Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
61


__ADS_3

Aldi baru saja bangun, setelah satu ember air berhasil mengguyur tubuhnya.


Dengan kesal, Arya membanting ember itu ke sembarang tempat, "mau jadi apa kamu! jam segini masih ada di tempat tidur!"


"Aldi yang baru sadar dari mimpi buruknya, langsung terbangun, mengusap dengan kasar wajahnya yang basah.


"Papa kenapa sih?, masih pagi udah main guyur aja," Aldi duduk sambil mengibaskan tangannya yang juga basah.


"Pagi kata kamu? lihat tuh jam!" Arya melemparkan jam kecil yang ada di samping tempat tidur Aldi, "Papa nungguin kamu di kantor buat meeting, tapi kamu gak datang juga!"


Dengan santai, Aldi mengambil jam itu dan melihatnya, "oh, sudah jam 12," katanya dengan wajah tanpa dosa.


Arya mengacak kasar rambutnya, menghadapi putra badungnya memang perlu banyak kesabaran, "lagian Papa heran sama kamu, baru saja Papa mulai bangga sama kamu, tapi sekarang kamu sudah kembali bikin papa emosi lagi!"


Arya menatap Aldi, "dari mana aja kamu semalam?" tanyanya dengan penuh selidik.


Aldi berdiri membuka kaosnya, "malam aku pergi ke pesta ulang tahunnya istri Vino, Pah."


Arya memalingkan wajahnya ke arah lain, "sampai pagi?"


Aldi kembali membuka celana jeans nya, "enggak lah, habis dari situ Aldi nemuin temen."


Arya menatap tajam putranya yang kini hanya memakai celana boxer, "dan kamu mabuk-mabukan, sampai kamu lupa hari ini ada meeting yang sangat penting buat kemajuan perusahaan!" Arya mulai mengeraskan suaranya.


Aldi mengambil handuk yang ada di dalam lemari, "udah lah Pah, kan masih bisa di tangani sendiri sama Papah, buat apa ada Aldi, toh Aldi juga gak ada pengaruhnya buat perusahaan Papah!"


Arya semakin geram dengan sifat Aldi, "jaga bicara kamu, Aldi! kalau Papa lagi ngomong tuh dengerin! Papah ngebesarin kamu bukan untuk jadi anak yang pembangkang, Papa cuma minta kamu nurutin perintah Papa,"


Arya berjalan ke arah jendela kamar Aldi, "Papa ngebangun semuanya buat kamu, dan Papa mau kamu lanjutin hasil kerja keras Papa."


Arya menatap Aldi dengan sendu, "meskipun kamu bukan anak kandung Papa,-"


Ucapannya terhenti saat Aldi berjalan ke arahnya, menatapnya dengan sorot mata yang sudah sayu, "maksud Papah apa?"


****


Aldi melajukan motor sportnya dengan kecepatan penuh. Biasanya dirinya selalu memakai mobil, tapi kali ini dirinya memakai Kawasaki Ninja H2 Carbon, pikiran Aldi benar-benar kacau, setelah 26 tahun dirinya hidup bersama Arya, kenapa baru kali ini dirinya mengetahui rahasia besar itu, "argggghttt" Aldi terus menambah kecepatan pada kendaraannya, beberapa pengendara lain berteriak mengumpatinya karena dengan brutal Aldi menyalib mereka.


Aldi memarkirkan motornya di pinggir pantai, dia berharap pikirannya bisa jernih saat berada di tempat itu. Dirinya mengingat setiap kata yang keluar dari mulut Arya.


Aldi memang tidak marah kepada Arya, hanya saja hatinya belum bisa menerima kenyataan yang berhasil membuat dirinya kaget.


Aldi mengingat setiap perlakuan Arya kepadanya, saat Aldi kecil, Arya yang seorang diri selalu mengurusnya dengan baik, meskipun saat Aldi dewasa Arya lebih sering memarahinya, tapi Aldi sadar, itu memang murni karena kesalahannya.

__ADS_1


Aldi membaringkan tubuhnya di atas hamparan pasir putih, tangannya di lipat di belakang kepala, dijadikan bantal. Sinar matahari yang menyengat tidak membuat dirinya bergeser dari tempat itu, "jadi, selama ini gue tinggal sama orang lain, dan dengan tidak tahu malunya, gue selalu membuat dia pusing karena kelakuan gue."


Aldi teringat dengan ucapan terakhir Arya, "Papa minta, walau bagaimanapun perasaan kamu sekarang, kamu jangan punya niat buat ninggalin Papa. Kamu boleh menemui papa kandung kamu sendiri, tapi kamu harus ingat, Papa disini selalu menunggu kamu pulang. Walau bagaimanapun, kamu tetap anak Papa."


****


Siang sudah berganti menjadi malam, tanpa terasa, hampir setengah hari Aldi berada di pinggiran pantai.


Dering ponsel menyadarkannya dari lamunan panjang. Dilihatnya ponsel itu, tertera nomor tanpa nama yang ada di layarnya.


Aldi mengangkat panggilannya, "ya, siapa nih?"


Ternyata teman lamanya yang mengajaknya untuk bertemu di sebuah club yang dulu biasa dia dan teman-temannya datangi.


"Oke, gue kesana sekarang," Aldi langsung mematikan panggilannya, setelah menyimpan kembali ponselnya, Aldi membersihkan bagian belakan tubuhnya, dengan sedikit berlari, dirinya menuju arah motornya.


Aldi menghentikan motor sport keluaran terbarunya, di depan club malam.


Langkahnya sedikit cepat, karena temannya mengatakan kalau dia sudah lama menunggu.


Tanpa dia sadari ada seseorang dari arah lain yang tidak sengaja dia tabrak, "sorry bro, gue gak sengaja!" katanya sambil mengatupkan kedua tangan.


Namun lelaki itu tidak begitu saja menerima permintaan maaf darinya, dengan sorot mata yang sangat tajam lelaki muda itu menatapnya, "makanya lo, kalau jalan tuh pakai mata!"


Aldi mencoba bersabar saat menghadapi lelaki itu, lagian dirinya yang lebih tua, tidak mungkin kan meladeni lelaki yang umurnya di bawah dirinya, Aldi menghela napas, merotasikan bola matanya, "iya, kan gue udah bilang sorry."


Aldi yang seolah batas kesabarannya sudah habis, mengeraskan rahangnya, "kok elo jadi nyolot! terus mau lo apa!"


Tanpa Aldi sadari, ternyata ada sosok gadis yang sedari tadi ketakutan menyaksikan pertikaian dirinya dan lelaki itu, gadis itu kini memberanikan diri untuk melerai, "udah dong, Kak, masa gara-gara gitu aja jadi panjang urusannya," gadis itu mencoba menenangkan lelaki yang mungkin kakaknya.


Mata Aldi membulat, saat melihat lelaki itu menghentakan tangannya dari tangan gadis yang memegang tangan lelaki itu, "eh, jangan kasar dong kalau sama adiknya!" Aldi mencoba menasihati.


Lelaki itu pergi, setelah kembali menubruk bahunya, Aldi sempat tertegun, saat gadis itu mengatakan maaf kepadanya, entah kenapa, saat melihat sorot mata dari gadis itu, hatinya jadi tenang. Aldi mengangkat bahunya, saat melihat kedua orang itu keluar meninggalkannya.


****


Esok hari, menjelang waktu istirahat, Naura berencana akan memberikan kejutan untuk Vino, "berhenti disini saja Pak," Naura menyuruh supirnya untuk berhenti.


"Loh kenapa gak di dalam saja, Non" kata supirnya yang baru saja mematikan mesin mobil.


"Udah gapapa, disini aja." Naura turun dari mobil, dirinya mendadak gugup saat akan kembali menginjak kantor yang menjadi tempatnya dulu bekerja.


Naura menaruh kembali ponselnya, setelah dirinya menyuruh Vino untuk menjemputnya.

__ADS_1


Dengan memegang satu rantang kecil, Naura berdiri, menunggu kedatangan Vino yang akan menjemputnya.


Vino sedikit berlari menghampiri istrinya, matanya melotot saat melihat tiba-tiba ada seseorang yang menarik paksa tubuh istrinya, Vino menambah kecepatan langkahnya, "hey, siapa lo! lepasin istri gue!"


Lelaki itu panik, saat melihat Vino yang sedang berlari ke arahnya, tangannya langsung mendorong tubuh Naura, sehingga perempuan itu jatuh dengan posisi duduk di atas kerikil.


Lelaki itu hendak berlari, namun tangan kekar Vino berhasil menarik kerah bajunya, dan satu tonjokan langsung melayang ke wajah lelaki yang masih memakai penutup wajah itu.


Vino sempat melirik sekilas istrinya, kemudian satu tonjokan kembali dia layangkan ke bagian dada lelaki itu, tanpa ampun, Vino terus melayangkan beberapa kali tendangan ke berbagai bagian tubuh lelaki itu.


Lelaki itu sudah terkulai lemas, dengan sekujur tubuhnya yang babak belur, "siapa lo!" Vino hampir membuka penutup wajah yang di pakai lelaki itu. Namun suara Naura yang nyaris tak terdengar, menghentikan tangannya.


Naura memegang bagian perutnya, "Vino, tolongin aku, sakiit," lirihnya yang langsung membuat wajah Vino berubah panik saat menatap kearahnya, "sayang, kamu-"


Mata Vino terbuka lebar saat melihat Naura, "ada darah di kaki kamu." Vino langsung mengangkat tubuh Naura, masuk ke dalam mobil yang masih ada di samping mereka.


-


-


-


-


-


**Hoaaamm,, ini panjang banget ya gaes, hampir 2.000 kata, tapi gak usah di hitung, entar gumoh😂😂


Sok lah, di tunggu komentnya tentang episode kali ini, tentang Aldi, atau tentang Naura yang nasib kandungannya mau di gimanain😁😅


Oh iya, aku mau ijin libur gak up dulu ya😁, sampai waktu yang tidak di tentukan.


Buat episode ini, aku tunggu:


700 like


40 koment


3000 point


Kalau targetnya udah nyampe, nanti aku up again😁


NB!

__ADS_1


jangan bilang author mulai ngelunjak ya😁🤣🤗🤗**


Salam... Semangat!!!


__ADS_2