
Kemarin Amoora telah membawa Cecil, Sam, Kevin dan Boy ke markas dimana anak buahnya dilatih.
Keempat temannya sungguh dibuat terkejut karena Amoora benar-benar membuat mereka tercengang melihat sebuah rumah yang dijadikan markas pelatihan oleh Amoora.
Flashback on
Dengan menggunakan dua mobil Amoora dan teman-temannya berangkat menuju markas milik Amoora.
"Jadi kau benar-benar menjadi ketua mafia?"Tanya Kevin yang masih tidak percaya.
"Bukankah kemarin kau sudah membantuku membawa barang belanjaan yang cukup banyak? Jika bukan untuk anak buahku lalu apa mugkin aku memakan semua makanan itu sendiri?"
Kevin ingat kemarin Amoora memang membeli bahan makanan, dan tentu itu terlalu banyak untuk porsi seorang wanita seperti Amoora yang tinggal sendirian.
"Sudahlah, kita akan lihat sendiri nanti. Kau tidak perlu bertanya lagi pada Amoora."Ucap Cecil.
Amoora melajukan mobilnya melewati jalanan kota, dia terus membawa mereka kesebuah rumah yang letaknya sedikit jauh dari jalan utama kota.
Setelah 15 menit lewat jalan kecil yang berjarak cukup kedalam dari jalanan kota, mereka akhirnya sampai disebuah rumah yang cukup besar.
Amoora membunyikan klakson mobilnya dan tidak lama pintu gerbang terbuka.
Amoora memasuki pekarangan rumah besar itu, diikuti mobil yang dibawa oleh Sam dan Boy dibelakangnya.
Dua mobil itu berhenti didepan rumah. Mereka membuka pintu mobil dan turun.
Terlihat tiga orang pria berjalan kearah Amoora.
"Selamat sore bos."Ucap ketiga laki-laki itu.
"Iya, kalian tolong aku ambil bahan makanan di bagasi lalu letakkan di dapur."
"Baik bos."
Cecil, Kevin, Boy dan Sam membuka mata mereka lebar mendengar tiga laki-laki kekar itu memanggil bos pada Amoora.
"A...Amoora, kau sungguh...."Tenggorokan Cecil seolah kering.
Amoora hanya tersenyum melihat reaksi keempat teman dekatnya itu.
"Ayo masuk, kita istirahat dulu. Setelah itu aku akan membawa kalian berkeliling untuk melihat-lihat."
Mereka hanya mengangguk setuju.
Didalam rumah mereka dibuat kagum, walaupun rumah itu sebuah markas. Tapi rumah itu masih sama seperti rumah pada umumnya, bahkan tidak terlihat seperti markas.
Rumah itu ada dua lantai yang mempunyai 6 kamar tidur dilantai bawah dan 5 kamar dilantai atas.
Sementara diluar rumah masih ada dua buah bagunan, dibangunan pertama adalah tempat latihan renang dan menembak, dan satu ruang lainnya adalah tempat untuk menyimpan semua persenjataan.
Seorang wanita yang kesehariannya sangat manis dan baik terhadap orang lain, mempunyai sebuah markas pelatihan yang bisa dibilang keren. Benar-benar diluar dugaan.
"Jadi apa rencanamu? Dunia bawah sangat mengerikan Amoora, akan banyak kelompok mafia lain yang pasti akan membuat masalah dengan kelompokmu ini."Ucap Boy.
"Aku tahu, tapi aku yakin bisa mengatasi itu, karena aku mempunyai seseorang yang akan membantuku."
__ADS_1
"Siapa?"Tanya Cecil.
"Sebelumnya apa kalian percaya kalau aku mengenal baik dengan ketua mafia yang ditakuti oleh kelompok mafia lain?"
"Hah, kau? Jangan bercanda Amoora. Kau belum ada satu tahun membuat kelompok mafia ini."Ujar Sam.
"Aku berkata sungguhan. Namanya Lexi, dia seorang ketua mafia yang snagat ditakuti di dunia bawah."
"Bagaimana kau kenal dengan dia?"
"Aku pernah menyelamatkan adik perempuannya saat adiknya itu akan di lecehkan. Dan sejak saat itu kami berteman."
"Dia tahu kau juga seorang mafia?"
"Ya dia tahu, dia juga yang memberikan aku perlindungan serta dia membawa anak buahnya untuk melatih anak buahku disini."
Mereka diam, mendengar ucapan Amoora.
Cecil melihat Amoora yang sudah sangat jauh berbeda, temannya sudah melangkah sangat jauh. Dan dia tidak bisa melakukan apapun padanya, hanya rasa khawatir yang terpendam dalam hatinya untuk teman baiknya itu.
"Oke, ayo kita keluar. Aku akan membawa kalian melihat tempat latihan dan memperkenal sebagian anak buahku."
Amoora berdiri dan membawa teman-temannya keluar rumah, dia menjelaskan setiap bagian tempat yang ada dirumah itu.
Didalam rumah juga terdapat sebuah tempat gym yang cukup besar dengan peralatan yang lengkap. Disana biasanya Amoora berolahraga dan melatih otot-otot tubuhnya.
Malam semakin menggerogoti hari, mereka pun harus kembali ke kehidupan mereka seperti biasa.
Mereka kini tengah berada didalam mobil untuk kembali kerumah mereka masing-masing.
"Aku juga, tapi kita juga tidak bisa melakukan apapun. Kita memang teman dekat Amoora, tapi kau pasti masih ingat peringatan orang tua kita."
Sam hanya diam menanggapi perkataan Boy.
Mungkin mereka bisa terus berteman dengan Amoora, tapi dibelakang mereka tidak di perbolehkan untuk ikut campur dalam urusan Amoora.
Tentu itu akibat dari hasutan Hana kepada orang tua teman-teman Amoora saat mereka berkumpul bersama.
Flashback off
Amoora berbaring diatas ranjangnya, sebuah perasaan rindu menyapa hatinya secara tiba-tiba.
"Ibu maafkan Amoora, karena Amoora melangkah sangat jauh dari apa yang ibu harapkan."
Amoora memejamkan matanya, bulir bening meluncur dengan sendirinya dari sudut matanya.
Ingatan tentang masa kecilnya yang begitu bahagia menari dengan indah didalam pikiran Amoora. Tapi itu tidak berlangsung lama.
Mata Amoora seketika terbuka dan melihat kedepan dengan sangat tajam, dia ingat bagaimana keluarganya kini memperlakukan dirinya. Dan itu membuat segala kenangan masa lalunya hilang dan berubah dengan kebencian yang sangat mendalam.
Amoora bangun lalu berjalan ke kamar mandi. Dia perlu menyegarkan diri agar tidak mempengaruhi harinya esok.
***
Di tempat lain, Cecil tengah duduk di kursi taman. Memandangi bunga-bunga yang tertanam dengan indah dan rapi.
__ADS_1
"Lia."Sebuah suara mengagetkannya.
"Kakak."
Seorang wanita tersenyum dan duduk disamping Cecil.
"Ada apa?"
"Kak, apa kita akan hidup seperti ini terus?"
"Apa maksud mu? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa kesepian. Papa sudah bersama dengan istri barunya. Sementara mama, dia memilih tinggal diluar negri dengan selingkuhannya."
Kakak Cecil mengusap rambut Cecil lembut. Dia sangat mengerti bagaimana perasaan adiknya saat ini, kehidupan mereka memang tidak begitu baik seperti orang lain.
Selain uang, kedua orang tua mereka tidak pernah memberikan kasih sayang yang sesungguhnya kepada mereka selama beberapa tahun ini.
Setelah mengetahui kalau mamanya berselingkuh, papanya menceraikan dan menikah dengan wanita lain.
Tidak ada yang mau mengurus Cecil maupun kakaknya. Jadi mereka berdua hidup bersama dan mencoba untuk tidak menyerah.
Mereka beruntung karena mereka mempunyai keahlian, jadi mereka bisa mencari uang untuk kehidupan mereka.
Cecil tahu kakaknya sudah sangat berusaha dengan keras untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Ya walau orang tua mereka memberi uang, tapi itu jumlah yang hanya bisa memenuhi kebutuhan satu orang.
Bagaimana pun kedua orang tuanya sudah mempunyai kehidupan mereka sendiri. Dan mereka berpikir jika Cecil dan kakaknya sudah cukup besar untuk tinggal sendiri.
"Cecil, apapun yang terjadi kakak tidak akan meninggalkan kamu. Kakak akan melindungi kamu."
Cecil memeluk tubuh kakaknya, tubuhnya bergetar dalam pelukan kakaknya.
Siapapun pasti akan merasa kecewa dan terluka, saat keluarga lain makan bersama di meja makan, Cecil harus makan sendirian karena kakak nya harus bekerja hingga larut malam.
"Kak, tidak bisakah kau keluar dari tempat kerjamu?"
"Kau tahu Lia, mencari pekerjaan saat ini sangat sulit. Walaupun kakak yakin bisa bekerja disebuah perusahaan, tapi dengan latar belakang keluarga kita yang seperti ini...akan sulit."
Cecil diam, dia tidak menyangka kehidupan perselingkuhan dan perceraian orang tuanya akan berakibat buruk bagi mereka.
Itu karena tepat dua hari sebelum mereka bercerai, seseorang telah menyebarkan foto-foto tak senonoh orang tuanya dengan laki-laki lain, dan itu membuat ayah mereka merasa malu dan menjual semua aset-aset yang dia miliki lalu menikah dengan wanita dari negara Y.
Dan tentu saja itu membuat keluarga mereka sangat terkenal saat itu, tidak ada pemimpin perusahaan yang tidak tahu akan skandal kelurganya, dan itu yang membuat kakak Cecil tidak ingin bekerja di perusahaan walaupun dia sangat pintar.
Sekarang Cecil hanya bekerja disebuah kafe dan kakaknya disebuah bar.
Mereka juga kadang menerima jasa panggilan untuk memperbaiki sistem komputer orang yang rusak, atau memasak alat pelacak dan penyadap pada ponsel orang lain.
Ya keahlian Cecil dalam bidang IT sangat bagus, bahkan dia pernah mendapat tawaran untuk bekerja di perusahaan, tapi Cecil menolaknya.
Bekerja untuk merusak jaringan perusahaan lain dan membuat saingan perusahaan itu hancur adalah hal yang tidak akan pernah Cecil lakukan.
Bagi Cecil itu adalah suatu perbuatan licik, dan dia sangat membenci itu.
(Lia adalah panggilan dari kakaknya untuk Cecelia)
__ADS_1