
Kemarin Lexi sudah bertemu dengan keluarga wanita yang mengaku sebagai calon istrinya didepan Amoora, dan hari ini dia pun sudah kembali mengurus anak perusahaan diluar negri.
Amoora yang mengurus perusahaan A.L Group didalam negeri mulai menyusun rencana kalau-kalau keluarga wanita itu tidak bisa menerima apa yang Lexi katakan kemarin pada mereka.
Sekertaris Lexi memberikan beberapa dokumen pada Amoora mengenai kerja sama perusahaannya dengan perusahaan keluarga wanita itu.
Meski Lexi berkata wanita itu adalah temannya dan perusahaan mereka juga bekerja sama dengan A.L Group, tidak menutup kemungkinan wanita itu akan berhenti berulah.
Amoora yang notabennya mengeri dengan wanita yang seperti itu tidak mungkin akan tinggal diam dalam menghadapinya.
Dengan cermat Amoora membaca dokumen yang sekertaris berikan padanya, tidak ada yang luput dari mata Amoora meski itu hanya satu poin saja.
Tepat pada lembar ke 4 Amoora melihat ada keanehan pada poin kerjasama perusahaannya dengan perusahaan milik mereka.
Amoora lalu meminta sekertarisnya untuk mengambil surat perjanjian antar dua perusahaan itu, dan juga kontrak kerjasama mereka.
"Ini sangat aneh."Gumam Amoora.
"Ada apa nona muda?"Tanya sekertaris yang berdiri didepannya.
"Lihatlah dua berkas ini. Aku rasa ini sangat aneh."
Amoora menyodorkan dua dokumen yang menurutnya aneh, karena ada beberapa poin yang berbeda.
"Ini, ini tidak mungkin. Tuan tidak mungkin menandatangani kontrak kerjasama yang semacam ini. Mereka pasti mengubah dan memalsukan tanda tangan tuan."
"Jika begitu bagaimana caranya? Kakak tidak mungkin bisa dijebak dengan mudah."
Sekertarisnya diam, mereka berdua berpikir bagaimana cara mereka memgelabui Lexi sehingga Lexi menandatangani kontrak kerjasama yang bisa merugikan perusahaan mereka itu.
"Aku akan membawa ini, sepertinya aku akan meminta bantuan Alvaro kali ini."
"Maksud nona muda, Alvaro... Tuan muda Alvaro Fernandez?"
"Iya, dia."
"Apa nona muda yakin?"
"Tentu, dia adalah teman baik kak Lexi. Dan kak Lexi pernah berkata aku bisa meminta bantuan padanya jika ada sesuatu yang tidak bisa ditangani disini sementara kakak sibuk diluar negri."
"Baiklah kalau begitu, saya mengerti."
__ADS_1
Amoora merapikan semua dokumen dan berkas yang akan dia bawa ke perusahaan Alvaro.
Dia tidak akan membiarkan keluarga wanita itu mendapatkan keuntungan sedikitpun dari perusahaannya dengan cara seperti itu.
Dengan cepat Amoora pergi ke perusahaan milik Alvaro sendirian.
Kemarin Alvaro sudah menjelaskan semua yang terjadi padanya dan wanita yang diberitakan tengah dekat dengan Alvaro.
Amoora yang sudah mendengar sendiri ketika diperusahaan Alvaro, memaafkan dan memberi Alvaro kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka berdua.
Saat ini Amoora sudah sampai di perusahaan Alvaro. Amoora langsung masuk kedalam dan disambut oleh dua resepsionis perusahaan.
Dua resepsionis yang sudah mengenal Amoora hanya diam saat dia berjalan dan masuk kedaalm lift khusus untuk presdir.
Dilantai paling tinggi lift berhenti dan pintu lift terbuka.
Amoora berjalan keluar dan langsung menuju ruang kerja Alvaro.
Tepat saat akan mengetuk pintu Amoora mendnegar seorang wanita sedang berbicara dengan Alvaro.
Merasa kenal dengan suara wanita yang tengah berbicara dengan Alvaro. Tanpa mengetuk pintu lagi, Amoora masuk kedalam ruangan.
Alvaro hanya diam, dia akan melihat apa yang akan wanita yang dia cintai kepada wanita yang sedang merayunya saat ini.
"Kau, siapa kau? Sangat tidak sopan sekali masuk kedalam kantor orang tanpa izin."
"Apakah aku harus perlu izin dulu, saat aku masuk kedalam kantor....." Ucap Amoora sambil berjalan mendekati Alvaro dan merangkul bahu Alvaro.
"....Kekasih ku sendiri, nona?" Sambung Amoora.
Kedua mata wanita itu membulat dan tangannya mengepal, dia mengeratkan giginya karena kesal.
"Alvaro adalah milikku, kami sudah berkencan beberapa kali kemarin."
Amoora menatap Alvaro "Benarkah itu sayang?"Tanya Amoora dengan nada sedikit manja.
"Tentu saja tidak, aku pergi dengannya karena hanya ingin mendapatkan informasi darinya saja."
Amoora kembali menatap wanita yang berdiri didepannya dan tersenyum.
"Kau bisa dengar sendiri nona? Kekasihku berkata dia tidak pernah merasa berkencan denganmu, yang artinya kau hanyalah sebuah alat. Bukan seorang kekasih."
__ADS_1
"Kau!! Dasar wanita j*lang!"
Praaaang!
Amoora langsung melempar cangkir kopi yang ada diatas meja kerja Alvaro kearah wanita itu.
Cangkir yang sengaja Amoora lempar ke lantai tepat didepan wanita itu berhasil membuat wanita itu terkejut dan merasa takut. Dia mundur beberapa langkah kebelaknag.
Wanita itu melihat sorot mata Amoora yang bergitu tajam menatapnya, aura diruangan berubah seketika.
"Wanita j*lang? Kau yang berusaha menggoda kekasih orang lain, tapi kau yang berkata *******. Sangat bagus sekali nona."
Amoora berdiri dan berjalan perlahan menghampiri wanita itu.
"Kau... Kau mau apa? Jangan mendekat!"
Wanita itu terus mundur karena merasa takut pada Amoora yang tiba-tiba berubah.
"Alvaro, jika aku ingin kau memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan keluarga wanita ini. Apa kau keberatan?"Tanya Amoora tanpa menoleh.
"Tentu saja tidak, sayang."
Amoora tersenyum tipis "Maka lakukan."
"Kau! Kau tidak bisa melakukan itu."
"Kau tahu kenapa aku sangat membenci wanita seperti mu? Itu karena kalian hanya mengandalkan keluarga kalian yang kaya. Jadi aku ingin tahu, jika keluarga mu sudah tidak berkuasa, apakah kau masih bisa berulah lagi atau tidak."
Wanita itu menggelengkan kepalanya, kali ini dia sangat takut. Dia mendekati Alvaro mungkin karena orang tuanya. Dan mereka tentu tidak tahu jika Alvaro memanfaatkan wanita itu.
Tapi saat wanita itu melangkag lebih jauh dengan menggoda Alvaro, keluarganya tidak tahu. Jadi jika sata ini Alvaro memutuskan hubungan kerjasama mereka, orang tuanya pasti akan menghukumnya sampai tak tersisa.
"Alvaro, tidak. Tuan.. Tuan muda Fernandez. Aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon. Mereka akan membunuhku jika anda melakukannya."
Wanita itu mencoba memohon pada Alvaro.
Didunia bisnis tidak ada yang tidak mengenal Alvaro yang sangat kejam dan berdarah dingin. Dia tidak akan mengampuni orang yang sudah menyinggung dan mencari masalah dengannya.
Dan Amoora, dia tidak akan melepaskan orang yang sudah membuatnya marah dan tidak nyaman dengan perkataan orang itu padanya.
Wanita ini telah menyinggung dua orang yang salah, tentu dia akan mendapatkan hadiah yang sangat baik dari dua orang ini (Amoora dan Alvaro).
__ADS_1