The Queen Psycho

The Queen Psycho
16


__ADS_3

Dengan cepat berita tentang saham perusahaan milik keluarga Steve yang turun, sampai ke telinga Alvaro Fernandez.


Perusahaan Steve juga sudah berulang kali meminta waktu untuk bertemu dengan Alvaro Fernandez, namun Alvaro masih enggan menanggapinya.


Alvaro sendiri masih menyelidiki Amoora, wanita yang telah di acuhkan oleh keluarga Imanuel Steve dan sekarang sudah menjadi anggota keluarga Alexander.


'tok tok tok'


Ketukan pintu menyadarkan Alvaro dari setumpuk berkas yang harus dia periksa sebelum dia tanda tangani.


Setelah dipersilahkan masuk oleh Alvaro, sekertaris Alvaro masuk kedalam.


"Katakan ada apa?"Tanya Alvaro tanda mengalihkan matanya.


"Tuan, saya sudah mendapatkan informasi tentang nona Amoora Alexander."


Alvaro seketika menghentikan pekerjaannya dan menatap sekertarisnya yang saat ini berdiri tepat didepan meja kerjanya.


"Katakan semuanya."


"Nona Amoora sebelumnya seperti yang kita tahu adalah anak dari tuan Steve dengan istri pertamanya yang sudah meninggal lebih dari 10 tahun yang lalu. Ibunya belum genap satu minggu meninggal tapi tuan Steve sudah membawa wanita simpanannya yang saat ini menjadi nyonya Steve, selama itu kehidupan nona Amoora tidak begitu baik. Dia seperti seorang pelayan dirumahnya sendiri bahkan dia tidak diperbolehkan naik mobil saat berangkat sekolah. Setelah lulus, dia kuliah sambil bekerja di sebuah kafe dan setelah lulus dia bekerja di sebuah perusahaan yang tidak begitu besar. Walaupun gajinya tidak besar, tapi berkat kecerdasannya dia selalu mendapat bonus dari bos di perusahaan tempatnya bekerja. Namun tuan, nyonya Steve dan putrinya yang bernama Bella Steve selalu meminta uang pada nona Amoora."


"Meminta uang?"


"Benar tuan, itu yang kami dapatkan dari beberapa tetangga yang pernah melihat dan mendengar saat mereka meminta uang pada nona Amoora."


"Baik, sekarang bagaimana Amoora bisa mengenal keluarga Alexander?"


"Nona Amoora pernah menolong nona Alicia Alexander, saat itu nona Alicia akan di lecehkan oleh beberapa orang yang kemudian ditolong oleh nona Amoora. Nona Amoora sendiri hampir meninggal saat menolong nona Alicia. Sejak saat itu keluarga Alexander mempunyai hutang budi padanya. Dan saat mengetahui kehidupan nona Amoora, mereka pun mengangkat nona Amoora sebagai anggota keluarga Alexander."


Alvaro mengangguk, dia mencoba memahami semua informasi yang sekertarisnya katakan padanya.


"Baik, kamu cari perusahaan yang sudah memperkerjakan nona Amoora dulu."


"Baik tuan. Kalau begitu saya permisi."


Alvaro hanya mengangguk, dia lalu teringat wajah Amoora saat di pesta ulang tahun neneknya kemarin.


"Bagaimana bisa wanita seanggun itu mendapatkan kehidupan yang tidak adil dari keluarganya sendiri?"Gumam Alvaro.


Alvaro lalu kembali berkutat dengan pekerjaannya, karena setelah itu dia berencana untuk menemui Lexi Alexander.


* * *

__ADS_1


Saat ini Amoora sedang berada diruang kerjanya, dia menatap beberapa layar monitor yang ada didalam ruang kerjanya itu.


Jemarinya yang lentik menari dengan cepat diatas keyboard komputernya seolah sudah sangat hafal letak setiap huruf.


"Akhirnya ketemu."


Mata Amoora bersinar, usahanya selama dua hari membuahkan hasil.


"Kalian akan merasakan apa yang dulu aku rasakan. Bukankah kalian sangat menyukai kemewahan, maka aku akan memberikannya sebelum aku menghancurkan kalian semua."


Tidak ada yang mengira wanita yang dulu lembut, anggun dan penuh senyum. Kini berubah menjadi wanita yang di penuhi dengan rasa benci terhadap keluarganya sendiri.


Amoora yang sangat pintar menggunakan komputer berhasil mendapatkan bukti pelanggaran perusahaan milik Imanuel, beberapa tahun tidak membayar pajak dan juga perluasan tempat parkir perusahaan yang melampaui garis batas, juga adanya transaksi ilegal yang sering terjadi di perusahaan itu.


Kali ini Amoora akan membantu perusahaan Imanuel lebih dulu sebelum dia menghancurkannya tak tersisa. Walaupun itu adalah perusahaan milik kakeknya dulu, tapi dia akan merasa lebih bersalah jika tidak menghancurkannya.


"Baiklah, perusahaan tersembunyi sudah aku buat. Sekarang saatnya untuk pura-pura membantu perusahaan itu, dan saat mereka mulai mendapatkan kerjasama baru dengan perusahaan lain. Itu adalah saat dimana mereka harus menerima kehancuran mereka."


Selama seharian Amoora berada didalam ruang kerja tanpa ada yang berani menganggunya.


Setelah semuanya beres, Amoora keluar dari ruang kerjanya.


Amoora berjalan menuju ruang tamu karena disana terdengar begitu ramai.


"Ada apa kalian berkumpul disini?"


Amoora menatap dua anak kecil yang duduk di tengah-tengah anak buahnya.


"Siapa mereka?"


"Bos, saya menemukan mereka di persimpangan jalan didepan. Mereka bilang jika pamannya ingin menjual mereka dan mereka kabur saat pamannya membawa mereka."


Amoora berjalan mendekati dua anak yang ditemukan oleh salah satu anak buahnya.


"Siapa nama kalian?"Tanya Amoora.


Kedua anak itu saling berpelukan seolah takut pada Amoora.


"Jangan takut, aku tidak akan menyakiti kalian."


"Ka...Kami tidak mau...Pulang."Ucap salah seorang anak yang mungkin berusia 12 tahun.


"Baik, tapi aku ingin tahu siapa nama kalian."

__ADS_1


"A....Aku Stefanie dan adikku Marco."


"Kau bawa mereka untuk mandi, dan kalian beli pakaian untuk mereka berdua."


Amoora memberikan sebuah kartu kredit pada dua anak buahnya untuk membeli pakaian.


"Kalian akan tinggal disini mulai sekarang. Jangan takut aku tidak akan menyakiti kalian."


"Terima kasih kakak, terima kasih."


Amoora tertegun sejenak kemudian dia tersenyum.


Setelah itu semuanya kembali berlatih dan kedua anak itu pergi ke salah satu kamar mandi untuk membersihkan diri bersama dua orang anak buah Amoora.


Amoora meminta anak buahnya yang lain untuk mengecek cctv yang dia pasang dipersimpangan jalan yang anak buahnya katakan.


"Bos, lihat ini."


Amoora melihat video dari cctv yang anak buahnya perlihatkan. Disana Amoora melihat sebuah mobil berwarna hitam berhenti, terlihat dari dalam mobil dua anak itu keluar dan tidak lama beberapa orang mencari mereka berdua dengan kesal.


Cctv yang Amoora pasang bisa melihat jarak yang cukup jauh dengan jelas, jadi dia tidak perlu memasang begitu banyak cctv untuk mendapatkan sesuatu.


"Catat nomor plat mobilnya dan cari tahu pemilik mobil itu."


"Baik bos."


Amoora tidak akan semudah itu menerima orang baru di mansionnya, karena saat ini anak buahnya sudah berlatih menggunakan senjata tajam dsn senjata api. Jadi dia harus lebih berhati-hati.


Ditambah saat ini senjata yang ada di gudang sudah cukup banyak dan ada berbagai jenis.


Kedua anak itu akan Amoora selidiki dulu, takutnya paman yang di bilang oleh Stefanie melaporkan hilangnya mereka berdua ke kantor polisi.


Setelah dua anak itu selesai mandi dan memakai baju yang bersih, mereka dibawa ke ruang makan.


"Makanlah."Ucap Amoora.


Awalnya mereka ragu, tapi setelah Amoora meyakinkan mereka akhirnya dua anak itu makan dengan lahap. Amoora jadi ingat saat dia hanya mendapatkan makan malam sisa dari keluarganya dulu.


"Setelah selesai kalian bisa istirahat. Nanti bawa mereka ke kamar yang masih kosong."


"Baik bos."


Amoora meninggalkan dua anak itu bersama dengan anak buahnya.

__ADS_1


Dia masih harus mencari tahu tentang dua anak baru itu.


(Maaf karena kondisi badan Linlin yang kurang sehat, jadi Linlin baru bisa up 🙏 Terima kasih atas pengertian kalian 😊😊)


__ADS_2