
Esok harinya sesuai rencana, Amoora dengan menggunakan alamat email anonim mengirim beberapa foto pada Jack.
Foto yang Amoora kirim adalah foto bagian luar club yang biasa Bella datangi, dia juga mengirim foto lain dimana Bella masuk kedalam club itu.
Jack yang sedang mengadakan rapat diperusahaannya sangat marah melihat foto-foto itu, dia lalu langsung membubarkan rapat dan bergegas keluar dari perusahaan.
Dengan cepat Jack mengendarai mobil kerumah keluarga Steve. Dia tidak percaya dengan semua foto-foto yang baru saja dia dapatkan dari alamat email anonim.
"Bella, jika sampai itu semua benar. Aku tidak akan pernah memaafkan mu."
Tidak membutuhkan waktu lama, Jack sampai didepan rumah Bella.
"Jack? Tumben sekali kamu sudah datang jam segini."Sapa Hanna yang kebetulan sedang ada didepan rumah.
"Aku ingin bertemu dengan Bella,tante."Ucap Jack terburu-buru.
Hanna yang menangkap gelagat yang tidak baik akan terjadi, tapi dia mencoba tetap tenang.
"Apa kalian berdua sedang ada masalah?"
"Tante juga sudah tahu bukan jika Bella sering datang ke club malam?"
Hanna tersentak, tidak ada yang pernah mengungkit hal ini pada Jack karena mereka takut Jack akan meninggalkan Bella jika Jack mengetahuinya.
"A..Apa maksud kamu Jack?"
Jack menatap Hanna tidak percaya, dia lalu masuk kedalam rumah dan terus berjalan menuju kamar Bella.
"Bella keluar, aku ingin bicara denganmu. Bella."
Jack terus mengetuk pintu kamar Bella sambil memanggil namanya.
Bella yang baru tidur selama beberapa jam merasa terganggu dan berjalan kearah pintu dengan kesal.
"Ada apa, kenapa begitu ribut?"
Jack melihat penampilan Bella yang acak-acakan, bahkan baju yang Bella pakai tadi malam belum sempat Bella ganti karena sudah terlalu lelah.
__ADS_1
"Ada apa denganmu? Kenapa kau memakai pakaian seperti ini Bella?"
Bella melihat pakaian yang dia kenakan lalu menatap Jack.
"Ada apa dengan pakaian ku? Tidak ada yang salah dengan ini."
"Kamu tidak pernah berpenampilan seperti ini. Katakan apa yang sudah kamu lakukan? Apa kamu pergi ke club malam?"
Bella menatap Jack dengan rasa iba, dia lalu tersenyum.
"Lebih baik kau pergi dan jangan lagi mengharapkan apapun dariku. Karena aku tidak akan pernah bisa memberikan apa yang kau inginkan."
Jack menatap Bella tidak mengerti "Apa maksudmu?"
"Ck, apa tuan dan nyonya Steve tidak memberitahu mu tentang bagaimana aku?"
"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan Bella?"
"Sebenarnya aku..."
Jack menoleh ke belakang, dia meliht Hanna berjalan dengan cepat mendekati mereka.
Bella sangat membenci Hanna yang masih ingin memperalat hubungannya dengan Jack setelah semua yang sudah Hanna dan Imanuel lakukam padanya.
"Bella, kenapa kamu baru bangun sayang?"Ucap Hanna dengan lembut.
Bella menepis tangan Hanna yang ingin meraih lengannya.
"Tidak perlu peduli padaku. Bahkan masa depanku saja sudah kalian jual pada pengusaha itu, apa aku masih pantas untuk kalian sentuh?"
"Apa maksud mu?"Tanya Jack.
"Tanyakan sendiri pada nyonya Steve yang terhormat ini."
Bella langsung menutup pintu kamar dengan keras dan menguncinya. Dia sudah tidak peduli lagi dengan penilaian Jack pada dirinya.
Bagi Bella ada atau tidak adanya Jack itu semua sama saja.
__ADS_1
Jack masih mencoba mencerna apa yang Bella katakan tadi. Menjual masa depan. Itulah yang terus menggema di telinga Jack saat ini.
Melihat reaksi Jack, Hanna menjadi khawatir jika Jack tidak akan mau lagi menyukai Bella setelah tahu semuanya. Jika itu terjadi maka dia tidak bisa mendapatkan barang-barang mewah yang biasa Jack berikan lagi padany, terlebih jika Jack tidak terima dan meminta kembali semua barang-barang itu.
"J...Jack."
Jack menatap Hanna dengan tajam.
"Aku akan mencari tahu semuanya sendiri, karena aku yakin tante tidak akan mengatakan yang sebenarnya."
Jack pergi dengan langkah lebarnya meninggalkan Hanna yang tengah khawatir.
"S*al. Bagaimana ini, aku tidak akan bisa mendapatkan barang-barang yang aku inginkan lagi dari laki-laki bodoh itu jika dia sudah mengetahui semuanya. Bella kau membuatku kesal."
Hanna berjalan dengan cepat untuk menyusul Jack, tapi sayangnya saat dia sampai didepan rumah Jack sudah melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan halaman rumah keluarga Steve.
Dengan cemas Hanna kembali masuk kedalam rumah dan berjalan menuju kamar Bella untuk membujuk Bella.
"Bella keluar, mama ingin bicara denganmu. Ayo keluar Bella."
Sudah beberapa kali Hanna memanggil Bella tapi tidak ada jawaban.
"Bella! Apa kau ingin menghancurkan semuanya? Jack tidak akan lagi memberikan semua barang-barang yang kita inginkan jika dia tahu semuanya. Apa kau dengar? Jadi kau harus segera bicara dengan Jack. Bella!"
Hanna sama sekali tidak peduli dengan perasaan Bella, hanya rasa khawatir tidak mendapatkan barang-barang mewah saja yang ada didalam pikiranmya saat ini.
Sementara Bella tidak ingin mendengarkan apapun lagi dari mulut Hanna. Sekarang dia tahu jika dirinya tidak lebih berharha dibandingkan dengan barang-barang yang Jack berikan pada orang tuanya.
"Sudah cukup kalian memperalat ku, aku akan pergi."Gumam Bella.
***
Didalam kamar, Amoora sedang tersenyum puas. Setelah mengirimkan beberapa foto pada Jack dan tahu bagaimana sifat Jack yang sangat menyayangi Bella, dia pasti akan langsung datang dan meminta penjelasan pada Bella.
"Ini hanya permulaan, aku harap kalian bisa bertahan sampai aku benar-benar puas bermain dengan kalian."
Dengan tangan lentiknya, Amoora menghapus semua data yang bisa di lacak oleh Jack. Karena dia ingin Jack mencari tahu sendiri dengan datang ke club malam yang biasa Bella datangi untuk meyakinkan dirinya apakah foto-foto itu benar atau tidak.
__ADS_1