
Naura yang sudah terbiasa, tidak membawa baju ganti ke kamar mandi. Kali ini merutuki kebodohannya.
"Beg* banget sih aku, kenpa pake lupa bawa baju ganti. Mana yang tadi udah basah, duh gimana dong?" Naura memutar otaknya. Mau minta tolong sama Vino, rasanya sangat gengsi.
Perlahan, dibukanya pintu kamar mandi, Naura menjembulkan kepalanya. Naura bernapas lega, melihat suaminya sudah tidur.
Naura keluar dari kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk di tubuhnya.
Vino mencium aroma sabun cair yang juga sering dia gunakan. Perlahan Vino membuka matanya, glekkk dengan susah payah, Vino menelan ludahnya. Melihat tubuh seksi Naura dari pantulan cermin. Tiba-tiba otot tubuhnya menegang, detak jantungnya saling berburu.
Naura sudah mendapatkan pakaian yang dia butuhkan, dia bergegas kembali ke kamar mandi, untuk memakai pakaiannya.
Menyadari istrinya sudah tidak ada, Vino bangun dari ranjangnya. Dia berlari keluar ke arah pintu kamar. Ada sesuatu yang harus dia selesaikan. Karena tidak mungkin dirinya meminta bantuan kepada istrinya.
Naura keluar dari kamar mandi, dengan pakaian yang sudah melekat di tubuhnya. Dia merasa heran, melihat ranjang yang sudah kosong "kemana Vino? tadi kan dia tidur."
Naura mengangkat bahu acuh. Dia mendudukan dirinya di depan cermin yang ada di kamarnya.
"Baru beberapa hari, aku gak kerja, rasanya sudah jenuh" Naura berbicara dalam hati. Mengingat dirinya yang sekarang sudah tidak bekerja lagi, dia tidak mau menginjakan kakinya di kantor Vino. Dia sudah menduga, pasti akan banyak cibiran dari karyawan lain untuk dirinya.
Perlahan, Naura mengusapkan kapas ke wajahnya, yang sudah di basahi dengan toner, kemudian memakai night cream.
Naura melirik kembali ranjang besar yang ada di belakangnya. Melihat Vino yang tidak ada, entah kenapa, sebagian dirinya merasa kecewa.
Vino masuk ke kamar dengan badannya yang sudah segar. Dia terpaksa kembali mandi, untuk menghilangkan hasratnya yang tiba-tiba muncul.
Naura melirik Vino dengan kening yang berkerut, "jamu dari mana?"
"Dari luar, habis mandi" Wajah Vino terlihat datar, dia kembali membaringkan tubuhnya. Tetapi, kali ini di atas sofa. Karena dia tau Naura pasti akan marah kalau dirinya tidur satu ranjang dengan Naura.
Naura mengangkat bahu acuh, melihat jawaban datar dari suaminya. "Kok kamu tidur di situ?" melirik ke arah sofa yang sedang ditiduri Vino.
Vino langsung duduk dari tidurnya, dengan wajah yang berseri dia menatap wajah Naura "emang, aku boleh tidur di ranjang?"
__ADS_1
Naura mengangguk "iya, biar aku yang tidur di sofa" Naura berdiri dengan satu bantal di tangannya.
Vino menghela napas, dia sudah senang, ketika berpikir Naura mau tidur satu ranjang dengannya, "enggak, nanti badan kamu sakit, kasian anak kita. Biar aku aja yang di sini." Vino kembali membaringkan tubuhnya, dan memejamkan matanya.
Naura mematung, mendengar penuturan suaminya, hati kecilnya, merasa senang mendengar Vino yang rela mengalah demi dirinya, lebih tepatnya demi anaknya.
Tanpa pikir panjang, Naura kembali ke ranjangnya. Membaringkan tubuhnya. Tapi entah kenapa, dirinya merasa tidak tenang. Diliriknya tubuh Vino yang meringkuk. "Kok aku tega banget ya, biarin dia tidur di sofa kecil. Kalau badannya sakit gimana?" Naura terus berbicara dalam hati.
Naura berjalan ke arah sofa, memakaikan selimut pada tubuh Vino. Vino yang belum sepenuhnya tertidur, diam-diam tersenyum, mendapat perhatian dari istrinya itu.
Dia tau, istrinya itu tipe perempuan yang tidak tegaan. Tapi, karena perbuatannya, makanya Naura jadi sedikit galak terhadapnya.
Naura sudah kembali merebahkan badannya. Ranjang besar, dan kasur yang begitu empuk, tidak membuat perempuan itu cepat menuju alam mimpinya. Dia terlihat beberapa kali merubah posisi tidurnya, mencari posisi yang nyaman. "Mungkin karena di tempat baru, makanya aku gak bisa cepat tidur" batin Naura.
Diam-diam Vino melirik ke arah Naura, Tapi dirinya hanya bisa memperhatikan istrinya itu. Setelah lama melihat istrinya terus gelisah. Vino bangun "kamu kenapa?, kok belum tidur?"
Naura menjadi gugup, sebenarnya pertanyaan itu yang sedang Naura tunggu. Tapi, dia masih ragu-ragu untuk mengatakan pada suaminya.
Vino tersenyum mendengar perkataan Naura, perlahan dia melangkahkan kakinya menuju ranjang.
Vino duduk menghadap Naura, kakinya ia lipat menyilang, punggungnya sedikit ia condongkan, lalu mengusap pelan perut Naura, yang sudah berbaring. "anak Papa, kenapa belum mau tidur, kasian kan mama nya" bisik Vino yang masih bisa terdengar oleh Naura.
Naura tanpa sadar tersenyum, menerima perlakuan Vino sungguh membuat hatinya berdesir.
Vino tersenyum melihat wajah Naura yang sedang gugup. "Coba, matanya di pejamkan, biar cepet ngantuk."
Naura mengangguk. Perlahan matanya mulai terpejam, Naura yang sudah hampir tertidur. Dengan cepat, tangan nya langsung memegang tangan Vino, saat melihat Vino yang berdiri.
"Kamu, mau kemana?" wajah Naura terlihat sedih.
Vino tersenyum "Aku mau kembali ke sofa, kenapa lagi hemm?" Vino mengangkat alis.
Naura sedikit ragu untuk mengatakannya, tapi dia benar-benar tidak bisa menolak keinginannya. Entah kenapa, akhir-akhir ini, dirinya merasa ingin terus di dekat Vino, mungkin ini bawaan bayinya.
__ADS_1
"Kamu, tidur disini aja." Naura kembali merutuki kebodohannya, yang kembali meminta suaminya untuk berada di dekatnya, padahal sebelumnya, Naura sangat benci dengan suaminya itu.
Vino sedikit ragu dengan permintaan istrinya, "yakin kamu, aku boleh tidur di situ?" Vino menunggu jawaban dari Naura, berharap Naura tidak berubah pikiran.
"I iya boleh, tapi, hanya tidur, jangan macem-macem" Naura menegaskan kalimat terakhirnya.
Dengan senyum yang mengembang, Vino naik ke ranjang, memiringkan tubuhnya ke arah Naura.
Tatapan mereka bertemu. Deg,, Naura merasakan tubuhnya yang menegang. Dengan cepat, Naura membalikan badannya. Sebagian dirinya lagi menyesal telah meminta suamina untuk tidur dengannya.
Naura masih belum bisa memejamkan matanya. Dia berbalik, memperhatikan wajah Vino yang sudah tertidur.
Tak lama kemudian, akhirnya dirinya bisa ikut tertidur.
-
-
-
-
-
****satu kata untuk Naura??ππ
Jangan lupa, like, koment sama vote nya ya..
Kalau rangk nya naik, InsyaAllah nanti aku up lgππ€π€
Target, 100 besarππ
Salam... Semangat****!!
__ADS_1