The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Tidak!!!


__ADS_3

*CHAPTER* 47


Judul : Tidak!!!


Tempat : Area Luas Sekolah


Rafel : "Ti-tidak Kepala Sekolah.... Ukh..!" (Menahan Serangan)


Cylone : "Hei..... Ayo kita Lanjutkan Bocah Merah...!"


Rafel : "Cih...! Kau ini....!"


Vaan : "Semuanya aku bergantung pada Kalian.... Kalahkan mereka semua...."


Cylone Baron dan Eskarl : "Baik Tuan...!"


Vaan : "Aku mau berbicara dengan Teman Lamaku sampai Jumpa....." (Perlahan Menghilang)


"Setelah itu"


Tempat : Ruang Milik Vaan


Jullian : "Cih...! Tidak Kusangka Dia Juga Bahkan Berhasil membuat Sihir Ruang yang Terdapat Oleh Suku Dari Ribuan tahun yang lalu...!"


Vaan : "Oh... Halo Teman Lama sudah lama sekali kita tidak berjumpa...." (Senyum)


Jullian : "Apa Yang Kau Mau Vaan...!"


Vaan : "Aku Hanya Memberitahukan Kepada dunia dengan menyerang Sekolah terbesar di Benua ini Untuk melakukan sesuatu"


Jullian : "Apa yang Terjadi...!!"


Jullian : "Apa kau Masih Memiliki Dendam Kepada Dewi Itu..!!!"


Vaan : "Heh...! Dewi itu sudah ku urusi nanti saja.. sekarang aku hanya fokus kepada Tujuan ku yang sebenarnya.."


Jullian : "Hanya Kau Yang Di Tolak menjadi Raja Dunia Oleh Dewi Itu kau sampai Melakukan Semua ini....!"


Vaan : "Hei hei..... Aku sudah melakukan Semua yang disuruh oleh Dewi itu, dan juga aku sudah melakukan semuanya dengan baik."


Vaan : "Tapi Mengapa dia menolak ku menjadi Raja Dunia...? Apa kau tau Alasannya Jullian...?"


Jullian : "Mana Mungkin aku tau....!"


Vaan : "Tentu Saja kau tidak akan tau lah yah....."


Vaan : "Karena hanya aku dan si Dewi itulah Berbicara 4 mata..."


"Flashback"


Vaan : "Dewi..... Aku telah Datang kesini Jauh² di tempat Kuil Runtuh yang Sangat susah di lewati ini untuk bertemu denganmu.."


Dewi : "Oh.... Kerja bagus Vaan Kau Memang Pria yang sangat Hebat..."


Vaan : "Terimakasih Dewi....."


Dewi : "Sudah² jangan panggil aku Dewi Saja Panggil aku Selefia.... Kita sudah kenal cukup lama kan....?"


Vaan : "Baik Dewi Selefia..."


Selefia : "Hmm sesukamu lah..."


Vaan : "Dewi Selefia aku mau menginginkan sesuatu..."


Selefia : "Apa itu Vaan...?"


Vaan : "Apakah aku bisa menjadi Raja Dunia..?!"


Selefia : "Hmm..?"


Selefia : "Tentu saja bisa kok...!"


Vaan : "Be-benarkah...?!"


Selefia : "Iyaah..... Tapi kau harus melewati beberapa rintangan terlebih dahulu...."


Vaan : "Baik...! Akan ku Lewati semua rintangan itu Dewi Selefia..!"


"Masa Kini"


Vaan : "Setelah Itu aku Menuruti Semua keinginan dan Rintangan yang sangat Susah untuk Melewati Berbagai Monster dan Kejadian Alam yang sangat berbahaya Sendirian"


Vaan : "Semua Kerja Kerasku dan Kekuatanku Semua sudah ku Keluarkan untuk Melewati Rintangan itu Sampai Hari itu pun tiba...!"


"Flashback"


Vaan : "Dewi Selefia aku sudah Menyelesaikan semua Rintangan yang anda berikan untukku..!"


Vaan : "Akhirnya...! Akhirnya...! Aku berhasil.....!"


Selefia : "Vaan......."


Vaan : "Hmm...? Ada apa Dewi Selefia..?"


Selefia : "Vaan Sepertinya kamu tidak Bisa Menjadi Seorang Raja Dunia....."


Vaan : "Ap-apa...?!" (Terkejut)


Selefia : "Aku telah mendapatkan Mimpi dimana Kamu yang sudah menjadi Raja Dunia Malah Memporak-porandakan Semua Seisi dunia karena kamu adalah seorang Raja Dunia"


Vaan : "Uhk......." (Mati Rasa)

__ADS_1


Selefia : "Ma-maafkan aku Vaan Semua mimpi yang tertuju padaku itu semua adalah Kenyataan di masa kedepan nya...."


Vaan : "........" (Terdiam)


Selefia : "Vaan Apa kamu Baik² Saja....?"


Vaan : "Deg deg deg deg..." (Berjalan Pergi)


Selefia : "Vaan.....!"


"Masa kini"


Vaan : "Setelah Itu Pun aku Berjalan Entah Kemana sendirian Dengan Sihir dan Kekuatan Mana yang lemah"


Vaan : "Hingga Di suatu tempat pun aku Pun mati di tengah Jalan dengan keadaan yang Sangat Kelemahan.."


Vaan : "Karena Rasa Balas Dendam ku terlalu Banyak dan Energi Jahatku Sangat Besar..."


Vaan : "Aku Pun di Bangkitkan kembali oleh seorang Raja Iblis disana dan menuntunku untuk menjadi Lebih Kuat lagi..."


Vaan : "Hari demi Hari, Bulan demi bulan, Tahun demi tahun, Ratusan tahun aku sudah mengumpulkan semuanya."


Vaan : "Dan Akhirnya Aku Pun Membunuh Raja Iblis Tersebut dan Mengambil takhta nya."


Jullian : "A-ap-apa...?!" (Terkejut)


Vaan : "Benar.......! Sekarang aku sudah menjadi Raja Iblis dan Akan Berusaha Mencari Semua orang² kuat yang ada di dunia ini untuk Ku segel dalam Ruangan Ini....!!"


Vaan : "Hahhahahahahahaa....!" (Tertawa Lepas)


Vaan : "Ups..... Maafkan aku Jullian aku kelewatan"


Jullian : "Jadi... Apakah aku adalah Orang pertama yang Kau kurung di dalam Ruangan ini....?!"


Vaan : "Hmm....? Apa kau kira hanya kau yang dikurung...?"


Jullian : "Haah...?!"


Vaan : "Lihatlah sekeliling mu dengan Jelas......." (Mempersilahkan Jullian untuk Melihat area Sekitar)


Jullian : "A-AP-APA....!!!!" (Terkejut Setengah Mati)


Jullian : "Penemu Teknik Pedang..!, Penemu Teknik Tombak...!, Penemu Teknik Panah...!"


Jullian : "Guru Ahli Beladiri...!, Guru Sihir Elemental...!"


Vaan : "Gimana Gimana....? Apa kau Terkejut Jullian....?!"


Jullian : "Ti-tidak Mungkin ba-bagaimana bisa.....!"


Vaan : "Khekhekhe Ini Semua adalah Hasil dari kerja keras ku dalam Ratusan Tahun.....!"


Vaan : "Tidak...! Bukan ratusan Tapi Ribuan...!"


Vaan : "Apakah Dewi Itu akan Melirik ku lagi..?!"


Vaan : "Apakah Aku sekarang bisa menjadi Raja Dunia...?!"


Vaan : "Hei....! Jullian Jawab...! Apakah aku Bisa...?!"


Jullian : "Aku tidak tau....." (Lemas)


Vaan : "Cih... Kau tidak asik, Tidak seperti mereka semua yang ada disana."


Vaan : "Baiklah Jullian Selamat Bersenang-senang......" (Tersenyum Jahat)


"Vaan perlahan Pergi"


Jullian : "Apa yang akan kulakukan....?!"


Jullian : "Hanya Tuan Pangeran Xa'an yang hanya bisa ku andalkan...!"


Jullian : "Tuan Pangeran Xa'an....... Kumohon Bantulah Kami.....!"


"Di Dunia Sekarang"


Vaan : "Halo Semua Apa kalian sudah selesai.....?"


Cylone : "Kami Sudah baru saja Selesai Tuan Vaan..."


Baron : "Sekarang hanya menunggu Eskarl mengakhiri semua ini...."


Rafel : "Cih.........!" (Rafel Terjatuh dan terkena Racun)


Dasai : "Ugh.....!" (Kesakitan)


Landi : "Tu-tuan Asriel......!" (Terbaring lemas)


Asriel : "Uhuk....!!!" (Batuk darah)


Eskarl : "Sepertinya ini sudah berakhir Riel....."


Eskarl : "Hanya Kaulah Dari Suku Es Yang masih belum ku Bunuh Maka....."


Asriel : "Ugh......!" (Lemas Karena di Cekik ke atas oleh Eskarl)


Eskarl : "Selamat Tinggal...... Sahabatku......." (Senyum)


Rafel : "Ti-tidak...!!!!! Asrieeel...!!!!" (Menyiapkan Sihir)


Rafel : "Ugh....!!!!" (Kesakitan)

__ADS_1


Cylone : "Kau Mau Apa bocah merah...?" (Menginjak tangan Rafel)


Rafel : "Asriel....!!!!"


Dasai : "Asrieeel....!!!"


Landi : "Tu-tuan....!!!"


Eskarl : "Sihir Es, Es Beku Tajam"


"Craaaaaaashh.....!!!!!" (Eskarl menusuk Dada Asriel dengan Menggunakan tangan yang dilapisi Es yang tajam)


Asriel : "Uhuk.... Uhuk......" (Batuk darah)


Asriel : "Semuanya Maafkan aku.... Tuan Xa'an.... Tolong selamatkan mereka semua....." (Dengan Menoleh ke arah Teman² Asriel Berbicara secara lemas)


Asriel : (suara dalam hati) "Ayaah.... Ibu.... Maafkan aku......" (Kehilangan Kesadaran)


Eskarl : "Hump...!!" (Menarik Tangannya)


Rafel : "Ti-tidak....!!!" (Menangis)


Dasai : "Asriel..... Asriel.....!!" (Menangis)


Landi : "Cih....!!!!" (Menangis)


Semuanya : "Tidaakk.....!!!!!!!!"


Rafel : "Tuan Xa'an....! Kumohon Kembalilah..!"


Dasai : "Xa'an kami membutuhkan mu...!"


Landi : "Maafkan aku Xa'an......"


"Di Suatu Tempat Negri Elf"


"Xa'an sedang bertapa untuk mengumpulkan sebanyak banyak nya Mana di dalam Tubuhnya...."


Xa'an : "Hmm...... Ugh...?!!" (Xa'an kaget Tiba-tiba Sihir di Leher Xa'an dari Asriel Perlahan Menghilang)


Xa'an : "A-ada apa ini....?! Apa yang Terjadi Pada Mereka...?!"


Xa'an : "Mereka Dalam Bahaya....!!! Aku harus ke Sekolah Galantic...!!!!"


Lycia : "Ada apa An Kun....?!"


Xa'an : "Cia... Aku merasakan Kalau mereka semua dalam keadaan Bahaya aku harus Cepat² Kesana..."


Lycia : "Baiklah Berhati-hatilah An Kun jangan Memaksakan Dirimu Lagi..."


Xa'an : "Terimakasih Cia..." (Bersiap²)


Xa'an : "Airin..... Ikut Papa...."


Airin : "Baik Papa....!" (Berubah wujud ke kalung)


Xa'an : (suara dalam hati) "ini aneh Apa yang Terjadi....?! Jika mereka dalam bahaya mengapa aku tidak merasakan Sesuatu dari batu mutiara itu...?"


Xa'an : "Ugh...!" (Terkejut)


Xa'an : "Aku Baru merasakan nya...! Batunya sudah memberikan Sinyal Tapi Mengapa sinyal Ini sangatlah Lemah...?!, Aku harus Cepat²!"


Xa'an : "Cia Sampai Jumpa.... Aku aka. Pergi"


Lycia : "Iyaah An Kun...."


Xa'an : "mata ungu, Sihir Teleport..!" (Xa'an secara tiba-tiba Muncul di tempat yang Asing)


Xa'an : "I-ini dimana...?!" (Xa'an Terkejut Melihat Seisi Sekolah Galantic Sudah Hancur dan Terbakar sampai tidak bisa dikenali lagi)


Mora : "Tuan Xa'an...!!"


Xa'an : "Mo-mora kenapa kamu ada disini..?"


Mora : "Tuan Landi.... tuan landi pergi ke arah Penjahat² itu..." (menangis)


Xa'an : "Tenang Saja Mora Aku akan Melindungi mereka!"


Mora : "Iyah Kumohon Tuan Xa'an..."


Xa'an : "Serahkan Padaku..."


Xa'an : (suara dalam hati) "Jadi Landi memberikan batu mutiara ini kepada Mora supaya biar bisa melindungi nya, Dia sungguh Perhatian Sekali."


Xa'an : "Ugh...?!" (kaget)


Airin : "Papa... Ini gawat Airin Merasakan Hawa yang Jahat"


Xa'an : "Iyah Airin aku juga Merasakan nya juga..."


Suara seseorang : "ASRIEEL.....!!!!!"


Xa'an : "It-itu...?! suara seseorang aku harus bergegas...!!" (Berlari dengan Secepatnya)


Xa'an : "Teman-teman.... Kumohon Tunggulah Aku...!"


SELESAI..............


Ditunggu Lagi Yah..... Berikan Like dan Comment atau Favorit Yang Banyak...!!


biar cepet Up nya Okey..!!!

__ADS_1


Ty....!!!


__ADS_2