
*CHAPTER* 47
Judul : Tidak!!!
Tempat : Area Luas Sekolah
Rafel : "Ti-tidak Kepala Sekolah.... Ukh..!" (Menahan Serangan)
Cylone : "Hei..... Ayo kita Lanjutkan Bocah Merah...!"
Rafel : "Cih...! Kau ini....!"
Vaan : "Semuanya aku bergantung pada Kalian.... Kalahkan mereka semua...."
Cylone Baron dan Eskarl : "Baik Tuan...!"
Vaan : "Aku mau berbicara dengan Teman Lamaku sampai Jumpa....." (Perlahan Menghilang)
"Setelah itu"
Tempat : Ruang Milik Vaan
Jullian : "Cih...! Tidak Kusangka Dia Juga Bahkan Berhasil membuat Sihir Ruang yang Terdapat Oleh Suku Dari Ribuan tahun yang lalu...!"
Vaan : "Oh... Halo Teman Lama sudah lama sekali kita tidak berjumpa...." (Senyum)
Jullian : "Apa Yang Kau Mau Vaan...!"
Vaan : "Aku Hanya Memberitahukan Kepada dunia dengan menyerang Sekolah terbesar di Benua ini Untuk melakukan sesuatu"
Jullian : "Apa yang Terjadi...!!"
Jullian : "Apa kau Masih Memiliki Dendam Kepada Dewi Itu..!!!"
Vaan : "Heh...! Dewi itu sudah ku urusi nanti saja.. sekarang aku hanya fokus kepada Tujuan ku yang sebenarnya.."
Jullian : "Hanya Kau Yang Di Tolak menjadi Raja Dunia Oleh Dewi Itu kau sampai Melakukan Semua ini....!"
Vaan : "Hei hei..... Aku sudah melakukan Semua yang disuruh oleh Dewi itu, dan juga aku sudah melakukan semuanya dengan baik."
Vaan : "Tapi Mengapa dia menolak ku menjadi Raja Dunia...? Apa kau tau Alasannya Jullian...?"
Jullian : "Mana Mungkin aku tau....!"
Vaan : "Tentu Saja kau tidak akan tau lah yah....."
Vaan : "Karena hanya aku dan si Dewi itulah Berbicara 4 mata..."
"Flashback"
Vaan : "Dewi..... Aku telah Datang kesini Jauh² di tempat Kuil Runtuh yang Sangat susah di lewati ini untuk bertemu denganmu.."
Dewi : "Oh.... Kerja bagus Vaan Kau Memang Pria yang sangat Hebat..."
Vaan : "Terimakasih Dewi....."
Dewi : "Sudah² jangan panggil aku Dewi Saja Panggil aku Selefia.... Kita sudah kenal cukup lama kan....?"
Vaan : "Baik Dewi Selefia..."
Selefia : "Hmm sesukamu lah..."
Vaan : "Dewi Selefia aku mau menginginkan sesuatu..."
Selefia : "Apa itu Vaan...?"
Vaan : "Apakah aku bisa menjadi Raja Dunia..?!"
Selefia : "Hmm..?"
Selefia : "Tentu saja bisa kok...!"
Vaan : "Be-benarkah...?!"
Selefia : "Iyaah..... Tapi kau harus melewati beberapa rintangan terlebih dahulu...."
Vaan : "Baik...! Akan ku Lewati semua rintangan itu Dewi Selefia..!"
"Masa Kini"
Vaan : "Setelah Itu aku Menuruti Semua keinginan dan Rintangan yang sangat Susah untuk Melewati Berbagai Monster dan Kejadian Alam yang sangat berbahaya Sendirian"
Vaan : "Semua Kerja Kerasku dan Kekuatanku Semua sudah ku Keluarkan untuk Melewati Rintangan itu Sampai Hari itu pun tiba...!"
"Flashback"
Vaan : "Dewi Selefia aku sudah Menyelesaikan semua Rintangan yang anda berikan untukku..!"
Vaan : "Akhirnya...! Akhirnya...! Aku berhasil.....!"
Selefia : "Vaan......."
Vaan : "Hmm...? Ada apa Dewi Selefia..?"
Selefia : "Vaan Sepertinya kamu tidak Bisa Menjadi Seorang Raja Dunia....."
Vaan : "Ap-apa...?!" (Terkejut)
Selefia : "Aku telah mendapatkan Mimpi dimana Kamu yang sudah menjadi Raja Dunia Malah Memporak-porandakan Semua Seisi dunia karena kamu adalah seorang Raja Dunia"
Vaan : "Uhk......." (Mati Rasa)
__ADS_1
Selefia : "Ma-maafkan aku Vaan Semua mimpi yang tertuju padaku itu semua adalah Kenyataan di masa kedepan nya...."
Vaan : "........" (Terdiam)
Selefia : "Vaan Apa kamu Baik² Saja....?"
Vaan : "Deg deg deg deg..." (Berjalan Pergi)
Selefia : "Vaan.....!"
"Masa kini"
Vaan : "Setelah Itu Pun aku Berjalan Entah Kemana sendirian Dengan Sihir dan Kekuatan Mana yang lemah"
Vaan : "Hingga Di suatu tempat pun aku Pun mati di tengah Jalan dengan keadaan yang Sangat Kelemahan.."
Vaan : "Karena Rasa Balas Dendam ku terlalu Banyak dan Energi Jahatku Sangat Besar..."
Vaan : "Aku Pun di Bangkitkan kembali oleh seorang Raja Iblis disana dan menuntunku untuk menjadi Lebih Kuat lagi..."
Vaan : "Hari demi Hari, Bulan demi bulan, Tahun demi tahun, Ratusan tahun aku sudah mengumpulkan semuanya."
Vaan : "Dan Akhirnya Aku Pun Membunuh Raja Iblis Tersebut dan Mengambil takhta nya."
Jullian : "A-ap-apa...?!" (Terkejut)
Vaan : "Benar.......! Sekarang aku sudah menjadi Raja Iblis dan Akan Berusaha Mencari Semua orang² kuat yang ada di dunia ini untuk Ku segel dalam Ruangan Ini....!!"
Vaan : "Hahhahahahahahaa....!" (Tertawa Lepas)
Vaan : "Ups..... Maafkan aku Jullian aku kelewatan"
Jullian : "Jadi... Apakah aku adalah Orang pertama yang Kau kurung di dalam Ruangan ini....?!"
Vaan : "Hmm....? Apa kau kira hanya kau yang dikurung...?"
Jullian : "Haah...?!"
Vaan : "Lihatlah sekeliling mu dengan Jelas......." (Mempersilahkan Jullian untuk Melihat area Sekitar)
Jullian : "A-AP-APA....!!!!" (Terkejut Setengah Mati)
Jullian : "Penemu Teknik Pedang..!, Penemu Teknik Tombak...!, Penemu Teknik Panah...!"
Jullian : "Guru Ahli Beladiri...!, Guru Sihir Elemental...!"
Vaan : "Gimana Gimana....? Apa kau Terkejut Jullian....?!"
Jullian : "Ti-tidak Mungkin ba-bagaimana bisa.....!"
Vaan : "Khekhekhe Ini Semua adalah Hasil dari kerja keras ku dalam Ratusan Tahun.....!"
Vaan : "Tidak...! Bukan ratusan Tapi Ribuan...!"
Vaan : "Apakah Dewi Itu akan Melirik ku lagi..?!"
Vaan : "Apakah Aku sekarang bisa menjadi Raja Dunia...?!"
Vaan : "Hei....! Jullian Jawab...! Apakah aku Bisa...?!"
Jullian : "Aku tidak tau....." (Lemas)
Vaan : "Cih... Kau tidak asik, Tidak seperti mereka semua yang ada disana."
Vaan : "Baiklah Jullian Selamat Bersenang-senang......" (Tersenyum Jahat)
"Vaan perlahan Pergi"
Jullian : "Apa yang akan kulakukan....?!"
Jullian : "Hanya Tuan Pangeran Xa'an yang hanya bisa ku andalkan...!"
Jullian : "Tuan Pangeran Xa'an....... Kumohon Bantulah Kami.....!"
"Di Dunia Sekarang"
Vaan : "Halo Semua Apa kalian sudah selesai.....?"
Cylone : "Kami Sudah baru saja Selesai Tuan Vaan..."
Baron : "Sekarang hanya menunggu Eskarl mengakhiri semua ini...."
Rafel : "Cih.........!" (Rafel Terjatuh dan terkena Racun)
Dasai : "Ugh.....!" (Kesakitan)
Landi : "Tu-tuan Asriel......!" (Terbaring lemas)
Asriel : "Uhuk....!!!" (Batuk darah)
Eskarl : "Sepertinya ini sudah berakhir Riel....."
Eskarl : "Hanya Kaulah Dari Suku Es Yang masih belum ku Bunuh Maka....."
Asriel : "Ugh......!" (Lemas Karena di Cekik ke atas oleh Eskarl)
Eskarl : "Selamat Tinggal...... Sahabatku......." (Senyum)
Rafel : "Ti-tidak...!!!!! Asrieeel...!!!!" (Menyiapkan Sihir)
Rafel : "Ugh....!!!!" (Kesakitan)
__ADS_1
Cylone : "Kau Mau Apa bocah merah...?" (Menginjak tangan Rafel)
Rafel : "Asriel....!!!!"
Dasai : "Asrieeel....!!!"
Landi : "Tu-tuan....!!!"
Eskarl : "Sihir Es, Es Beku Tajam"
"Craaaaaaashh.....!!!!!" (Eskarl menusuk Dada Asriel dengan Menggunakan tangan yang dilapisi Es yang tajam)
Asriel : "Uhuk.... Uhuk......" (Batuk darah)
Asriel : "Semuanya Maafkan aku.... Tuan Xa'an.... Tolong selamatkan mereka semua....." (Dengan Menoleh ke arah Teman² Asriel Berbicara secara lemas)
Asriel : (suara dalam hati) "Ayaah.... Ibu.... Maafkan aku......" (Kehilangan Kesadaran)
Eskarl : "Hump...!!" (Menarik Tangannya)
Rafel : "Ti-tidak....!!!" (Menangis)
Dasai : "Asriel..... Asriel.....!!" (Menangis)
Landi : "Cih....!!!!" (Menangis)
Semuanya : "Tidaakk.....!!!!!!!!"
Rafel : "Tuan Xa'an....! Kumohon Kembalilah..!"
Dasai : "Xa'an kami membutuhkan mu...!"
Landi : "Maafkan aku Xa'an......"
"Di Suatu Tempat Negri Elf"
"Xa'an sedang bertapa untuk mengumpulkan sebanyak banyak nya Mana di dalam Tubuhnya...."
Xa'an : "Hmm...... Ugh...?!!" (Xa'an kaget Tiba-tiba Sihir di Leher Xa'an dari Asriel Perlahan Menghilang)
Xa'an : "A-ada apa ini....?! Apa yang Terjadi Pada Mereka...?!"
Xa'an : "Mereka Dalam Bahaya....!!! Aku harus ke Sekolah Galantic...!!!!"
Lycia : "Ada apa An Kun....?!"
Xa'an : "Cia... Aku merasakan Kalau mereka semua dalam keadaan Bahaya aku harus Cepat² Kesana..."
Lycia : "Baiklah Berhati-hatilah An Kun jangan Memaksakan Dirimu Lagi..."
Xa'an : "Terimakasih Cia..." (Bersiap²)
Xa'an : "Airin..... Ikut Papa...."
Airin : "Baik Papa....!" (Berubah wujud ke kalung)
Xa'an : (suara dalam hati) "ini aneh Apa yang Terjadi....?! Jika mereka dalam bahaya mengapa aku tidak merasakan Sesuatu dari batu mutiara itu...?"
Xa'an : "Ugh...!" (Terkejut)
Xa'an : "Aku Baru merasakan nya...! Batunya sudah memberikan Sinyal Tapi Mengapa sinyal Ini sangatlah Lemah...?!, Aku harus Cepat²!"
Xa'an : "Cia Sampai Jumpa.... Aku aka. Pergi"
Lycia : "Iyaah An Kun...."
Xa'an : "mata ungu, Sihir Teleport..!" (Xa'an secara tiba-tiba Muncul di tempat yang Asing)
Xa'an : "I-ini dimana...?!" (Xa'an Terkejut Melihat Seisi Sekolah Galantic Sudah Hancur dan Terbakar sampai tidak bisa dikenali lagi)
Mora : "Tuan Xa'an...!!"
Xa'an : "Mo-mora kenapa kamu ada disini..?"
Mora : "Tuan Landi.... tuan landi pergi ke arah Penjahat² itu..." (menangis)
Xa'an : "Tenang Saja Mora Aku akan Melindungi mereka!"
Mora : "Iyah Kumohon Tuan Xa'an..."
Xa'an : "Serahkan Padaku..."
Xa'an : (suara dalam hati) "Jadi Landi memberikan batu mutiara ini kepada Mora supaya biar bisa melindungi nya, Dia sungguh Perhatian Sekali."
Xa'an : "Ugh...?!" (kaget)
Airin : "Papa... Ini gawat Airin Merasakan Hawa yang Jahat"
Xa'an : "Iyah Airin aku juga Merasakan nya juga..."
Suara seseorang : "ASRIEEL.....!!!!!"
Xa'an : "It-itu...?! suara seseorang aku harus bergegas...!!" (Berlari dengan Secepatnya)
Xa'an : "Teman-teman.... Kumohon Tunggulah Aku...!"
SELESAI..............
Ditunggu Lagi Yah..... Berikan Like dan Comment atau Favorit Yang Banyak...!!
biar cepet Up nya Okey..!!!
__ADS_1
Ty....!!!