The Queen Psycho

The Queen Psycho
20


__ADS_3

Alvaro saat ini tengah berada diluar negri untuk bertemu dengan beberapa rekan bisnisnya.


Kali ini Alvaro membawa asisten pribadinya yang sangat dia percayai, karena dia tidak bisa membawa sekertarisnya.


"Tuan muda, sarapan sudah siap."Ucap Daniel, asisten pribadinya.


Alvaro beranjak dari tempat duduknya lalu pergi keruang makan.


Di luar negeri Alvaro tinggal di sebuah apartment yang sudah disediakan oleh rekan bisnisnya.


Alvaro duduk dan menyesap kopi hitam paginya.


"Apa jadwal hari ini?"Tanya Alvaro.


"Jam 10 ada pertemuan dengan tuan Gilberto sampai jam 1 siang. Lalu jam 3.30 ada pertemuan dengan tuan Charles dan putrinya."


Alvaro menghentikan aktivitas makannya.


"Putri Charles?"


"Benar tuan muda."


"Aku tidak ingat harus bertemu dengannya."


"Tuan Charles meminta perubahan pertemuan. Karena tuan Charles berkata, dia akan membawa putrinya untuk dikenalkan dengan anda."


"Cih, satu lagi keluarga yang ingin melemparkan putrinya padaku. Mereka pikir dengan seperti itu aku akan senang dan bersikap lunak pada mereka."


"Lalu bagaimana tuan muda?"


"Katakan pada Charles, jika pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan aku dan putrinya. Lebih baik tidak perlu lagi dilanjutkan, aku bisa memberikan kesempatan kerjasama ini dengan perusahaan yang lain."


"Baik tuan muda."


Daniel pergi meninggalkan Alvaro untuk menghubungi Charles dan mengatakan apa yang Alvaro katakan tadi.


Selama ini Alvaro tidak pernah suka dengan cara mereka yang demi meningkatkan status menggunakan putri mereka.


Mereka berpikir jika selama ini Alvaro tidak pernah terlihat membawa pasangan karena tengah mencari wanita yang cocok, dan mengira putri mereka adalah wanita yang Alvaro inginkan.


(Alvaro : Author, tidak bisakah kau langsung menyatukan aku dengan Amoora? Agar mereka tahu siapa pasangan ku."


Author : Kau saja belum tahu bagaimana perasaan mu terhadap Amoora!


Alvaro : .........)


Setelah selesai sarapan Alvaro kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap, karena dia akan menemui tuan Gilberto.


15 menit kemudian Alvaro keluar dari kamar dengan pakian formalnya.


"Tuan muda, semua sudah siap."


"Em. Kau sudah bilang pada Charles?"


"Sudah tuan muda. Tuan Charles berkata jika dia tidak akan membawa putrinya dalam pertemuan ini, dan dia juga meminta maaf kepada anda."


"Bagus."


Daniel membukakan pintu saat Alvaro berjalan menuju pintu apartment.


Mereka berdua berjalan melewati beberapa kamar apartment lalu masuk kedalam lift yang sudah terbuka.

__ADS_1


Didalam lift Alvaro berbicara sesuatu dengan Daniel.


'Ting'


Lift terbuka, Alvaro dan Daniel berjalan melewati meja lobi dan terus berjalan menuju pintu masuk utama gedung apartment itu.


Didepan gedung apartment sudah ada seorang supir yang berdiri didepan mobil menunggu Alvaro dan Daniel datang.


"Selamat pagi tuan muda."Ucap sang supir.


Supir itu lalu membukakan pintu mobil untuk Alvaro.


Alvaro masuk kedalam mobil lalu di susul dengan Daniel yang duduk dikursi depan bersama dengan supir.


Perlahan mobil melaju melewati jalanan kota.


"Daniel, berikan laporan hari ini."


"Baik tuan muda."


Daniel membuka sebuah file yang ada didalam tab yang dia bawa lalu memberikan tab itu pada Alvaro.


"Silahkan tuan muda."


Alvaro menerima tab itu lalu memeriksa laporan yang ada pada layar pipih yang cukup lebar ditangannya itu.


Beberapa saat kemudian Alvaro mengembalikan tab itu pada Daniel tanpa mengatakan apapun.


Di sepanjang jalan Alvaro melihat keluar jendela, ini adalah kali keempat dia datang ke negara itu.


"Apa taman itu di perbesar?"Tanya Alvaro pada supirnya.


"Benar tuan muda. 4 bulan yang lalu taman itu baru selesai diperbesar."


Selama Alvaro di negara itu, dia memilih seorang supir pribadi sendiri dan itu adalah supir yang saat ini tengah membawanya ke tempat pertemuan.


Sampai disebuah restoran keluarga bergaya barat mobil berhenti.


Sang supir turun lalu membantu Alvaro membukakan pintu mobil.


Alvaro turun dengan gaya khasnya yang sangat mempesona namun tetap memancarkan aura kewibawaan.


Daniel berjalan lebih dulu masuk kedalam restoran untuk membawa Alvaro ke sebuah ruang VIP yang ada di restoran itu.


Alvaro dan Daniel masuk kesebuah ruangan yang cukup luas yang berada dilantai 3.


"Silahkan tuan muda."


Alvaro duduk di salah satu kursi, sementara Daniel berdiri disampingnya.


Tidak lama kemudian pintu terbuka dan terdengar suara langkah kaki dari arah pintu.


"Selamat pagi tuan Fernandez."Ucap Gilberto sambil mengulurkan tangannya.


"Selamat pagi tuan Gilberto."Alvaro menyambut tangan Gilberto.


"Silahkan tuan Fernandez."


Alvaro kembali duduk.


Gilberto kemudian ikut duduk tepat didepan kursi yang Alvaro duduki.

__ADS_1


"Bagaimana kabar tuan dan keluarga?"Tanya Gilberto.


"Semua baik tuan."


"Syukurlah kalau begitu."


"Iya."


"Jadi bagaimana kelanjutannya tuan?"Ucap Gilberto.


"Daniel."


Daniel mengangguk lalu memberikan beberapa berkas pada Gilberto.


Gilberto membaca berkas-berkas itu lalu tersenyum.


"Anda memang luar biasa, saya senang bekerja sama dengan anda. Memang tidak diragukan dari penerus keluarga Fernandez."


"Ya selama semuanya lancar dan tidak terjadi hal yang tidak saya inginkan tuan Gilberto."


Gilberto tahu maksud dari ucapan Alvaro.


"Tentu, tentu saja tuan. Saya pastikan semuanya lancar dan sesuai dengan perjanjian kerjasama kita."


"Itu bagus."


Alvaro dan Gilberto larut dalam sebuah pembicaraan mengenai bisnis yang mereka jalani.


'tok tok tok'


Setelah beberapa kali ketukan, pintu terbuka. Beberapa pelayan membawakan makanan yang ternyata sudah Gilberto pesan sebelum masuk kedalam ruangan 2 jam yang lalu.


Dua pelayan meletakkan beberapa makanan di meja, mereka juga membawakan makanan untuk Daniel dan sekertaris Gilberto yang sejak tadi duduk di kursi tidak jauh dari Alvaro dan Gilberto.


"Silahkan tuan, maaf saya tidak tahu makanan yang anda sukai. Jadi saya memesan menu spesial restoran ini."


"Tidak apa-apa tuan."


Alvaro dan Gilberto juga Daniel dan sekertaris Gilberto memakan makan siang mereka di meja mereka masing-masing.


(Didalam ruangan ada dua set kursi, satu set di duduki oleh Alvaro dan Gilberto dan satu set lainnya di duduki oleh Daniel dan sekertaris Gilberto)


Setelah selesai makan siang, mereka kembali membicarakan kesepakatan terakhir dari kerjasama perusahaan.


"Baik tuan Fernandez, saya benar-benar puas dan senang karena kerjasama kita berlanjut."


"Saya juga senang tuan Gilberto."


Alvaro dan Gilberto berjabat tangan.


"Baiklah kalau begitu saya harus kembali."Ucap Alvaro.


"Tentu tuan, terima kasih banyak."


"Sama-sama."


Alvaro dan Daniel keluar dari ruang VIP diantar oleh Gilberto dan sekertarisnya sampai pintu.


Didepan restoran, supirnya sudah siap membawa Alvaro kembali menjelajahi jalanan salah satu kota di negara itu.


"Kita kembali ke apartment, jam setengah tiga kita pergi menemui Charles."

__ADS_1


"Baik tuan muda."Ucap Daniel dan supir.


Pagi ini Alvaro dibuat sedikit kesal oleh Charles, dia ingin membuat Charles menunggu sedikit lebih lama. Itu semua agar Charles tahu, jika bisnis bukanlah alat untuk dijadikan transaksi pendekatan dua keluarga.


__ADS_2