The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Pertarungan di sihir ruangan 2 (01)


__ADS_3

*CHAPTER* 91.1 Season 02


Judul : Pertarungan di sihir ruangan 2 (01)


Xa'an : "Emmm....." (Perlahan sadar dan membuka matanya)


Xa'an : "Hah....?!!." (Langsung bangun)


Xa'an : "Aku!, Harus menyelamatkan Cia!." (Sambil memegang kepalanya)


Xa'an : "Hmmm...?." (Sadar bahwa sedang berada di alam Selefia)


Selefia : "Kamu ini sungguh suka menyia-nyiakan mana mu seperti itu yah...."


Xa'an : "Dewi sialan...."


Xa'an : "Apa kau bisa memberiku mana lagi, Aku ingin segera menyelamatkan seseorang."


Selefia : "Maksudmu pasangan mu?, Tentu aku bisa memberimu manaku lagi."


Xa'an : "Iyah cepatlah."


Selefia : "Tunggu sebentar yah..." (Bersiap)


"Jangan! Taraa!." (Suara seseorang)


Xa'an dan Selefia : "Hmm?!." (Menengok ke sumber suara)


Xa'an : "Jangan Taraa!, Kamu tidak boleh terus-terusan menyerap mana dari Dewi Selefia!."


Xa'an : "Xa-xa'an...?!." (Tubuh Xa'an Jiwa Taraa perlahan merubah tubuhnya ke tubuh Taraa)


Taraa : "......" (Menyadari tubuhnya mulai berubah)


Taraa : "Kenapa aku tak boleh menyerap mananya lagi Xa'an?."


Xa'an : "Mana dia memang sangat kuat dan mampu membangunkan mu dengan cepat, Namun itu semua akan perlahan berdampak dalam tubuhmu." (Perlahan mendekati Taraa)


Taraa : "A-apa itu benar?!, Dewi sialan?!." (Melihat ke arah Selefia)


Selefia : "Hmm...?." (Melihat dengan tatapan dingin)


Selefia : "Itu benar....."


Selefia : "Secara logis, Tubuh mu itu tidak akan sanggup menahan mana secara terus menerus dari seorang Dewi, Tapi karena kamu adalah seorang pahlawan, Jadi kamu bisa menahan nya sedikit."


Taraa : "Jadi, Jika aku menyerap terlalu sering?."


Xa'an : "Tubuhmu akan mengalami ledakan mana."


Taraa : "Ledakan mana?."


Xa'an : "Benar, Semua mana mu akan tergantikan oleh mana Dewi Selefia, Dan kamu tidak akan bisa mengendalikan itu semua, Dan semua mana itu akan meledak kapanpun."


Xa'an : "Itu artinya, Kamu tidak akan terkendalikan."


Taraa : "Kampret!, Kenapa aku baru tau ini sekarang?!."


Taraa : "Kenapa kau tidak mau bilang sedari awal Dewi sialan?!."


Selefia : "Kamu selalu terburu-buru sebelum ku beritahu sih, Jadinya aku sering lupa hehe..."


Taraa : "Hehe....?."


Taraa : "Jadi, Apa yang harus kulakukan..." (Berfikir)


Taraa : "Oh...!."


Taraa : "Xa'an!, Kau bisa mengendalikan tubuhku kan!, Maka dari itu cepat ambil alih tubuh itu sekarang, Dan aku akan mengisi mana disini."


Taraa : "Tolong selamatkan Lycia untukku Xa'an!."


Xa'an : "Eh beneran?!, Ba-baiklah aku akan mencoba sebaik mungkin."


Taraa : "Iyah, Aku percayakan semua kepadamu."


Xa'an : "Tapi, Kekuatan dari manaku hanya dapat bisa mengendalikan tubuhmu saja, Tidak dengan sihir."


Taraa : "Tidak apa-apa, Saat masalah sudah genting, Aku akan kembali!."


Taraa : "Semoga berhasil, Partner!." (Menepuk pundak Xa'an)


Xa'an : "Hmmm..." (Tersenyum)


Xa'an : "Baiklah, Partner!." (Xa'an menutup matanya)


Taraa dan Selefia : "......" (Melihat tubuh Xa'an perlahan menghilang)


"Dunia alam sadar Xa'an sekarang dengan Jiwa Xa'an."


Xa'an : "....?!." (Membuka matanya)


Xa'an : (suara dalam hati) "Tak kusangka... Aku bisa ke dunia ini...." (Melihat lihat tubuhnya)


"Set set Bats!." (Melakukan gerakan beladiri)


Xa'an : (suara dalam hati) "Dengan tubuh ini, Aku masih bisa bergerak dengan bebas, Tapi ini masih kurang...."


Orokus dan Mersha : "Tuan!!."


Xa'an : "....?!." (Terkejut)


Xa'an : "O-oh... Kalian berdua!, Eeee Orokus dan Mersha...?."


Orokus : "Tuan!, Akhirnya anda telah sadar kembali!, Anda telah membuat saya khawatir!."


Mersha : "Itu benar!."


Xa'an : "Hmm, Maaf telah membuat kalian khawatir yah, Aku tidak akan mengulanginya lagi..." (Menepuk pundak Orokus dan Mersha)


Orokus dan Mersha : "Eh...?." (Bingung)


Xa'an : "Sekarang ayo ikut denganku berkumpul dengan yang lainnya." (Mulai berjalan)


Orokus dan Mersha : "....??." (Masih bingung)


Orokus : "It-itu memang benar Tuan Xa'an kan?, Kok dia sekarang jadi lebih anteng dan penyayang?."


Mersha : "It-itu benar, Aku tadi merasakan sedikit senyuman keberkahan yang membuat tubuhku merinding sedikit."


Orokus : "Tak perlu mengingatnya lagi, Masih untung Tuan Xa'an dapat pulih dengan cepat, Ayo kita ikuti Tuan."


Mersha : "Iyah!."


"Tak lama kemudian."


Xa'an : "Jadi, Karena itu Lycia dapat diculik oleh pihak lawan yah Mora."


(15 Menit telah berlalu)


Mora : "I-itu benar Xa'an...." (Merasa ada yang aneh)


Xa'an : "Hmmm...." (Berfikir)

__ADS_1


Zhanif : "Hei Orokus, Apa dia memang benar Xa'an?, Dia sungguh terlihat sangat tenang dalam keadaan seperti ini." (Berbisik)


Orokus : "Itu memang benar Tuan, Aku juga merasakan sedikit keanehan terhadap Tuan, Namun Tuan Xa'an tetaplah Tuan Xa'an."


Zhanif : "Be-begitu yah, Sulit dipercaya...."


Aline : "Jadi Xa'an, Apa rencana kita?."


Xa'an : "Seperti yang kalian tau, Musuh memiliki pasukan juga untuk melawan kita."


Xa'an : "Dari cerita Mora, Dapat kita simpulkan bahwa musuh memiliki Ninja 2, Dan memiliki Sang pembawa bencana Raytos, Jadi selama ini yang dapat kita ketahui musuh kita ada 4 orang termasuk Adya Trimarga."


Zhanif : "Ninja yah, Aku pernah bertemu dengan mereka saat latihan, Mereka tidak sekuat yang aku pikirkan, Tapi mereka cepat."


Xa'an : "Cepat yah...."


Aline : "Dan untuk Raytos, Dia orang yang sangat kuat untuk fisiknya, Apalagi dengan se ekor kuda yang di bawanya, Dia malah semakin menjadi kuat."


Xa'an : "Kuat......"


Xa'an : "Baiklah, Sudah ku putuskan."


Xa'an : "Kita akan menyerang mereka sekarang juga, Mereka telah bilang bahwa sedang berada di dekat gunung Suremu."


Xa'an : "Gunung itu memiliki area yang luas, Jadi mungkin mereka telah menunggu kita disana, Di area luas."


Zhanif : "Tu-tunggu, Bukannya kau tak pernah kesana?, Ba-bagaimana kau bisa tau?."


Xa'an : "Aku mengetahui nya dengan Sihirku."


Zhanif : "O-ohh..."


Landi : "Jadi Xa'an, Apa yang kita harus lakukan untukmu."


Xa'an : "Jadi, Sekarang aku akan membagi sebuah tim disini."


Xa'an : "Mersha, Apa kamu bisa mengurusi para Ninja itu dengan kecepatan mu?."


Mersha : "Aku sangat percaya diri dengan kecepatan ku, Serahkan mereka berdua kepada saya Tuan Xa'an."


Xa'an : "Bagus, Dan untukmu Orokus."


Xa'an : "Apa kamu bisa mengurus Raytos dengan kekuatan mu?."


Orokus : "Tenang saja Tuan Xa'an, Saya pastikan saya akan kalahkan orang itu dengan kekuatan saya!."


Xa'an : "Terimakasih...." (Senyum)


Zhanif : "Dan untuk kami Xa'an?." (Zhanif, Aline, Landi, Mora)


Xa'an : "Kalian adalah kartu As ku, Ikuti saja aku dari belakang, Maka kemenangan akan datang kepada kita."


Zhanif : "Hmm!, Baiklah!."


Landi : "Yosh!, Perang besar nih!."


Mora : "A-aku hanya bisa menggunakan sedikit sihir saja."


Aline : "Tak apa, aku akan membantumu..."


Mora : "Te-terimakasih...."


Xa'an : "Tunggu kalian semua, Masih ada yang masih ku bicarakan, Ini bukan tentang perang besar."


Xa'an : "Namun ini adalah strategi." (Senyum)


Landi : "Eh..?."


Xa'an : "Jadi, Seperti ini....."


"Drap drap drap drap...." (Suara langkah kaki seseorang)


Ninja 1 : "Tuan Adya memang benar, Mereka beneran datang kesini."


Ninja 2 : "Ta-tapi tunggu dulu...."


Ninja 1 : "Hmm?."


Ninja 2 : "Bukannya dia sedang berjalan kesini sendirian?!."


Ninja 1 : "Hmm?!, I-itu benar?!!."


Xa'an : "........" (Xa'an berjalan sendirian ke arah para pasukan Adya)


Ninja 1 : "Apa perkiraan dari Tuan Adya telah meleset?!!."


Rai : "Rei, Cepat beritahu Tuan Adya tentang ini."


Rei : "Baik kakak Rai!." (Rei pun bergerak dengan cepat)


Rai : "Bagaimana ini, Raytos?."


Raytos : "......"


Raytos : "Kita tunggu informasi dari Rei terlebih dahulu..."


Rai : "Apa benar dia datang kesini sendirian?, Apa dia memang sekuat itu?!."


Raytos : "Tidak, Aku telah bertarung dengan nya, Dia tidak begitu kuat, Hanya saja dia sedikit bijak dalam mengatur pertarungan."


Rai : "Ohhh, jadi dia Percaya diri dengan kemampuan nya saat ini yah, Menarik..."


"Set!." (Rei sudah kembali)


Rei : "Tuan Adya telah memberikan jawaban nya."


Rai : "Apa yang Tuan bilang Rei?."


Rei : "Kita tetap menjalankan seperti rencana."


Rai : "Begitu yah, Maka....."


Raytos : "Benar, Kita habisi dia sekarang..." (Serius)


Raytos : "Semuanya!!!, Ayo kita habisi dia sekarang!!!."


Para pasukan : "Tu-tunggu bukannya dia hanya sendirian?!, Apa kita semua maju untuk melawan dia?!, Ini beneran?!."


Raytos : "Musuh kita memang sendiri!, Namun kita tidak boleh menganggap musuh kita enteng!!!!."


Xa'an : "......" (Xa'an semakin dekat ke arah mereka)


Raytos : "Cepat semuanya!!, Maju! Maju! Maju!."


"HOAAAAAHH....!!!!." (Para pasukan mulai maju untuk menyerang Xa'an)


Xa'an : "......" (Tenang)


Raytos : "Pasukan bertombak!!!."


"BAIK!!!." (Mulai menodongkan tombak mereka ke arah Xa'an)


"Dap dap dap, Dap! Dap! Dap!." (Xa'an perlahan mulai berlari ke arah pasukan Tombak)

__ADS_1


Rai : "Di-dia berlari menuju para penombak itu?!." (Terkejut)


Rei : "Dia akan mati."


Raytos : "....."


"Xa'an semakin dekat dengan para penombak."


"Set bats!." (Xa'an melompati para penombak)


Rai dan Rei : "Hah?!!!."


"Dia lompat!!!, Dia melewati kita?!!."


Raytos : "Para pemanah!!!, Tembak!!!."


"Baik!." (Para pemanah mulai menembak ke arah Xa'an)


Rai : "Kau telah memperkirakan ini kan Raytos?!."


Raytos : "Semua pasti akan memperkirakan ini."


Rei : "Dia sekarang telah berada di langit, Apakah dia berhasil menghindari semua anak panah itu?."


Rai : "Jika dia berhasil melewati itu semua, Apa yang kita lakukan nanti?."


Raytos : "Tidak ada cara lain, Kecuali para warrior disini untuk mengurangi tenaganya, Setelah itu giliran kita, Kecuali jika dia dapat menghindari semua anak panah itu."


Rai : "Begitu yah..."


Xa'an : "Mmm...." (Melihat semua anak panah mengarah padanya)


"Sing....!." (Pedang inti jiwa naga dikeluarkan)


Xa'an : "Teknik pengeluaran pedang!."


"Slash!." (Xa'an Menebas nebas semua anak panah yang berada di dekatnya saat berada di langit langit)


Raytos : ".....?!!." (Terkejut)


Rai : "Dia menebas itu semua?!!."


Rei : "Gi-gila?!!."


"Sret!, Drap! Drap! Drap!." (Xa'an mendarat dengan aman, Lalu lanjut berlari menuju Raytos, Rai, Dan Rei.)


Raytos : "Para Warrior!!!."


"Baik!!!." (Maju menyerang Xa'an dengan membawa pedang)


Xa'an : "Teknik pengeluaran pedang!." (Mengeluarkan pedang nya)


"Sing sing sing sing sing sing sing sing!." (Xa'an menebas-nebas para warrior yang mencoba menahan nya)


Rai : "Ge-gerakan itu sungguh mengerikan!!."


Rei : "Dia dapat melewati mereka semua?!."


Raytos : "Kalian berdua, Bersiaplah..."


Rai dan Rei : "Ba-baik!!."


"Bats Bats Bats!." (Xa'an berhasil melewati para Warrior)


Raytos : "Serang!!."


Rai dan Rei : "Hmmm!." (Menerjang ke arah Xa'an dengan cepat)


Xa'an : "....."


"Weeesh!." (Tubuh Mersha keluar di depan Xa'an)


Rai dan Rei : "Emm?!!!." (Kaget)


"Buaaaggg!!!!." (Mersha menendang ke arah Rai dan Rei, Namun mereka berdua berhasil menahan serangan Mersha)


Mersha : "Lumayan...."


Rai : "Tch!."


Rei : "Hmm..!."


"Bats!!!." (Mersha bergerak dengan cepat sehingga tubuhnya menghilang)


Rai dan Rei : "Hah...?!!." (Merasa tertantang)


"Bats!!." (Rai dan Rei bergerak dengan cepat)


Raytos : "Tunggu kalian berdua!."


Raytos : "Emm..?!!." (Melihat ke arah Xa'an yang semakin dekat dengan-nya)


Xa'an : "....." (Semakin dekat dengan Raytos)


Raytos : "Hmm!." (Bersiap memukul)


"Buuusshh!!!." (Raytos menyerang Xa'an dengan pukulan depannya)


"Bats!" (Xa'an melompat melewati Raytos)


"Drap!." (Xa'an mendarat dengan aman)


Raytos : "Ugh?!, Tidak semudah itu!!." (Hendak menangkap Xa'an dari belakang)


"Weeeeesh....!." (Orokus muncul di belakang Xa'an, Lalu menahan tangan Raytos yang hendak menangkap Xa'an)


Orokus : "Halo....." (Tersenyum)


Raytos : "Ugh!!." (Reflek mundur kebelakang)


Orokus : "Kita bertemu lagi yah...!." (Kekuatan Orokus keluar)


Raytos : "Kali ini aku akan langsung serius menghadapi mu, Pyiit.....!." (Raytos bersiul memanggil kudanya)


"Ngieeek!!." (Raytos menunggangi kudanya)


Raytos : "Sekarang aku akan membunuhmu dan menangkap dia kembali."


Orokus : "Coba saja kalau bisa, Hora hora....!." (Sini sini)


Raytos : "Hmmm!."


Raytos : (suara dalam hati) "Aku harap mereka dapat menahan orang itu di dalam sana."


Xa'an : "......" (Xa'an masuk kedalam sebuah pintu dungeon yang hancur)


Orokus dan Raytos : (suara dalam hati) "Ronde kedua, Dimulai!." (Ekspresi Orokus Tersenyum, Sedangkan Raytos Serius.)


SELESAI.............!


"Pertarungan di sihir ruangan 2 masih akan berlanjut!."


"Pertarungan di sihir ruangan 2 (02)."

__ADS_1


"Di tunggu yah!."


__ADS_2