
Pagi hari George terbangun karena mendengar suara isakan yang samar-samar disamping ranjangnya.
George membuka mata dan melihat Bella tengah meringkuk disisi ranjang. Dengan masih telanjang bulat hanya ditutupi oleh selimut, George mendekati tubuh Bella.
"Kenapa kau menangis?"Tanya George.
Bella tidak menjawab, dia semakin terisak karena sekarang dia menyadari jika dirinya sudah tidak lagi suci. Entah apa yang terjadi sebelumnya, karena saat bangun Bella sudah berada diatas ranjang bersama George tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.
"Jangan menangis, aku akan memberikan semua yang kau inginkan. Lagipula papa mu yang memberikan mu sendiri padaku."Ucap George enteng.
Mata Bella terbuka lebar, air matanya mengalir semakin deras mengetahui jika semua adalah rencana Imanuel.
George berdiri dan berjalan dengan santai ke kamar mandi tanpa memperdulikan tangisan Bella yang semakin keras.
Saat ini dalam pikiran George, keinginan untuk menikmati Bella dan tugasnya pada Amoora sudah dia dapatkan. Apakah dia akan bertanggung jawab pada Bella atau tidak, dia sama sekali tidak memikirkannya.
Bella merasa hancur, orang tua yang dia anggap selalu menyayangi dan mencintainya ternyata mampu berbuat hal menjijikan seperti ini padanya.
"Kenapa harus aku, mama aku harus bagaimana?"
Bella terus menangis disisi ranjang, dia enggan untuk pergi dari ruangan itu. Selain area bawah tubuhnya terasa begitu sakit, dia juga tidak ingin orang lain melihat dirinya yang keluar hanya dengan mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.
Tak berapa lama George keluar dari kamar mandi, dia melihat Bella masih berada disisi ranjang.
"Apa kau masih ingin duduk disana? Aku harus menemui klien sekarang."
Bella tidak menanggapi ucapan George.
Karena tidak mendapat respon dari Bella, akhirnya George menghubungi Imanuel untuk menjemput putrinya.
Setelah itu George keluar dari kamar dan meninggalkan Bella yang masih menangis.
Flashback on
Setelah meminum anggur Bella merasa sedikit lega karena tidak terjadi apa-apa pada dirinya, dia yakin jika dalam anggur itu tidak mengandung obat atau sejenisnya.
Namun selang 10 menit Bella merasa tubuhnya gemetar, pandangannya tidak fokus namun masih bisa mendengar dengan baik.
Melihat obat yang ada didasar gelas anggur milik Bella mulai beraksi, George memutuskan menyudahi pembicaraannya dengan Imanuel dan membawa Bella ke lantai atas dimana sebuah kamar hotel sudah tersedia.
"Tuan George."
"Tuan Steve, kita sudah sepakat bukan? Atau anda ingin mengingkari kesepakatan yang sudah kita buat?"
"Tidak tuan, saya...."
"Anda tenang saja, besok harga saham perusahaan anda akan kembali stabil."
Mendengar itu Imanuel merasa menyerahkan Bella adalah keputusan yang tepat.
George tanpa membuang waktu lagi menggendong tubuh Bella dan membawanya keluar dari ruang VIP itu.
Dengan lift George naik kelantai 12.
__ADS_1
Sampai didepan pintu, Amoora sudah berada disana menunggu George.
"Kau cukup cepat, aku pikir harus menunggu mu lebih lama lagi."
"Itu tidak mungkin nona Alexander."
Albert yang berdiri disamping Amoora membukakan pintu kamar hotel untuk George.
Mereka bertiga masuk kedalam kamar. George membaringkan tubuh Bella diatas ranjang.
Semua kamera sudah siap pada posisinya untuk mengambil gambar vulgar Bella.
Albert menyalakan sebuah handicam yang ada disamping dan didepan ranjang, sementara kamera otomatis yang akan mengambil gambar Bella setiap 2 menit sekali sudah stay on disamping kanan dan kiri ranjang.
Tidak butuh waktu lama, tubuh Bella perlahan menggeliat. Dia meracau sendiri sambil menanggalkan satu persatu baju yang dia kenakan.
Selesai mengambil video dan gambar, Amoora dan Albert keluar dari kamar itu untuk memberikan kesempatan pada George melakukan apa yang ingin dia lakukan pada Bella.
(Selanjutnya kalian pasti tahu apa yang terjadi😉)
**
Di ruang gym Amoora sedang melakukan olahraga ringan, dia merasa tubuhnya sudah terasa semakin berat dan dia tidak menyukainya, itu kenapa hari ini dia bermain dengan alat-alat fitnes diruang gym nya.
Satu demi satu alat fitnes didalam ruang gym dia pakai, keringatpun sudah mulai bercucuran di dahi dan tubuh Amoora.
"Bos."
Amoora menoleh, dia melihat Lucas sudah berada didepan pintu.
"Bos, tuan George mengirim pesan, dia bertanya kapan semua video dan foto-foto Bella akan disebarkan."
"Biarkan dulu Imanuel menikmati masa stabilnya, dan biarkan Bella sedikit berseteru dengan Imanuel dan Hanna. Karena sekarang Bella pasti sangat membenci Imanuel karena menggunakan dirinya sebagai alat penukaran bisnis orang tuanya sendiri."
"Baik bos."
"Lucas, hari ini aku ingin salad buah."
"Salad buah bos?"
"Iya."
"Baik bos."
Lucas lalu keluar dari ruang gym.
Amoora menghentikan aktivitas olahraganya, dia berjalan kearah kursi dan mengambil handuk kecil yang ada diatas kursi itu.
"Huuuft, ini sudah cukup lama dari terakhir kali aku bergerak yang menguras keringat."
Amoora mengambil botol minumannya lalu meminum air yang ada didalam botol.
"Cuaca hari ini cukup bagus, aku akan mengajak Alice keluar sebelum dia kembali ke asrama besok lusa."
__ADS_1
Amoora membawa handuk dan botol minumannya keluar dari ruang gym menuju kamarnya.
Di dapur, koki yang tidak lain juga kepala pelayan di mansion sedang mengeluarkan beberapa buah dari kulkas untuk dijadikan salad keinginan Amoora.
"Untuk apa semua buah ini paman Willi?"Tanya Albert.
"Oh, bos minta dibuatkan salad buah hari ini."
"Tumben sekali."
"Aku juga tidak tahu."
Albert mengambil buah strawberry lalu memakannya. Sementara itu Willi mengambil buah dari masing-masing kotak buah lalu mencucinya.
Didalam mansion Willi adalah orang yang paling tua, dia bekerja disana atas perintah dari Lexi.
"Paman Willi, apa salad ku sudah siap?"Tanya Amoora.
"Sebentar lagi."
Amoora duduk dikursi dan melihat Albert yang sedang makan buah kiwi.
"Apa kiwinya enak?"
"Iya bos, sangat manis seperti aku."
Amoora menggelengkan kepalanya mendengar perkataan narsis Albert.
"Ya sangking manisnya sampai-sampai hingga sekarang belum punya pacar."Ucap Willi.
"Paman Willi."
Amoora dan Willi tertawa.
Tidak lama satu mangkuk salad untuk Amoora sudah siap, Willi mengantarkan salad itu pada Amoora.
"Bos, ini salad buah yang bos mau."
"Terima kasih paman."
Amoora mengaduk salad yang di beri coklat cair dan parutan keju itu.
"Bos, tumben sekali bos makan salad."
"Aku sedang ingin saja, karena sudah lama tidak makan salad buah."
"Oh begitu."
"Albert, semua video dan foto-foto kemarin sudah kamu edit?"
"Sudah bos."
"Bagus, simpan baik-baik."
__ADS_1
"Baik bos."
Amoora mulai menikmati salad buah sebagai menu sarapannya hari ini.