Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
14


__ADS_3

Waktu yang di tunggu-tunggu oleh semua karyawan, kini tiba. Tahun ini hotel milik keluarga Aldi, menjadi tempat perayaan pesta ulang tahun PT. GRUP JAYA.


***


Di tempat lain, seorang perempuan sedang berbicara, dengan handphone yang di tempelkan di telinganya. Tetapi, suara ketukan pintu menghentikan kegiatan perempuan itu. "Nanti, Naura sambung lagi ya Buk, Assalamualaikum."


Terlihat dua orang perempuan berdiri, dengan dandanan yang terlihat cantik dan manis.


Naura mengerutkan keningnya. "Kalian, udah cantik-cantik banget, mau pada kemana emang?"


Pertanyaan Naura, sontak membuat keduanya merotasikan mata. "Jangan bilang, lo lupa lagi kalau hari ini ada pesta."


Mendengar itu, Naura mengernyit. Tapi, tidak lama kemudian, dirinya langsung tersadar. "Astaga, gue beneran lupa," ucap perempuan itu yang kini menepuk keningnya.


Nia yang mengenal Naura, sudah tidak heran dengan sahabatnya yang terkadang memiliki sifat pelupa seperti itu. Sehingga membuatnya menggelengkan kepala.


Naura segera berlari ke kamarnya, yang langsung diikuti kedua sahabatnya. Gadis itu membuka lemari, mengambil beberapa baju yang bisa dia pakai. Tetapi, wajahnya tiba-tiba terlihat murung, wajahnya tertunduk lesu. "Gue gak punya gaun pesta, kayak nya gue gak ikut pergi aja deh," ucap Naura sambil melangkah duduk di atas kasur.


"Nihh."


Naura mendongak, gadia itu melihat Nia memberikan sebuah paper bag kepadanya. "Itu apa?" tanyanya sambil membuka isi dari paperbag itu. Mata Naura terbelalak, di ambil dan di lihat nya sebuah gaun warna merah, tanpa lengan dengan mutiara yang melingkar di bagian pinggang.

__ADS_1


"Itu dari bunda gue, katanya waktu lagi ngerancang tuh gaun, dia keinget sama elo. Tadinya gue mau kasih buat hadiah ulang tahun elo, tapi gue paham sekarang elo pasti butuh itu gaun."


Mata Naura jadi berkaca-kaca, terharu dengan perkataan sahabatnya, gadis itu refleks memeluk tubuh Nia. "Bilangin ya ke Bunda, makasih banget. Gue janji bakal jaga gaun ini, makasih juga buat elo. Elo emang sahabat paling pengertian."


Andin yang dari tadi diam, gadis itu berucap,"gue gak pengertian nih ceritanya?"


Naura melirik ke arah Andin yang sedang manyun, ditariknya tangan cewek itu, kemudian terjadilah adegan berpelukan seperti yang terjadi di film teletubies. "Kalian berdua paling the best, makasih ya," ucap Naura dengan terharu.


Naura jadi teringat dengan baju yang waktu itu diberikan Vino. "Astaga, gue lupa belum ngembaliin tuh baju," gumam Naura dalam hati, sambil menepuk jidatnya.


Gaun warna merah, dengan bagian bawah yang sedikit mengembang, bagian bawahnya dua puluh centi di atas lutut, sedangkan bagian belakangnya sedikit lebih panjang. Sangat cocok dengan tubuh Naura, gaun tanpa lengan yang memperlihatkan lehernya yang putih. Ditambah wajah yang di poles makeup tipis, meskipun hasilnya terluhat natural tapi justu semakin menambah kesan manis dan imut pada gadis itu.


Nia dan Andin takjub, melihat dandanan Naura. "Aakkhh Naura, elo cantikk banget , gue juga mau dong di bikinin gaun kaya gitu sama bunda elo, Ni." Sambil mengerjapkan matanya, Andin tampak memohon.


Andin yang senang langsung memeluk tubuh Nia, membayangkan kalau sebentar lagi dirinya juga akan mendapatkan gaun seperti yang dimiliki Naura sekarang.


"Tapi jangan lupa bayar, hahahaaa."


Andin melepaskan pelukannya dengan meninggalkan cubitan kecil di tangan Nia.


"Sakit nji*," ucap Nia yang hampir menoyor kepala Andin.

__ADS_1


Namun, perempuan itu dengan cepat berlari ke arah Naura.


"Elo sih, gue udah seneng tadi malah di suruh bayar, kalau gitu gak usah nyuruh elo buat bilangin ke Bunda, gue sendiri aja langsung," ujarnya dengan takut sekaligus kesal.


Nia tertawa meledek "Nah, lo ngerti, hahaha."


Mereka bertiga berangkat dengan Nia yang mengendarai mobil milik nya.


"Kapan bunda pulang dari luar kota?" tanya Naura.


"Kemarin pagi," Nia menjawab singkat, kemudian menjalankan kembali mobilnya setelah lampu didepannya kembali berwarna hijau.


Mereka bernyanyi mengikuti suara musik yang di putar di dalam mobil, sampai mobil berwarna biru milik Nia itu berhenti di depan lobi. Nia langsung memberikan kunci ke petugas valet.


Saat mereka masuk, terlihat sudah banyak karyawan yang menempati ruangan itu, terlihat juga beberapa pemegang saham, dan orang-orang penting lainnya.


Semua mata tertuju ke arah ketiga gadis itu, terutama gadis yang memakai baju warna merah. Karyawan lain sempat kaget, melihat dandanan Naura yang tidak seperti biasanya. Naura yang selalu berpenampilan sederhana, tanpa make up, meskipun tetap terlihat cantik. Namun, kali ini sangat berbeda, polesan make up natural yang menjadikan wajah cantik itu semakin terpancar.


Dimas yang melihat kedatangan mereka, langsung menghampiri Naura, mereka saling mengobrol, melempar candaan, hingga tertawa bersama.


Di tempat lain, seorang lelaki tampak sedang memperhatikan seseorang. "Kamu sangat cantik malam ini, gak salah aku suka sama kamu."

__ADS_1


Dengan senyum devil, lelaki itu terus melihat ke arah Naura. "lihat saja setelah kejadian nanti, kamu pasti akan bertekuk lutut di hadapan aku."


Bersambung....


__ADS_2