The Queen Psycho

The Queen Psycho
30


__ADS_3

Ini sudah hari ke empat dari hari pertemuan terakhir Amoora dan Alvaro di pesta pertunangan Clara, tapi dua orang ini belum berkomunikasi satu sama lain lagi.


Amoora sibuk dengan urusannya memberi pelajaran pada Bella, dan keluarga Steve. Sementara Alvaro sibuk dengan perusahaannya yang tidak lama lagi akan membuka cabang di kota XX.


Saat ini Amoora yang sedang melihat video yang dikirimkan oleh anak buahnya untuk mengikuti Bella dan Jack diruang kerjanya.


Didalam video itu Amoora melihat Jack masuk kedalam club malam yang biasa Bella datangi akhir-akhir ini, karena didalam club tidak diperbolehkan mengambil foto atau video, jadi anak buah Amoora hanya bisa mengambil video diluar club itu.


Selang 30 menit setelah Jack masuk kedalam Club, Amoora melihat di layar laptopnya Jack keluar sambil menggendong tubuh Bella yang kelihatannya sudah sangat mabuk.


Amoora tersenyum puas melihat rekaman video itu, dia yakin saat ini Jack pasti sudah mengetahui bagaimana kondisi tubuh Bella yang tidak lagi suci.


Bagi Jack yang selama ini sangat menyukai Bella pasti akan sangat terpukul dan kecewa, terlebih lagi jika dia mengetahui kalau yang membuat Bella seperti itu adalah Hanna dan Imanuel, orang tua Bella sendiri.


Keluarga kaya tentu akan mencari calon istri atau suami yang baik, dan tidak memiliki masa lalu yang memalukan. Sekarang Bella sudah tidak lagi suci ditambah dia sering keluar masuk club malam, juga pastinya sudah berpelukan dan berciuman dengan para pria didalam club itu. Tentu saja itu akan membuat keluarga Jack tidak akan menerima Bella dan keluarga Steve yang tega menjual putrinya sendiri demi bisnis.


"Awal yang bagus, aku ingin lihat setelah calon menantu yang kalian harapkan pergi meninggalkan kalian dan tidak akan lagi membantu urusan kalian. Apakah kalian masih bisa bertahan menjalani semuanya hingga akhir tahun ini?"


Sorot mata Amoora begitu tajam dan dingin, semua ingatan perlakuan keluarga Steve pada dirinya dan ibunya masih sangat melekat, dan dia tidak akan pernah mengampuni mereka sebelum mereka mendapatkan balasan dari Amoora.


Amoora mematikan laptopnya dan melihat foto yang berada diatas meja kerjanya.


"Ma, sebentar lagi kau akan melihat keluarga yang sudah membuat kita berpisah menderita, membayar semua yang sudah mereka lakukan pada kita."


Amoora menatap foto dirinya dan ibunya dengan mata berkaca-kaca.


Setelah beberapa saat, Amoora keluar dari ruang kerjanya. Dia akan memberi kejutan pada Imanuel dan juga pemegang saham di perusahaan milik Imanuel.


Amoora ingin semua orang yang memiliki saham di perusahaan itu tahu bagaimana cara pemimpin mereka membuat perusahaan yang tadinya hampir bangkrut menjadi stabil kembali.


"Albert, Lucas."


"Iya bos."Ucap Albert.


"Dimana Lucas?"


"Dia sedang melatih yang lainnya bos."


"Oke, kamu siapkan foto-foto Bella yang ada didalam hotel itu dan retas komputer perusahaan Imanuel Steve, biarkan para pemegang saham yang sedang berkumpul diruang rapat melihat foto-foto putri tersayangnya tidur bersama dengan seorang pria."


"Baik bos."


"Jangan lupa beri caption di foto itu "Cara tuan Imanuel Steve mempertahankan perusahaannya" Mereka pasti mengenal Bella, karena hampir disetiap pesta Imanuel akan membawa Bella untuk diperkenalkan pada para rekan bisnisnya."


"Aku mengerti bos."


"Untuk foto dan video yang lain, kamu sebarkan dua hari setelahnya dan biarkan semua foto dan video itu menjadi hot topik selama satu minggu."


"Siap bos. Aku sudah lama menantikan ini."


"Bagus, kalau begitu lakukan dengan baik dan bersih."

__ADS_1


"Tentu bos"


Albert langsung pergi ke kamarnya untuk melakukan tugas yang Amoora berikan.


"Mari kita lihat sekuat apa kalian bertahan."


Amoora mengepalkan kedua telapak tangannya.


**


Sementara itu Alvaro yang sibuk dengan berkas-berkas yang harus dia teliti tiba-tiba teringat perkataan Amoora ketika mereka berdua berada diatas tebing.


Setiap memikirkannya Alvaro selalu tidak mengerti ada apa dengan sikap Amoora saat itu.


Alvaro merasa ada sesuatu yang tidak dia ketahui, bahkan setelah dia meminta asisten dan sekertarisnya mencari tahu bagaimana kehidupan Amoora. Tapi hasilnya nihil.


"Apa yang kamu sembunyikan dariku Amoora, kenapa sangat sulit sekali mencari informasi tentang mu?"


Alvaro ingat jika sekarang Amoora sudah menjadi anggota keluarga Alexander.


"Benar, Lexi! Aku akan mencari tahu tentang dia dari Lexi. Aku yakin Lexi tahu semua tentang Amoora."


Ada sebuah harapan di wajah Alvaro, dia lalu meminta sekertarisnya untuk membuat janji temu dengan Lexi.


"Aku akan mengetahui rahasia apa yang kamu sembunyikan sehingga kamu tidak mau memberikan aku kesempatan tanpa memikirkannya lebih dulu."


Alvaro lalu kembali mengurusi berkas-berkas yang ada diatas meja kerjanya.


Sekarang dua orang pria tampan duduk berhadapan diruang kerja Alvaro.


"Aku tidak percaya kau tiba-tiba datang kesini tuan Alexander. Aku pikir kau sibuk, jadi aku meminta sekertaris ku untuk mengatur janji temu denganmu."


"Kita bukan baru kenal 1 atau dua bulan, aku tahu seperti apa dirimu tuan muda Fernandez terhormat."


"Hahaha baiklah. Jadi ada apa kesini?"


Lexi tiba-tiba menatap Alvaro dengan serius.


"Apa kau menyukai adikku?"


Alvaro kira dia akan kesulitan mengatakan itu pada Lexi karena mereka adalah teman lama, tapi setelah Lexi bertanya padanya,Alvaro mempunyai kesempatan untuk berbicara pada Lexi.


"Iya, aku menyukainya."


"Alvaro Fernandez, aku tahu bagaimana kehidupanmu. Mantan kekasih mu yang lebih dari 4 tahun lalu pergi meninggalkan mu, dan lebih dari dua tahun kau mencarinya bertunangan kemarin. Apa kau ingin menjadikan adikku pelampiasan?"


"Pelampiasan? Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?"


"Tentu saja, itu karena aku tidak ingin adikku terluka."


"Lexi, aku mungkin dulu sangat menyayangi Clara. Namun setelah dua tahun kepergiannya, aku sudah menyerah dan tidak ada lagi perasaan untuknya. Bahkan jauh sebelum dia kembali dan bertunangan, aku dan adik mu sudah bertemu. Walaupun pertemuan yang mempunyai banyak kejutan tak terduga."

__ADS_1


Lexi menatap Alvaro tidak percaya.


"Ayolah, kau sudah mengenalku sangat lama. Apa kau tidak bisa membedakan aku yang sedang menipumu atau tidak? Aku sungguh menyukai Amoora. Wanita pertama yang sudah membuatku melakukan banyak hal untuk mendapatkan semua informasi tentang dirinya."


Lexi mengerutkan dahinya mendengar Alvaro mencari informasi tentang adiknya.


"Kau mencari tahu tentang Amoora?"


Alvaro mengangguk "Tapi hasil yang aku dapat kurang memuaskan. Selain informasi keluarga Steve yang selalu memperlakukan Amoora dengan tidak baik, tempat kerja Amoora yang dulu dan sekarang menjadi adikmu. Aku tidak tahu lagi tentang dia."


"Jika kau tahu tentang siapa dia sebenarnya, apa kau akan menerimanya?"Tanya Lexi menyelidiki.


"Tentu saja. Aku sudah menyukai dia sejak pertama bertemu. Dia membuatku begitu tertarik dan penasaran. Wanita yang sangat misterius tapi cantik dan mempunyai sepasang mata yang indah."


"Aku akan memberitahu tentang dia padamu nanti ketika waktunya sudah tepat."


"Apa kau sungguh-sungguh?"


"Iya, aku ingin melihat dia bahagia. Sudah cukup rasa sakit yang dia rasakan selama ini."


Alvaro menatap Lexi, dan dia merasa jika Lexi sangat menyayangi Amoora seperti menyayangi Alice adik kandunganya sendiri.


"Kau tenang saja, aku pasti akan membuat Amoora bahagia bersamaku."


"Ck, apa kau pikir adikku akan merasa tertindas oleh aura mendominasi mu itu seperti wanita lain?"


"Apa maksudnya tertindas oleh auraku?"


"Hah, dasar kau ini. Hanya kau yang tidak sadar jika kau selalu menindas dan mengintimidasi orang lain dengn aura dinginmu."


"Itu tidak mungkin, justru kau yang terlihat begitu menakutkan."


Lexi menatap Alvaro dengan tajam, begitu juga dengan Alvaro yang membalas dengan tatapan tajam juga.


"Hah sudahlah, aku akan kembali. Aku sudah berjanji akan menemani Amoora."


"Apa kalian akan keluar?"


"Kau belum mempunyai hubungan apa-apa dengan adikku, jadi jangan bersikap posesif pada kehidupannya. Begitu juga setelah kalian bersama nanti."


"Aku hanya bertanya."


"Aku tahu apa yang ada didalam otakmu Alvaro Fernandez."


Alvaro hanya diam, sejak dulu dia memang tidak pernah bisa menang saat berdebat dengan Lexi. Selain karena Lexi lebih tua dua tahun dari dirinya, Lexi juga lebih unggul dalam hal perdebatan.


Lexi pernah menjadi juara 4 kali berturut-turut dalam ajang debat ketika mereka masih kuliah, jadi tidak heran jika Alvaro bukanlah lawannya.


Alvaro juga tahu tentang identitas Lexi yang menjadi ketua mafia didunia bawah ynag berkuasa, tapi dia tidak peduli karena menurutnya itu adalah kehidupan Lexi dan keluarganya.


Tetapi karena Amoora baru menjadi anggota keluarga Alexander, jadi Alvaro tidak tahu jika sebelum Amoora menjadi adik Lexi, dia sudah menjadi ketua mafia.

__ADS_1


__ADS_2