
Siang ini sesuai dengan rencana, setelah semua pekerjaan Amoora selesai dia akan mencari sebuah mansion yang letaknya cukup jauh dari perkotaan.
Dia tidak ingin markas barunya dekat dengan bangunan lain, karena itu akan membuat beberapa orang merasa tidak nyaman dan juga anak buah Amoora tidak begitu leluasa saat berlatih.
Sudah ada beberapa mansion yang di rekomendasikan oleh Lexi, mansion yang menurut Lexi cocok untuk markas baru Amoora.
Dengan serius Amoora melihat mansion-mansion itu, dia harus memilih mansion yang benar-benar cocok untuk markas baru mereka nanti.
"Hmm yang mana ya?"Gumam Amoora.
'ting'
Sebuah notifikasi ponselnya berbunyi.
Amoora menggeser benda pipih itu dan melihat sebuah foto mansion yang dikirim oleh Lexi padanya.
...Foto mansion bagian belakang...
...Foto mansion bagian depan...
Amoora mengamati dua foto mansion yang ada di layar ponselnya.
"Sepertinya ini lebih bagus, aku bisa membuat tempat pelatihan di bukit itu."Ucap Amoora.
Amoora akhirnya memutuskan untuk mendatangi kantor agensi mansion yang dikirim oleh Lexi,setelah pulang kerja nanti.
Setelah yakin untuk membeli mansion itu, Amoora memasukkan ponselnya kedalam tas dan mulai kembali pekerjaannya.
Selesai merangkum dokumen yang harus di tanda tangani oleh atasannya, Amoora memasukkan dokumen itu ke sebuah map lalu membawanya ke ruang kerja Ricard.
"Amoora."Inggrid memanggil ketika Amoora melewati tempat kerjanya.
"Hai, apa bos ada didalam?"
"Kau terlambat, direktur sudah keluar sekitar 10 menit yang lalu."
"Oh astaga. Baiklah kalau begitu dokumen ini aku serahkan padamu agar besok pagi kau bisa memberikannya pada bos."
"Bukankah besok kau bisa memberikannya sendiri?"
Amoora menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"No no no, besok aku cuti. Karena itu aku menyelesaikan semua pekerjaan hari ini."
"Enaknya."
"Hahaha, kau mintalah juga pada bos."
"Huh kau tahu bagaimana dia? Tanpa aku sehari saja, dia akan kelabakan mengurusi pekerjaannya."
"Hahaha benar."
"Yasudahlah besok aku akan memberikan dokumen ini pada direktur."
"Terima kasih cantik."
"Ah, andai saja setiap hari kau berkata manis seperti ini. Pasti sudah banyak laki-laki yang mengantri dari sini sampai ujung sana."
"Wah sungguh? Hahaha."
Mereka tertawa bersama seperti biasa.
"Sudahlah aku mau pulang, semua tugas sudah selesai. Ingat untuk berhati-hati saat pulang nanti."Ucap Amoora.
"Oke."
Amoora pergi meninggalkan Ingrid, dia langusng menuju lantai bawah tanah dimana mobilnya terparkir dengan lift.
__ADS_1
Tujuan utama Amoora setelah keluar dengan mobilnya dari tempat parkir adalah kantor agenci jual/beli bangunan (mansion, apartment, rumah, vila, bungalow, dll).
Amoora mengendarai mobilnya membelah jalanan kota yang masih terlihat lenggang, karena jam pulang kerja masih 30 menit lagi.
Dengan cepat Amoora melaju di jalan raya.
10 menit kemudian Amoora sampai didepan kantor agenci jual/beli mansion. Dia melihat alamat yang di berikan oleh Lexi dan memastikan tempat yang dituju benar.
Setelah memastikan jika itu adalah tempatnya, Amoora turun dari mobil.
Amoora melihat sekeliling kantor agenci itu, tampak begitu ramai karena banyak toko yang ada disekitar kantor agenci itu.
Amoora melangkah menuju kantor agenci dengan sepatu kerjanya.
Dia membuka pintu kantor agenci itu, udara sekuk langsumg menyerbu tubuhnya yang tadi sempat merasa panas diluar.
"Selamat datang nona, ada yang bisa saya bantu."Sapa seorang pegawai kantor dengan ramah.
"Selamat siang, maaf saya ingin bertanya. Apakah mansion ini sudah terjual?"
Amoora menunjukan foto mansion yang ada di ponselnya.
"Belum nona, apakah nona tertarik dengn mansion itu?"
"Iya saya tertarik."
"Kalau begitu mari kita ke ruang sebelah, saya akan menjelaskan lokasi dan bagian-bagian dari mansion tersebut kepada nona."
"Tentu, terima kasih."
Pegawai tadi berjalan ke ruangan yang dia katakan tadi, di ikuti oleh Amoora.
Setelah masuk kedalam ruangan, Amoora di persilahkan duduk disebuah kursi. Sementada pegawai itu mengambil sebuah map didalam lemari.
"Baik nona, ini adalah foto dari bagian-bagian mansion tadi."
Pegawai itu memberikan sebuah map berisi foto-foto bagian dari mansion itu, entah itu bagian luar maupun dalam.
"Mansion ini mempunyai 25 kamar di lantai bawah dan 22 di lantai atas. Mansion ini juga mempunyai dua ruang gym yang cukup luas satu berada dilantai atas dan satu di lantai bawah, ada dua kolam renang, dau buah paviliun di belakang mansion, ruang bawah tanah yang cukup besar, dapat di pakai untuk menyimpan wine sebanyak 30 rak, dan tentu saja memiliki halaman yang sangat luas."
Amoora mengangguk mengerti.
"Tempat ini cocok untuk markas sekaligus tempat berlatih mereka. Kamar yang tersedia juga cukup banyak. Tinggal aku membuat dua bagunan lagi untuk latihan menembak dan yang lainnya.
"Bagaimana nona? Saya sudah menjelaskan detailnya kepada anda."
Amoora mengangguk "Sangat menarik, saya ingin membeli mansion ini."
"Baiklah kalau begitu, saya akan menyiapkan dokumen jual beli untuk anda tanda tangani."
"Iya silahkan."
Pegawai itu keluar dari ruangn itu, membiarkan Amoora kembali melihat-lihat foto mansion itu.
"Setelah ini aku harus ke tempat lain untuk membeli barang-barang lainnya."Ucap Amoora.
Mansion itu memang bagus dan terletak didalam hutan, tapi mansion itu masih hanya sebuah bangunan mewah tanpa barang-barang didalamnya.
Tidak lama pegawai itu masuk kembali kedalam ruangan sambil membawa dokumen ditangannya.
"Ini adalah dokumen jual beli mansion yang anda inginkan nona."Ucap pegawai kantor sambil memberikan sebuah dokumen pada Amoora.
Amoora menerima dan membuka dokumen itu lalu membaca dengan serius isi dari dokumen itu.
"Bukankah harganya lebih dari ini?"
"Oh iya anda benar, tapi karena mansion itu sudah lebih dari 6 bulan tidak di huni. Jadi pemilik mansion sebelumnya memberikan potongan harga untuk orang yang membeli mansionnya."
"Apa ada kerusakan atau yang lainnya?"
"Tidak ada nona, itu semua pemilik mansion yang menurunkan harganya karena dia sangat membutuhkan uang. Kami juga tidak pernah menerima rumah, vila, apartment atau mansion yng bermasalah. Jadi anda tidak perlu khawatir."
__ADS_1
Amoora mengangguk.
"Luas keseluruhan hampir satu hektar, termasuk bukit yang ada disamping mansion."
"Benar nona, banyak yang ingin membeli mansion ini. Tapi karena harga jual sebelumnya sangat tinggi, jadi pemilik menurunkan harganya."
"Hmm seperti itu."
"Benar nona, kami akan melakukan pemeriksaan kembali pada mansion besok pagi, agar anda merasa nyaman tinggal disana."
"Baiklah kalau begitu, terima kasih."
Amoora mentransfer uang untuk membayar mansion mewah itu ke nomor rekening kantor agenci itu.
Setelah itu Amoora menandatangani surat perjanjian jual beli mansion.
"Baik nona, satu minggu kemudian anda bisa mengambil surat tanah kepemilikan milik anda atas mansion itu."
"Iya, baiklah."
"Terima kasih banyak nona."Pegawai tadi mengulurkan tangannya.
"Sama-sama."Amoora menerima uluran tangan pegawai itu sebagai tanda interaksi jual beli telah berhasil.
Amoora memasukkan dokumen jual beli kedalam tasnya lalu keluar dari kantor agenci itu.
"Oke, sekarang ke tempat lainnya."
Amoora berjalan ke mobil dan naik kedalam.
Dengan santai Amoora melajukan mobilnya menuju toko untuk barang-barang mansion barunya.
'dddrrrrrrttttt ddrrrrrrrtttt'
Ponsel Amoora bergetar kencang didalam tas. Dengan hati-hati Amoora menepikan mobilnya ke bahu jalan sebelum di mengambil ponselnya.
Amoora mengambil ponselnya dan melihat nama "Lexi" di layar depan benda pipih itu.
"Halo."
"Bagaimana? Kamu sudah memilih mansion mana yang ingin kamu beli?"Tanya Lexi di seberang.
"Aku baru saja membeli mansionnya."
"Oh benarkah? Yang mana?"
"Foto mansion yang terakhir kau kirimkan."
"Sudah ku duga kau pasti akan menyukainya. Selain tempat yang bagus, mansion itu juga cukup besar untuk di tinggali anak buah mu."
"Ya kalaupun tidak cukup, aku bisa membangun sebuah bangunan besar dengan dua lantai disamping mansion."
"Baiklah, jika butuh sesuatu katakan saja."
"Iya, ngomong-ngomong apa Alice masih di asrama?"
"Iya, mungkin minggu depan baru kembali."
"Oke, nanti aku akan kesana."
"Itu terdengar cukup bagus."
"Baiklah kalau begitu, aku masih harus pergi ke tempat lain untuk membeli banyak barang."
"Iya."
Sambungan telefon terputus, setelah itu Amoora memasukkan ponselnya kedalam tas,dan kembali melajukan mobilnya.
Hari ini merupakan hari yang cukup sibuk bagi Amoora, dan ini akan menjadi hari di mulainya kehidupan Amoora yang baru.
(Alice adalah nama adik Lexi yang telah diselamatkan oleh Amoora saat akan di lecehkan oleh sekelompok laki-laki)
__ADS_1