The Queen Psycho

The Queen Psycho
36


__ADS_3

Siang ini di perusahaan A.L Group yang di pimpin oleh Lexi Alexander kedatangan tamu yang tidak di undang bahkan tidak diharapkan sama sekali.


Ya siapa lagi jika bukan Imanuel Steve, yang sampai sekarang masih belum mendapatkan orang untuk membantu perusahaannya.


Imanuel yang sudah dari jam 9 pagi datang ke perusahaan Lexi, tidak di izinkan masuk karena belum membuat janji. Ditambah Lexi sudah berkata jika ada orang dari perusahaan Imanuel, maka tidak diperbolehkan masuk kedalam perusahaan.


Lexi yang sedang bertemu dengan klien diluar perusahaan tidak peduli dengan laporan dari karyawannya jika Imanuel sudah menunggunya selama 2 jam.


Bagi Lexi, Imanuel bukan siapa-siapa, meskipun dia tahu jika Imanuel adalah ayah kandung dari Amoora.


Dimata Lexi, Imanuel tidak pantas menjadi seorang ayah bagi Amoora. Dia bukan hanya tidak memberikan perlindungan malah berpura-pura tidak tahu ketika Amoora mendapatkan siksaan dari istri dan putri tersayangnya.


Dan untuk membantu Amoora membuat perusahaan Imanuel hancur, dia berkata dengan tegas pada rekan bisnisnya jika masih ingin bekerja sama dengan perusahaannya, maka harus berhenti bekerja sama dengan perusahaan Imanuel.


Ini kenapa banyak investor dan klien perusahaan milik Imanuel yang menarik kembali investasi mereka dan membatalkan kerja sama dengannya. Mereka lebih memilih bekerja dibawah naungan A.L Group dibandingkan dengan perusahaan milik Imanuel.


Diluar perusahaan, Imanuel yang sudah menunggu lama menjadi kesal. Dia yakin jika Lexi Alexander sengaja datang ke perusahaan terlambat.


Imanuel tidak tahu jika hari itu Lexi tidak akan ke perusahaan karena dia akan bertemu beberapa klien diluar.


Selain menunggu diluar gedung, Imanuel juga menghubungi Amoora agar mau membantu perusahaannya. Tapi Amoora yang sudah tidak peduli tentu tidak mau mengangkat telfon dari Imanuel.


"S*al,jika terus seperti ini tidak sampai akhir bulan perusahaan ku akan hancur. Tuan George tidak mau membantu lagi, orang yang menggunakan account anonim yang berinvestasi juga tidak bisa dihubungi. Benar-benar s*al!"


Imanuel sudah kehilangan kesabarannya. Dia yang selama ini hidup mewah dan selalu ada, tidak mau jika harus hidup menderita setelah perusahaannya bangkrut.


Dengan menahan emosi Imanuel pergi dari depan perusahaan A.L Group.


"Apa yang harus aku lakukan lagi, Bella sudah dua hari ini tidak pulang kerumah dan tidak tahu dimana dia. Jika dia ada dirumah aku bisa menggunakan anak manja itu lagi."


Imanuel memukul kemudi mobil dengan kesal, sudah hampir satu minggu dia mencari bantuan tapi tidak ada yang mau membantu. Dia berpikir jika orang-orang yang dulu membantunya sudah dihasut oleh orang lain agar tidak lagi mau bekerja sama dengannya.


Harga saham sudah jatuh jauh dibawah harga pasar,ditambah gaji karyawan sebentar lagi harus dia keluarkan.


"Tunggu, kalau tidak salah Hanna menyimpan barang itu. Jika aku menggunakan itu, pasti bisa menutup sedikit masalah keuangan perusahaan."


Tiba-tiba Imanuel mengingat sesuatu. Dia lalu melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah.


Sampai dirumah, Imanuel langsung bergegas ke kamarnya.


"Bagus, sepertinya Hanna sedang tidak ada dirumah."


Imanuel masuk kedalam kamar dan membuka lemari pakaian milik Hanna, dia mengambil sebuah kotak yang cukup besar dibagian bawah lemari itu.


Dengan pelan Imanuel membuka kotak perhiasan yang ada ditangannya.


Mata Imanuel bersinar dan tersenyum lebar melihat satu set perhiasan mewah dengan rubi berwarna merah yang dia dapatkan dari pelelangan dulu (sebenarnya perhiasan itu adalah milik ibu kandung Amoora, tapi di ambil oleh Imanuel dan diberikan pada Hanna).


"Benar, aku akan melelangkan perhiasan ini. Dulu aku mendapatkan ini dengan harga lebih dari 2 miliar, sekarang pasti harganya lebih mahal."Ucap Imanuel senang.



...Perhiasan Mewah dengan Rubi senilai lebih dari 2 miliar (milik ibu kandung Amoora)...


"Hanna pasti tidak akan keberatan jika aku melelangkan perhiasan ini, karena dia juga tidak mau hidup susah seperti dulu."


Imanuel dengan senang membawa pergi perhiasan mewah itu untuk dilelangkan di pasar gelap, dimana acara lelang sering dilakukan disana.


Perhiasan itu adalah satu-satunya perhiasan yang ada di dunia, karena perhiasan itu di desain khusus oleh teman baik ibu kandung Amoora dulu.


Karena ibu kandung Amoora ingin melihat Imanuel memberikan apa yang dia inginkan dengan gigih, jadi dia meminta temannya yang mendesain perhiasan itu untuk melelangkannya, dan beruntung Imanuel bisa mendapatkannya.


Perhiasan yang seharusnya menjadi milik Amoora setelah ibunya meninggal, ternyata sudah Imanuel berikan kepada Hanna tanpa sepengatahuan Amoora dan ibunya saat ibunya belum meninggal.


***


Ditempat lain, Amoora sedang memilih senjata yang akan dia beli dari seorang bos penjual gelap.


Ini adalah kali ketiga Amoora membeli dan memilih sendiri senjata-senjata itu.


Banyak orang yang masih tidak percaya jika dia adalah seorang ketua mafia, karena Amoora terlihat cantik dan masih muda.


"Oke, aku ambil 2 kotak G, 2 kotak GN dan 2000 peluru tipe 25 dan 27." Ucap Amoora pada bos yang menjual senjata itu.

__ADS_1


"Hanya itu saja?"


"Iya."


"Oke, minggu depan barangnya akan siap. Aku akan menghubungi mu lagi."


"Tentu. Ini setengah dari pembayaran, sisanya setelah aku menerima barang-barangnya."


"Oke."


Amoora yang ditemani oleh Albert pergi meninggalkan tempat transaksi itu, dia tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang ada disana.


"Anak kecil itu, apa dia benar-benar ketua mafia?"Ucap salah seorang pria yang ada disana.


"Benar, aku sudah melihat dia beberapa kali kesini. Dan katanya dia adik dari tuan Alexander."Ucap yang lain.


"Wah pantas saja, keluarga Alexander memang mempunyai kekuatan yang tidak bisa diragukan. Bahkan perempuan yang masih muda sudah menjadi ketua mafia."


"Aku dengar anak buahnya sudah lebih dari 200 orang."


"Memang luar biasa. Kita tidak boleh mengusiknya."


"Kau benar."


Amoora hanya berlalu ketika mendengar bisik-bisik sekumpulan orang yang dia lewati.


"Setelah ini kita mau kemana lagi bos."Tanya Albert.


"Toko kue."


"Toko kue?"


"Em, aku ingin membelikan mereka kue karena beberapa minggu ini sudah berlatih dengan keras."


"Baik bos, aku mengerti."


Albert melajukan mobilnya ke toko kue sementara Amoora duduk dengan santai dikursi belakang.


"Semua baik bos, aku malah tidak menyangk jika kekuatan mereka jauh lebih kuat dari sebelumnya."


"Bagus kalau begitu."


Mobil melaju dengan cepat dijalann yang mulai ditutupi oleh salju lembut yang menghiasi musim dingin kali ini.


Sampai didepan toko kue, Amoora dan Albert turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam toko kue.


Amoora berjalan kedepan lemari kaca yang dipenuhi oleh kue-kue berbagai bentuk dan rasa.


"Anda ingin kue yang mana nona?"Tanya pegawai toko dengan ramah.


"Aku ingin kue red velvet ini 15, kue dengan toping coklat ini 10, dengan toping strawberry 15, toping kacang coklat 10, kue rasa macca 10, egg tart 15, kue brownies dengan 3 varian rasa 20, dan 40 lainnya kue yang ini dan ini."


"Baik, ada yang lainnya nona?"


"Hmmm, saya ingin kue black forest dan kue buah dengan ukuran besar masing-masing 2."


"Baik nona, silahkan anda duduk dulu untuk menunggu pesanan anda."


"Terima kasih."


Amoora dan Albert duduk dikursi kosong yang tidak jauh dari lemari kaca tadi.


Tidak lama seorang pelayan datang membawakan dua cangkir teh hangat dan beberapa kue untuk Amoora sebagai bonus dari toko kue.


"Silahkan nona, tuan. Ini adalah kue baru dari toko kami."


"Wah terima kasih."Ucap Amoora.


"Sama-sama nona."


Pegawai toko kue itu lalu pergi.


"Cobalah Albert, ini kali pertama aku ke toko kue ini. Jika enak, aku bisa menjadikan toko kue ini sebagai toko kue kedua yang aku suka."

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kalau bos juga suka dengan makanan manis ini."


"Bukankah kalian juga suka?"


"Hahaha ya bos benar."


"Lagi pula makanan manis bisa membuat tubuh mendapatkan sedikit kekuatan karena kandungan gula didalamnya."


Albert mengangguk mengerti.


Saat Amoora dan Albert tengah menikmati kue, seseorang tiba-tiba muncul didepannya.


"Selamat siang nona muda Alexander."Sapa seorang wanita.


"Selamat siang, maaf anda siapa?"


"Aku adalah cucu dari tuan Gabriel. Beberapa hari yang lalu anda datang ke pesta penyambutan yang kakek ku adakan."


"Oh, anda adalah nona Anasya Gabriel."Tebak Amoora.


"Benar, senang sekali anda masih mengingat nama saya."


"Hanya kebetulan ingat."


Tatapan mata Anasya kepada Amoora membuat Amoora sedikit tidak nyaman, tapi Amoora tetap tenang karena dia tidak ingin membuat keributan karena salah paham.


"Anda juga suka dengan makanan manis nona muda Gabriel?"


"Iya, aku sangat suka."


Amoora mengangguk.


"Maaf nona, kue pesanan anda sudah siap."Ucap pegawai toko pada Amoora.


Amoora memberikan sebuah kartu kredit miliknya kepada Albert.


"Maaf saya tidak bisa menemani anda lebih lama nona muda Gabriel."


"Tidak apa-apa nona Alexander."


"Kalau begitu saya permisi dulu."


"Ah tunggu nona."


Amoora menoleh "Ada apa nona muda Gabriel?"


"Anda sudah mempunyai pasangan, jadi aku harap anda tidak menggoda Alvaro."


Amoora mengerutkan keningnya tidak mengerti "Maksud anda?"


"Aku menyukai Alvaro Fernandez, jadi aku ingin kamu menjauh darinya, jika kau tidak ingin menyesal."


"Anda sangat lucu nona, ini adalah kali pertama kita bertemu dan anda mengatakan lelucon yang sangat mengejutkan saya."


"Aku serius nona Alexander. Jika aku melihat kamu mendekati Alvaro apalagi menggodanya, aku akan membuatmu menyesal ada didunia."


Amoora memiringkan kepalanya ke kiri "Anda harusnya berkata pada tuan muda Fernandez agar tidak menganggu saya lagi. Bukan mengancam saya seperti sedang mengancam anak kecil seperti ini nona muda Gabriel."


"Kau!"


Amoora berbalik dan pergi meninggalkan Anasya Gabriel yang menahan emosinya.


"Apa semuanya sudah lengkap?"Tanya Amoora pada Albert.


"Sudah bos."


"Ayo kita pulang."


"Baik bos."


Setelah Albert memberikan kartu kredit milik Amoora, dia membukakan pintu mobil untuk Amoora dan melaju meninggalkan toko kue.


Amoora sama sekali tidak menganggap omongan Anasya Gabriel tadi, karena baginya itu sangat tidak penting. Lagi pula dia bukan siapa-siapa Alvaro, jadi tidak ada hubungannya dengan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2