Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Hamil


__ADS_3

"Aku sadar, aku memang bukan lelaki yang baik. Tapi apa aku salah jika aku menginginkan gadis yang baik, yang bisa menjaga dirinya," gumam lelaki itu yang kini mulai membuka celananya.


Nakisya terus meronta, tubuhnya sudah mulai lemas, karena kehilangan tenaga, "lepasin aku," lirih gadis itu, dengan air mata yang sudah membanjiri pipi mulusnya.


Aldi sudah menempelkan miliknya pada milik gadis itu, namun hatinya langsung mendadak luluh, saat melihat wajah gadis itu yang menatapnya dengan tatapan memelas.


"Lepasin aku, aku mohon."


Aldi mengusap wajahnya kasar, "gue gak seharusnya ngelakuin ini, gue tulus menyayangi dia, seharusnya gue melindungi dia, bukan malah menyakitinya seperti ini."


Seolah mendapat bisikan dari hati kecilnya, Aldi langsung tersadar, lelaki itu langsung mengambil dan memakai celananya kembali.


"Jangan temui dia lagi! atau aku akan melaporkan kelakuan kamu sama kedua orang tua kamu! dan aku pastikan orang tuamu akan memarahimu!" tegas lelaki itu yang kini sudah berada di depan pintu.


Nakisya memperbaiki pakaiannya, gadis itu sudah berdiri di samping ranjang, dengan tangan yang mengusap air mata yang membasahi pipinya, "lakukanlah! tapi sebelum itu, aku akan lebih dulu melaporkan perbuatanmu pada orang tuaku, biar kamu di jebloskan ke penjara sekalian!" ketus gadis itu yang menyorot tajam pada punggung Aldi.


Aldi menyunggingkan senyumnya, lelaki itu menoleh, "emang itu yang aku harapkan, biar orang tuamu meminta pertanggung jawabanku," ujar lelaki itu yang langsung membuka pintu, dan keluar dari ruangan itu.


Saat melihat Aldi yang sudah keluar, gadis itu juga langsung berlari keluar dari kamar itu, dirinya sempat menengok ke kamar yang tadi di tempatinya bersama Doni, tetapi dia sudah tidak melihat kekasihnya itu.


Nakisya mendengus sebal, "kemana Kak Doni? Kalau dia bisa pergi, itu berarti dia baik-baik saja, tapi kenapa dia tidak menolong aku, saat Aldi hampir merampas kesucian aku," gumam gadis itu dengan langkah yang sudah menuju arah lift.


Gadis itu segera menghentikan taxi yang melewatinya, sebelum masuk kedalam taxi itu, dirinya sempat melirik nama hotel yang terpajang di atas gedung bertingkat yang menjulang itu.


"Hotel Bima," gumam gadis itu dalam hati. Seolah baru tersadar, gadis itu merutuki kebodohannya, pantas saja Aldi bisa leluasa di dalam hotel itu, ternyata dia pemilik dari gedung mewah itu.


Nakisya sudah berada di dalam taxi, yang kini melaju menuju arah rumahnya. Seolah teringat dengan kekasihnya, gadis itu hendak mengambil ponselnya, "astaga!" gadis itu menepuk keningnya, saat baru tersadar kalau tas kecil yang menjadi tempat ponselnya tertinggal di kamar yang tadi di pesan Doni.

__ADS_1


"Aku gak mungkin balik lagi ke situ, aku takut bertemu lagi dengan Aldi," gumam gadis itu yang kini menggigit kuku jari tangannya.


****


Sebenarnya, Aldi belum meninggalkan tempat itu. Lelaki itu bersembunyi di balik tembok, menunggu gadis itu keluar dari hotel miliknya.


Sebenarnya dirinya berniat mau mengantar gadis itu pulang kerumahnya, namun Aldi sudah dapat menebak, pasti gadis itu akan menolaknya.


Sehingga sekarang dirinya memutuskan untuk mengikutinya, memastikan kalau gadis yang di cintainya itu sampai ke rumah dengan selamat.


Aldi mengambil ponselnya yang di simpan di dalam saku celananya, "bongkar semua kebusukan Doni, buat lelaki itu mendekam di balik jeruji besi, dengan waktu yang lama," perintah lelaki itu pada seseorang di balik telephone.


****


Taxi yang di tumpangi Nakisya berhenti di depan rumah gadis itu. Nakisya mendongak, melihat nominal dalam argo. "Bisa tunggu dulu sebentar gak, Pak? Saya mau mengambil uang dulu ke dalam," ujar gadis itu pada supir taxi.


Nakisya mengerutkan keningnya, "siapa yang bayar?" gumam gadis itu dalam hati.


Aldi tersenyum, saat melihat gadis yang di cintainya sudah sampai ke rumahnya. Dirinya sempat berpikir, takut kalau gadis itu malah pergi ke rumah lelaki brengs*k itu.


****


Nakisya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamarnya, pikirannya teringat kembali pada kejadian tadi.


Tok,, tok,, tok.


Suara pintu yang di ketuk, membuat gadis itu segera bangkit dari posisinya, dengan malas, gadis itu melangkah menuju pintu kamarnya.

__ADS_1


"Ada apa, Bi?" tanya gadis itu pada asisten rumah tangga.


"Maaf, Non. Ada temannya yang ingin ketemu sama Non Kisya."


Nakisya mengerutkan keningnya, membuka mulutnya secelah, hendak menanyakan siapa. Namun tiba-tiba seorang gadis langsung berhambur memeluk tubuhnya.


"Kisya, tolong bantuin gue," ujar gadis itu dengan suara yang nyaris tak terdengar jelas, karena gadis itu terus menangis.


Nakisya yang tidak mengerti dengan maksud gadis itu, langsung menuntunnya masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu kenapa? kenapa kamu nangis?" tanya Nakisya pada gadis yang kini duduk di hadapannya.


"Aku hamil."


-


-


-


**Kira-kira siapa ya yang hamil?🤔🤔


Rani? apa anaknya Naura? atau jangan-jangan😱😱


Dua sekaligus dong aku Up nya.


Jadi jangan sampai gak ninggalin jejak ya😉, Like + Koment + Vote yang banyak, misal 1000 gitu, biar makin semangat akunya😁

__ADS_1


Hatur Nuhun🤗🙏**


__ADS_2