
Naura sejenak berpikir, "yaudah, warna salem kayaknya gak terlalu mencolok ya, Bun? sama satu lagi warna toska aja. Buat kombinasinya terserah Bunda," pokonya aku percayakan sama Bunda aja.
"Oke, jadi cuma mau 2 gaun aja nih?" tanya wanita itu, sambil menatap wajah Naura.
Naura mengangguk, "iya 2 aja lah Bunda, soalnya Mas Vino gak mau aku ribet, dia takut kalau nanti aku terlalu cape karena bolak balik ganti gaun," ujar Naura yang langsung mengingat suaminya, yang masih di godain Angel, si perempuan transgender itu.
Naura membalikan tubuhnya, hendak mencari suaminya, namun tidak lama kemudian, lelakinya itu muncul, dengan sorot mata tajam yang menyorot matanya, "hehe, Mas?"
Vino mendelik kesal saat mendapat tatapan polos tanpa dosa dari istrinya, "tega kamu yah!" Vino sedikit meninggikan suaranya, membuat istrinya itu tersentak, dan bergeser dari tempatnya.
"Mas, aku cuma-,"
Ucapan naura terhenti, saat Vino dengan cepat memotong kalimat yang akan terucap dari mulut istrinya.
"Cuma apa huh?"
"Aduh, ampun Mas," Naura menyentuh tangan kekar suaminya, saat lelaki itu mencapit hidungnya dengan gemas.
"Rasain kamu!" Vino terus menjalankan aksi balas dendamnya, yang membuat istrinya itu tertawa, karena sesekali Vino mengecup kening istrinya, sambil menggelitik bagian pinggangnya.
Keduanya terus tertawa, sampai mereka lupa, kalau di dekat mereka ada wanita yang sedang ikut tersenyum menyaksikan keduanya.
"Ekhem," wanita itu berdehem, membuat keduanya menoleh.
"Eh Bunda, hehehe, maaf ya Bunda, kita udah gak sopan, sampai lupa masih ada Bunda," ujar Naura dengan pipi yang sudah bersemu karena malu.
Wanita itu tersenyum, " gak masalah, Bunda juga pernah muda kok, santai aja," ujar wanita itu sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ih, kok yey nikung eike sih chint!" ujar Angel yang menatap kesal ke arah Naura.
Angel langsung berlari, hampir saja kembali berhambur memeluk tubuh Vino. Namun Naura dengan cepat merentangkan tangannya di depan tubuh suaminya,
"Stop! udah ya say, sebenarnya dia suami aku, jangan di godain lagi," ujar Naura sambil melirik wajah suaminya yang sudah menggeram, dengan kedua tangan yang mengepal.
Angel melipat tangannya di dada, "jadi tadi situ bohongin eike? tega banget sih, bikin eike patah hati!" waria itu memanyunkan bibirnya.
Naura tertawa menatap Angel, "maaf deh, tapi nanti kalau aku lagi niat berbagi, khusus buat sist Angel boleh kok kalau mau grep grep lagi," ujar Naura sambil menahan senyumnya yang hampir meledak, saat melihat tatapan tajam dari mata suaminya.
Vino membulatkan matanya, "Tante maaf, sepertinya saya dan Naura langsung mau pulang saja, terima kasih," Vino langsung menarik lengan istrinya.
"Loh kan Nak Vino belum di ukur," kata bundanya Nia saat melihat keduanya mulai melangkahkan kaki.
Vino menghentikan langkahnya, lelaki itu menoleh, "untuk itu nanti saya hubungi Tante kembali."
__ADS_1
Setelah Naura mengucapkan salam, keduanya langsung pergi dari tempat itu.
****
Naura tertawa terpingkal-pingkal, saat keduanya sudah sampai di rumah mereka.
Vino terus menggerutu kepada istrinya itu, "tega kamu ya! masa aku di kasih sama perempuan yang batangan," ujar lelaki itu sambil merotasikan matanya.
Naura mengulum bibirnya, "tapi cantik kan Mas?" goda perempuan itu, sambil mencolek dagu suaminya.
Vino bergidik ngeri, saat kembali mengingat itu, "amit-amit!" lelaki itu langsung mengusap perut istrinya.
Seolah teringat, Vino menatap istrinya dengan wajah datar, "aku gak mau lagi ya, kamu peluk-peluk kaya tadi sama tuh perempuan jadi-jadian! biar gimana juga dia tuh lelaki, aku gak suka kamu di sentuh lelaki lain," ujarnya dengan sorot mata yang tajam.
Naura mengangguk, "halah, bilang aja kamu cemburu, karena Angel nya sama aku," perempuan itu terus tertawa sambil melangkah menuju dapur, hendak mengambil air minum.
****
Satu bulan setelah itu, rencana resepsi yang di siapkan dengan waktu yang terbilang begitu singkat, kini akhirnya terlaksana juga.
Acaranya di gelar di sebuah gedung ternama yang ada di kota itu. Dekorasi yang begitu mewah, dengan nuansa putih dan hiasan berbagai jenis bunga yang begitu indah, sangat memanjakan mata bagi yang melihatnya. Juga kue dengan ukuran yang sangat besar dan tinggi, berhasil menjadi pusat perhatian para tamu dari berbagai kalangan pembisnis dan para sahabat dari orang tua Vino dan Naura.
"Sungguh cantik ciptaan mu, Ya Allah," gumam Vino dengan sebelah tangan yang mengusap ujung bibirnya yang hampir meneteskan cairan karena terlalu lama terbuka.
Naura menatap Vino dengan tatapan yang tak kalah kagum, pasalnya suaminya itu juga terlihat berkali lipat lebih gagah dan ganteng, dengan jas hitam, dan kemeja yang senada dengan gaunnya.
Vino langsung merangkul pinggang Naura, "kamu egois tau!" bisiknya yang berhasil menampilkan raut wajah bingung dari perempuan itu.
Naura yang sempat mengerjap beberapa kali, karena baru tersadar dari rasa kagumnya, kini wajahnya terlihat bingung, dengan kening yang mengerut, "maksud kamu?"
Vino menatap mata istrinya begitu dalam sehingga tatapan keduanya terkunci pada bola mata masing-masing, "disaat perempuan lain masih menjelma sebagai manusia, kamu malah menjelma menjadi bidadari," ujar lelaki itu yang berhasil membuat semburat merah di pipi Naura.
Naura memalingkan wajahnya dengan bibir yang terus di kulum, mendapat gombalan seperti itu, entah kenapa hatinya begitu bahagia, "kamu tuh, gombal banget!" ujar perempuan itu yang semakin tersipu malu.
Tanpa aba-aba Vino langsung menarik pinggang istrinya, sebelah tangannya menarik tengkuk perempuan itu. Kini wajah keduanya sudah dekat, dengan jarak yang mungkin hanya beberapa mili. Vino memiringkan kepalanya, hidung mereka sudah menempel.
Naura yang sudah mengerti dengan apa yang akan di lakukan suaminya, langsung memejamkan matanya. Bibir keduanya hampir menempel.
"Astaga,," suara dari wanita berhasil menghentikan keduanya.
Anita berjalan dengan sedikit kesusahan karena memakai kain yang membuatnya sulit melangkah dengan bebas, "kamu ya Vino!" Anita menjewer telinga anaknya tanpa ampun.
__ADS_1
"Gak tau tempat banget sih, ingat dong ini sebentar lagi acara penting kalian. Sabar dulu kenapa! kan nanti lagi bisa. Kaya belum pernah aja!" omelnya yang berhasil membuat decakan dari putranya itu.
"Mama ih, ganggu aja, cuma bentaran kok," ujar Vino sambil tersenyum menatap istrinya yang kini semakin tersipu malu.
"Jangan! nanti make up Naura rusak," ujar wanita itu yang langsung menggandeng menantunya, ke arah karpet panjang.
"Udah Mam, biar Vino aja yang menggandeng Naura," ujarnya yang berjalan di belakan keduanya.
"Iya nanti, sekarang biar Mama aja, Mama gak mau ngambil resiko, nanti kamu salah belok lagi," tolak wanita itu dengan tegas.
Kini mereka sudah sampai di ujung karpet berwarna putih, yang akan mengantarkannya menuju singgasana.
Sorak dari suara dan tepuk tangan dari para tamu terdengar begitu nyaring, saat mata mereka menyaksikan sepasang manusia yang berpenampilan bak Raja dan Ratu berjalan bergandengan di tengah-tengah kerumunan itu.
Nia melirik lelaki yang ada di sampingnya, "mereka serasi banget ya?"
Riko mengangguk, balik melirik perempuan itu, "banget, kamu kapan mau nyusul seperti sahabat kamu?"
Dengan wajah datar, Nia memalingkan wajahnya dari lelaki yang belakangan ini berhasil membuat hatinya selalu gusar, "kamu dulu aja, nanti baru aku."
"Kenapa gak barengan aja sih?" celetuk lelaki itu tanpa sadar.
"Eh, kenapa?" gumam Nia yang kini menatap wajah lelaki yang juga sedang menatapnya dengan senyuman yang sulit di artikan.
-
-
-
Eeeyaaakkkk Riko Nia mau nyusul nih kayaknya. Kondangan lagi dong kita😂😂😂
(Author memijit keningnya yang belakangan ini mendadak puyeung gara-gara loba sambunganen, hadeuhhh😌😩) **Sudah abaikan😁
Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaes, biar gak di sangka raiders ghoib😁
Like, Koment nya next aja (kalau bingung)
Vote yang banyak ya😍🤗🤗
Terima Kasih
__ADS_1
Salam,,, semangat**