The Queen Psycho

The Queen Psycho
67


__ADS_3

Hari ini entah ada angin apa, Alvaro yang biasanya akan datang jika dia ada waktu luang saat ini sudah berada di mansion Amoora. Dan tanpa memberitahu Amoora terlebih dulu, dia datang membawa satu buket mawar.


Amoora yang baru saja keluar dari dalam kamarnya terkejut melihat Alvaro sudah duduk di ruang tv dengan buket bunga diatas meja.


"Alvaro, ada apa kau kesini pagi-pagi?"


Alvaro menatap Amoora, dia mengambil buket bunga dan berjalan menghampiri Amoora.


"Selamat pagi sayang."


Amoora menerima buket bunga dari Alvaro.


"Ada apa ini, tumben sekali pagi-pagi sudah disini?"


"Kenapa, kau terkejut sayang?"


"Tentu saja, biasanya kau akan memberitahu ku dulu dan akan datang siang hari."


"Aku ingin bersama dengan mu lebih lama hari ini."


"Alvaro maaf, hari ini aku sudah berjanji dengan Alice akan menemaninya ke toko buku dan berbelanja."


"Benarkah? Kalau begitu aku akan ikut."


"Hah? Kau akan ikut?"


Alvaro mengangguk "Iya, apa tidak boleh?"


"Alvaro, kita akan berbelanja kebutuhan wanita. Akan sangat canggung jika kau ikut."


"Benarkah? Apa Lexi tidak ikut?"


"Untuk apa kak Lexi ikut, dia juga punya kekasih."


Alvaro diam.


"Aku akan menemanimu besok."


"Apa aku sungguh tidak boleh ikut?"


"No. Alice akan merasa tidak nyaman. Lagi pula dia baru saja pulang setelah beberapa bulan di asrama."


"Ya kau benar. Kalau begitu besok kita akan keluar bersama."


Amoora mengangguk "Em."


"Kalau begitu aku pulang, kau harus hati-hati."


"Iya aku tahu."


Alvaro mengecup kening Amoora sebelum dia pergi meninggalkan mansion.


"Hmm dia ini, semakin lama semakin tidak ingin jauh dari ku saja."


Amoora berjalan ke ruang makan sambil membawa bunga yang diberikan oleh Alvaro tadi.


"Wah bos, pagi-pagi sudah dapat sarapan bunga." Goda salah seorang anak buahnya.


"Hahaha iya, padahal aku bukan pemakan bunga."


"Bos ini bisa saja, hahaha."


Suasana riuh di ruang makan.


Setelah sarapan Amoora kembali kedalam kamarnya, dia harus bersiap-siap karena Alice sudah menunggunya dirumah.


Selesai bersiap, Amoora keluar dari mansion dengan mengendarai mobilnya yang sudah di modifikasi ulang beberapa bulan yang lalu.


Dengn cepat Amoora melajukan mobilnya ke rumah keluarga Alexander dimana Alice sudah menunggunya.

__ADS_1


"Hmm setelah di modifikasi ulang, mobil ini cukup bagus."


Mobil sport yang disulap menjadi mobil biasa pada umumnya, tapi mempunyai kecepatan yang luar biasa, kaca yang anti peluru dan bodi mobil yang anti penyok. Itu adalah mobil yang sangat dia butuhkan.


Amoora sengaja memodifikasi mobilnya agar dia lebih nyaman saat menggunakan mobil sportnya itu.


Kurang dari 2 jam Amoora sudah sampai dirumah keluarga Alexander.


"Kak Amoora, kau akhirnya datang!"Seru Alice dengan bahagia.


Amoora turun dari mobil.


"Maaf kakak datang terlambat."


"Tidak, aku baru saja selesai sarapan. Apa kakak sudah sarapan?"


"Sudah. Mau pergi sekarang?"


"Oke, aku ambil tas dulu di kamar."


"Iya."


Amoora dan Alice masuk kedalam rumah, sementara Alice mengambil tasnya. Amoora berjalan ke dapur untuk mengambil air.


"Selamat pagi nona muda pertama."Sapa kepala pelayan.


"Ah, selamat pagi paman."


Amoora menuangkan air putih kedalam gelas yang dia ambil dari lemari piring.


"Apa nona mau sarapan?"


"Tidak paman, aku sudah sarapan sebelum kesini."


"Baik kalau begitu."


"Kak Moora!"


Sebuah teriakan yang cukup nyaring mengagetkan Amoora dan kepala pelayan.


"Aku disini. Jangan berteriak seperti itu."


"Hehehe, aku kira kakak kemana."


"Kau ini. Apa sudah siap?"


Alice mengangguk dengan penuh semangat.


"Apa kalian akan keluar sekarang?"Tanya Lexi yang baru turun dari lantai dua.


"Iya. Kakak sungguh tidak mau ikut dengan kami?"


"Tidak, kali ini kakak akan memberikan waktu untuk kamu pergi dengan Amoora. Jadi jangan membuat kakakmu ini kesulitan. Kau mengerti?"


"Aku bukan anak kecil kak, kau tidak harus berkata begitu."


"Hahaha iya baiklah."


Alice mengerucutkan bibirnya.


"Amoora, langsung hubungi kakak jika terjadi sesuatu."


"Iya kak, kakak jangan khawatir."


Lexi mengangguk.


Amoora dan Alice berjalan keluar rumah dan menaiki mobil yang Amoora kendarai.


Setelah dua wanita itu masuk kedalam mobil, Amoora melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan yang ada di kota itu.

__ADS_1


Alice hanya punya waktu satu minggu masa liburan, karena satu minggu lagi dia pakai untuk mengikuti latihan tambahan, dia ingin masuk ke sekolah militer setelah dia lulus sekolah menengah nanti. Jadi dia harus ikut latihan sebelum masuk kedalam sekolah militer.


Dari segi fisik dan mental Alice, dia memenuhi syarat untuk masuk ke sekolah militer. Hanya tinggal melatihnya agar semakin ahli dan cepat dalam bergerak nanti.


"Alice, kau yakin ingin masuk militer?"


Alice mengangguk dengan cepat "Tentu, itu adalah impianku sejak kecil."


"Benarkah? Kenapa?"


"Dulu aku pernah berjanji pada seseorang, aku akan menjadi seorang militer yang hebat. Dan kita akan berjuang bersama."


"Wah, apa dia seorang laki-laki?"


"Em. Tapi saat ini aku tidak tahu bagaimana kabarnya."


"Kalian.. Tidak pernah berkomunikasi lagi?"


Alice menggelengkan kepalanya, dia menunduk dan meremas tasnya.


"Kakak yakin dia tidak akan melupakan janji yang pernah kalian buat."


"Iya, aku juga berharap begitu."


Amoora menggenggam tangan Alice, memberikan kekuatan dan dukungan pada adik perempuannya itu.


Amoora membelokan mobilnya menuju tempat parkir di pusat perbelanjaan.


"Ayo, time to shopping."


"Yeeeeyy!!!"


Amoora dan Alice turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam pusat perbelanjaan itu.


"Hmmm, kita akan pergi kemana dulu?"


"Bagaimana kalau ke toko sepatu?"


"Oke."


Alice menggandeng tangan Amoora dengan penuh semangat, mereka berjalan ke salah satu toko sepatu yang ada disana.


"Waaaah."


"Ayo, kamu pilih sepatu mana yang kamu inginkan. Kali ini kakak yang akan membayarnya."


"Wah benarkah? Terima kasih kakak."


Alice memeluk Amoora lalu pergi melihat-lihat sepatu yang dia inginkan.


Setelah membeli sepatu mereka pergi ke toko pakaian, dan toko pakaian dalam.


Mereka menghabiskan waktu sekitar 3 jam didalam pusat perbelanjaan itu.


Sebelum pulang kerumah, mereka pergi ke toko kue yang menjadi langganan mereka berdua.


"Ah akhirnya. Sudah lama kita tidak pergi bersama seperti ini."


Alice meletakkan tasnya diatas kursi.


"Kau lelah?"


"Sedikit, tapi aku senang karena bisa jalan-jalan dan belanja dengan kakak."


"Baguslah kalau kamu senang."


Alice dan Amoora memesan beberapa kue dan biskuit di toko kue itu, mereka juga memesan minuman untuk menemani mereka menikmati kuenya.


Hari ini benar-benar terlepas dari yang namanya pekerjaan dan hal-hal yang membuat pikiran Amoora pusing.

__ADS_1


__ADS_2