The Queen Psycho

The Queen Psycho
68


__ADS_3

Ini sudah lewat beberapa hari setelah Amoora dan Lexi makan siang bersama dengan kedua orang tua Alvaro.


Dan tepat pada hari keempat, Alvaro dan kedua orang tuanya datang ke rumah keluarga Alexander membawa beberapa kotak hadiah yang akan mereka berikan pada Amoora.


Amoora yang tidak tahu jika keluarga Alvaro tiba-tiba datang, hanya bisa mengendarai mobil sportnya dengan sangat cepat dari mansion ke rumah Lexi.


"Tumben sekali tuan dan nyonya Fernandez berkunjung ke rumah saya ini. Apa ada sesuatu yang terjadi?" Ucap Lexi.


Tuan Fernandez mengangguk "Benar apa yang tuan Lexi Alexander katakan. Kami kesini untuk suatu hal yang penting."


"Oh benarkah, apa itu tuan Fernandez?"


Tuan Fernandez menatap Alvaro dan istrinya lalu beralih menatap Lexi.


"Kami kesini secara resmi datang untuk melamar Amoora Alexander. Adik anda."


Lexi diam, dia menatap lurus pada Alvaro.


"Apa kau sudah yakin dengan langkah yang kau ambil ini Alvaro?"


"Ya, aku sudah yakin."


"Kau, apa kau sudah meyakinkan Amoora tentang hal ini?"


Alvaro diam, dia sebenarnya belum begitu yakin jika Amoora akan menerimanya. Tapi dia tidak juga ingin Amoora mempunyai pikiran yang lain terhadap hubungan mereka. Jadi dia datang kerumah keluarga Alexander untuk membuat Amoora yakin jika dia sangat mencintai Amoora.


"Kau belum sepenuhnya yakin bukan?" Tanya Lexi lagi.


"Aku...."


"Alvaro Fernandez!"


Sebuah suara mengejutkan semuanya.


Alvaro dan yang lainnya melihat kearah pintu, dan disana Amoora tengah berdiri menatap semua orang.


"Amoora."


"Apa ini, kenapa kau tidak memberitahu ku jika kau akan kesini dengan orang tuamu?"


Alvaro berdiri dan berjalan menghampiri Amoora.


"Aku tahu aku salah karena tidak memberitahu kepadamu terlebih dulu. Tapi hanya ini yang bisa aku lakukn untuk membuatmu percaya jika aku benar-benar mencintai kamu dan selalu ingin bersamamu."


"Alvaro, apa kau yakin dengan semua itu? Kau tahu bagaimana kehidupan ku didunia yang lain."

__ADS_1


"Kehidupan didunia yang lain?" Tanya nyonya Fernandez.


Amoora menatap kedua orang tua Alvaro bergantian.


"Benar. Kalian pasti belum mengetahui semua tentang saya, dan siapa saya sebenarnya."


Kedua orang tua Alvaro saling menatap, Lexi yang ada disana hanya diam. Dia juga penasaran dengan apa yang akan kedua orang Alvaro perbuat setelah Amoora mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya.


"Apa, apa maksud kamu Amoora?" Tanya nyonya Fernandez lagi.


Amoora menatap Alvaro, dia berjalan kearah Lexi dan berdiri disampingnya.


"Saya, saya juga seorang ketua mafia. Sama seperti kak Lexi. Saya menjadi ketua mafia didunia bawah dan mempunyai anak buah lebih dari 300 orang."


Kedua orang tua Alvaro terkejut dengan pengakuan yang Amoora katakan.


Mereka memang sudah mengetahui jika Lexi adalah seorang bos mafia. Karena dulu keluarganya terkenal dengan itu.


Tapi Amoora, mereka sama sekali tidak menyangka jika wanita yang terlihat anggun dan sangat cantik itu juga ternyata seorang bos mafia seperti Lexi.


"Kau sedang tidak bercanda kan Amoora. Maksud ku, kami tahu jika keluarga Alexander sangat disegani di dunia bisnis dan sangat ditakuti di dunia bawah sana. Tapi bukan berarti kamu juga menggunakan nama kakakmu untuk...."


"Tidak bibi, saya mengatakan yang sebenarnya. Saya adalah seorang ketua mafia dari "Dark Angel". Alvaro juga mengetahui hal itu."


Kedua orang tua Alvaro menatap Alvaro.


Kedua orang tua Alvaro terdiam, mereka masih tidak menyangka dengan apa yang mereka ketahui saat ini.


"Ini adalah salah satu alasan, kenapa saya belum bisa yakin jika saya dan Alvaro bisa bersama. Kami mempunyai dua dunia yang berbeda."


"Amoora, kamu tidak perlu melakukan sampai sejauh ini, Aku...."


"Alvaro, aku harus melakukannya. Karena aku tidak mau setelah kita melangkah lebih jauh, mereka akan lebih terkejut saat tahu siapa aku yang sebenarnya."


Apa yang Amoora katakan memang benar, semua hubungan memang haruslah transparan. Tanpa ada yang di tutup-tutupi dari kedua belah pihak.


Saat ini kedua orang tua Amoora saling berbisik, entah apa yang akan menjadi keputusan mereka. Yang pasti itu akan menentukan bagaimana hubungan Alvaro dan Amoora nantinya.


Lexi tetap diam, sejauh ini dia tidak ingin bertindak. Karena dia melihat kedua orang tua Alvaro masih berdiskusi dan harus memutuskan keputusan mereka untuk masa depan keluarga Fernandez.


Saat ini semua orang diam, tidak ada seorangpun yang berani berbicara. Dan itu membuat suasana diruang tamu keluarga Alexander begitu angker.


Setelah hampir 10 menit mereka diam, Lexi berdiri dan menatap kedua orang tua Alvaro dan Alvaro secara bergantian.


"Ehem, baiklah tuan Fernandez. Anda dan nyonya Fernandez sudah mendengar apa yang adik saya katakan. Sebuah pengakuan yang sudah membuat kalian terkejut tentu saja. Jadi saya ingin bertanya kepada kalian."

__ADS_1


Alvaro menatap Amoora, dia benar-benar tidak ingin terjadi apa-apa pada hubungan mereka berdua.


"Apa keputusan tuan dan nyonya Fernandez setelah tahu jika adik saya ini juga seorang ketua mafia? Kalian pasti tahu bagaimana kehidupan seorang mafia, banyak musuh yang mengincar dan selalu berkutat dengan yang namanya senjata tajam juga melawan bahaya dilur sana."


Kedua orang tua Alvaro saling bertatapan. Apa yang Lexi katakan mereka tentu sangat tahu, bagaimana kehidupan seorang mafia itu.


"Kami sudah memutuskannya." Ucap tuan Fernandez.


"Pa, Ma. Kalian...."


"Baik, silahkan katakan keputusan kalian tuan Fernandez." Sela Lexi.


"Baik. Keputusan kami adalah..."


"Pa, kalian tidak akan memutuskam hubunganku dengan Amoora bukan?" Alvaro yang tidak mau berpisah dengan Amoora langsung memotong ucapan ayahnya.


Tuan Fernandez menatap Alvaro dengan kesal karena sudah menyela apa yang akan dia katakan.


"Alvaro, diamlah dulu." Ucap Lexi.


"Tapi ini..."


"Diam kau anak nakal, jika kau masih ribut aku akan benar-benar membuatmu tidak lagi bersama dengan Amoora."


"Pa, Papa benar-benar akan......"


Alvaro diam, dia mencerna kembali apa yang ayahnya katakan.


"Pa, maksud papa? Kalian berdua...."


Tuan dan nyonya Fernandez mengangguk.


"Itu benar, kami memutuskan akan menerima semua kehidupan Amoora. Siapapun Amoora itu adalah jalan yang sudah Amoora pilih sebelum bertemu dengan Alvaro. Dan bisa membuat Alvaro menjadi orang yang seperti saat ini, kami yakin tidak akan ada orang lain yang bisa melakukannya selain Amoora."


Lexi mengangguk dan tersenyum mendengar keputusan yang begitu bijaksana dan membahagiakan dari kedua orang tua Alvaro.


Amoora sendiri merasa senang, karena akhirnya apa yang membuat dia ragu untuk bersama dengan Alvaro telah hilang. Dan dia menjadi yakin untuk menjalani kehidupannya bersama dengan Alvaro kedepannya.


Alvaro berjalan mendekati Amoora lalu memeluknya didepan semua orang yang ada disana tanpa ragu.


Rasa bahagia tentu sangat dirasakan oleh sepasang kekasih ini. Karena sekarang tidak ada lagi keraguan diantara mereka berdua.


"Lihatlah anak ini, bahkan didepan kami pun tidak ragu untuk memeluk seorang wanita."


"Dia adalah calon istriku, apa salahnya aku memeluknya."

__ADS_1


"Dasar kekanak-kanakan."


Semua orang yang ada disana tertawa bahagia.


__ADS_2