The Queen Psycho

The Queen Psycho
18


__ADS_3

Dirumah keluarga Steve, Imanuel dan Hana tengah serius membahas tentang keinginan tuan George yang akan membantu perusahaan jika Imanuel menyerahkan Bella padanya.


"Itu tidak mungkin! Bella adalah putriku satu-satunya. Tidak mungkin aku membiarkan dia dipermainkan oleh si tua mesum itu!"Seru Hana.


"Aku tahu itu, tapi kita tidak punya jalan keluar. Perusahaan sudah mendapat tekanan yang besar, dan jika kita tidak mendapatkan bantuan dari tuan George perusahaan akan bangkrut dan kita akan hancur sayang. Apa kamu mau?"


"Tapi Imanuel, Bella adalah putri kita. Bagaimana bisa.."


"Sayang dengarkan aku, selama ini Bella selalu hidup mewah. Dia bisa mendapatkan apa yang dia mau selama bersama dengan tuan George, dan kita juga akan selamat."


"Tapi... Apa Bella akan menerima?"


"Dia pasti mau sayang, dia tidak mau hidup susah."


"Kenapa harus Bella?"


"Karena tuan George menginginkannya."


"Imanuel, bukankah kita masih ada Amoora. Kita bisa memberikan anak kurang ajar itu padanya."


"Mana mungkin, kau sudah lihat bukan? Akibat dari Bella membuat Amoora malu di pesta keluarga Fernandez. Perusahaan kita menjadi seperti ini."


"Tapi ini semua juga karena kamu menamparnya."


"Itu karena aku geram pada anak s*alan itu."


Hana diam, dia masih tidak rela jika harus Bella yang diserahkan pada George.


"Sayang, cari perempuan lain untuk menggantikan Bella."


"Tidak bisa."


"Imanuel! Apa kamu sungguh tega memberikan putrimu pada laki-laki seperti dia? Bella anakmu, putrimu satu-satunya!"


"Cukup Hana! Kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Kau tidak bisa memberiku saran atau jalan keluar yang lain. Saat ini hanya cara ini yang bisa kita lakukan. Jika kau ingin hidup susah maka kau bisa membawanya pergi."


Hana menggelengkan kepalanya, selama ini dia sudah berusaha sangat keras. Dia sudah berhasil menyingkirkan istri pertama Imanuel demi posisinya sekarang, dan tentu saja dia tidak mau menjadi orang susah seperti dulu lagi.


"Jika kau tidak mau, maka kau harus menurut."


"Tapi Bella.."

__ADS_1


"Setelah semua selesai kita bisa berbulan madu lagi, aku yakin kita masih bisa memiliki seorang putri di usia senja."


"Omong kosong apa itu!"


"Hana! Baik, aku memberimu waktu sampai nanti malam. Jika kamu tidak mau menyerahkan Bella, kamu dan dia bisa pergi. Dan jangan harap bisa kembali pada keluarga ini lagi. Tapi jika kalian tidak pergi, aku anggap kamu setuju untuk menyerahkan Bella pada tuan George."


Imanuel berdiri dan berjalan keluar kamar meninggalkan Hana dengan dilemanya.


"Bagaimana ini, aku tidak mau hidup susah seperti dulu. Aku tidak mau lagi di hina dan di kucilkan oleh orang-orang seperti dulu. Tapi Bella..."


Hana benar-benar tidak tahu harus bagaimana, dilain sisi dia tidak ingin menjadi miskin, dan disisi yang lain dia tidak ingin putrinya menjadi hancur.


**


Jauh diluar kota, seorang laki-laki berdiri dengan tegap menatap keluar jendela.


Dia mendengar suara pintu diketuk dan tidak lama pintu terbuka.


Perlahan dia mendengar suara langkah kaki mendekat dan berhenti tidak jauh dibelakangnya.


"Bagaimana hasilnya?"Tanya Alvaro pada sekertarisnya.


"Ada seorang pengusaha dari negara tetangga yang menawarkan diri untuk membantu keluarga itu. Tapi dia meminta putri dari keluarga itu sebagai imbalannya."


"Sepertinya dia sudah tahu tuan, tapi dia tetap tidak bergerak dari kediaman Alexander untuk bertindak."


"Aku mengerti, kau bisa keluar."


"Baik tuan."


Alvaro menatap lurus kedepan, melihat beberapa bangunan perusahaan yang ada disekitar gedung perusahaannya.


"Kali ini apa rencanamu Amoora? Apakah orang itu adalah orang yang kau kirim untuk bermain dengan mereka?"


Sampai saat ini Alvaro tidak tahu jalan pikiran Amoora, dia juga tidak tahu rahasia besar yang Amoora tutupi dari banyak orang.


Alvaro melihat Amoora adalah seorang wanita yang anggun dan baik, dia juga wanita yang begitu sopan kepada orang lain. Tapi dia masih tidak mengerti kenapa keluarga Steve sangat tidak menyukai Amoora dan justru malah menyukai putri satunya yang terlihat begitu arogan.


"Rasanya aku semakin penasaran padamu Amoora. Aku ingin tahu lebih banyak lagi tentang mu."Ucap Alvaro pelan.


Hari semakin sore Alvaro yang sudah tidak mempunyai pekerjaan memutuskan untuk pulang kerumah.

__ADS_1


'drrrrrrtttt drrrttttt'


Ponsel Alvaro bergetar sangat keras pada saku jasnya. Alvaro mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.


Senyum Alvaro mengembang saat tahu nama pada layar ponselnya.


"Pucuk dicinta ulampun tiba"


"Halo"Ucap Alvaro dengan suara berat namun terkesan sexy.


"Halo tuan muda Fernandez." Terdengar suara wanita yang lembut di seberang sana.


"Iya nona Amoora."


"Maaf menganggu anda tuan, apakah anda ada waktu? Saya ingin membicarakan sesuatu dengan anda."


"Sebelumnya saya minta maaf, untuk minggu ini saya akan keluar negri. Jika saya boleh tahu, apa yang ingin nona Amoora katakan?"


"Ah seperti itu. Jika anda sibuk, maka saya tidak akan mengganggu. Saya akan membicarakan masalah itu setelah anda kembali dari luar negri."


"Tidak, tidak apa-apa. Anda bisa mengatakannya sekarang."


"Saya tidak bisa mengatakannya lewat telfon tuan."


'tok tok tok'


Alvaro menatap pintu yang terbuka.


"Baiklah tuan, sepertinya anda memang sedang sibuk. Jadi saya akan menghubungi anda lagi nanti. Maaf sudah mengganggu."


"Ah? Oh baiklah."


Alvaro menyimpan ponselnya setelah sambungan telefon itu terputus dan menatap sekertarisnya dengan tajam. Alvaro berpikir jika itu adalah salah sekertarisnya yang datang tidak tepat pada waktunya.


Sekertaris Alvaro menelan ludahnya dengan susah, dia merasakan aura dingin yang tidak enak dari bosnya saat ini.


"Tu...Tuan, mobil sudah siap."


"Em."


Alvaro hanya menjawab dengan sebuah deheman lalu berjalan keluar dari ruang kerjanya.

__ADS_1


Didalam mobil Alvaro masih menggerutu dalam hati, ini sudah cukup lama dari terakhir kali Amoora menghubunginya. Dan akhirnya mereka bisa saling berbicara lagi.


Alvaro pikir dia punya kesempatan untuk berbicara lebih banyak dengan Amoora, tapi sayang pekerjaan membuatkannya tidak bisa melakukan apa yang dia inginkan.


__ADS_2