Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
24


__ADS_3

-


-


-


Flashback on


Vino hanya membiarkan, saat Aldi merebut paksa handphonenya. Aldi membaca pesan yang dikirimkan Vino untuk Naura. Pesan itu berisi tentang alamat restoran yang akan di jadikan tempat untuk mereka bertemu.


Setelah melemparkan ponsel milik Vino ke atas kasur. Aldi berlari menuju arah pintu, membuka pintu kamar Vino dengan cepat, dan menutupnya dengan keras.


Anita, yang kebetulan sedang duduk di sofa ruang tengah, tanpa menyapa, hanya mengerutkan keningnya, saat melihat keponakannya itu berjalan dengan terburu-buru.


Vino mengepalkan tangan nya, "arrgghhhh," dengan keras, dipukulnya tembok kamar, sehingga buku jari tangannya terlihat sobek, dan mengeluarkan darah.


Vino mengacak rambutnya dengan gerakan kasar, kakinya dia langkahkan ke arah balkon, sebelah tangannya memegang sebungkus rokok yang masih terlihat utuh.


Pandangan cowok itu lurus ke arah depan. Setelah membuka bungkusan rokoknya, diambilnya sebatang rokok dan menyalakan rokok itu, Vino menghisap nya. Sebenarnya, Vino bukan tipe cowok yang suka merokok, dia hanya merokok sesekali, hanya saat pikirannya sedang kacau.


Vino tiba-tiba mengingat kebersamaannya dengan Aldi, dari mulai kecil, sampai mereka beranjak dewasa. "Selama ini, gue selalu ngalah sama lo, tapi untuk sekarang, sorry gue gak bisa."


Vino menjatuhkan sisa rokok itu, kemudian menginjaknya. Dengan cepat, dia menyambar kunci mobinya, lalu berlari ke arah luar.


Vino bertemu dengan Anita di anak tangga. Setelah sempat minta ijin dan mencium tangan mamanya, Vino langsung keluar dari rumah besarnya.


Anita semakin heran, perasaannya mendadak jadi tidak tenang. Wanita itu sedikit berlari mengejar anaknya. Tapi, mobil yang di kendarai Vino sudah melaju keluar gerbang.


"Sudahlah Ma, biarkan saja, namanya juga anak muda, palingan juga urusan perempuan, Andre yang datang dari ruang kerja, mencoba menenangkan istrinya itu.


****


Dari luar, Vino terus memperhatikan dua orang yang sedang berhadapan, dengan meja yang sama. Ada rasa cemburu di dalam hatinya, saat tangan Naura terlihat di pegang oleh Aldi.

__ADS_1


Vino mengepalkan tangannya, saat melihat Aldi mengeluarkan kotak beludru warna merah. Dia sudah mengetahui bahwa sodaranya itu akan menyatakan cintanya.


Tapi, bibirnya sedikit terangkat, saat matanya melihat Naura mendorong kotak itu.


Saat melihat keduanya keluar, Vino yang masih bersembunyi, sedikit memundurkan langkahnya. Vino hendak pergi dari tempat itu, tapi saat melihat Naura menyebrang jalan, dan terlihat mobil yang melaju sangat cepat, datang ke arah Naura, dengan cepat pula, Vino berlari dan menarik lengan Naura.


Mereka terjatuh, dengan posisi Naura yang berada di atas tubuhnya. Duggg, kepala Vino mendarat di sebuah batu besar yang ada di sisi jalan.


Flashback off


Dengan sisa kesadarannya yang masih ada, Vino tersenyum dan memegang pipi Naura, dengan suara pelan, "Naura, kamu gak papa?"


Perlahan, mata Vino mulai terpejam, tangan yang masih menempel di pipi Naura terjatuh, dan kesadarannya hilang.


Sontak Naura bangun, dia mengguncang pundak Vino, menepuk dengan pelan wajah cowok itu, air matanya lolos begitu saja saat tidak ada respon dari Vino.


***


Naura duduk di kursi Rumah sakit, air matanya masih terus keluar, kejadian tadi, benar-benar membuat dirinya shock.


Anita dan Andre juga sudah berada di rumah sakit. Setelah Aldi mengabarkan kejadian yang menimpa Vino. Andre dan Anita langsung datang.


Andre terus menenangkan Anita, istrinya itu merasa sangat terpukul mendengar kabar buruk yang menimpa anaknya. Meskipun, dirinya juga seorang dokter, tapi dia tidak diperbolehkan untuk masuk ke ruangan Vino.


Dokter keluar dari ruang IGD, Andre dan Aldi langsung menghampiri dokter itu "gimana keadaan anak saya?" dokter terlihat menghela napas, "keadaan pasien sangat kritis, dia tidak sadarkan diri dan pasien kehilangan banyak darah."


****


Vino sudah di pindahkan ke ruang rawat, dengan fasilitas VIP. Tapi, dokter mengatakan jangan terlalu banyak orang yang menemuinya.


Karena terlalu sedih, Anita sampai tidak menyadari keberadaan Naura. Aldi yang merasa kasihan melihat Naura, dia langsung mengantarkan cewek itu pulang.


Jam sudah menunjukan tengah malam. Tapi mata Naura masih saja belum bisa terpejam. Pikirannya masih tertuju pada Vino.

__ADS_1


Bagaimana keadaan cowok itu, sungguh, saat ini dia hanya ingin melihat keadaan Vino. Karena menyelamatkan dirinyalah Vino jadi seperti sekarang.


****


Pagi hari dengan mata nya yang terlihat sembab, Naura sudah berada di kantor. Semua orang membicarakan keadaan Vino.


Naura sudah mulai mengerjakan pekerjaannya. Tetapi cewek itu terlihat gelisah, takut terjadi sesuatu yang fatal pada Vino.


Nia hanya bisa menghibur sahabatnya itu, dia mengatakan, "kalau semua ini bukanlah salahnya, ini sebuah kecelakaan dan sudah takdir."


Sementara, Aldi sudah mengetahui dalang di balik kecelakaan yang menimpa Vino. Ternyata, pelakunya adalah Rosa, mantan pacarnya Aldi, cewek itu sangat marah, karena Aldi meninggalkannya, dan lebih memilih untuk mendekati Naura. Saat melihat kebersamaan Aldi dan Naura, tanpa pikir panjang, dengan amarah yang menggebu, cewek itu menjalankan aksi jahatnya.


Tapi, sayang sekali, rencananya tidak berjalan sesuai keinginannya. Naura masih baik-baik saja. Sedangkan dirinya, harus mendekam di penjara, dengan waktu yang sangat lama.


Sepulangnya Naura bekerja, dengan di temani Nia, Naura langsung menjenguk Vino.


Naura masuk ke ruangan Vino, menggunakan pakaian steril yang disediakan oleh rumah sakit.


Dengan perlahan, Naura melangkah menuju ranjang Vino. Naura duduk di kursi yang ada di samping ranjang itu. Dilihatnya wajah Vino yang masih memejamkan mata, Wajah gantengnya terlihat sangat pucat pasi, tangannya dipasang selang impusan, hidungnya dipasang oksigen, dan kepalanya di perban.


"Kenapa sih, Pak Vino sampai rela nolongin aku, harusnya tuh sekarang aku yang ada di posisi Pak Vino." Naura teringat kejadian semalam "terus kenapa, malam itu Pak Vino gak datang nemuin aku, aku kecewa sama kamu!. Pokoknya, kamu harus segera sadar, harus ngasih penjelasan sama aku." Naura terus berbicara, seolah cowok itu bisa mendengarnya.


Dokter hanya mengijinkan Naura menjenguk Vino sebentar. Naura dengan terpaksa keluar dari ruang rawat tersebut.


Ada sedikit pergerakan tangan dari Vino. Dengan suara yang sangat pelan, "Naa u ra" Vino yang mulai sadar menyebut nama cewek itu.


-


-


Ada yang mau jenguk Vino??


Tapi, jangan lupa koment next, sama kasih jempolnya ya, Vote nya juga banyakin, biar Vino nya senang. hehehe

__ADS_1


Salam.. Semangat


__ADS_2