
Keluarga Steve kini benar-benar mengalami hal yang diluar dugaan mereka. Bukan hanya perusahaan yang terkena imbasnya, tapi Bella yang biasanya dijadikan ratu oleh teman-temannya kini menjadi bahan bullyan yang membuat dirinya tidak mau keluar dari kamar.
Di salah satu bar Imanuel Steve sedang duduk bersama seorang pengusaha yang cukup kaya dari negara tetangga,pengusaha itu ingin memberikan penawaran pada Imanuel.
"Tuan Steve, jangan gugup seperti itu. Ini adalah masalah yang sangat sering terjadi didalam dunia bisnis, dan aku juga sudah sering membantu mereka yang kesulitan seperti anda ini."
"Benar, anda benar tuan George."
"Jadi mari bersulang tuan."George mengangkat gelasnya yang berisi wine.
Dengan cepat Imanuel mengambil gelas didepannya dan ikut bersulang dengan George.
"Baiklah, katakan padaku tuan Steve. Apa yang akan aku dapatkan jika aku membantu mu?"
"Tuan George akan mendapatkan 10% saham dari perusahaan yang saya miliki."
"Hahahaha aku tidak kekuarangan uang atau saham tuan Steve."
"Ja...Jadi?"
"Begini, aku dengar jika tuan Steve mempunyai seorang anak perempuan yang cantik."
"Ma...Maksud tuan George?"
"Kau berikan anakmu padaku dan aku akan membantu semua masalah mu."
Imanuel tidak menyangka dengan apa yang George katakan. George ingin dia menyerahkan putri satu-satunya di keluarga Steve dengan dirinya yang berusia lebih dari 50 tahun.
"Bagaimana tuan Steve?"
"Ini... Saya harus membicarakan tentang hal ini dengan putri saya dulu tuan George."
"Baiklah kalau begitu. Tapi perlu tuan Steve tahu, jika perusahaan tuan Steve tidak bisa menunggu terlalu lama."
"Saya mengerti tuan George."
__ADS_1
George adalah laki-laki tua yang sangat menyukai wanita muda, sudah banyak anak atau keponakan dari para pengusaha yang menjadi korbannya. Hanya dengan uang beberapa ratus juta dia bisa menikmati tubuh perempuan yang dia inginkan, bahkan tidak sedikit dia menikmati keperawanan anak perempuan yang dilemparkan oleh orang tuanya demi bisnis.
Tapi banyak juga perempuan yang mau dengan suka rela tidur dengan George asalkan mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Baiklah tuan Steve, saya harus menemui teman wanita saya. Jadi saya tidak bisa menemani anda lagi."
"Baik tuan George silahkan."
George dengan sombong berdiri dan berjalan keluar meninggalkan Steve sendirian dengan pikirannya yang kacau.
"Menyerahkan anak perempuan ku untuk pria yang usianya hanya berselisih tiga tahun lebih muda dari ku dan suka bermain dengan banyak wanita, bukankah sama saja seperti mendorong anakku sendiri kedalam kobaran api?"Gumam Imanuel.
Usia George hanya 3 tahun lebih muda dari Imanuel, tapi tubuhnya masih begitu kekar dan bahkan wajahnya masih terlihat muda. Jadi tentu saja banyak wanita yang nekat naik ke ranjang George demi harta.
Imanuel diam, dia tengah memikirkan cara agar dia tidak perlu mneyerahkan Bella pada George, si pria tua mesum.
"Aku akan membicarakan ini dengan Hana, aku yakin dia bisa memberiku saran."
Imanuel lalu bergegas pergi dari bar itu untuk kembali kerumah.
Sementara itu di mansion Amoora, dua orang yang baru kemarin bergabung ditempatnya sudah mulai terbiasa dengan anggota Dark Angel yang lain.
"Bagaimana dengan hasil yang aku inginkan?"Tanya Amoora pada Lucas, salah satu anak buah yang Amoora percayai.
"Sudah bos."
"Lalu?"
"Kemarin aku dan Albert mencoba mencaritahu tentang paman kedua anak itu. Ternyata dia itu adalah orang yang sering melakukan jual beli anak perempuan di pasar gelap. Dan kemungkinan karena tidak mendapat korban, dia lalu membawa mereka berdua untuk dijual."
"Lalu apa di mencari keberadaan dua anak itu?"
"Sepertinya tidak bos, karena saat kami berpura-pura butuh anak perempuan dia bilang akan memberikannya sekitar dua hari lagi."
"Dua hari lagi?"
__ADS_1
"Benar bos, orang itu tidak ada mengungkit perihal mereka berdua dan juga kami sudah mencari-cari diberita kehilangan di beberapa media, tapi tidak ada laporan mereka kehilangan dua orang anak."
Amoora mengangguk "Baiklah, besok aku akan merencanakan sesuatu dengan kak Lexi untuk menangkap mereka."
"Baik bos."
Walaupun sekarang Amoora sudah menjadi seorang ketua mafia, tapi dia tetap tidak menyukai orang yang memperjual belikan manusia. Terlebih yang di perjual belikan adalah anak-anak.
Bagi Amoora bukan masalah apakah dia akan dibilang sok menjadi pahlawan didunia bawah atau orang yang tidak mengikuti aturan dunia bawah.
Tapi ini menyangkut bagaimana dia sebagai manusia. Dia akan bertindak dan membalas 100x lipat jika ada orang yang berbuat jahat padanya, dan tidak segan-segan mematahkan kaki mereka. Namun jika ada orang yang melakukan sebuah kejahatan yang dimana korbannya itu tidak bersalah, Amoora akan bertindak dengan diam-diam untuk menghancurkan orang itu.
(Mafia berhati malaikat ðŸ¤)
Amoora kembali masuk kedalam mansion, dia tidak sengaja melihat sebuah berita di televisi saat dia akan ke kamar.
"Perusahaan milik salah satu keluarga kaya akan hancur? Benarkah?"
Itu adalah judul berita yang tertulis di layar televisi saat ini. Amoora melihat sebuah gedung perusahaan yang sangat dia kenal sedang menjadi sorotan saat ini.
Amoora tersenyum penuh arti melihat berita itu. Sekarang dia tidak lagi peduli dengan apa yang akan terjadi dengan perusahaan itu, karena hancur atau tidaknya perusahaan juga keluarga Steve sepertinya sudah berada didalam genggaman tangannya.
'drrrtttt'
Ponsel Amoora bergetar, dia melihat layar pipihnya dan membuka sebuah pesan singkat dari seseorang.
"Nona Alexander, yang anda inginkan sudah saya lakukan. Sekarang kita hanya tinggal menunggu Imanuel Steve mengambil keputusan. Tapi saya ingin bertanya, apakah saya benar-benar bisa mendapatkan putri dari Imanuel Steve?" (isi pesan)
Amoora menyeringai setelah membaca pesan itu, lalu dia membalas pesan tadi dengan cepat.
"Tentu tuan, dia adalah putri tuan Steve satu-satunya. Pastikan anda melayaninya dengan memuaskan, karena dia pasti akan suka selama anda memberikan barang-barang yang dia inginkan." (balasan dari Amoora)
Setelah membalas pesan itu Amoora memasukkan kembali ponselnya pada saku jaket yang dia pakai.
"Bella, lebih baik kamu persiapkan dirimu dengan baik untuk tuan George, dan kau ayahku tercinta. Aku ingin lihat seberapa berharganya putri tersayang mu itu."
__ADS_1
Hati Amoora seolah sudah menjadi dingin terhadap keluarga Steve. Dia sudah menganggap keluarga itu adalah keluarga nomor satu yang harus dihancurkan, karena selain sudah membuat ibunya meninggal. Imanuel yang sudah lama berselingkuh tidak merasa bersalah pada ibunya, dia justru merasa senang karena ibunya meninggal.
Sekarang dengan status barunya yang menjadi anggota keluarga Alexander dan dengan kepandaiannya di bidang komputer juga menguasai berbagai bahasa membuatnya semakin mudah untuk menghancurkan keluarga itu sampai tak bisa untuk berdiri lagi.