The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Seorang Kaisar?


__ADS_3

*CHAPTER* 73 Season 02


Judul : Seorang Kaisar?


"Xa'an Bersama Dengan Lainnya Sedang Menuju Ke Arah Negri Timur Untuk Menemui Salah Satu Threesomebody."


"Di Perjalanan Dalam Kereta Kuda."


Xa'an : "Hei Landi, Seperti apa Negri Timur itu?"


Landi : "Hmm...?" (Menoleh Ke Xa'an)


Landi : "Negri Timur adalah Sebuah Negara yang Sangat Besar, Disana Terdapat Banyak Sekali Perdagangan, Jika kau bertemu dengan Banyak Para Kaisar disana, Itu sudah Biasa."


Xa'an : "Jadi disana terdapat Banyak Sekali orang² yang Kaya yah...?"


Landi : "Tidak Juga, Di suatu negara yang sangat Besar itu, Jika memiliki orang² Kaya yang Banyak, pasti ada juga Orang² yang Kurang Mampu disana."


Lycia : "Jadi, Orang² yang Kurang Mampu Disana Setara dengan Orang² yang Kaya disana?"


Landi : "Iyah!, Bahkan Lebih Banyak!" (Serius)


Xa'an : "Hmmmmm...." (Berfikir)


Zhanif : "Apa Yang Kau Pikirkan Xa'an?"


Xa'an : "Jika Disana Terdapat banyak sekali orang, bagaimana caraku menemukan dia di antara para orang Disana?"


Aline : "Serahkan saja semuanya Pada Bawahan mu Xa'an, Percayakan saja padanya."


Xa'an : "Iyah, Aku Mempercayai dia Kok Aline, Hanya saja, Sepertinya Itu Pekerjaan Yang Begitu Berat Bagi Melned untuk Menyelesaikan Nya."


Mora : "Tuan Xa'an Sepertinya jangan Meragukan Melned, Beri saja dia Hadiah atau Hal Apapun untuk Membuat Ikatan kalian Semakin Erat sebagai Pemilik dan Bawahan."


Xa'an : "Haha, Maafkan aku Mora Karena telah meragukan nya, Sepertinya aku Perlu Mempercayai nya lebih dalam lagi, Dan Terimakasih Mora."


Mora : "Sama sama Tuan Xa'an...."


Xa'an : "Hmm....?" (Merasa ada yang aneh)


Lycia : "Mora, Bukannya Kamu adalah Teman Xa'an, Kamu Tak perlu lagi memanggil Nya Sebagai Tuan Kok."


Xa'an : "Iyah Itu Benar...."


Mora : "It-itu sudah Kewajiban ku saat Memanggil Anak dari Kerajaan Besar Nona Cia...." (Gugup)


Lycia : "Eehh..... Nona.....?"


Landi : "Mora, Panggil Saja Mereka dengan Nama mereka langsung, Mereka semua tak keberatan Dengan Hal itu."


Zhanif : "Jika Kamu Selalu Memanggil mereka seperti itu, Mereka juga akan merasa tidak dekat denganmu loh."


Aline : "Jadi Biasakanlah dirimu untuk Memanggil Mereka dengan Nama mereka langsung Yah...."


Mora : "Kalian Semua......"


Mora : "Baiklah, Terimakasih Zhanif, Aline, Landi, Tuan- tidak, Xa'an Dan Lycia....!" (Senyum)


Xa'an : "Humm Hum." (Mengangguk)


Lycia : "Itu Baru Bagus...." (Senyum)


Zhanif : "Awal Yang Bagus Mora"


Aline : "Keren....." (Menepuk Tangan)


Landi : "Itu Bagus Mora...." (Senyum)


Mora : "Iyah...." (Senyum)


"Di saat Suasana yang Tenang, Tiba tiba Pengemudi Kereta kuda Berhenti, Sontak Hal itu Membuat Semua yang ada di dalam Kaget dan agak Terguncang."


Semuanya : "Eh...?!"


Zhanif : "Ada Apa ini?, Kenapa tiba tiba berhenti."


Landi : "Ada apa di depan?"


Lycia : "An Kun, Tolong Tanyakan Kepada Tuan Pengemudi tentang ada apa di depan."


Xa'an : "Iyah Cia." (Bergegas Keluar)


Xa'an : "Ada Apa Tuan?, Kenapa Anda Tiba² Berhenti?."


Pengemudi Kuda : "Maafkan Saya Pangeran, Saya Sepertinya Melihat Seseorang Di Depan, Sontak saya pun Berhenti Untuk Memastikan nya."


Xa'an : "Seseorang...?"


Pengemudi Kuda : "Iyah..." (Mengangguk)


Xa'an : "Hmm......" (Mengamati Bagian Hutan Jalan)


Lycia : "Ada Apa disana An Kun...?" (Mengintip Dari Jendela)


Xa'an : "Katanya ada seseorang Yang Terlihat Di Depan, Sekarang aku sedang Mengamatinya."


Lycia : "Aku Akan Membantumu...." (Bergegas Keluar)


Xa'an : "Terimakasih Cia...."


Lycia : "....." (Warna Mata Lycia Berubah Menjadi Warna Hijau)


Lycia : "Tuan Roh...." (Lycia Memanggil Roh)


Roh : "Iyah...?!" (Tiba tiba Datang)


Lycia : "Kumohon Untuk Membantuku Mencari Seseorang yang ada di Sana, Apakah anda Mau?"


Roh : "Tentu Saja...!, Serahkan Padaku...!" (Roh Pun Langsung Bergegas Mencari)


Xa'an : "Dia Cepat Tanggap Sekali Yah...."


Lycia : "Para Roh Memang Begitu, Jika Kita Baik kepada mereka, Mereka Juga akan Baik kepada kita."


Xa'an : "Eh?, Sejak Kapan Kamu Berbaik Hati Kepada Para Roh Cia...?"


Lycia : "Setiap Di saat Perjalanan Atau Di Dalam Kamar, Aku Selalu Meluangkan Waktuku untuk Berkomunikasi Dengan Para Roh, Mereka sangat Rama ketika kita juga Ramah Kepada Mereka An Kun."


Xa'an : "Begitu Yah....."


Xa'an : (suara dalam hati) "Aku Tidak Pernah Melihat Cia Berkomunikasi Dengan Para Roh, Sepertinya Aku Harus Lebih Memperhatikan nya."


Roh : "Lycia...!"


Lycia : "Ada apa Tuan Roh?"


Roh : "Sepertinya Disana Ada Seorang Yang Berpakaian Aneh Di area Hutan, Bergerombolan!."


Lycia : "Apa....?!" (Kaget)


Xa'an : (suara dalam hati) "Seorang Gerombolan?"


Lycia : "Baiklah, Terimakasih Tuan Roh"


Roh : "Sama Sama Lycia....!" (Perlahan Menghilang)


Xa'an : "Tunggu disini Cia, aku akan Membicarakan Ini Kepada Semuanya." (Bergegas kembali ke kereta kuda)


Lycia : "Iyah....."


Xa'an : "Semuanya, Sepertinya Ada Sesuatu Di Depan Sana, Landi, Mora. Tolong Ikutlah Padaku Untuk Menyinari Area Hutan, Untuk Zhanif, Dan Aline, Tolong Jaga Tuan Pengemudi Dan Kereta Kuda ini."


Zhanif Aline Landi Dan Mora : "Baik....!" (Semuanya Pun Bergerak)


Xa'an : "Ayo Cia...." (Xa'an Sedang Di ikuti oleh Landi dan Mora)


Lycia : "Iyah...." (Mulai Bergerak)

__ADS_1


"Xa'an, Lycia, Landi, Mora Pun Mulai Berjalan Ke Arah Hutan untuk Mengecek."


Xa'an : "Landi, Sihirmu....."


Landi : "Iyah....!" (Berjalan)


Lycia : "Kata Tuan Roh, Ada Segerombolan Orang yang Berada disana, Dan Katanya mereka sedang Berpakaian Aneh....."


Xa'an : "Kita Harus Tetap Waspada, Dan Menyerahkan Tugas Menjaga Kereta Kuda Kepada Zhanif dan Aline."


Xa'an : "Mora Tolong Siapkan Ramuan Untuk Kita."


Mora : "Baik...!"


Xa'an : "Cia, Bimbing Kami..."


Lycia : "Iyah..."


Xa'an : "Landi, Berhati hatilah..."


Landi : "Tenang Saja...!"


Lycia : "Sebelah Sini...!"


Semuanya : "Iyah....."


Lycia : "Disana....!" (Mengendap)


Landi : "Orang orang itu?" (Landi Melihat Beberapa Orang yang Berjalan, Seperti Kebingungan)


Xa'an : "Landi Matikan Cahayamu...." (Xa'an Bersiap Dengan Pedang Inti Jiwa naganya yang keluar dari Cincin Ruang nya)


Landi : "I-iyah...." (Menghilangkan Sihirnya)


Xa'an : (Suara Dalam Hati) "Kata Papa, Kalau Bertemu dengan Seseorang di Area Hutan, Kita Harus Berjaga jaga, Meskipun itu orang yang Kau Kenal"


Xa'an : (suara dalam hati) "Sepertinya Pria Yang Berpakaian Paling Nyentrik itu Bos dari mereka....." (Sambil Memakai Topeng Yang Xa'an Pakai di saat Berpetualang)


"Sing....!" (Xa'an Dengan Warna Mata Emas nya mulai Melihat Statistik dari Orang² yang berada Disana)


Xa'an : (suara dalam hati) "Dugaan Ku Benar....." (Bersiap)


"Bats....!" (Xa'an Secara Cepat Melompat Dan Menuju Ke Arah Orang Yang Berpakaian Paling Nyentrik Disana)


Orang Yang Berpakaian Nyentrik : "Kita Harus Kemana Lagi Ini....????" (Kebingungan)


"Setelah Itu, Xa'an pun Dengan Cepat Berada di belakang Orang Yang Berpakaian Nyentrik itu!"


Xa'an : "Diam dan Jangan Bergerak....." (Xa'an Menodong kan Pedang nya ke Belakang Orang Yang Berpakaian Nyentrik itu)


Orang yang Berpakaian Nyentrik : "Hihhh....?!!" (Kaget)


Para Prajurit : "Ka-kaisar....?!!" (Kaget Lalu Bersiap)


Xa'an : (suara dalam hati) "Kaisar....?"


Xa'an : "Kalian Semua Tenanglah Jika Tidak Ingin Kaisar Mati di depan Kalian...."


Para Prajurit : "Kaisar Kami akan Membantu...!"


Kaisar : "Ka-kalian Patuhi Ucapan Dari Tuan Ini...!"


Para Prajurit : "Ba-baik...!" (Tenang)


Xa'an : "Bagus, Sekarang Jawablah Semua Pertanyaan Ku dan Jangan Melawan."


Kaisar : "Ba-baik...."


Xa'an : "Siapa Anda, Dan Darimana Anda Datang?"


Kaisar : "Aku adalah-" (ucapan terpotong)


Landi : "Paman Lao....!!!" (Landi Tiba tiba datang dari balik Semak²)


Lycia : "Ek-eh?, Landi....?!" (Kaget)


Lao : "La-landi....?!"


Lao : "Kenapa Kau Bisa ada Disini, Disini Berbahaya...!"


Xa'an : "E-ehh....?!" (Bingung Mau Berbuat Apa)


Para Prajurit : "Tuan Muda Landi!, Tolong Menjauhlah....!"


Xa'an : "Hmmmm....." (Berfikir)


Xa'an : "Oh....!" (Dengan Nada Ringan, Xa'an Menemukan Ide yang Bagus)


Xa'an : "Kalian Berdua!, Tolong Jangan Bergerak Lebih Dari Itu!" (Xa'an Berbicara Dengan Nada yang Dibuat buat)


Lycia : "Pfffft...!, Apa yang An Kun Bicarakan itu Ahahahaha!" (Sambil Menahan Tawanya, Supaya tidak Berisik)


Mora : "Haduh haduh...."


Landi : "E-eh....?, Xa-xa'an...?" (Kebingungan)


Xa'an : "Set...." (Xa'an Menoleh Ke Landi)


Landi : "Hmmm..?" (Menyadari Kalau Dia Di toleh oleh Xa'an)


Xa'an : "Set set set set...." (Xa'an Memberi Aba² dengan Tangan Kirinya Untuk Memberitahu Landi kalau dia sedang Bermain-main)


Landi : "Ohh...!" (Landi Menepuk Tangannya)


Landi : "Apa Yang Akan Terjadi Jika aku Bergerak Sekali Lagi Hah...?!" (Mengikuti Alur Nya Xa'an)


Lao : "Landi!, Jangan Bergerak lagi, Pria Bertopeng Ini Sangatlah Kuat, Jangan Buat dia Marah...!"


Lao : (suara dalam hati) "Aku Bahkan Tidak Tau kalau dia Tiba² berada di Belakang ku!, Dia Sangat Pintar dalam Hal Menyelinap."


Landi : "Aku Bisa Paman...!" (Bergerak Maju Sedikit)


Xa'an : "Hei Hei, Kau Sudah Ku Peringatkan....!" (Dengan Nada yang dibuat²)


Lao : "Landi....!" (Panik)


Lycia : "Bwahahahaha.....!!, Aku sudah Tidak Kuat Dengan Melihat ini Semua...!" (Tertawa Terbahak-bahak Dari dalam Semak)


Mora : "Ek-hehe....."


Lao : (suara dalam hati) "Sial!, Apa yang harus aku lakukan, jika aku bergerak Aku Juga Akan Mati di tangan Pria Bertopeng ini."


Landi : "Hmmm...!" (Berjalan Sedikit Lagi)


Xa'an : "Sepertinya Kau Tidak Bisa Mendengar kan ku Yah...!"


Xa'an : "Matilah.....!!" (Tangan Kiri Xa'an Mengarah Ke Arah Landi)


Lao : "Landiiiii....!!!"


Xa'an : "......" (Wajah Datar)


Landi : "Ugh...?!, Ahkk....!" (Berpura pura Kena Lalu Terjatuh)


Lao : "Ti-tidak...!!!"


Xa'an : "Hohoho, Itulah Hukuman Mu Karena Telah Tidak mendengar Kan Ucapan ku."


Prajurit Kaisar : "Ti-tidak, Tuan Muda Landi...!"


Lycia : "Tidak..... Landi......" (Mengikuti Alurnya)


Mora : "....." (Geleng², dan menutupi Wajahnya dengan Tangannya)


Landi : "Khu...!" (Berusaha Berdiri)


Lao : "La-landi...?"

__ADS_1


Landi : "Grrrr....!, Raaaawwr...!!!" (Landi Pun Menerjang Ke Arah Lao)


Lao : "Ti-tidak....!!" (Menutup Matanya)


Landi : "Bohong~" (Berhenti)


Lao : "Eh...?" (Kaget Dengan Wajah Yang Tidak Tau Apa²)


Prajurit Kaisar : "Ehh...?" (Kaget Juga)


Lao : "La-landi Apakah Kamu Baik-baik Saja?" (Kebingungan)


Landi : "Aku Baik Baik saja Paman Lihat...."


Lao : "Apa Yang Sebenarnya Terjadi Disini...?"


Xa'an : "Maafkan Saya Tuan Kaisar Lao Karena Telah Mengerjai Anda...." (Xa'an Bergerak ke arah Landi Sembari Mengembalikan Pedang nya)


Lao : "Si-siapa Anda Sebenarnya Tuan Bertopeng?"


Mora : "Halo Paman Lao...." (Datang Menghampiri Dari Balik Semak² Dengan Lycia)


Lycia : "Halo...."


Lao : "Mo-mora juga ada disini?!" (Kaget)


Para Prajurit Kaisar : "...?" (Kebingungan)


Lao : "A-anda Bukannya....?" (Sedang Berbicara dengan Lycia)


Lycia : "Hmmm...?"


Xa'an : "Singkatnya, Bagaimana Anda Bisa Berjalan dengan Para Prajurit anda tanpa kereta kuda?"


Lao : "Saat Aku Telah Menjalani Kerja Sama Perdagangan Dengan Kota Lain, Saat Aku dan Para Prajurit Pulang, Kami Diserang Oleh Orang Yang Menyebut Mereka Bandit."


Xa'an : (suara dalam hati) "Bandit?"


Lao : "Mereka Mengambil Kereta Kuda kami Dan Uang Kami, Alhasil kami Mau tak mau harus Berjalan ke kota terdekat untuk meminta Bantuan."


Xa'an : (suara dalam hati) "Kalau Di ingat ingat Lagi, Tidak hanya Landi, Paman nya Juga pun Saat Pulang Di Serang Oleh Seseorang?"


Xa'an : (suara dalam hati) "Apa Para Orang Negri Timur Selalu Begini Saat Pulang Dari Perdagangan Mereka...?"


Xa'an : "Bagaimana Kalau Kita Ke Kereta Kuda Kami Dan Membicarakan Semua ini Disana Sembari Berangkat?"


Xa'an : "Kebetulan Tujuan Kami Juga Mau Ke Negri Timur."


Landi : "Tak Apa² Paman, Ikutlah Kepada Kami."


Lao : "Hmmmm...."


Para Prajurit Kaisar : "......."


Lao : "Baiklah, Kami Akan Mengikuti Kalian."


Xa'an : "Baiklah Sudah Di tentukan, Silahkan Ikuti Kami Tuan Kaisar." (Berbalik Lalu Berjalan Pergi)


Lycia : "......." (Berbalik lalu berjalan pergi Mengikuti Xa'an)


Landi : "Ayo Paman...." (Berjalan)


Mora : "Ikuti Kami Semua..." (Berjalan)


Para Prajurit Kaisar : "Kaisar....?"


Lao : "Ayo...!" (Berjalan Mengikuti Gerombolan Xa'an)


Para Prajurit Kaisar : "Baik!" (Mengikuti Lao)


"Setelah Itu."


Zhanif : "Hmmm?" (Melihat Xa'an)


Aline : "Oh, itu Mereka"


Zhanif : "Hei Kenapa Kalian Lama Sekali?, Dan Kenapa Kau Memakai Topeng itu?"


Aline : "Siapa Mereka Semua...?"


Xa'an : "Aku Akan Menjelaskan Semuanya di dalam, Mari Kita Masuk."


Zhanif : "Baiklah..."


Aline : "Ada Apa disana Lycia....?"


Lycia : "Ada Banyak Kejadian nya, Lebih baik kita bahas di Dalam saja" (senyum)


Aline : "Baiklah Kalau Begitu"


"Setelah itu, Kaisar Lao Paman Dari Landi Pun Juga ikut Kedalam Karavan Kereta Kuda Bersama dengan Yang Lainnya, Sedangkan Para Prajurit Kaisar Berjalan Dan Menggiring Karavan Tersebut, di Luar."


"Perlahan Semuanya Telah Di Ceritakan Oleh Xa'an Kepada Zhanif dan Aline."


Zhanif : "Para Bandit yah...."


Xa'an : "Dulu Aku juga Pernah Diserang Oleh Para Bandit saat Masih Kecil, Tak Kusangka Sampai Sekarang Para Bandit itu Masih ada."


Landi : "Para Bandit Itu Bagaimana Ciri² mereka Paman?"


Lao : "Mereka Ada banyak Sekali, Dan Mereka Sepertinya Di Pimpin Oleh 3 Orang."


Lao : "Ketiga Orang itu Memiliki Kekuatan Warna Mata Ungu, Itu membuat Para Prajurit Ku Kesusahan melawan Mereka."


Lao : "Bahkan Aku Juga Kesusahan Saat Melawan Pemimpin Mereka."


Lao : "Untung Saja Aku dan Prajurit ku Masih Selamat dan mereka hanya Mengambil Harta Kami saja."


Xa'an : (suara dalam hati) "Tiga Orang Dan Bandit....?" (Mengingat Hal Yang Sepertinya Penting)


SELESAI....... (Harusnya)


T.K.A.R Comedy!


"Hal yang dilakukan Zhanif dan Aline di saat Menunggu Xa'an dan Yang Lainnya."


Zhanif : "Hei Aline, Bagaimana Kalau Kita Bermain Gunting Batu Kertas?"


Aline : "Tidak..."


Zhanif : "Gajah Semut Manusia?"


Aline : "Tidak..."


Zhanif : "Tambah² an Kurang² an?"


Aline : "Tidak..."


Zhanif : (suara dalam hati) "Apa Yang Bisa membuat dia Tertarik yah...?"


Aline : (suara dalam hati) "Dia Mengajak Ku Bermain di Permainan Yang Dia Kuasai, Pasti Ku Tolak Lah." (Aga Kesal)


"Dan Mereka Berdua Pun Berfikir Untuk Mengatasi Permasalahan Mereka."


Selanjutnya Di The King After Reincarnation!


Xa'an : "Seorang Bandit Keluar dari Kata Paman Landi."


Xa'an : "Dan Juga Sepertinya Aku Mengenal Mereka...."


Seseorang : "Ohh Itu Kau Yang Dulu Yah...!"


Xa'an : "Sialan Dia Lagi!"


Xa'an : "Selanjutnya Di The King After Reincarnation!"


Xa'an : "Sebuah Kapal Besar."

__ADS_1


Xa'an : "Di Tunggu Yah!"


SELESAI........!


__ADS_2