
*CHAPTER* 87 Season 02
Judul : Kebenaran mulai terungkap!
TEMPAT : Kamar Xa'an dan Lycia di istana Kaisar Gisu
Xa'an : "Xa'an Algreasia, Aku pasti akan menciptakan dunia yang penuh akan kedamaian serta senyuman dari semua orang!."
Xa'an : "Itulah janjiku kepadamu!."
"CRIIIIING.......!!!!!." (Sekejap sebuah sinar menerangi tubuh Xa'an saat ini)
Taraa : "A-ada dimana lagi aku?!." (Taraa sedang berada di sebuah dimensi lain)
Taraa : "Wujud ini?, Ini adalah diriku di dunia sebelumnya, Sebenarnya apa yang terjadi?." (Melihat wujudnya dalam wujud Taraa)
"Sepertinya ini adalah pertemuan kita yang pertama Taraa..." (Suara seseorang)
"Atau bisa aku katakan bahwa ini bukan pertama kalinya."
Taraa : "Si-siapa disana?!." (Menengok dengan cepat ke arah sumber suara itu)
Taraa : "Ka-kau...?!." (Terkejut)
Xa'an : "Halo Taraa...." (Tersenyum)
Taraa : "Xa-xa'an....?!."
Xa'an : "Itu benar, Senang dapat bertemu denganmu secara langsung disini Taraa." (Mengajak salaman)
Taraa : "O-oy.... Iyah...." (Menerima salaman Xa'an)
Xa'an : "......" (Tersenyum)
Taraa : "Se-sebenarnya, apa yang terjadi disini Xa'an, Apa kau bisa menjelaskan semuanya kepadaku?."
Xa'an : "Hmmm..."
Xa'an : "Seperti yang kamu dengar dari Dewi Selefia, Kita adalah dua jiwa yang di satukan dalam satu tubuh, Yaitu tubuh ini, Tubuh salinan dari Raja Iblis Terbengis Va'an Astansia."
Taraa : "Iyah, Aku memang telah mendengarkan hal itu, Tapi..." (Melihat ke arah Xa'an)
Taraa : "Tapi yang membingungkan ku adalah, Bagaimana kau bisa berada disini?."
Xa'an : "Hem...." (Senyum)
Xa'an : "Sebenarnya jiwa ku memanglah sudah ada sedari aku di ciptakan, Namun itu semua karena ada jiwamu juga yang tergabung dalam tubuh ini."
Taraa : "Ja-jadi, Aku mengambil alih tubuhmu sendiri?!."
Xa'an : "Hmmm?." (Bingung)
Taraa : "Eh?." (Bingung)
Xa'an : "Hahahahaha."
Xa'an : "Tentu saja tidak Taraa."
Taraa : "Eh?, Ma-maksudnya?."
Xa'an : "Aku, Jiwa ini sebenarnya tidak pernah ada dalam tubuh ini..."
Taraa : "......"
Xa'an : "Sebenarnya aku hanyalah sebuah jiwa yang kosong tanpa adanya kesadaran."
Xa'an : "Namun itu semua berubah di saat negara api menyerang."
Taraa : "Hah?."
Xa'an : "Bu-bukan, Maksudku adalah semuanya berubah di saat adanya gesekan antara kedua jiwa yang sama saling bertemu!."
Taraa : "Dua jiwa....." (Berfikir)
Taraa : "Ahk?!, A-apa maksudmu itu adalah?!."
Xa'an : "Benar!, Va'an Astansia!, Semuanya berubah di saat kamu bertemu dengannya."
Xa'an : "Karena itulah jiwa ku terkena trigger dari jiwa milik Va'an Astansia itu sendiri."
Xa'an : "Kamu paham maksudku kan, Ke Trigger?."
Taraa : "Iya-iya aku paham, Seperti karena ada itu kau ada gitukan."
Xa'an : "Tepat..." (Senyum)
Taraa : "Be-begitu yah....."
Taraa : "Ini semua sangat membingungkan...!."
Xa'an : "Ahahaha......"
Xa'an : "Apa kamu ingin berbincang-bincang denganku?."
Taraa : "Oh!, Tentu saja, Aku akan senang hati berbincang denganmu."
Xa'an : "Terimakasih...." (Senyum)
"Beberapa lama saat kemudian."
Taraa : "Heh!, Apa ada cara sebodoh itu untuk melakukan nya?!."
__ADS_1
Xa'an : "Itu benar!, Apapun yang aneh dapat terjadi setiap saat kan?!, Haha!."
Taraa : "Yaaah, Tak kusangka jika itu semua adalah apa yang dia lakukan."
Taraa : "Kau tau semuanya tentangnya yah..."
Xa'an : "Kan aku salinan nya...." (Haha)
Taraa : "Bagus itu semuanya sangat bagus!, Sekarang aku mengerti akan dunia yang aneh ini!."
Taraa : "Terimakasih Xa'an!, Berkat mu dan ingatan salinan dari Va'an ini membuatku tau akan semuanya."
Xa'an : "Iyah tak masalah, berkatmu juga aku dapat berbincang dengan orang lain." (Tersenyum)
Taraa : "Aku sangat kagum terhadap mu!."
Xa'an : "Aku malah lebih kagum terhadap mu Taraa, Kamu bisa melakukan itu semua dengan cara yang baik." (Senyum)
Taraa : "Yaaah..... Kalau dilihat-lihat kau ini memang mirip dengannya yah..." (Melihat-lihat Xa'an sambil mengingat pernah bertemu dengan Va'an di sekolah Galantic)
Xa'an : "Ka-kan aku salinan nya......" (Hehe)
Xa'an : (suara dalam hati) "Ku-kumohon berhenti melihat-lihat ku lagi seperti itu."
Taraa : "Yaah!, Kau seperti Va'an versi baiknya kau tau....!."
Xa'an : "I-iyah.... Hahaha...."
Taraa : "Tapi Xa'an, Aku ingin bertanya sesuatu yang penting darimu."
Xa'an : "Apa itu?."
Taraa : "A-a-apa kau merasakan juga apa yang kurasakan di tubuh ini?!." (Sambil mengingat ingat kalau Taraa di dalam tubuh Xa'an telah melakukan ciuman beberapa kali dengan Lycia)
Xa'an : "Tidak, Aku tidak merasakan apapun, Aku hanyalah sebuah jiwa saja disini, Semuanya kamulah yang merasakan nya." (Senyum)
Taraa : "O-ohh!!! Begitu yah!, Baiklah Terimakasih banyak yah!, Aahahahja!."
Taraa : (suara dalam hati) "Leganya!!!!."
Xa'an : "Hmmm?." (Bingung dengan ekspresi wajah polos)
Taraa : "Huft....."
Xa'an : "Tapi ada satu hal yang dapat kita lakukan Taraa."
Taraa : "Eh?, Apa itu?."
Xa'an : "Kita bisa menukar jiwa kita di tubuh ini."
Taraa : "Hah?."
Xa'an : "Kamu tau, Seperti perubahan jiwa dalam satu tubuh."
Xa'an : "Itu benar, Bahkan jika kita menukar jiwa kita kedalam tubuh ini, Aku dapat mendengarkan mu juga meskipun aku berada dalam alam kesadaran tubuh ini."
Taraa : "Itu hebat dong!."
Xa'an : "Iyah.... Kamu bahkan bisa mengisi mana selagi kita bertukar jiwa denganku, Dan memahami segalanya tanpa perlu khawatir akan bahaya di depan, Karena aku lah yang mengendalikan tubuhnya."
Taraa : "Itu sangat menguntungkan!, Ta-tapi tunggu!."
Taraa : "Apa kamu bisa dengan bebas menukar jiwa kita?!."
Xa'an : "Ha...?."
Xa'an : "......." (Tersenyum jahat)
Taraa : "Eh...?."
Xa'an : "Tentu saja bisa!."
"Buaaaghh...!!!." (Taraa memukul Xa'an tepat di area di atas kepalanya)
Taraa : "Katamu nggak bisa!, Kok jadi bisa sekarang huh?!!."
Xa'an : "Te-tentu saja tidak bisa, Kamu bisa merubah jiwa kita sesaat ada izin mu saja Taraa...." (Sambil memegangi kepalanya yang sakit di pukul oleh Taraa)
Taraa : "Begitu yah, Jadi semuanya memang harus sesuai dengan apa yang kukatakan."
Xa'an : "Iyah...." (Mengangguk)
Taraa : "Baguslah!, Sekarang semuanya tak perlu ku khawatir kan."
Taraa : "Apa sekarang aku bisa pergi?."
Xa'an : "Bisa, Sedari awal kamu disini juga bisa pergi kok."
Taraa : "Bagaimana caranya?."
Xa'an : "Pejamkan saja matamu lalu biarkan sisanya mengurus nya."
Taraa : "Begini...." (Taraa memejamkan matanya)
Xa'an : "Benar, Pertahankan saja..."
Taraa : "Mmmm....." (Masih memejamkan mata nya)
Xa'an : "Oh yah!, Aku ada sedikit hadiah kecil untukmu Taraa, Kamu akan tau sendiri di saat kamu sadar..." (Senyum)
Taraa : "Eh?."
__ADS_1
Xa'an : "Sampai bertemu lagi, Temanku....." (Tersenyum)
Taraa : "Ugh...?!." (Sebuah sinar muncul dalam penglihatan Taraa)
"CRIIIIING.......!!!!!." (Sekejap sebuah sinar menerangi tubuh Xa'an saat ini)
Xa'an : "A-apa ini?!." (Terkejut melihat badan nya sendiri)
Xa'an : "Apa yang terjadi kepadaku?!." (Melihat ke arah cermin sambil menyentuh wajahnya)
Xa'an : "Sepertinya, Tubuhku lebih berubah dari biasanya, Kekuatan yang sangat amat besar seakan datang kepadaku, juga wajah dan tubuhku." (Wajah Xa'an Sekarang lebih Cool dan bijaksana serta tubuhnya yang semakin terbentuk)
Xa'an : "Xa'an Algreasia!, Kau ini memang...!."
Xa'an : "Sepertinya jiwa mu sekarang lebih mempercayai ku yah!, Maka dari itu!."
Xa'an : "Akan ku manfaatkan ini semua dengan baik!."
Xa'an : "Sepertinya sekarang, aku lebih mirip dengan orang itu....." (Yang dimaksud orang itu adalah Va'an Astansia)
Xa'an : "Ini sungguh kekuatan yang sangat amat besar!, Seakan-akan aku dapat melakukan apapun dengan kekuatan ini!." (Sambil menggenggam tangannya)
"Tiiiing.....!." (Sebuah sinar terang muncul di depan Xa'an dan sebuah tulisan muncul disitu)
Xa'an : "Hmm?, Apa ini?." (Membaca tulisan itu)
"Aku lupa memberitahukan mu sesuatu, Kalung Roh mu itu, Dia akan menjadi sangat amat kuat nantinya, Itu akan menjadi partner terkuatmu kelak Taraa, Jagalah dia dengan baik Taraa."
Xa'an : "Ini...?, Pasti dari Jiwa Xa'an."
Xa'an : "Kalung Roh, Apa yang di maksud olehnya adalah Airin?."
Xa'an : "Memangnya sekuat apa nantinya Airin, Sampai-sampai si Xa'an itu bilang seperti itu?."
"Ckieeet....." (Suara orang membuka pintu)
Lycia : "An Kun, Aku membawakan mu minuman yang menyegarkan nih...."
Lycia : "Eh...?." (Bingung melihat Xa'an saat ini, Karena tubuhnya yang agak berbeda)
"Pyaaar....!." (Suara secangkir minuman pecah karena di jatuhkan oleh Lycia)
Xa'an : "Ci-cia...?!."
Lycia : "A-An Kun?!, A-apa yang terjadi pada badan mu?!."
Lycia : "Da-dan juga wajahmu?!."
Xa'an : "A-ada apa Cia, Apa ada sesuatu yang menggangu mu?." (Xa'an mendekat ke arah Lycia)
Lycia : "UMM...?!!." (Malu dan kaget melihat ke arah Xa'an)
Lycia : "B-bu-bukan apa-apa!!."
Xa'an : "Hmm?."
Lycia : "Ah?!, Aku akan membersihkan cangkir cangkir ini!."
Xa'an : "Aku akan membantumu Cia..."
Lycia : "Tak perlu..." (Sedang membersihkan sisa-sisa cangkir yang pecah)
Xa'an : "Tak apa...." (Membantu Lycia membersihkan)
Lycia : "Ummm...?!" (Melihat ke arah Xa'an)
Lycia : (suara dalam hati) "Kenapa dia sekarang menjadi lebih seperti ini?!." (Malu)
Xa'an : "Cia, Aku ingin bicara kepadamu."
Lycia : "Kyaaa..!!." (Lycia reflek menampar Xa'an)
Xa'an : "Eh....?."
"Puaaaak....!." (Xa'an tertampar)
"Setelah itu...."
Xa'an : "Apa salahku......" (Tamparan Lycia membekas di pipi Xa'an)
Lycia : "Ma-maafkan aku!, Aku reflek melakukan nya!, Dan ini juga pertama kalinya aku melakukan itu kepadamu!, Apa itu sakit?!." (Memegang pipi Xa'an sambil cemas)
Xa'an : "Mmm....?!." (Kaget)
Xa'an : "Tidak, Ini tidak sakit, Aku merasa nyaman...." (Sambil memegang tangan Lycia)
Lycia : "Maksudmu kamu ingin ku tampar sekali lagi?."
Xa'an : "Tidak!, Tapi tangan mu yang menyentuh pipiku saat ini Cia!."
Lycia : "Hahahaha....!."
Xa'an : "Hmmm...." (Senyum)
Lycia : "......." (Senyum)
SELESAI...........!
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
"Sesuatu yang aneh."
__ADS_1
"Di tunggu yah!."