
Malam harinya Amoora tetap mengadakan acara barbeque walaupun tanpa kehadiran teman-temannya.
Amoora sudah terbiasa merasakan ditinggal pergi oleh orang-orang dekatnya. Dia tidak menyalahkan mereka, hanya saja dia merasa kecewa dan marah karena yang membuat dia kehilangan adalah orang-orang yang sudah menghancurkan keluarganya dulu.
Mereka kembali berhasil membuat Amoora merasakan kehilangan untuk kesekian kalinya.
Walaupun dia banyak kehilangan, tapi Amoora sadar jika di tengah-tengah kehidupannya yang menyedihkan itu masih ada mereka yang akan selalu tertawa bersama dengannya, tanpa takut akan meninggalnya.
"Yo, kami bawakan kalian minuman."Ucap Lexi dan beberapa anak buahnya yang membawa beberapa kantong plastik berisi minuman.
"Waaaahhh, thank you brother."Ucap Amoora.
Lexi melihat semuanya sudah siap, dari bahan makanan, tempat memanggang daging, meja dan yang lainnya.
"Amoora, apa teman-teman mu tidak datang?"
Amoora terdiam, senyumannya perlahan menipis. Tapi dia segera menarik lagi bibirnya.
"Tidak, mereka sibuk. Kau tahu kan besok mereka masih harus bekerja. Jadi mereka tidak bisa datang."
Lexi mengangguk "Hmm begitu. Ya tidak apa-apa, masih ada kami disini."
"Iya kau benar."
Lexi berjalan kearah daging yang sudah siap untuk di panggang.
"Mari kita mulai pestanya!"Seru Lexi sambil mengangkat tinggi-tinggi daging yang dia tusuk dengan garpu.
Daging pertama adalah milik Lexi, walaupun itu adalah acara Amoora tapi dengan santai Lexi yang mengawali semuanya.
Lexi membakar beberapa daging dan sayuran, setelah matang dia membawanya dan duduk disamping Amoora.
"Makanlah, aku tahu kau sedang banyak masalah . Tapi malam ini, demi aku dan semua anak buahmu. Kau harus melupakan masalah itu sejenak."
"Sepertinya kau memang lebih pantas ku panggil kakak."
"Ck, yasudah kalau tidak mau."
"Hahaha."
Amoora sangat geli melihat sikap ketua mafia yang satu ini, entah kenapa dia bisa ditakuti oleh para mafia lainnya.
"Baiklah aku akan memakannya."
Lexi menatap Amoora yang makan dengan pelan, perlahan tapi pasti Lexi melihat ada kristal bening yang sedang coba dibendung oleh mata Amoora.
__ADS_1
Lexi meletakkan piring yang dia bawa keatas meja, dia langsung memeluk tubuh Amoora dan seketika Lexi merasakan tubuh Amoora bergetar dalam pelukannya.
"Lepaskan semuanya, karena setelah malam ini kau hrus berubah. Harus menjadi lebih kuat dan lebih berani."
Amoora hanya mengangguk dalam peluka Lexi.
Semua anak buah Amoora dan Lexi yang ada disana melihat Amoora yang tengah menangis dalam pelukan Lexi. Mereka tidak tahu apa yang sudah terjadi, tapi mereka yakin Amoora tengah menghadapi masalah yang sulit.
Mereka mencoba mengerti dan tidak menganggu Amoora dan Lexi sementara waktu.
Setelah tenang Lexi melepaskan pelukannya dan menatap Amoora.
"Dimana keberanian dan kekuatan yang dulu kau pakai untuk melindungi adikku? Kenapa kau menangis hanya menghadapi hal seperti ini. Dasar cengeng."Ejek Lexi pada Amoora.
"Diamlah pak tua."
Lexi melotot dipanggil pak tua oleh Amoora. Sementara orang-orang yang ada dibelakang sedang menahan tawa mendengar panggilan Amoora pada Lexi.
"Sudahlah aku ingin membakar beberapa cumi-cumi dan sosis."Amoora berdiri dan berjalan menuju tempat barbeque.
Melihat Amoora yang sepertinya sudah jauh lebih baik, Lexi merasa lega. Bagaimana pun Amoora adalah wanita pertama yang bisa membuat Lexi berubah sikap pada wanita.
"Bos, bukankah kak Amoora sangat cantik?"Tanya salah seorang naak buah Lexi dengan pelan.
"Diam, kau jangan berharap bisa mendekati adik perempuanku itu."
"Dia sudah menyelamatkan Alice dengan nyawanya sendiri, ayahku dan aku sudah berencana akan menjadikan dia anggota keluarga kami. Tapi sayangnya sebelum itu terjadi, ayahku meninggal."
"Oh maaf bos, saya tidak tahu."
"Tidak apa-apa."
Lexi melihat Amoora begitu antusias, dia memang sangat pandai menyembunyikan perasaannya. Semua masalah dia pendam agar orang-orang di sekitarnya tidak mengkhawatirkan dirinya.
Acara barbeque malam itu sangat meriah, setelah makan mereka menikmati minuman yang dibawa oleh Lexi. Mereka duduk bersama di halaman belakang mansion yang sangat luas.
Amoora dalam keadaan yang tidak begitu baik meminum minumannya dengan cepat dan seketika wajahnya menjadi merah.
Salah satu anak buah Amoora memanggil Lexi karena khawatir pada bosnya.
Lexi yang diberitahu oleh anak buah Amoora langsung berjalan mendekati Amoora yang tengah duduk diatas rumput bersama anak buahnya.
"Berapa banyak yang dia minum?"Tanya Lexi pada salah satu anak buah Amoora yang duduk didekat Amoora.
"Mungkin sekitar 4 atau 5 gelas. Tapi bos selalu meminumnya dalam sekali teguk."
__ADS_1
Lexi menggelengkan kepalanya. Dia lalu duduk disamping Amoora, menatapnya dari samping.
"Kak Lexi."Ucap Amoora sambil menoleh kearah Lexi.
"Hmm kenapa?"Kali ini Lexi tidak marah pada Amoora yang memanggilnya kakak saat ini, karena dia tahu jika Amoora sekarang sedang mabuk.
"Aku...."
"Berdirilah, aku akan membawamu ke tempat lain. Jadi kau bisa bicara dengan bebas."
Amoora mengangguk. Dibantu oleh Lexi akhirnya Amoora bisa berdiri dan berjalan menjauh dari anak buah mereka.
"Baiklah, sepertinya disini bagus."
Lexi membantu Amoora untuk duduk, walaupun tidak begitu jauh tapi anak buah mereka masih bisa melihat mereka dengan jelas.
"Jadi apa yang sedang kau pikirkan?"Lexi memulai percakapan.
"Katakan padaku, apa aku tidak pantas mendapatkan teman-teman yang baik?"
Lexi menggelengkan kepalanya "Tentu kau pantas."
"Lalu kenapa keluarga mereka meminta agar mereka menjauh dariku hanya karena hasutan dua orang yang sudah menghancurkan keluarga ku?"
"Mereka hanya tidak mau mengecewakan keluarga mereka."
"Hmmm.... Ya kau benar... Aku yang hanya sendirian tidak bisa mengerti bagaimana perasaan mereka yang takut mengecewakan keluarganya."
Kepala Amoora mengangguk, dia lalu menatap langit yang tinggi kemudian memejamkan matanya.
"Aku harap aku bisa berubah besok. Aku tidak ingin lagi menjadi Amoora yang lemah dan mudah di tinggal oleh orang-orang yang berarti buatku."
"Aku yakin kau bisa. Jadi kau melepaskan semua tentang Amoora di masa lalu malam ini. Dan jadilah sosok Amoora yang lebih kuat dan berani di esok hari."
Amoora mengangguk, dia lalu menarik nafas dalam-dalam lalu berteriak dengan sangat kencang.
Semua anak buah Amoora menatap Amoora yang duduk bersama Lexi. Mereka sangat khawatir tapi tidak berani untuk mendekat.
Setelah berteriak tubuh Amoora jatuh dan dengan cepat Lexi menangkap tubuh Amoora.
"Sebenarnya seperti apa kehidupan mu, kau masih sangat muda untuk menjalani kehidupan yang cukup kejam."Ucap Lexi pelan.
Lexi mengangkat tubuh Amoora lalu membawanya kedalam mansion. Dengan hati-hati Lexi membawa Amoora kedalam kamarnya.
Didalam kamar, Lexi membaringkan tubuh Amoora diatas ranjang lalu menyelimuti tubuh kecil itu.
__ADS_1
"Aku harap besok kau akan jauh lebih baik dan jauh lebih kuat menghadapi semuanya."Ucap Lexi.
Lexi keluar dari kamar Amoora dan kembali bergabung dengan anak buahnya dan anak buah Amoora di halaman belakang.