
Esok harinya, Lexi membantu Amoora sarapan. Tentang kondisi kaki Amoora yang retak tentu mau tidak mau Amoora harus menerimanya.
Sementara itu Alvaro yang sudah tahu siapa dalang dibalik kejadian yang membuat Amoora terluka, secara sepihak membatalkan semua kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan keluarga Gabriel.
Begitu juga dengan perusahaan milik Lexi, dia tentu saja tidak akan pernah bersedia berdiri berdampingan dengan keluarga yang sudah mencelakai adiknya.
"Makanlah, jika kau ingin cepat meninggalkan tempat ini kau harus cepat pulih."Ucap Lexi.
"Apa kakak sudah tahu siapa yang melakukannya?"
Lexi meletakkan sendok berisi bubur keatas mangkuk.
"Kak."
Lexi mengangguk pelan "Sudah."
"Siapa?"
Lexi menarik nafas lalu membuangnya dengan berat.
"Dia Anasya Gabriel."
"Apa, dia?"
Lexi mengangguk.
"Aku tidak menyangka karena rasa sukanya terhadap tuan muda terhormat itu, dia bisa melakukan apapun."
"Amoora."
"Dia pernah mengancamku sekali, aku pikir dia tidak akan berani. Tapi sepertinya karena dia melihat Alvaro Fernandez berbicara dengan kita saat di pelelangan, dia jadi buta."
Lexi sedikit terkejut, dia mengira Amoora tidak tahu jika Anasya melihat mereka berbicara dengan Alvaro waktu itu.
"Saat ini Alvaro sudah memutuskan semua kontrak kerja dengan perusahaan keluarga Gabriel, entah didalam negri maupun diluar negri. Kakak juga melakukan hal itu."
"Aku tidak peduli dengan itu, aku hanya ingin orang yang sudah membuatku seperti ini mendapatkan hukuman yang sangat layak."
Mata Amoora memancarkan aura yang begitu mematikan, kali ini dia tidak akan segan lagi pada nona manja dari keluarga Gabriel itu.
"Untuk saat ini kau hanya harus memulihkan kakimu, semuanya biar aku yang mengurusnya."
"Tidak, aku sendiri yang akan menghukumnya."
Lexi tidak bisa lagi berkata, dia sangat tahu bagaimana sifat Amoora.
Setelah keluarganya membuat dia tidak lagi percaya pada orang lain, Amoora menjadi wanita yang sangat sensitiv pada orang-orang yang ingin mencelakai dirinya, dan seberat mungkin dia akan memberikan hukuman pada orang-orang itu.
__ADS_1
"Baiklah, tapi untuk sekarang kau makan dulu."
Lexi menyendokan lagi bubur yang ada ditangannya lalu menyuapi Amoora dengan pelan.
***
Diperusahaan Alvaro, tuan muda Gabriel dan putrinya duduk beriringan didepan Alvaro.
Kali ini karena perbuatan Anasya semua perusahaan milik keluarga Gabriel didalam maupun diluar negri sedang mengalami kondisi yang tidak baik, sebab dua perusahaan besar dinegara Z telah membatalkan semua kontrak kerjasama dengan perusahaannya.
"Sangat jarang sekali tuan Gabriel datang ke perusahaan saya ini."Ucap Alvaro datar.
"Tu...Tuan muda Fernandez, saya kesini untuk meminta maaf atas apa yang sudah putri saya lakukan. Putri saya tidak tahu jika apa yang dia lakukan...."
"Dia tidak tahu, benarkah?" Alvaro memotong Gabriel berbicara.
Gabriel dan Anasya diam.
"Setahu saya nona muda Gabriel tahu siapa nona Amoora Alexander, tapi dia tetap melakukannya."
"Amoora Alexander? Dia hanya anak angkat dikeluarga Alexander. Jadi kenapa..."Ucap Anasya yang sudah tidak tahan.
"Nona muda Gabriel. Dia memang hanya anak angkat, tapi dia sangat berharga bagi keluarga Alexander dan juga bagi saya."
"Dari segi mana dia lebih pantas mendapatkan perhatianmu, dia bahkan hanya anak dari orang yang perusahaannya akan hancur."
Alvaro menatap Anasya dan Gabriel dengan tajam, disini dia melihat satu lagi keluarga yang merasa dirinya paling kaya, jadi bersikap sombong.
Tidak ingin berlama-lama dengan mereka, Alvaro meminta sekertarisnya untuk mengantarkan Gabriel dan putrinya keluar dari ruang kerjanya.
"Tuan muda Fernandez, mohon maafkan kami. Saya mohon tuan muda, anda tidak bisa membatalkan semua kerjasama yang sudah kita sepakati. Tuan muda..."
Sekertaris Alvaro dan tiga penjaga keamanan membawa Gabriel dan putrinya keluar.
"Batalkan semua janji hari ini, aku akan kerumah sakit sekarang."
"Baik tuan."
Alvaro keluar dari ruang kerjanya, dia ingin menemui Amoora karena Lexi berkata jika Amoora sudah sadar pagi ini.
Dengan cepat Alvaro mengemudikan mobilnya keluar dari gedung perusahaannya menuju rumah sakit.
***
Dirumah keluarga Gabriel, tuan besar Gabriel sangat marah atas apa yang sudah Anasya lakukan.
Dalam satu hari Anasya membuat dua perusahaan besar yang sangat berpengaruh di negara Z membatalkan kerjasama secara bersamaan dengan perusahaan mereka.
__ADS_1
Dan tentu itu membuat nilai saham perusahaan turun dengan cepat, bahkan beberapa klien juga ikut membatalkan kerjasamanya.
"Lihat apa yang sudah kamu lakukan Anasya! Apa sebenarnya yang ada dalam pikiranmu!"Bentak tuan besar Gabriel.
Anasya tidak menjawab, dia masih saja berpikir jika apa yang dia lakukan adalah hal yang wajar. Karena dia tidak mau jika Amoora terus menggoda Alvaro.
"Kamu mencelakai adik dari tuan Alexander sampai dia harus mendapatkan perawatan serius. Apa otakmu masih berfungsi dengan baik?"
"Kakek, dia cuma anak angkat. Lagipula aku melakukan itu hanya sebagai peringatan agar dia tidak menggoda Alvaro."
"Diam kamu! Semua orang yang ada dinegara ini tahu, walaupun dia hanya anak angkat, tapi keluarga Alexander sangat menyayangi dan melindunginya. Kau benar-benar sudah membuat keluarga kita berada dalam masalah."
"Kakek..."
"Diam, kakek sudah menyuruhmu untuk diam. Kenapa kau malah berbicara!"Seru Gabriel.
Anasya mengepalkan tangannya, dia merasa sangat kesal karena ayah dan kakeknya marah atas apa yang sudah dia lakukan.
"Ayah, aku dengar jika dia juga seorang ketua mafia. Keluarga Alexander...."
Tuan besar Gabriel menghela nafas dengan berat. Dia tahu konsekuensi yang harus dia terima jika sudah menyinggung keluarga Alexander yang sudah terkenal didunia bisnis dan didunia bawah.
"Apa yang harus kita lakukan ayah?"
"Kau diamlah, apa yang kau ajarkan pada putrimu ini sampai dia dengan berani melakukan hal yang harusnya tidak dia lakukan. Terlebih pada keluarga Alexander, bahkan keluarga Fernandez saja sangat menghormati keluarga itu."
"Ayah."
"Tidak ada yang bisa kita lakukan."
"Kakek... Apa maksud dari pembicaraan kalian? Mereka... mereka adalah mafia?"
"Kenapa, kau baru merasa takut sekarang? Semua bos mafia bahkan harus membungkukkan badan mereka saat bertemu dengan Lexi Alexander. Tapi kau malah dengan santai mencelakai adiknya yang juga seorang ketua mafia."
Anasya terduduk lemas, dia tidak menyangka jika Amoora adalah seorang mafia juga. Bukan hanya Amoora, tapi juga semua keluarga Alexander.
"Bagaimana ini, aku...aku..."
Anasya mendekati kakeknya dan memegangi lengan tua kakeknya itu.
"Kakek tolong aku, aku tidak tahu jika mereka adalah mafia. Kakek, Anasya mohon, Anasya takut."
Semua keluarga Gabriel hanya diam dengan perasaan cemas. Siapapun yang menyinggung keluarga Fernandez atau Alexander, sudah dipastikan mereka tidak akan hidup tenang didunia.
Saat ini Anasya benar-benar takut, tubuhnya bahkan bergetar.
Jika saja dia tahu kalau Amoora bukan salah satu dari ketua mafia, dan juga tahu bahwa keluarga Alexander sangat melindunginya, Anasya pasti tidak akan melakukan hal yang membuat Amoora celaka.
__ADS_1
Tapi semua itu tidak ada gunanya, karena Anasya sudah membuat Amoora harus dirawat di rumah sakit dengan pengawasan yang intensiv.