
Beberapa hari kemudian, hari yang telah dinantikan oleh sepasang kekasih ini tiba.
Hari dimana mereka akan mengikat janji suci yang akan membuat mereka hidup bersama sehidup semati dalam sumpah cinta yang akan disaksikan oleh banyak orang.
Saat ini Amoora sedang berada didalam ruangan terpisah dengan Alvaro, didampingi oleh tiga orang hebat. Amoora akan disulap menjadi pengantin wanita tercantik di dunia.
Mulai dari desain gaun pengantin, penata rias dan perhiasan yang Amoora pakai adalah yang terbaik yang Alvaro berikan.
Semua karena Alvaro ingin memberikan yang terbaik untuk Amoora. Dia tidak ingin membuat Amoora kecewa padanya.
Setelah lebih dari dua jam ketiga orang hebat itu mengelilingi Amoora. Kini Amoora terlihat sangat cantik, anggun dan benar-benar membuat orang terpesona.
"Kau sangat cantik seperti putri dalam negri dongeng. Tuan muda Fernandez pasti tidak akan melihat kearah wanita lain." Ucap desainer gaun pengantin memuji kecantikan Amoora.
Amoora berdiri dan melihat pantulan dirinya didepan cermin. Dia terkejut melihat wanita cantik yang ada didalam cermin itu.
"Kalian benar-benar luar biasa. Alvaro memang tidak salah memilih kalian." Ucap Amoora merasa puas.
"Tentu saja. Kami akan melakukan dan memberikan yang terbaik untuk pernikahan kalian berdua."
"Kau benar-benar sangat cantik. Ayo ambil beberapa foto untuk kenangan kita." Ucap penata rias.
"Kau benar. Ayo."
Mereka berempat lalu mengabadikan moment bahagia mereka yang sudah berhasil membuat Amoora sangat cantik dan mempesona hari ini.
Tok tok tok
Anggie dan Alice masuk kedalam ruangan setelah beberapa kali mengetuk pintu.
"Amoora, kau sangat cantik sekali." Ucap Anggie penuh dengan rasa terkejut dan terpesona.
"Kau jangan membuatku malu."
"Tidak, tidak. Aku mengatakan yang sebenarnya, benarkan Alice?"
"Kak Anggie benar. Kau sangat cantik kak Amoora."
Alice memeluk Amoora dengan bahagia.
__ADS_1
Tak lama Lexi masuk kedalam ruangan. Dia menatap adiknya yang sudah berbalut gaun pengantin yang sangat cantik.
Perlahan Lexi berjalan mendekat pada Amoora. Anggie menarik tangan Alice pelan untuk memberikan ruang dan waktu bagi kedua kakak beradik itu saling berbicara.
"Kau sangat cantik. Kau adalah pengantin paling cantik yang pernah aku lihat." Ucap Lexi.
Amoora menatap Lexi lekat, matanya mulai merasa panas dan seperti ada sesuatu yang akan melompat keluar dari dalam kedua matanya.
Lexi memeluk Amoora erat, dia tidak menyangka seorang perempuan yang dulu telah menyelamatkan adiknya dan kemudian dia angkat sebagai adiknya sendiri. Hari ini, dia akan melangkah manjalani kehidupan barunya bersama dengan suaminya.
Lexi juga tidak menyangka, jika dia benar-benar akan merasa seperti seorang ayah yang melepaskan putri kecilnya untuk hidup bersama orang lain setelah menikahkan mereka.
"Terima kasih kak. Kau sudah membuatku mempunyai keluarga yang begitu menyayangiku. Terima kasih karena kau selalu melindungiku, menjagaku dan merawatku dengan penuh cinta. Kau adalah kakak terbaik didunia ini yang aku miliki."
Lexi tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa memeluk Amoora dengan erat.
"Ini adalah hari yang bahagia. Kau tidak boleh menangis sayang."
Lexi menghapus air mata Amoora lalu mengecup kening Amoora dengan penuh kasih sayang.
Anggie, Alice dan tiga orang yang ada disana ikut terharu melihat kedua orang itu saling melepaskan rasa kasih sayang mereka. Meskipun mereka bukanlah saudara kandung, tapi perasaan mereka lebih dari itu.
"Baiklah, waktunya sudah tiba. Kita tidak boleh membuat Alvaro menunggu lama disana." Ucap Lexi.
Amoora mengangguk.
Setelah penata ria menata kembali make up Amoora yang tadi sempat menangis, Lexi membawa Amoora keluar dan mengantarkan Amoora pada Alvaro.
Dengan pelan namun pasti, Amoora melingkarkan tangannya pada lengan Lexi yang membawanya semakin dekat dengan Alvaro yang sudah berdiri menunggunya didepan altar.
Dari balik penutup kepala Amoora bisa melihat bagaimana tampannya Alvaro memakai setelan tuxedo saat ini.
Jantung Amoora semakin berdetak cepat saat dia berada tepat didepan Alvaro.
Lexi menggenggam tangan Amoora lalu memberikan tangan adiknya kepada Alvaro, dimana dia telah menyerahkan seluruh kehidupan Amoora kepada Alvaro sebagai suaminya kelak.
Alvaro menyambut tangan Amoora yang diberikan oleh Lexi padanya, sebagai tanda dia menyanggupi untuk semua kehidupan Amoora yang telah Lexi berikan padanya.
Amoora menatap Alvaro dari balik penutup kepala yang tipis. Mereka saling menatap dan tersenyum malu.
__ADS_1
Setelah itu mereka berdua mengucapkan janji dan sumpah pernikahan didepan para tamu undangan yang sebagai saksi mereka.
Pengucapan janji dan sumpah berjalan dengan lancar, dan para tamu undangan yang menjadi saksi bertepuk tangan dengan bahagia.
Alvaro dan Amoora saling menatap, dengan pelan dan hati-hati Alvaro membuka penutup kepala yang sejak tadi menghalangi pandangannya untuk melihat wajah Amoora secara langsung.
Setelah penutup itu terbuka, Alvaro menatap Amoora dengan perasaan yang tidak bisa dikatakan. Wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya begitu cantik, dia menatap Amoora tanpa berkedip sama sekali.
"Kau sangat cantik sayang." Ucap Alvaro pelan.
Dan ucapan itu berhasil membuat Amoora tersipu sehingga Amoora terlihat semakin cantik dan imut.
Selanjutnya Alvaro mengambil cincin berlian yang secara khusus dipesan untuk pernikahan mereka berdua. Dia menyematkan cincin berlian itu pada jari Amoora lalu mengecup tangan Amoora.
Setelah itu Amoora mengambil cincin dan menyematkan cincin itu pada jari Alvaro.
Sepasang suami istri baru itu menunjukan cincin yang melingkar dijari mereka kepada semua tamu undangan yang datang.
Selepas bertukar cincin, Alvaro menarik pelan pinggang Amoora dan perlahan mendekatkan wajah mereka hingga akhirnya mereka menyatukan bibir mereka didepan para tamu undangan yang telah menjadi saksi pernikahan mereka.
Tepuk tangan semua orang yang datang begitu riuh, ucapan selamat dan doa untuk Alvaro dan Amoora terucap dari mereka semua.
Alvaro menatap Amoora dengan penuh cinta, begitupun dengan Amoora.
Amoora tidak menyangka orang yang dulu pernah dia benci saat ini sudah menjadi suaminya yang akan menemani kehidupannya hingga maut membawanya dari dunia fana.
"I love Alvaro." Ucap Amoora.
"I love you more." Ucap Alvaro.
Mereka saling berpelukan dengan penuh bahagia.
(Anggap saja ini sebagai foto pernikahan Alvaro dan Amoora)
Terima kasih sudah memberikan dukungan kepada Xia Lin. Dan maaf atas keterlambatan Xia Lin dalam up episode didalam cerita ini.
Nantikan cerita Xia Lin berikutnya. Terima kasih 🙏😊
__ADS_1
..._END _...