengetes Alat yang akan berguna nantinya." (Sambil menunjukkan alat nya dengan memperlihatkan telinga kanan nya)
Clara : "Waah, benda kecil apa itu?." (Mendekat ke arah Xa'an)
Xa'an : "Ini adalah alat komunikasi, dan juga...."
Clara : "Waaah imut banget yah alatnya...." (Menarik telinga Xa'an)
Xa'an : "Eh Clara, bisakah kamu berhenti menarik Telingaku?." (Merasa tak enak)
Clara : "Eh, maafkan aku hehe...." (Menjauh)
Xa'an : "Tak masalah....."
Clara : "Oh yah, kembali ke topik utama."
Clara : "Sedari tadi aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
Xa'an : "Hmm?, Kenapa?."
Clara : "Terlihat dari raut wajahmu, Kamu sepertinya sedang terlihat tidak baik-baik saja yah." (Memperhatikan Xa'an)
Xa'an : "Ahk...?!." (Kaget)
Clara : "Meskipun kamu sedang menyembunyikan sesuatu kepada semua orang, Mataku ini dapat melihat dengan jelas kekhawatiran dari dalam dirimu Saudaraku." (Sambil menunjuk matanya)
Xa'an : "Heh, Memang tidak di ragukan lagi, Suku setengah Hewan memang sangat peka dalam keadaan." (Senyum)
Clara : "Tentu saja....." (Tersenyum)
Clara : "Jadi, ceritakan kenapa kamu bisa tidak setenang ini....." (Mendengarkan dengan baik)
Xa'an : "Hmm, harus ku mulai darimana yah....."
"Sejak itu pun Xa'an menceritakan semuanya ke Clara, Clara pun juga terkejut mendengar hal itu dari mulut Xa'an, Dan Clara pun mendengar kan Xa'an dengan baik sampai Akhir."
Xa'an : "Jadi Seperti itu."
Xa'an : "Bagaimana Clara?, Apa yang akan kamu lakukan jika mendengar hal itu?."
Clara : "........" (Berfikir)
Clara : "Padahal udah lama kita ga bertemu, tapi sudah membicarakan hal yang berat yah."
Clara : "Sebagai Wanita, aku akan memberitahukanmu sesuatu."
Xa'an : "Iyah...."
Clara : "Untuk kasusmu ini terlalu berat juga, apalagi mendengar bahwa Lycia itu sepenting itu bagimu." (Sambil Menghela Nafas)
Clara : "Suku Goldan juga suku yang termasuk kuat, jika suku itu lenyap maka kita tidak akan tau bagaimana untuk masa kedepannya nanti."
Xa'an : "Ternyata memang sulit yah, Kasus ini juga pertama kalinya aku merasakan nya dalam hidupku."
Clara : "Namun aku ada saran untukmu."
Xa'an : "Apa itu?."
Clara : "Dilihat dari Sifat Lycia yang seperti itu, maka aku berani jamin jika kamu menceritakan kepadanya dengan sebaik mungkin tanpa melukai perasaan dan hatinya."
Clara : "Maka si Lycia itu akan menerima alasan mu itu, Karena dilihat-lihat juga Lycia adalah gadis yang sangat Lembut dan paham akan suasana, dia paham betul dalam memilih jalan yang terbaik bagi masa depan nanti."
Clara : "Dan dia juga memprioritaskan mu daripada siapapun kamu tau."
Xa'an : "Begitu yah, Jadi Memang harus di ceritakan secara perlahan."
Clara : "Itu benar!, Maka dari itu...." (Mendekat ke arah Xa'an)
Clara : "Karena nanti kamu akan menambah satu, bagaimana kalau kamu tambah lagi?." (Menggoda Xa'an)
Xa'an : "Emmmm...?!." (Malu)
Xa'an : "Terimakasih banyak Saudari Clara, aku sangat terbantu dengan saran mu." (Mendorong perlahan Clara)
Clara : "Dih......." (Ngambek)
Xa'an : "Waktunya aku pergi Clara, waktuku tak panjang aku harus kembali." (Berdiri)
Clara : "Iyah, sampai jumpa dan berhati-hatilah." (Melambaikan tangannya sambil tersenyum)
Xa'an : "Iyah, Sampaikan salamku kepada Kakek dan Ayahmu." (Sedang mau keluar dari jendela)
Clara : "Iyah, akan ku sampaikan."
Xa'an : "...... Terimakasih......" (Senyum, lalu pergi)
Clara : "Sama sama....." (Senyum)
"Weeeshhh....!!." (Xa'an pergi dengan cepat menggunakan sihir Angin nya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Aku harus menceritakan semuanya secara perlahan yah........" (Sedang berada di langit menuju Istana Algresia)
"Di lain sisi."
Elena : "Kak Sylfia memang keren!, Dia bahkan bisa menenangkan suasana yang seperti itu." (Mengintip dari balik dinding)
Xa'an : "Apa yang sedang kamu lakukan Elena?." (Sedang berada di belakang Elena)
Elena : "Ka-kakak?!." (Reflek berbalik ke arah Xa'an)
Xa'an : "Hmm?."
__ADS_1
Elena : "A-aku sedang....." (Mencari alasan)
Elena : "Aku sedang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh anak remaja kakak!." (Gugup)
Xa'an : "Begitu yah, Terkadang penasaran itu memanglah bagus, tapi jika itu berlebihan maka itu akan menjadi buruk...." (Sambil mengelus kepala Elena)
Elena : "Ba-baik kak......" (Merasa tenang)
Xa'an : "Oh yah, sebentar lagi juga Elena akan menjadi Remaja dan pergi ke sekolah besar yah." (Jongkok dan masih mengelus kepala Elena)
Elena : "Iyah kak itu benar."
Xa'an : "Umurmu sekarang sudah 11 Tahun yah...."
Xa'an : "Sebentar lagi kamu akan pergi ke sekolah Awalan, dan bertambah semakin besar." (Senyum)
Elena : "Eh kakak...?." (Melihat ekspresi Wajah Xa'an)
"Wajah Xa'an terlihat seperti sedang bersedih karena melihat adiknya yang akan segera besar dan menjalani kehidupan seperti orang dewasa lainnya, Xa'an di saat itu hanya berharap kebaikan dan kebahagiaan di masa depan adiknya Elena, Itu saja."
Xa'an : "Maaf Elena....." (Sambil mengusap air mata di wajah)
Xa'an : "Kakak malah seperti ini...." (Berdiri)
Elena : "Tidak apa-apa kak!."
Xa'an : "...?!."
Elena : "Jangan khawatir kan Elena lagi, Karena Elena sudah mandiri sekarang, Karena Elena sekarang sudah bertambah kuat untuk menjaga diri."
Xa'an : "Begitu yah....." (Tersenyum)
Xa'an : "Kakak tidak akan khawatir lagi kok!." (Merasa senang)
Elena : "Itu bagus kakak!." (Tersenyum)
Xa'an dan Elena : "Hahahahaha!." (Suasana Harmonis Adik Kakak yang jarang bertemu.)
(GAMBAR DI ATAS HANYA ILUSTRASI, XA'AN DAN ELENA SAJA.) :V
"Tak lama kemudian."
Dasai : "Apa kau akan kembali?!."
Xa'an : "Iyah...."
Rafel : "Apa mana anda cukup Tuan?, Karena tempat itu sangat jauh, pasti membutuhkan banyak mana kan?."
Xa'an : "Tenang saja, mana ku sekarang lebih dari cukup untuk berteleport kesana kemari selama 2 kali."
Rafel : "Begitu yah, baiklah kalau seperti itu."
Sylfia : "......" (Melihat dari aga jauhan)
Elena : "Berhati-hatilah kak....!" (Senyum)
Xa'an : "Iyah...." (Senyum)
Zifa : "Kamu jangan berlebihan disana yah, Jika suasana sedang berbahaya maka sebaiknya kaburlah selagi sempat yah."
Xa'an : "Baiklah ibunda aku akan mengingatnya....."
Zifa : "Ingat itu yah.....!."
Theo : "Nak, aku ingin memberitahu kan mu sesuatu." (Mendekat ke arah Xa'an)
Xa'an : "Iyah?."
Theo : "Apa kamu tau bagaimana Keadaan Negri Timur kan?."
Xa'an : ".....?!." (Serius)
Xa'an : "Iyah aku tau, lantas kenapa?."
Theo : "Untuk awal awal nya Negri Timur tidak hanya seperti itu itu saja, Ada banyak sekali hal yang kamu tidak ketahui disana, karena Benua itu juga bisa dijuluki Benua Terlicik."
Xa'an : "........"
Theo : "Jadi berhati-hatilah disana, Karena disana bisa saja musuh adalah kawan, dan kawan adalah musuh."
Theo : "Dan juga, Orang-orang negri timur bukan hanya seperti yang terlihat saja Xa'an, Tapi juga hal hal yang terselubung dari dalamnya juga patut harus di waspadai."
Theo : "Orang orang disana cukup kuat, apalagi juga disana suka bermain politik, jadi yang terkaya atau yang paling berkuasalah yang menang!."
Xa'an : "Jadi, Yang penting aku harus lebih berhati-hati disana kan."
Theo : "Itu benar, jangan gegabah mengambil keputusan, dan pikirkan secara matang matang, karena kita tidak tau jika musuh akan saling bekerjasama atau malah saling bermusuhan."
Xa'an : "Baik Ayahanda, aku akan mengingatnya."
Theo : "Hmmm...." (Senyum)
Theo : "Jaga kesehatan mu disana yah!, An Kun!." (Menepuk Pundak Xa'an)
Xa'an : "Iyah, Ayah!." (Senyum)
Zifa : "Berhati-hati disana yah An Kun!."
Xa'an : "Iyah Ibunda, aku sudah bilang Iyah berapa kali dah...."
Elena : "Hahahahaha....."
Dasai dan Rafel : "........" (Tersenyum)
Xa'an : "Baiklah, aku pergi dulu, Sampai jumpa semua...." (Mata Xa'an berubah ke warna Ungu)
Theo dan Zifa : "Dah....." (Melambaikan Tangan nya)
Elena : "Sampai jumpa lagi Kakak!." (Melambaikan Tangan nya)
Rafel : "Sampai Jumpa Tuan Xa'an!." (Melambaikan Tangan nya)
Dasai : "Berhati-hatilah yah, dan jangan lupa pakai Alat itu!." (Melambaikan Tangan nya)
Xa'an : "Hmmm...." (Senyum)
"Wesshh....!." (Xa'an berteleport)
Sylfia : "......." (Dari kejauhan)
Sylfia : "Akhirnya dia pergi yah....." (Sedang berjalan menjauh)
__ADS_1
Xa'an : "Memangnya siapa yang akan pergi."
Sylfia : "Huh....?!."
"Dug....!." (Kepala Sylfia membentur ke badan Xa'an)
Sylfia : "Duh....." (Memegang kepalanya)
Sylfia : "A-apa yang kau lakukan?!, Ku kira kamu sudah berteleport!."
Xa'an : "Aku memang berteleport, tapi aku belum mengatakan salam perpisahan denganmu."
Sylfia : "Begitu yah."
Sylfia : "Baiklah, sana pergilah, berhati-hati dan sampai jumpa....." (Cuek)
Xa'an : "........."
Xa'an : "Kamu tau, aku aga menyukai orang yang tidak menuruti perintahku."
Sylfia : "Hah?, Apa maksudnya itu?."
Xa'an : "Tunggulah jawaban ku nanti Sylfia."
Sylfia : "A-apa...?!." (Bingung)
Xa'an : "Sampai jumpa...." (Senyum)
"Sing...!." (Xa'an berteleport)
Sylfia : "Ahk-aaa......"
Sylfia : "Jangan beri aku harapan seperti itu dasar bodoh!."
"Sing....!." (Xa'an kembali ke Negri Timur, tepatnya di dalam kamar Kastil Gisu Ekselen)
Xa'an : "Hmmm, Sepertinya aman...." (Melihat sekeliling)
Lycia : "Aman apanya, An Kun...?."
Xa'an : "Ugh....?!!." (Kaget)
Lycia : "Kamu, Darimana saja, Hmm...?." (Senyum)
Xa'an : "A-a-aku......!."
Lycia : "Jawab dengan Jujur yah...." (Senyum)
Xa'an : "A-aku pergi ke Algresia untuk menemui Dasai, Rafel, dan Sylfia disana Cia!."
Lycia : "Hmmm?, Mereka bertiga ke Algresia?, Kenapa?."
Xa'an : "Untuk menciptakan Alat ini." (Menunjukkan Alat komunikasi nya ke Lycia)
Lycia : "Keren!, Alat ini sangat keren!, Tak kusangka jika berkomunikasi akan bisa seperti ini." (Sudah mencoba alatnya)
Xa'an : "Iyah, dan juga Cia, aku ingin membicarakan sesuatu padamu...."
Lycia : "Hmmm?, Apa itu?, Bicara saja An Kun....."
Xa'an : "Aku......" (Sambil mengepalkan tangan nya dengan erat)
Xa'an : "Apa aku boleh mempunyai seseorang lagi selain dirimu, Cia?."
Lycia : "Eh....?." (Ekspresi tak percaya)
Lycia : "Apa......?."
SELESAI..................
T.K.A.R COMEDY!
Clara : "Haaaah....." (Sedang berada di dalam kamar)
Clara : "Berada di kamar lagi sambil mempelajari sesuatu lagi sangatlah bosan......!."
Clara : "Aku ingin sesuatu yang berbeda....."
Clara : "Hmmm...?!." (Telinga Clara mendengar sesuatu)
Clara : "Suara dan bau ini...?!, Tak salah lagi!."
Clara : "Saudara Xa'an....!."
"Tak lama kemudian."
Clara : (suara dalam hati) "Akhirnya, sesuatu yang berbeda datang....." (Senyum senang)
"5 menit kemudian."
Xa'an : "Clara, apa yang akan kamu lakukan jika mendengar itu semua?."
Clara : (suara dalam hati) "Sudah lama tidak bertemu, tapi kenapa membahas hal yang sangat serius sih......." (Aga kesal, tapi wajah tetap tersenyum)
Selanjutnya Di The King After Reincarnation!.
Xa'an : "Cia, apa aku boleh mempunyai Seseorang lagi selain dirimu?."
Lycia : "Apa....?."
"Xa'an pun menanyakan hal yang serius!."
"Dan masa depan Suku Goldan akan menjadi taruhan dari pembicaraan itu!."
Zhanif : "Xa'an!, Ternyata jual beli manusia itu masih belum berakhir!!."
Xa'an : "Apa...?!."
"Pasar gelap masih berlanjut?!."
"Siapa orang yang berani merusak jerit payah yang telah aku bangun selama ini...?!!." (Suara Misterius)
"Pendiri Pasar Gelap?."
"Apa kita harus membangun semua ini?." (Suara misterius)
"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan...." (Suara misterius)
"Ada banyak sekali orang-orang baru?!."
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
"Awal dari konflik!."
__ADS_1
"Di tunggu yah!."
SELESAI...............!