
Bella yang sudah membaik sedang duduk di balkon kamarnya, walaupun dia sudah tidak berteriak dan menangis seperti sebelumnya, namun dia masih tidak ingin keluar dari kamar.
Hanya ada dua pelayan rumah yang akan masuk kedalam kamar untuk membersihkan kamar Bella setiap dua hari sekali.
Bella merasa kesal jika melihat kedua Imanuel dan Hanna, bagi Bella semua kehidupannya sudah hancur karena mereka.
"Bella, sayang ayo keluar. Ada Jack datang."Sebuah suara terdengar dari luar kamar.
Mendengar itu Bella tahu jika Jack sama sekali belum mengetahui tentang dirinya.
"Kalian masih belum puas ternyata, menutupi semuanya dari Jack agar bisa menikmati semua yang diberikan olehnya."
Selama ini Bella selalu mengikuti perkataan ibunya agar bisa mendapatkan barang-barang mewah dari Jack. Dan tentu saja semua barang-barang itu bukan hanya Bella yang menikmati, tapi juga kedua orang tuanya.
"Bella."Terdengar lagi suara dari luar kamar.
Bella tahu, saat ini jika dia tidak keluar maka orang tuanya akan tetap mengetuk dan memanggilnya tanpa menghiraukan bagaimana tanggapan Jack yang juga ada disana.
Bella dengan malas berjalan kearah pintu lalu membukanya.
Hanna dan Jack terkejut sesaat melihat bagaimana Bella saat ini.
"Bella honey, ada apa dengan kamu sayang?"Tanya Jack penuh khawatir.
Bella tidak menjawab pertanyaan Jack, dia hanya menatap ibunya dengan tatapan kosong yang sulit diartikan.
"Bella kamu tidak apa-apa kan sayang?"Tanya Jack lagi.
Bella beralih menatap Jack "Jika aku terjadi apa-apa juga tidak ada yang peduli di keluarga ini. Jadi mulai sekarang kau tidak perlu lagi datang dan bawa pergi lagi semua barang-barang yang kamu bawa."
Jack tidak tahu maksud dari perkataan Bella, dia benar-benar tidak mengerti dengan semuanya.
"Sayang, kamu sedang ada masalah?"
"Tidak ada, jika kamu tidak ada keperluan lainnya. Lebih baik kamu pulang dan jangan percaya dengan ucapan mereka yang ada dirumah ini."
"Bella!"Seru Hanna yang sudah tidak tahan.
Bella hanya mencibir melihat reaksi dari ibunya.
"Bella."
"Pulanglah, aku sudah lelah."
Tanpa ingin mendengar apa-apa lagi Bella langsung menutup pintu kamarnya lalu menguncinya dari dalam.
__ADS_1
"Kalian bisa berbuat seperti ini padaku, jadi jangan salahkan aku jika aku akan membuat kalian malu."
Bella mengepalkan tangannya dengan kuat, keluarganya sudah membuatnya tidak memiliki masa depan lagi. Jadi dia tidak peduli dengan rasa malu yang dia miliki.
Kali ini Bella bertekad akan berjalan dan hidup bebas, tanpa peduli ucapan mereka.
Bella berjalan ke lemari pakaian lalu mengambil sebuah gaun berwarna hitam yang cukup sexy, kemudian dia berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Tak lama Bella keluar dengan mengenakan gaun itu.
"Hmm masih cukup berisi."Gumam Bella didepan cermin.
Bella duduk didepan meja riasnya lalu dia mulai merias wajahnya sendiri.
Dengan keterampilannya, Bella merubah wajahnya yang pucat terlihat lebih segar.
Bibir merahnya, menunjukkan bahwa dia siap untuk menikmati kehidupan barunya. Dan kali ini dia tidak akan lagi peduli dengan ucapan orang lain termasuk kedua orang tuanya.
Selesai dengan baju dan make up, Bella mengambil sepatu high heels berwarna merah miliknya.
Siap dengan semuanya, Bella membuka pintu kamar dan berjalan menuruni tangga rumah.
Diruang tv, Hanna melihat Bella yang akan keluar rumah.
"Bella, mau kemana kamu dengan pakaian itu?"Tanya Hanna sambil berjalan mendekat.
"Mencari kesegaran dengan pakaian itu?"
Bella menoleh dan menatap Hanna dengan tatapan meremehkan.
"Kenapa? Takut aku membuat kalian malu jika orang lain melihat? Aku saja merasa biasa saat melihat darah diatas ranjang hari itu."
Hanna tersentak, dia tidak menyangka jika Bella sekarang akan berubah seperti sekarang ini.
Bella hanya tersenyum melihat reaksi dari ibunya, tanpa membuang waktu Bella melanjutkan langkah kakinya menuju garasi mobil.
Hanna yang tidak bisa mencegah Bella, hanya bisa melihat mobil melaju menjauh dari rumah.
"Apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh anak ini?"
Bella melajukan mobilnya menuju sebuah club.
Sudah sering Bella keluar masuk club, tapi kali ini dia pergi ke club yang belum pernah dia datangi.
Dengan dandanannya yang cukup sexy dan cantik, Bella menjadi pusat perhatian para laki-laki disana.
__ADS_1
Bella yang ingin melihat bagaimana situasi club itu hanya duduk dan memesan minuman yang rendah alkohol.
Seorang bartender memperhatikan Bella.
"Apa kau baru kali ini kesini nona?"Tanya bartender itu.
Bella mengangguk "Iya, aku bosan dengan club yang biasa aku datangi."
"Oh begitu."
"Iya, ngomong-ngomong sudah berapa lama kau bekerja disini?"
"Mungkin 4 atau 5 tahun."
"Cukup lama."
Bartender itu mengamgguk.
Ketika Bella tengah meneguk minumannya, seorang laki-laki mendatanginya.
"Hai nona, sepertinya kau baru."
"Kau juga terlihat seperti orang baru."
Laki-laki itu tertawa lalu duduk dikursi disamping Bella.
"Kau sangat lucu nona."
"Terima kasih."
"Kau sendirian?"
"Ya, biasanya aku akan ditemani oleh seseorang. Tapi dia sedang sibuk."
"Hmm begitu."
Bella hanyut dengan obrolan mereka, hingga akhirnya Bella memutuskan untuk menikmati alunan musik yang sejak tadi dimainkan oleh dj.
Setiap harinya Bella pergi ke club pada jam 5 sore lalu akan pulang jam 1 atau jam 2 dini hari.
Dia tidak peduli dengan teriakan Hanna maupun Imanuel. Bagi Bella semua ucapan mereka dianggap angin lalu.
Sekarang dia ingin hidup seperti apa yang dia inginkan, bahkan dia tidak ragu melakukan hubungan intim dengan beberapa laki-laki yang sudah dikenalnya di club itu.
Informasi tentang Bella yang sering pergi ke club di ketahui oleh Amoora, begitu juga dengan kelakuan Bella yang sering berhubungan intim dengan laki-laki.
__ADS_1
Informasi ini akan membuat Amoora mudah untuk memancing Jack datang dan melihat sendiri bagaimana wanita yang dia cintai sedang di nikmati oleh orang lain.
"Sudah cukup kalian berdiri dibawah bayangan dia."