Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Gadis polos


__ADS_3

"Kamu jangan percaya kalau dia bilang tentang yang jelek-jelek soal aku. Kakak kamu tuh emang suka syirik sama aku," ujar Aldi dengan mata yang terus menatap Nakisya.


Nakisya, mengangkat kedua bahunya, gadis itu tidak perduli tentang siapa Aldi, yang terpenting bagi dirinya, setelah ini Aldi akan menepati janjinya, tentang syarat yang sudah Aldi sepakati.


****


Karena mendapat paksaan dari beberapa orang, juga karena tak kuasa mendapat tatapan memelas dari sang adik, akhirnya Aldi mengabulkan permintaan dari perempuan yang sedang mengandung itu, "oke, oke, jadi kalian mau gue nyanyi lagu apa?" tanya lelaki itu dengan raut wajah yang terlihat terpaksa.


Vino yang juga ikut memaksanya, menatap Aldi dengan wajah datar, "terserah lo aja, asal jangan fals," ucap lelaki itu yang berhasil membuat Aldi merotasikan matanya.


Naura menatap Aldi dengan mata yang berbinar, "akad aja A, dari payung teduh," ujar perempuan itu yang kini merubah panggilannya dengan sebutan 'Aa,' kebiasaan di kampung katanya.


Aldi menggeleng, "Aa gak hapal lagu itu," terlihat sorot mata penyesalan yang terpancar dari matanya, saat melihat raut wajah kecewa dari adiknya.


"Udah lagu Bruno mars aja, yang marry you," usul Riko dengan mata yang berkedip ke arah Nia.


Nia yang mendapat lirikan seperti itu langsung tersipu malu, dirinya mendadak salah tingkah, saat Riko dengan terang-terangan menggenggam tangannya.


"Ciye, yang salting, udah kaya kepiting rebus aja tuh muka lo!" ujar Andin yang sedang menggandeng cowok bule nya.


Aldi mendengus, menatap malas ke arah Riko, "kaya lo ngarti aja artinya apa!"


Riko langsung membuka mulutnya secelah, hendak menjawab pertanyaan dari Aldi. Namun seolah tanpa memberi kesempatan, Aldi langsung memotongnya.


"Oke, gue mau nyanyi, tapi lagunya terserah gue," lelaki itu langsung melangkah setelah sempat melempar senyumnya ke arah Nakisya.


Aldi mendudukan tubuhnya di atas kursi bundar yang ada di atas panggung, dengan perlahan, lelaki itu mulai memetik gitar yang kini berada di pangkuannya, sehingga melodi yang indah terdengar dari benda itu.


🎶


Ku harap semua ini


Bukan sekedar harapan


Dan juga harapan ini


Bukan sekedar khayalan


Nakisya sempat tertegun, mendengar suara merdu yang keluar


dari mulut lelaki itu.


Biarkan ku menjaganya sampai


Berkerut dan putih rambutnya


Jadi saksi cintaku padanya


Tak main-main hatiku


Apapun rintangan

__ADS_1


Yang ku ingin bersama dia


Aldi mendongak, meluruskan pandangannya pada sosok gadis yang kini sedang tersenyum ke arahnya.


🎶


Ku mau dia tak mau yang lain


Hanya dia yang selalu ada


Kala susah dan senangku


Ku mau dia walau banyak perbedaan


Ku ingin dia bahagia hanyalah denganku


Biarkan ku menjaganya sampai


Berkerut dan putih rambutnya


Jadi saksi cintaku padanya


Aldi kembali menundukan kepalanya, mempokuskan tatapannya pada benda yang sedang dia mainkan.


🎶Bukan ku memaksa oh tuhan..


Aldi menarik napasnya, kemudian tatapannya kembali dia tujukan pada Nakisya.


Tapi ku cinta dia...


Aldi menuruni tangga, dan melangkah menuju Nakisya yang sedang berdiri dengan Naura dan yang lainnya.


"Ekhem,, kayaknya dari hati banget tuh lagu," sindir Vino pada Aldi.


Aldi mengangkat bahunya acuh, tatapannya sudah tertuju pada gadis yang kini hanya cuek dengan tangan yang terlihat sibuk memainkan ponselnya.


"Gima menurut kamu, penampilan aku?" tanya lelaki itu pada gadis yang ada di hadapannya.


Nakisya sedikit terlonjak, "eh kenapa, Bang?" tanya gadis itu dengan wajah yang terlihat gusar.


Aldi menggaruk tengkuknya, lelaki itu kembali mengulang pertanyaannya.


"Emm," Nakisya terlihat mengingat, "bagus kok," ucap gadis itu tanpa menolehkan wajahnya, karena sudah kembali sibuk memainkan jarinya di atas ponsel.


Mendengar jawaban singkat seperti itu, Aldi menghela napas, "kamu mungkin menganggap itu hanya sebuah lagu, tapi buat aku, itulah isi hati aku," ujarnya dalam hati, dengan tatapan yang tak lepas dari wajah gadis itu.


****


Aldi sudah berada di dalam mobil, dirinya yang sudah berjanji kepada orang tua Nakisya, tidak akan membawa anak gadisnya terlalu lama, membuat dirinya mengantarkan gadis itu, meskipun acara adiknya belum selesai, dan lelaki itu berjanji pada Naura, akan kembali lagi.


Seolah teringat sesuatu, Aldi melirik Nakisya, "kayaknya aku ada barang yang harus di bawa di apartemen aku. Kamu gak papa kan kalau kita mampir dulu, biar sekalian soalnya tempatnya kan sebelum rumah kamu."

__ADS_1


Aldi memang saat ini lebih sering tinggal sendiri di apartemennya, dari pada pusing menghadapi 2 pria yang selalu saja memperebutkannya. Jadi biar adil Aldi memutuskan lebih baik dirinya tinggal sendiri saja.


Nakisya berdiri di luar saat pintu apartemen Aldi terbuka, "kenapa gak masuk?" tanya lelaki itu yang sudah berada di dalam.


"Aku nunggu di sini aja deh," jawabnya dengan ragu. Pasalnya dirinya belum pernah berada di dalam satu ruangan hanya berdua dengan lawan jenisnya. Termasuk dengan pacarnya sekalipun dirinya belum pernah.


Aldi mengangguk, "oke," lelaki itu langsung melangkah menuju kamarnya.


Nakisya merasa risih, saat ada lelaki yang tidak di kenalinya kini sedang menatapnya. Lelaki itu mulai mendekat ke arahnya, "hai, kamu cantik banget, ikut aku yu," ajak lelaki itu dengan tangan yang hampir menyentuh wajahnya.


Nakisya kaget, dirinya langsung masuk ke dalam, dan menutup pintu apartemen Aldi dengan keras.


"Kenapa?" tanya Aldi yang baru keluar dari kamar, dengan satu paperbag kecil di tangannya.


Nakisya memegang dadanya yang masih berdegup tak beraturan, "gak papa," jawabnya dengan singkat.


Aldi mengerutkan keningnya, lelaki itu langsung melangkah ke arah dapur.


Aldi kembali dengan gelas yang berisi air putih, "ini minum dulu."


Nakisya mengambil gelas itu, dengan sekali tegukan, isi dari gelas itu sudah habis tanpa sisa sedikitpun.


"Haus banget ya? mau aku ambilkan lagi?" tanya lelaki itu, yang mendapat gelengan kepala dari Nakisya.


Aldi mengangguk, "emm oke," seolah teringat sesuatu, yang belakangan ini membuat pikirannya sedikit resah Aldi mengutarakan rasa penasarannya.


"Kalau boleh tau, kenapa kamu minta aku buat ajarin kamu biar jadi perempuan yang bisa membuat pacar kamu tidak berpaling darimu?" tanya lelaki itu dengan raut wajah yang terlihat penasaran.


Nakisya sebenarnya masih ragu dengan permintaannya itu, tapi demi pacarnya yang belakangan ini mulai berpaling darinya. Akhirnya gadis itu dengan yakin akan meminta bantuan pada lelaki yang dia pikir sudah berpengalaman dengan percintaan.


Aldi mengulum senyumnya, sebenarnya itu bukanlah permintaan yang sulit, yang ada itu malah menguntungkan buatnya. Tapi yang dia heran, kenapa gadis itu begitu polos meminta bantuan seperti itu.


Tiba-tiba, ide nakalnya seolah langsung muncul di pikirannya. Aldi memiringkan kepalanya, menatap gadis itu dengan tatapan yang sendu.


Nakisya mendadak gugup, "Om mau ngapain?" tanyanya dengan mata yang sudah terpejam karena merasakan hembus napas Aldi yang menerpa wajahnya.


Aldi tersenyum, menatap wajah gugup gadis yang beberapa cm berada di depannya. Melihat wajah polos gadis itu, seolah memaksa tubuhnya untuk melakukan sesuatu yang beberapa bulan kebelakang sudah tidak dia lakukan.


"Aku cuma mau ngajarin kamu, bagaimana caranya supaya pacar kamu makin jatuh cinta sama kamu."


Nakisya yang hatinya merasa senang, hanya diam saja, perlahan kepalanya mengangguk sebagai jawaban untuk lelaki itu.


**Udah, gitu aja, takut puasa aku makruh soalnya😁


Koment dong gaes😂😂


Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaes, biar gak di sangka raiders ghoib😁


Rate, Like, Koment nya next aja (kalau bingung)


Vote yang banyak ya😍🤗🤗

__ADS_1


Terima Kasih


Salam,,, semangat**


__ADS_2