
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dengan cepat, Aldi mengambil ponselnya, membuka sebuah apkikasi yang terhubung dengan GPS yang sempat dia pasang di gelang gadis itu.
"Hotel Bima," gumam lelaki itu, dengan bola mata yang sudah membulat sempurna.
****
Naura menyembunyikan wajahnya, karena terlalu malu saat pria yang ada di hadapannya terus menggodanya.
"Iya, aku percaya, udah dong jangan di bahas mulu," ujar wanita itu dengan tangan yang terus menepis tangan suaminya yang kembali akan mencolek pipinya.
Vino mengulum senyumnya, "gimana? mau di telfon lagi gak wanita itu, biar kamunya puas," tawar lelaki itu yang sudah mengeluarkan ponselnya.
"Mas!" rengek wanita itu yang kini menatap suaminya dengan wajah yang sudah cemberut.
Vino menarik tangan Naura, sehingga wanita itu kini berada di atas pangkuannya, "makanya, kalau belum tau kebenarannya, jangan dulu emosi," ujar lelaki itu yang kini menjawil hidung mancung istrinya.
"Iya maaf, kan itu bawaan bayi mas," wanita itu mencoba berkilah.
Oek, oek, oek..
Keduanya langsung beringsut ke arah box bayi yang ada di kamar mereka.
Vino lebih dulu menggendong bayinya, "kamu pasti gak terima ya, gara-gara di jadiin alasan sama Mami," ujar pria itu yang langsung mengaduh, saat mendapat cubitan manja dari istrinya.
Seolah mengerti, bayi perempuan itu tersenyum, menampilkan lesung pipinya, membuat kedua orang tua baru itu semakin gemas dan tertawa, "tuh kan Yang senyum, berarti iya," ujar Vino yang kini mengulum bibirnya saat menatap wajah cemberut Naura.
****
Aldi sudah sampai di depan hotel itu, Hotel Bima, yang merupakan hotel miliknya sendiri. Dengan cepat Aldi berlari menuju meja resepsionis, "cepat kamu cari nama Doni, berada di kamar nomor berapa dia!" perintah lelaki itu pada 2 orang petugas yang ada di sana.
Setelah mengetahui nomor kamarnya, Aldi langsung meminta cardlock cadangan, sehingga dengan mudah Aldi langsung membuka pintu kamar itu.
Brak..
__ADS_1
Suara pintu yang terbuka dengan cara di tendang, membuat penghuninya tersentak.
Mata Aldi membulat, saat melihat gadis yang dia cintai sedang berhadapan dengan seorang lelaki yang hendak mencium bibir gadis itu. Wajah Aldi menegang karena menahan luapan emosi dan rasa cemburu yang melebur menjadi satu.
Bught..
Terlihat darah yang keluar dari ujung bibir lelaki itu. Doni mengusap ujung bibirnya, dirinya tidak tinggal diam, lelaki itu membalas pukulan Aldi, "brengs*k lo! ada masalah apa lo sama gue! anj*ng!" lelaki itu hendak kembali melayangkan pukulannya pada Aldi.
Namun dengan sigap, Aldi langsung menahannya, dan membalas lelaki itu dengan tendangan ke perutnya.
Dengan tanpa perasaan Aldi terus melampiaskan amarahnya, memukul dan menendang lelaki itu dengan bertubi-tubi, sampai lelaki itu terkulai di tempatnya, "itu balasan buat lelaki yang mau mempermainkan gadis baik seperti Nakisya!"
"Sudah, hentikan!" teriak Nakisya yang berlari, hendak menuju kekasihnya.
Namun dengan cepat, Aldi menarik lengan gadis itu, menyeretnya menuju sebuah kamar yang biasa dia tempati.
"Lepasin aku!" erang gadis itu, dengan luapan api yang berkobar di matanya.
Aldi yang sudah tidak dapat menahan rasa kecewa nya pada gadis itu, langsung membekap mulut Nakisya dengan telapak tangannya, mendorong gadis itu dan menyenderkannya pada tembok.
Aldi yang tidak lagi dapat mengontrol rasa cemburunya, langsung kembali menyumpal mulut gadis itu, tapi kali ini menggunakan mulutnya.
Gadis itu terus memukul dada lelaki yang kini menempel pada tubuhnya, tetapi lelaki itu tetap mempertahankan posisinya.
Air mata Nakisya mulai meluncur dari matanya, sekuat tenaga gadis itu mendorong tubuh Aldi.
"Apa salah aku sama kamu! kenapa kamu lakukan ini sama aku!" teriak gadis itu yang kini sudah berhasil melepaskan tubuhnya.
Aldi menatap sendu wajah gadis itu, dirinya terus melangkah, mendekati gadis itu, "harusnya kamu tau, lelaki seperti apa yang kamu cintai, dengan bodohnya kamu hampir memberikan tubuh kamu pada lelaki brengs*k seperti dia!"
Nakisya seolah tanpa takut, gadis itu mendongak matanya menyorot tajam ke arah lelaki itu, "apa urusannya sama kamu! kamu gak ada hak sama sekali, dan satu lagi," gadis itu menarik napasnya dalam-dalam.
Nakisya mengangkat telunjuknya, mengarahkannya pada wajah lelaki itu, "kamu pikir, kamu lelaki seperti apa? sampai berani menilai orang lain seperti itu!"
Aldi sempat tertegun dengan kalimat yang terucap dari gadis itu. Ya, dirinya juga memang sering mempermainkan perempuan lain. Tapi perempuan yang di permainkannya bukan gadis polos seperti Nakisya, dan kali ini dirinya begitu tidak rela, saat orang lain mempemainkan gadis yang dia cintai itu.
Aldi terus menatap gadis itu, langkahnya semakin maju, untuk memperdekat jaraknya dengan gadis itu.
__ADS_1
Nakisya yang mendadak merasa takut, gadis itu langsung memundurkan langkahnya, mencoba menjauh dari lelaki yang sekarang ada di hadapannya.
Bruk..
Tubuh Nakisya jatuh ke atas ranjang. Dengan panik, gadis itu langsung bangun, ingin segera menjauh dari lelaki itu.
Namun sebelum keinginannya terlaksana, Aldi sudah lebih dulu memegang pergelangan kakinya, "mau kemana kamu? bukannya ini yang kamu mau?" tanya lelaki itu dengan wajah yang sulit di artikan.
Aldi menyingkap dres yang di kenakan Nakisya, membuat sang empunya membulatkan bola matanya.
"Jangan kurang ajar!" sentak gadis itu. yang berusaha kembali memperbaiki dresnya.
Aldi menyunggingkan senyumnya, "kenapa? bukannya ini yang kamu inginkan?" Aldi kembali mengulangi kalimatnya itu.
Aldi langsung mengurung gadis itu di bawah tubuhnya, "aku akan lakukan apa yang kamu ingin dapatkan," bisik lelaki itu tepat di samping telinga Nakisya, yang berhasil membuat gadis itu merinding karena ketakutan.
Nakisya terus memberontak, mencakar punggung lelaki itu, saat dengan bringas Aldi mencumbunya.
Aldi tidak perduli seberapa perih tubuhnya, saat gadis itu terus memukul dan mencakarnya.
Aldi tidak pernah berpikir untuk melakukan ini semua, namun rasa kecewanya terhadap gadis itu membuatnya melakukan hal seperti ini.
"Aku sadar, aku memang bukan lelaki yang baik. Tapi apa aku salah jika aku menginginkan gadis yang baik, yang bisa menjaga dirinya," gumam lelaki itu yang kini mulai membuka celananya.
-
-
-
Like + Koment dulu sebelum gulir, ya😁🤗🤗
**Maafkeun ya, buat kalian yang kecewa dengan kelakuan Nakisya🙏. Jadi akutuh mau adil gaes, Aldi kan ceritanya cowok rada nackal tuh dulunya, ke enakan dong dia kalau dapetin calon yang baik-baik aja😁🤗
Cuma pernah cium*an sama cowok laen mah wajar kan ya?🤣😅
Hatur nuhun🤗🤗**
__ADS_1