Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Berisik


__ADS_3

Naura menepis kasar tangan suaminya, wanita itu langsung memakai kaos yang tadi di pakai suaminya, "kan aku udah bilang, aku belum pasang KB, kalau nanti aku tiba-tiba hamil lagi gimana?" ujar wanita itu tanpa menoleh pada suaminya.


Vino terkekeh, pria itu sudah memakai celana pendeknya, dengan wajah tanpa dosa, lelaki itu melangkah menuju sang istri yang sedang menggendong bayinya.


"Tenang aja, aku pasti bertanggung jawab kok, janji deh gak kabur," jawab pria itu seolah mengajak Naura untuk becanda.


Naura semakin geram dengan jawaban suaminya, setelah melihat sang bayi kembali tertidur, wanita itu langsung berlari ke arah kamar mandi, hendak mencegah sesuatu yang sudah di transfer suaminya.


Naura keluar dari kamar mandi, dengan deru napas yang memburu, "seriusan kamu ngeluarinnya di dalam, tega banget sih!" ujar wanita itu kembali mengomeli suaminya.


Vino menarik lengan istrinya, membawanya pada pelukan di tubuhnya, "gapapa sih, Yang. Kalau jadi ya rezeky kalau gak jadi kita coba lagi."


Jawaban macam apa itu, yang ada Naura malah semakin geram saat mendengarnya.


"Kamu gak mikirin, anak kita yang masih bayi apa? kan kasian dia kalau-,"


Ucapan Naura terhenti saat pria itu langsung menyumpal mulutnya, dan memperketat pelukan pada tubuhnya.


****

__ADS_1


Matahari mulai terbangun dari peraduannya, memancarkan sinarnya yang menghapus titik-titik embun di dedaunan.


Naura menggeliat, saat sinar matahari yang menerobos masuk dari celah kecil jendela kamarnya.


Wanita itu merengangkan otot-otot tubuhnya yang teraasa remuk, usai pertempurannya semalam.


Seolah dengan sengaja, usai sholat shubuh suaminya itu kembali melakukannya. Dan Naura hanya pasrah, meskipun apa yang dia takutkan nanti, kemungkinan besarnya akan terjadi.


"Pagi sayang?" ucap pria yang kini menghujaninya dengan kecupan di pipi dan keningnya.


Dengan malas, Naura melirik suaminya itu. Ada rasa kesal yang masih dirasakannya.


Sekali lagi, dengan santainya Vino yang melihat keresahan yang terpancar dari wajah istrinya mengatakan, "udah sih, malah bagus, aku bersyukur kalau beneran jadi."


"Kamu enak ngomong gitu, aku loh yang rasain cape nya, Mas!" ketus wanita itu, yang kini melangkah ke luar kamar.


"Hay Sayang nya Papih, udah bangun ya?" tanya pria itu yang langsung menggendong bayinya.


Vino membawa bayi kecilnya keluar, hendak mencari keberadaan sang istri.

__ADS_1


Dilihatnya Naura sedang berada di dapur, membuat susu formula untuk bayinya.


"Asik, pagi-pagi minum susu. Makasih Mami," ucap Vino dengan menirukan suara bayi, yang membuat bayinya itu tertawa.


Naura masih berusaha menjaga pertahanan nya untuk tidak tertawa pada suaminya itu. Namun saat melihat bayinya tertawa begitu gemasnya, wanita itu juga ikut tertawa, dan langsung menggendong bayinya.


"Yang, kayaknya pagi-pagi minum susu enak kali yah?" tanya pria itu sambil memperhatikan bayinya, yang begitu semangat menghabiskan isi dari botol itu.


"Kamu mau?" tanya wanita itu sambil melirik sekilas ke arah suaminya.


Dengan semangat Vino mengangguk, "mau dong, tapi yang langsung dari sumbernya," ujar santai pria itu, yang membuat Naura seketika mendelik kepadanya.


Tak lama kemudian terdengar suara berisik yang kini memasuki rumahnya, "kayaknya hari minggu ini, kita gak bakalan bisa berduaan, Yang," bisik pria yang kini merebahkan tubuhnya di atas kursi.


Biasakan Like + Koment dulu sebelum geser, biar aku makin semangat up banyak nya😁🤗🤗😘


Untuk cerita lanjutannya Bang Al, aku udah nulis di judul baru, "Aku Hanya Mencintaimu" cek profil aku ya😍🤗


Hatur Nuhun🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2