The Queen Psycho

The Queen Psycho
12


__ADS_3

Malam harinya pesta perayaan akan kelahiran kelompok mafia baru "Dark Angel" akan segera di mulai.


Para tamu undangan yang kebanyakan dari kalangan dunia bawah hadir, tidak terkecuali ketua mafia yang sangat menyukai Lexi. Letta.


Ya, Amoora bukanlah wanita satu-satunya yang terjun didunia bawah. Masih ada Letta, Sonia dan Carlote. Mereka adalah tiga orang ketua mafia yang cukup di segani oleh kelompok mafia lainnya.


Hanya sayangnya Lexi tidak menyukai Letta, walaupun Letta sudah sering berkata jika dia menyukai Lexi. Tapi dimata Lexi, Letta hanyalah salah satu dari wanita yang menginginkan kekayaannya saja.


Alice bahkan tidak menyukai Letta yang sudah sangat berusaha baik padanya.


Alice bilang kalau Letta hanya berpura-pura, dia sangat tahu bagaimana sifat orang yang suka berpura-pura.


"Apa tidak lelah terus berpura-pura seperti itu. Kalau aku mungkin memerlukan perawatan wajah jangka panjang karena wajah ku akan penuh kerutan."Kata Alice.


Daripada Letta yang selalu hidup dalam kepura-puraannya itu Lexi lebih menyukai Carlote. Walaupun dia terlihat sangat angkuh dan dingin, tapi dia adalah wanita yang hangat dan tidak menyukai orang-orang yang penuh dengan muslihat.


"Sudah sangat lama keluarga Alexander tidak membuat pesta. Kali ini pesta yang diadakan cukup mewah."Ucap salah seorang tamu.


"Aku dengar tuan Alexander akan memperkenalkan adik angkatnya dan juga kelompok mafia yang adiknya dirikan."Ucap tamu yang lain.


"Sepertinya akan semakin besar dan berkuasa keluarga Alexander didunia bawah dan didunia atas."


"Ya kau benar. Tapi selama kita tidak menyinggung mereka, kita akan baik-baik saja. Kau tahu bukan bagaimana tuan Alexander itu?"


"Iya benar."


Hampir semua tamu undangan datang kerumah besar Alexander yang biasa Lexi pakai untuk acara pesta atau pertemuan orang-orang dunia bawah.


Dua mobil berhenti didepan rumah yang megah itu, dan turun seorang laki-laki dengan paras yang begitu tampan namun memancarkan aura yang kuat. Disamping laki-laki itu berdiri dengan anggun dan tatapan yang tegas seorang wanita pemilik mata coklat yang indah.


Semua mata para tamu undangan terpaku pada dua orang itu, tidak terkecuali dengan Letta yang mungkin tengah menahan emosinya.


"S*alan siapa wanita itu, berani sekali mendampingi Lexi."Ucap Letta dengan geram.


"Kau benar-benar tidak tahu? Sebenarnya seberapa besar rasa suka mu pada dia, bahkan adik angkat yang akan diperkenalkan saja kau tidak tahu."Celetuk Sonia dengan nada meremehkan.


Mendengar itu Letta mengeratkan giginya. Sonia dan Letta selalu bersikap tegang padanya ketika mereka bertemu, itu karena Sonia tidak suka pada Letta yang selalu memanfaatkan ketua mafia lain dengan kemolekan tubuhnya.


Benar-benar tidak pantas menjadi seorang mafia, dia lebih pantas menjadi seorang wanita penghibur. Itu yang selalu Sonia katakan dalam hati ketika melihat Letta mencoba menjilat ketua mafia lain.


Lexi dan Amoora masuk kedalam ruang pesta bersama-sama. Mereka terlihat sangat serasi, bahkan tidak sedikit yang berkata jika sangat disayangkan karena mereka ditakdirkan bukan menjadi sepasang kekasih.


Berjalan melewati para tamu undangan, Lexi membawa Amoora naik keatas panggung yang tidak begitu tinggi.


"Selamat malam semuanya, terima kasih karena kalian sudah datang kesini."Ucap Lexi.


Lexi menatap Amoora dan tersenyum tipis.


"Malam ini aku akan memberitahukan kepada kalian semua, bahwa dibawah nama keluarga Alexander akan lahir satu kelompok mafia baru dengan nama "Dark Angel" dan juga aku ingin memperkenalkan adikku yang cukup cantik namun memiliki tempramen yang tidak jauh berbeda denganku. Dia adalah Amoora Alexander. Dialah ketua dari Dark Angel."


Tepuk tangan para tamu undangan sangat riuh memenuhi ruang pesta itu.


"Aku tidak akan segan untuk mematahkan leher siapapun yang berani menyentuh adik ku atau berurusan dengan Dark Angel. Jadi untuk ke depannya, kalian bisa bekerja sama dengan Dark Angel seperti kalian bekerja sama dengan Gold Lion."


Kembali tepuk tangan para tamu terdengar.


Kini Lexi menyerahkan mic pada Amoora.


Amoora dengan tatapan yang begitu tegas dan tajam namun terlihat begitu mempesona menatap para tamu undangan.

__ADS_1


"Selamat malam, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih untuk kedatangan kalian. Seperti yang kalian tahu saya adalah Amoora Alexander, adik angkat Lexi Alexander dan juga ketua dari Dark Angel. Saya harap kalian bisa menerima saya dan Dark Angel ditengah-tengah kalian semua. Terima kasih."


Selesai mengatakan kata sambutan yang cukup padat, Lexi membawa Amoora turun dari panggung.


"Baiklah, selamat menikmati pesta malam ini."Ucap Lexi pada para tamu undangan sambil mengangkat gelas berisi wine keatas.


Para tamu undangan pun mengangkat gelas mereka masing-masing pertanda menyetujui ucapan Lexi.


Malam perayaan pun dimulai. Suara musik mengalun diudara menemani semua orang yang ada disana.


"Kak Lexi."Suara yang lembut memanggil Lexi.


Amoora menatap wanita yang memanggil Lexi. Wanita itu memakai gaun berwarna merah yang dipadukan dengan sarung tangan panjang berwarna hitam.


Riasan yang begitu cantik namun terkesan centil dimata Amoora.


"Kakak, apakah di wanita yang bernama Letta?"Bisik Amoora.


Lexi hanya mengangguk.


"Pantas Alice tidak menyukainya."


"Jangankan Alice, aku juga tidak menyukainya."


"Oh aku kira kakak sangat suka."


Lexi melotot pada Amoora, dan di tanggapi oleh senyum lebar dari Amoora.


Sementara Letta merasa sangat kesal karena Lexi menghiraukan dirinya.


"Kak Lexi, apa aku bisa berbicara sebentar denganmu?"Tanya Letta dengan lembut.


"Katakan saja, aku perlu menyapa ketua yang lain."Ucap Lexi acuh.


Lexi menatap Letta dengan tajam. Dia sangat tidak suka mendapat bantahan dari siapapun.


Mendapatkan tatapan yang cukup mengerikan Letta mundur beberapa langkah.


"Ba.. Baiklah mungkin kak Lexi sibuk. A.. Aku tidak akan menganggu."


Letta pun berbalik dan berjalan meninggalkan Lexi. Disampingnya, Amoora tengah menahan tawanya.


"Jangan tertawa lagi. Ayo aku kenalkan kamu dengan para ketua dan anak buah kepercayaan mereka."


"Iya kak."


Amoora mendapat banyak pengalaman dari cerita para ketua mafia dan juga orang kepercayaan dari para ketua malam ini.


Bukan hanya pengalaman tapi dia juga mendapat teman baru dari beberapa mafia disana termasuk Sofia dan Carlote, yang memang merasa baik-baik saja berteman dengan Amoora.


Waktu terus berjalan tanpa disadari oleh mereka.


"Baiklah karena tamu undangan satu persatu sudah mulai pulang, maka kami juga harus pulang."Ucap Sofia.


"Terima kasih sudah datang."


"Tidak masalah, lagipula tuan Alexander juga teman kami."Ucap Carlote.


Amoora masih sedikit tidak mengerti kenapa hanya Carlote yang memnggil Lexi dengan nama keluarga. Yang dia tahu sesama ketua mafia, mereka bisa langsung memanggil nama,tanpa nama keluarga.

__ADS_1


"Iya. Datanglah ketempatku jika kalian ada waktu."


"Tentu saja, kami juga ingin melihat markasmu."


Amoora mengangguk.


Sofia dan Carlote meninggalkan ruang pesta, dan sekarang Amoora berdiri didepan meja kue.


"Selamat malam nona Amoora."


Amoora menoleh dan melihat Letta ada disana.


"Selamat malam juga nona..."


"Ah maaf aku belum memperkenal diri. Nama ku Letta Johnson. Kau bisa memanggilku Letta, seperti kak Lexi memanggilku."


"Baiklah. Tapi ada apa nona Letta mencariku?"


"Aku adalah calon istri kakakmu. Jadi kau juga bisa memanggilku kakak ipar kedepannya."


"Maaf, tapi kak Lexi belum memperkenalkan mu sebagai calon istrinya kepadaku, entah itu secara resmi atau bukan."


"Tidak lama lagi dia akan melakukannya. Jadi kau harus menurutiku."


Amoora berjalan mendekati Letta.


"Aku mungkin baru didunia bawah. Tapi bukan berarti aku bisa dengan mudah dibodohi dan di perintah oleh orang lain."Ucap Amoora dengan nada penuh tekanan.


"Kau!"


"Ah satu lagi nona Letta. Kakakku tidak pernah menyukai wanita seperti mu, yang menggunakan pakaian seperti..."


Amoora menyunggingkan senyumannya, senyuman penuh arti yang pastinya tidak baik untuk Letta.


"Kau bukanlah adik kandung kak Lexi, beraninya kau mengatakan itu padaku. Aku akan lihat apa kau...."


"Kau apa?"


Amoora dan Letta menoleh kesamping. Mata Letta terbuka lebar melihat Lexi berdiri dengan tatapan tajamnya.


"Kk...Kak Lexi."


"Letta Johnson, sejak kapan aku berkata kalau kau akan menjadi calon istriku, dan bahkan aku tidak tahu jika kita begitu dekat sampai kau dengan tanpa malu mengatakan hal itu pada adikku."


"Bu...Bukan begitu kak Lexi. Aku... Aku menyukaimu, aku ingin..."


"Jadi jika kau menyukaiku maka aku juga harus menyukaimu? Kalau begitu maka aku akan punya satu atau dua lusin calon istri di dunia ini."


Letta terkejut tak menyangka Lexi akan mengatakan itu padanya, terlebih didepan Amoora.


Tangan Letta mengepal dengan erat, dia menatap Amoora dengan tajam.


"Aku tidak akan menyerah, aku akan membuat kak Lexi menjadi milikku."


Dengan cepat Letta pergi meninggalkan Amoora dan Lexi yang tidak menganggapi ucapan Letta.


"Kau tidak apa-apa?"


"Iya kak."

__ADS_1


"Baiklah, kita pulang sekarang. Akan ada orang yang membersihkan ini semua."


Amoora mengangguk dan mengikuti kakaknya.


__ADS_2