Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Mantu idaman


__ADS_3

Aldi berdiri dari duduknya, hendak melangkah menuju tempat lelaki yang menjadi sekertaris Vino, "sial, dia kan kakak sepupunya Kisya, yanga da gue malah di hajar sama tuh orang," gumamnya pelan yang masih dapat terdengar oleh telinga Vino.


"Hahahahaa, ah gue punya kartu as lo sekarang, mampu* lo! gue bilangin jangan ya?" tanya Vino dengan kedua alis matanya yang di naik turunkan.


Aldi tersentak, dirinya langsung mendekat ke arah Vino, "woah, jangan dong bosku, gue kakak ipar lo kalau lo lupa, gue yakin lo gak mungkin setega itu kan sama gue?"


Vino mengangkat bahunya acuh, "tergantung, lihat aja nanti ya, Bang Al," ujar lelaki itu dengan tersenyum devil.


Suara pintu yang terbuka, mengalihkan perhatian keduanya. Riko masuk dengan map tebal di tangannya.


"Eh, kebetulan lo ada disini," setelah menyimpan map itu di hadapan Vino, Riko beralih menatap Aldi, "gue cuma mau ngasih lo peringatan, 'awas lo, kalau sampai lo berani macem-macem sama keponakan gue!"


****


Sekarang Aldi berada di depan gerbang sekolah ternama yang merupakan tempat Nakisya belajar. Sepulang dari kantor milik Vino, dan mendapatkan solusi dari masalahnya. Dengan sabar Aldi menunggu gadis itu.


Tepat pukul 14.00 Aldi yang kini berdiri di samping mobilnya, menunggu Nakisya keluar. Lelaki itu terus mengedarkan pandangannya ke setiap wajah siswa dan siswi yang baru keluar.


Tak sedikit dirinya mendapat sapaan dari beberapa orang siswi yang melewatinya.


"Hai Mas, lagi nunggu siapa ya?" tanya seorang siswi dengan seragam yang sangat seksi.


"Saya lagi nungguin Nakisya Khansa Athayabina, anak kelas dua belas, kamu kenal?" tanya Aldi dengan terus mengedarkan pandangannya, tanpa menoleh ke arah gadis yang ada di hadapannya.


"Oh lagi cari si cupu?" ujar gadis itu, dengan mimik wajah yang terlihat sebal


Aldi mengerutkan keningnya, melihat ke arah gadis yang ada di hadapannya, yang bernama Auryn. Aldi mengetahui nama itu dari name tag yang menempel di baju seragam sebelah kanan dada gadis itu.


"Kamu kenal, sama Kisya?" tanya Aldi yang kini menunggu jawaban dari gadis itu.


"Tuh orangnya," jawab gadis itu dengan mengarahkan telunjuknya.


Aldi melihat sosok gadis yang sedang dia tunggu, gadis cantik nan imut, yang sedang berjalan dengan beberapa siswi lainnya. Gadis itu terlihat berbeda, di saat siswi lain memakai seragam yang begitu seksi, sedangkan Nakisya memakai rok panjang, dengan kemeja panjang, dan rambut yang di ikat. Sesederhana itu penampilan Nakisya, namun penampilan seperti itu semakin membuat Aldi penasaran terhadapnya.


Auryn tersenyum ke arah Aldi, "Mas, boleh minta nomor telphonenya gak?" gadis itu segera mengeluarkan ponselnya, bersiap untuk mengetik nomor Aldi.


"Maaf, saya buru-buru," ucap Aldi dengan kaki yang sudah melangkah, menuju Nakisya.

__ADS_1


Aldi memegang pergelangan tangan Nakisya, saat gadis itu melewatinya, dan tidak menyadari keberadaannya.


Nakisya tersentak, "eh, Bang Al? ngapain disini?" tanya gadis itu.


"Siapa Kis? ganteng banget duh," bisik salah seorang teman Nakisya, yang masih terdengar oleh telinga Aldi.


Dengan wajah datar, Nakisya menatap temannya, "dia Bang Aldi, temannya Kak Riko."


Semua gadis itu mengangguk, dengan senyuman yang tak lepas saat menatap Aldi.


"Yuk," tanpa menunggu persetujuan, Aldi langsung menarik lengan Nakisya. Sehingga gadis itu langsung tersentak dan mengikuti langkah lelaki itu.


Aldi membukakan pintu untuk gadis itu. Dengan terpaksa, gadis itu langsung duduk di kursi sebelah Aldi.


"Bang Al ngapain lagi sih nemuin aku? kan aku sudah bilang, setelah malam kemarin, kita gak usah ketemu lagi, dan untuk perjanjian itu, Bang Al lupakan saja, aku masih bisa pakai cara aku untuk mempertahankan pacar aku."


Hati Aldi seolah tersayat, saat mendengar ungkapan dari mulut gadis itu.


Nakisya hendak keluar dari mobil itu, namun dengan cepat Aldi mengunci pintu mobinya, "aku antar kamu pulang."


Aldi menghentikan kendaraannya di depan rumah milik Nakisya.


Gadis itu mendongak, "oh udah sampai, terimakasih ya Bang," ujar gadis itu, sambil menyimpan ponselnya.


Aldi memegang tangan gadis itu, "aku ada sesuatu buat kamu, seenggaknya kamu mau menerima dan memakainya," Aldi langsung mengeluarkan satu gelang dengan model yang terlihat simple dengan hanya ada satu gantungan yang berbentuk liontin.


Dengan perlahan, Aldi memakaikan gelang itu, pada lengan kanan Nakisya, "gelang ini gak bisa di lepas," Aldi tersenyum menatap gadis itu.


Nakisya membulatkan matanya, "kok gak bisa di lepas, nanti kalau Bunda aku nanyain ini dari mana, aku harus jawab apa? lagian gelang ini kayaknya mahal banget deh, terus kenapa Bang Al ngasih ini ke aku?"


Begitu banyak pertanyaan yang di dapatkan Aldi dari gadis itu, namun dirinya hanya tersenyum, tanpa mengeluarkan kalimatnya.


Nakisya langsung turun dari mobil milik Aldi, saat seorang wanita keluar dari rumah miliknya.


"Assalamualaikum, Bund?" gadis itu langsung menjabat tangan milik wanita yang ternyata bernama Widya, bundanya Nakisya.


Aldi yang melihat itu, langsung turun, "siang, Tante?" lelaki itu menghampiri Widya, dan menjabat tangannya.

__ADS_1


"Saya Aldi, Tante," ucap lelaki itu, saat melihat raut penuh tanya dari Widya.


Waktu Kisya pergi di ajak ke acara resepsi Vino dan Naura, Widya sedang tidak ada di rumah, sehingga wanita itu baru sekarang bertemu dengan Aldi.


Widya mengangguk, "oh ini yang namanya Nak Aldi? ternyata benar kata ayahnya Kisya, kamu ganteng banget ya ternyata?" ucap wanita itu memuji.


Aldi tersenyum ramah, "terimakasi, Tante juga cantik banget, Kisya aja sampai kalah," ujar lelaki itu, yang berhasil membuat wanita itu, tersipu malu.


"Bunda aku jangan di puji kaya gitu, suka baper dia," celetuk Nakisya yang berhasil mendapat cubitan dari wanita itu di bagian lengannya.


Aldi terkekeh, menyaksikan hubungan ibu dan anak itu. Tiba-tiba timbul rasa kangennya terhadap sosok seorang ibu.


"Astaga, Bunda sampai lupa nyuruh nak Aldi masuk, mari silakan. Kita lanjut ngobrolnya di dalam," ajak wanita itu yang tidak bisa di tolak oleh Aldi.


Widya seolah sudah lama mengenal Aldi, wanita itu dengan hebohnya terus memberikan pertanyaan tentang seputar lelaki itu, "oh, jadi nak Aldi ini masih lajang ya ternyata," kata wanita itu, seolah mendapatkan angin segar.


Widya terlihat berbisik di samping telinga Nakisya, "kalau Bunda sih yes sama Aldi, mantu idaman banget dia. Daripada Doni, Bunda gak suka sama dia."


Kisya merotasikan bola matanya, "yaudah biar Bunda aja yang jadian sama Bang Aldi, Kisya gak suka tuh," gumam Nakisya yang masih terdengar oleh Aldi.


"Kisya!"


Widya meninggikan nada panggilannya, saat anaknya pergi begitu saja dari hadapannya.


NB


Sebenarnya, aku suka mau kasih photo di setiap episodenya, tapi suka jadi lama proses review nya, jadi aku kasih di grup aja ya gaes, yang belum masuk, monggo, masih kosong molongpong kok😁


Nya****ng suka crazy up, boleh deh entar kapan-kapan aku buatin. Tapi untuk sekarang, mon maaf ya sorada, udah bisa up sehari 2x aja aku udah uyuhan😌 kalau sehari 3x entar disangka minum obat lagi😏😂


**Makanya di bantu dong Rate+Like+koment+Vote yang banyak.


yang gak punya point, gak apa deh koment nya juga, (ketik aja next) yakin, udah seneng banget loh aku😁😍


Terima kasih🤗🤗


Salam... Semangat**

__ADS_1


__ADS_2