Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Demo


__ADS_3

Tak lama kemudian terdengar suara berisik yang kini memasuki rumahnya, "kayaknya hari minggu ini, kita gak bakalan bisa berduaan, Yang," bisik pria yang kini merebahkan tubuhnya di atas kursi.


Naura terkekeh, dirinya sudah menebak siapa yang datang ke rumahnya itu.


Naura melirik pada sosok ibu mertuanya yang baru datang, "Mama, sama siap ke-,"


"Hai sayang, mana cucu Mama?" tanya wanita yang berprofesi dokter itu, yang langsung berhambur ke arah sang cucu.


"sini?" ucap Naura melanjutkan pertanyaannya.


Naura memang di beritahukan oleh Anita, kalau mertuanya itu akan datang bersama teman sosialitanya, namun dirinya tidak sampai mengira kalau yang datang akan sebanyak ini.


Naura membalas satu persatu senyuman wanita yang melangkah di belakang ibu mertuanya, dua belas orang jumlah semuanya, dirinya memperkirakan usia mereka tidak jauh dengan usia Anita.


Vino yang sedang duduk rebahan, menggelengkan kepalanya, "perasaan Vino gak naikin harga sembako deh, Mam. Kok pada demo kesini sih?" tanya pria itu dengan merotasikan matanya.


Anita dan ibu-ibu lainnya sontak tertawa, merasa lucu dengan kalimat yang terlontar dari pria yang kini menjabat sebagai papa muda itu.


"Duh cucunya Bu dokter cantik banget ya, sama kaya Papanya, ganteng," puji salah satu wanita paruh baya dengan memakai perhiasan yang nyaris memenuhi bagian tubuhnya.

__ADS_1


Vino mendelik sebal, saat wanita itu beralih mencubit pipinya, "dimana-mana kalau cantik tuh di saminnya sama ibu nya, Tante," ujar pria itu yang langsung menggeser tubuhnya.


"Maa Sya Allah, ini hidungnya, kok bisa mancung gini ya, dulu waktu bikinnya gimana sih? Gemes banget deh" ujar wanita yang memakai baju sar'i.


"Pake nanya gimana? Dikira bikin kue apa yang bingung masukin telor dulu apa gula dulu," celetuk Vino semakin geram.


"Hahahaha," semua wanita paruh baya yang ada di situ langsung tertawa, menanggapi setiap jawaban dari Vino.


"Ternyata Nak Vino ini pinter ngelawak ya, lucu banget sih."


"Hehe," Vino meledek tawa dari wanita yang memakai sanggul besar itu.


Naura sekuat tenaga menahan tawanya, wanita itu dari dulu memang selalu santai dalam menyikapi sesuatu. Mungkin hanya saat bersama sang suami lah yang selalu membuatnya geram.


"Sudah, giliran saya sekarang, saya malah belum punya cucu, siapa tau aja cepat nular."


Vino membulatkan matanya, saat menyaksikan anaknya yang sedang menjadi bahan rebutan para wanita itu.


"Stop!" teriak pria itu dengan tegas. Membuat semua orang yanga ada di situ mendadak berhenti bergerak. Termasuk asisten rumah tangga Vino juga menghentikan langkahnya, saat wanita itu sedang membawa nampan yang berisi air minum.

__ADS_1


"Ini saya sudah boleh gerak belum, Tuan?" tanya wanita itu.


Vino merotasikan matanya, entah kenapa saat ini kenapa orang-orang seperti sengaja memancing amarahnya.


"Gausah gerak, sampai besok aja kayak gitu!" ketus pria itu yang langsung mengambil bayinya yang berusia hampir tiga bulan itu.


"Ini anak bayi ya, Tante, semuanya, bukan piala bergilir, entar kalau baudnya copot kan berabe, gak ada tempat service nya," ucap pria itu dengan sinis.


"Tuh kan, ngelawaknya di lanjut lagi."


"Hahaha," semuanya kembali tertawa.


Emosi Vino semakin naik, pria itu mengepalkan tangannya.


"Sabar, Mas. Namanya juga ibu-ibu," ujar Naura mencoba menenangkan, wanita itu menarik tangan suaminya, untuk duduk di atas sofa yang sedikit jauh dari sana, sebelumnya wanita itu telah mempersilakan tamunya itu untuk duduk dan mencicipi suguhan yang sudah tersedia di meja.


"Tinggal Jeng Widya ya, yang belum punya cucu, semoga aja ya, pernikahan anaknya di lancarkan, terus cepat di kasih momongan deh anaknya," ujar Anita yang duduk bersebelahan dengan wanita yang bernama Widya.


Biasakan Like + Koment dulu sebelum geser, biar aku makin semangat up banyak nya😁🤗🤗😘

__ADS_1


Untuk cerita lanjutannya Bang Al, aku udah nulis di judul baru, "Aku Hanya Mencintaimu" cek profil aku ya😍🤗


Hatur Nuhun🤗🤗


__ADS_2