The Queen Psycho

The Queen Psycho
11


__ADS_3

Sudah satu minggu Amoora dan anak buahnya tinggal di mansion baru, semua anak buah Amoora berlatih dengan sangat baik dibawah pelatihan anak buah Lexi.


Malam ini juga akan ada acara perayaan berdirinya "Dark Angel".


Walaupun sebenarnya Dark Angel sudah berdiri sejak 9 bulan yang lalu dan di ketuai oleh Amoora Steve, yang kini berubah menjadi Amoora Alexander.


Ya, Lexi sudah memutuskan untuk menjadikan Amoora sebagai adiknya dan memberikan nama keluarganya pada Amoora.


Amoora sendiri yang merasa sudah tidak mempunyai keluarga yang menginginkan dia, jadi dia pun menerima Lexi sebagai kakaknya.


Dengan begini kelompok mafia yang lain akan mempertimbangkan berkali-kali lipat untuk mengganggu Amoora dan anak buahnya.


Saat ini Lexi dan Amoora berada di stasiun untuk menjemput Alice. Perempuan yang pernah Amoora tolong dan sekarang sudah menjadi adik perempuannya.


Walaupun anak buah Lexi bisa menjemput Alice di asrama, tapi Alice lebih memilih untuk naik kereta saat pulang.


Itu karena setelah Alice masuk sekolah dan hidup didalam asrama, dia lebih menyukai hal-hal yang sederhana dan juga dia terlihat sudah mau berbaur dengan orang lain.


"Kakak!"Seru Alice.


Amoora dan Lexi melihat seorang gadis berusia 15 tahun berlari kearah mereka sambil melambaikan tangannya.


"Kakak aku merindukan mu."Ucap gadis itu.


"Kakak juga."


Alice memeluk Lexi dengan erat.


"Kau akhirnya pulang."Ucap Amoora.


Alice menatap Amoora lalu melepaskan pelukannya.


"Kak Amoora, kau juga datang menjemput ku."


"Tentu saja, jika aku tidak datang akan ada putri cantik yang marah padaku."


"Hahaha kakak ini."


"Baiklah ayo kita pulang."Ucap Lexi menengahi.


Alice mengangguk.


Mereka bertiga berjalan keluar dari stasiun.


Disudut yang lain seorang laki-laki menatap mereka bertiga dengan lekat, seolah sedang memastikan orang yang tengah dia lihat.

__ADS_1


"Ada apa? Apa ada orang yang kau kenal?"Seorang wanita tua yang berdiri disamping laki-laki itu bertanya.


"Tidak nenek, mungkin aku salah lihat. Ayo semua sudah menunggu nenek dirumah."


"Alvaro, kau baru kepala tiga tapi penglihatanmu sudah seperti itu."


"Ya aku memang sudah kepala tiga, dan nenek sudah kepala 8 minggu depan."


"Dasar kau ini cucu tidak tahu diri. Lihat saja kalau tahun depan kau tidak memperkenalkan nenek pada calon istrimu."


"Hah, kenapa harus membahas masalah calon istri lagi?"


"Karena aku tidak mau wanita itu menjodohkanmu dengan wanita sembarangan padamu."


"Hahaha ya baiklah. Sekarang ayo pulang dulu."


Alvaro merangkul neneknya erat sambil berjalan di sampingnya dengan hati-hati.


Wanita yang di maksud oleh nenek Alvaro adalah istri tuan Fernandez. Lebih tepatnya istri kedua atau ibu tiri Alvaro.


Sementara itu Amoora yang berada didalam mobil bersama dengan Lexi dan Alice duduk sambil mendengarkan Alice menceritakan semua yang dia lalui selama di sekolah dan asramanya.


"Jadi kamu sudah belajar banyak hal yang positiv disana?"Tanya Lexi setelah Alice selesai bercerita.


"Iya kak, dan kau tahu? Aku mempunyai teman pindahan baru."


"Tentu kak, dia baik dan selalu tersenyum dengan orang. Banyak teman-teman yang suka padanya."


"Dia laki-laki?"Tanya Lexi dengan nada waspadanya.


"Iya dia laki-laki, dan dia juga tampan."


"Oh benarkah?"


"Ayolah kak, dia hanya teman sekelas ku. Kau tidak perlu terlalu seperti itu, lagipula asrama perempuan dan laki-laki terpisah jauh."


"Iya kakak mengerti. Kakak hanya mau mengingatkan agar kamu harus lebih berhati-hati."


"Baik kak."


"Dengarkan kak Lexi, Alice. Semua demi kebaikan kamu."Ucap Amoora.


"Iya kak Amoora."


Tidak lama mereka sampai dirumah besar keluarga Alexander.

__ADS_1


Mereka semua turun dan mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.


"Wah.. Aku sangat merindukan rumah ini."Seru Alice saat dia masuk kedalam rumah.


"Berhentilah berkata seperti itu."


"Kenapa?"


"Kau tahu, setiap kali kau pulang hal pertama yang kau katakan setelah masuk kedalam rumah adalah itu. Tidak adakah kata-kata yang lain?"


"Tidak ada, karena aku memang merindukan rumah ini."


"Ya baiklah terserah kau saja."


Amoora hanya bisa menahan tawa melihat dua saudara didepannga.


"Benarkah dia adalah Lexi, ketua mafia yang di takuti banyak orang?"


Alice yang tidak mau melanjutkan perdebatan dengan kakaknya itu berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


"Apa kalian selalu seperti itu?"Tanya Amoora pada Lexi.


"Ya... Tidak juga."


"Hahaha."


"Kenapa?"


"Tidak, aku hanya heran saja padamu. Kau yang terkenal berdarah dingin dan kejam, mempunyai sisi yang seperti ini didepan Alice."


"Ya... Itu karena aku tidak mau Alice terlalu tertekan dan takut dengan ku. Walaupun dia tahu siapa aku di dunia bawah, tapi aku tidak ingin dimata dia aku adalah orang yang kejam dengan bersikap dingin dengannya."


"Ya memang benar. Alice mempunyai hati yang lembut dan baik. Dia akan merasa terguncang kalau kau bersikap seperti itu juga padanya."


"Hmmm. Sudahlah kau istirahat saja di kamar. Nanti sore kita berangkat untuk bersiap-siap."


"Yasudah kalau begitu."


Amoora lalu pergi menuju kamarmya yang sudah disiapkan untuknya di kediaman Alexander.


Nanti malam adalah awal bagi hampir seluruh orang-orang yang hidup di dunia bawah mengenal Amoora dan Dark Angel yang dia dirikan.


Saat ini Amoora sudah mempunyai hampir 200 orang anggota yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.


Meskipun belum besar dan anak buah yang masih dibilang sedikit, tapi berkat bantuan Lexi semua bisa berjalan dengan lancar.

__ADS_1


"Jangan takut, aku ada bersamamu."


Itu yang pernah Lexi ucapkan pada Amoora, sehingga Amoora yakin jika dia dan anak buahnya pasti bisa berkembang seperti kelompok mafia lainnya.


__ADS_2