
Siang ini cuaca cukup dingin karena sudah memasuki musim dingin di negara Z.
Amoora meminta semua anak buahnya untuk berlatih didalam ruangan selama musim dingin itu, namun ada sebagian orang yang di latih khusus oleh Lexi berlatih diluar ruangan.
Dengan melatih anak buah Amoora berlatih diluar ruangan selama musim dingin, Lexi ingin anak buah Amoora bisa menghadapi musuh-musuhnya disetiap medan.
Melihat kakaknya sangat ingin melatih anak buahnya agar tidak kalah dengan anak buah Lexi, Amoora hanya bisa mengikuti.
Ini sudah hari keempat bagi sebagian anak buah Amoora berlatih diluar ruangan, walaupun dingin tapi Amoora harus mengacungi dua jempol untuk para anak buahnya yang saat ini terlihat lebih kuat.
"Bagaimana kakak kepikiran untuk melatih mereka selama musim dingin?"Tanya Amoora.
"Aku dan anak buahku pernah menghadapi musuh ketika musim dingin beberapa tahun yang lalu, mereka bersembunyi di beberapa tempat, mereka adalah sekelompok geng tidak mempunyai ketua tapi cukup kuat dan bisa bertahan diluar ruangan dalam keadaan suhu yang dingin. Dari pengalaman itu, aku memutuskan untuk melatih sebagian anak buahku untuk berlatih pada musim dingin, agar ketika menghadapi musuh seperti mereka tidak kesulitan karena suhu yang rendah."
Amoora mengangguk mengerti.
"Apa rencana mu hari ini?"
"Aku sudah mendengar bagaimana Bella hidup akhir-akhir ini, dan sudah saatnya bagi Jack tahu semua hal itu."
"Lalu bagaimana dengan keluarga Steve?"
"Belum waktunya kak, saat ini mereka sedang menikmati masa-masa tenang setelah badai datang beberapa saat lalu. Mungkin aku akan pergi ke restoran."
"Restoran?"
"Ya, aku mendapat informasi jika Imanuel akan bertemu dengan klien di restoran. Kau tahu bukan bagaimana sikapnya saat bertemu dengan ku? Aku ingin lihat seperti apa reaksi dia ketika melihatku disana nanti."
Lexi menatap Amoora, selama ini adik perempuannya sudah memikirkan berbagai cara untuk membuat satu keluarga itu menderita.
"Bukankah keluarga Steve masih mempunyai anak laki-laki?"
"Ya kakak benar, tapi dia tidak peduli dengan kehidupan keluarganya. Dia lebih memilih tinggal diluar rumah dan sangat jarang pulang."
"Apa Imanuel membiarkan itu? Dia adalah penerus keluarga Steve."
"Imanuel sudah sering memarahinya, tapi dia tidak peduli. Dia lebih memilih bekerja dan menghasilkan uang sendiri dari pada harus tinggal dan melakukan hal yang menurut dia sangat memalukan."
"Dia sangat berbeda dengan anggota keluarga yang lain."
"Iya, kau tahu kak baru-baru ini aku tahu jika dia ternyata bukan anak kandung Hanna dan Imanuel."
"Bukan anak kandung?"
"Em, ketika Imanuel menjalin hubungan gelapnya dengan Hanna, Hanna tahu jika Imanuel ingin punya anak laki-laki. Jadi setelah melakukan hubungan itu dia hamil. Tapi ketika tahu anak itu bukan anak laki-laki, Hanna membunuhnya sebelum bayi itu lahir, dan mengadopsi bayi laki-laki untuk membohongi Imanuel."
"Ckck, dia memang wanita yang kejam."
"Kau tidak akan mengerti bagaimana rasanya seseorang yang ingin naik dari orang kelas rendah menjadi orang kaya yang di hormati, kak. Dia akan melakukan banyak cara, bahkan merencanakan kecelakaan yang membuat ibuku meninggal."
Lexi menarik tubuh Amoora lalu memeluknya dari samping, dia tahu semua yang di alami oleh adiknya tidak mudah. Dia sendiri tidak mengerti kenapa Imanuel lebih memilih wanita murahan itu dibandingkan dengan ibu kandung Amoora yang jelas-jelas pewaris perusahaan yang sudah dia ambil alih.
Diperusahaan Alvaro, dia menerima seorang tamu tak terduga. Dia adalah Clara, mantan kekasih Alvaro dulu.
Alvaro menatapnya dengan penuh tanya, tidak ada perasaan yang dulu ada untuk wanita itu lagi dalam tatapan Alvaro saat ini.
"Aku tahu kau pasti sangat marah dan kecewa karena aku pergi begitu saja darimu."Ucap Clara.
"Aku tidak membutuhkan penjelasan darimu."
"Aku tahu."
Clara yang sejak tadi duduk didepan Alvaro berdiri kemudian memberikan sebuah undangan dan meletakkannya diatas meja kerja Alvaro.
"Tiga hari lagi aku akan bertunangan, aku harap kau bisa datang sebagai temanku."
Alvaro menyipitkan matanya, dia tidak tahu maksud dari tujuan Clara.
"Aku tahu kamu pasti sangat membenciku, tapi aku hanya bisa berkata maaf. Aku pergi lebih dari 4 tahun yang lalu, dan sekarang tiba-tiba ada didepanmu. Bukannya memberi penjelasan, malah memberimu kartu undangan pertunangan."
"Aku akan datang jika tidak ada kesibukan. Jika tidak ada hal lain lagi, kau bisa keluar sekarang."
"Kau masih sama seperti dulu. Tidak pernah basa basi dalam berbicara. Baiklah kalau begitu, aku tidak akan mengganggu mu lagi."
Clara berjalan keluar dari ruang kerja Alvaro.
Setelah Clara keluar, Alvaro melihat dan membuka kartu undangan itu.
__ADS_1
"Louis dari negara X."Gumam Alvaro saat membaca nama calon tunangan Clara.
Setelah Alvaro membaca kartu undangan itu, dia meletakkannya didalam laci meja dan kembali melihat file yang harus dia periksa.
Bukan hanya Alvaro yang mendapatkan kartu undangan dari Clara. Lexi juga mendapatkannya, karena dia termasuk dalam lima keluarga terkaya di negara Z.
"Aku mendapatkan kartu undangan pertunangan. Amoora kau harus ikut ke acara pertunangan Louis dari negara X dan kekasihnya."
"Kakak mengenalnya?"
"Bisa dibilang iya, aku dan Louis pernah menjalin kerja sama selama dua tahun. Mungkin dia masih mengingatku makanya mengundangku."
"Hmm baiklah kalau begitu."
"Minta Albert atau Lucas menemanimu untuk mencari gaun."
"Kenapa buru-buru?"
"Acaranya akan diadakan 3 hari lagi adikku sayang."
"Astaga sangat mepet sekali memberikan kartu undangannya."
"Tidak perlu berlama-lama, cepat pergi dengan Albert atau Lucas."
"Dimana itu akan dilakukan."
"Di vila kota B, sepertinya mereka melakukan acara pertunangan diluar ruangan."
"Baiklah aku tahu."
Amoora keluar rumah dan mengendarai mobilnya kembali ke mansion.
2 jam kemudian Amoora sudah berada disebuah mall, dia melihat beberapa toko baju dengan gaun pesta yang begitu cantik dan indah.
"Bos, anda ingin masuk ke toko mana?"Bisik Albert.
Amoora masih melihat-lihat dan "Disana, kita akan masuk ke toko itu."Amoora menunjuk sebuah toko baju yang sering ibunya datangi dulu.
Albert mengangguk, mereka lalu berjalan menuju toko itu.
"Aku ingin sebuah gaun yang sederhana tapi terlihat sangat elegant."Ucap Amoora pada pegawai toko.
"Baik nona, silahkan tunggu sebentar. Saya akan mengambilkan beberapa gaun untuk anda."
"Terima kasih."
Sambil menunggu, Amoora melihat-lihat beberapa baju yang ada didalam toko itu. Dia ingat dulu ibunya akan membawa dia ke toko itu setiap dua kali dalam sebulan.
Saat tengah melihat baju, Amoora melihat sebuah gaun berwarna biru muda yang cantik. Amoora lalu mendekati baju itu.
"Alice pasti sangat cocok memakai gaun ini."
Amoora lalu meminta pegawai toko yang lain untuk membungkus gaun itu.
Pegawai itu bilang jika gaun itu adalah limited edition yang hanya ada 3 gaun di dunia.
Walaupun harganya sangat mahal, Amoora tetap membelinya untuk Alice.
"Nona, ini adalah gaun yang saya rasa sesuai dengan keinginan anda."Ucap seorang pegawai toko sambil membawa beberapa gaun yang tergantung rapi.
Amoora melihat beberapa gaun itu, dia memilih dengan teliti gaun-gaun yang dibawa pegawai itu.
"Sudah ku duga, aku memang tidak begitu cocok memakai gaun."Ucap Amoora.
"Jika anda berpikir seperti itu, kami juga mempunyai dress dengan bahan yang berkualitas dan dengan model yang sederhana namun akan terkesan elegan ketika anda kenakan."Ucap pegawai memberi saran.
Amoora mengangguk, dia lalu meminta pegawai itu untuk membawa beberapa dress padanya.
Pegawai itu kemudian pergi untuk mengambil beberapa dress, dan tak lama kembali dengan dress-dress itu.
Mata Amoora tertuju pada dua buah dress yang pegawai itu bawa.
"Aku akan mengambil yang ini dan yang ini."Tunjuk Amoora.
"Baik nona."
Amoora lalu berjalan kearah kasir untuk membayar 3 baju yang dia beli.
__ADS_1
"Ini barang-barang anda nona. Terima kasih atas kunjungan anda."
"Sama-sama."
Selesai membeli baju Amoora ingat jika dia ingin pergi ke restoran, lalu dia mengajak Albert untuk datang ke restoran itu.
Albert melajukan mobilnya sesuai dengan arahan dari Amoora,saat berada didepan restoran itu Albert menghentikan laju mobilnya.
"Ayo turun, kita bisa menikmati makan siang kita sambil melihat wajah seseorang yang sangat membenci ku."
Albert yang tadinya berpikir hanya akan makan siang menjadi tahu tujuan Amoora datang kesini.
Amoora dan Albert masuk kedalam restoran, Amoora melihat sekeliling dan dia menemukam sosok yang dia cari.
Dengan tenang Amoora berjalan dan duduk dikursi yang tidak jauh namun masih bisa terlihat oleh Imanuel yang tengah duduk dengan kliennya.
"Aku ingin lihat berapa lama Imanuel akan bertahan ketika dia melihat ku ada disini."Ucap Amoora.
Amoora tersenyum penuh arti sambil melirik kearah Imanuel.
Setelah memesan makanan, Amoora dan Albert membicarakan rencana mereka yang lainnya.
Di sisi lain, Imanuel yang melihat Amoora duduk tidak jauh darinya mengepalkan tangannya dibawah meja. Dia mencoba menahan emosinya, dia masih berpikir karena Amoora perusahaan miliknya sempat mendapat kesulitan.
"Sepertinya tuan Steve sedang menahan emosinya setengah mati bos."Ucap Albert.
"Biarkan saja, dia tidak akan berani melakukan apapun. Dia tidak akan berbuat hal bodoh didepan kliennya."
"Ya bos benar. Dia akan mendapat kesulitan jika berani melakukan hal yang memalukan kepada bos sekarang ini."
Amoora tersenyum menanggapi ucapan Albert.
Disaat yang sama tanpa diduga Alvaro juga memutuskan makan siang di restoran itu.
Alvaro masuk kedalam restoran dan tidak sengaja melihat Amoora yang duduk bersama dengan seorang laki-laki.
Mata Alvaro menyipit untuk melihat siapa laki-laki yang duduk bersama dengan Amoora direstoran itu. Ada perasaan yang tidak bisa dikatakan, dia menduga-duga didalam hatinya tentang laki-laki yang bersama dengan Amoora saat ini.
Tidak ingin berlama-lama larut dalam prasangkanya, Alvaro berjalan mendekati meja Amoora dan laki-laki yang tampak asing bagi Alvaro.
"Selamat siang nona Alexander."Ucap Alvaro dengan suara berat namun terdengar sangat merdu.
Amoora dan Albert menoleh dan melihat Alvaro sudah berdiri disamping Amoora.
"Tuan Fernandez?"Ucap Amoora.
"Saya senang anda masih mengenal saya."
"Tentu saja."
"Bisakah saya bergabung disini?"
"Tentu, silahkan tuan."
Albert yang melihat jika Amoora mengenal laki-laki yang baru datang itu segera berdiri.
"Kalau begitu saya akan duduk disana bos."Ucap Albert.
Amoora mengangguk.
Alvaro yang mendengar laki-laki itu memanggil Amoora dengan sebutan bos jadi mengerti siapa laki-laki itu.
"Maaf sudah mengganggu anda nona Alexander."
"Tidak apa-apa tuan, silahkan duduk."
"Terima kasih."
Alvaro sangat senang bertemu Amoora hari ini, ditambah mereka akan makan siang bersama walaupun tidak di sengaja.
Di meja lain, Imanuel sempat terkejut melihat Amoora berbicara dengan akrab bersama Alvaro, dia tidak menyangka jika Amoora mengenal Alvaro.
Amoora dan Alvaro saling berbicara sambil menunggu pesanan mereka.
Dari pembicaraan itu, mereka saling tahu jika 3 hari yang akan datang mereka akan bertemu lagi di pesta pertunangan Clara.
Amoora yang tidak tahu jika Clara adalah mantan Alvaro bersikap biasa saja, meskipun tahu dia juga akan bersikap sama. Karena dia tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Alvaro.
__ADS_1