Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
19


__ADS_3

Bunyi alarm yang sangat berisik memaksa mata yang terpejam untuk terbuka, di ambilnya ponsel itu, dan mematikan tanda pengingatnya.


Naura hendak berdiri dari kasurnya, tapi kepalanya sungguh terasa sangat pusing. Padahal, hari ini dirinya harus berangkat untuk bekerja.


Di tempat lain, seseorang sudah siap dengan pakaian kerjanya, diambilnya tas dan kunci mobil.


Nia sudah duduk di depan kemudi, dia berniat hendak menjemput sahabatnya, perempuan itu merasa bersalah karena telah tega meninggalkan sahabatnya di tempat pesta.


Nia mengambil ponselnya, hendak memberitahukan bahwa dirinya akan menjemput sahabatnya itu.


Awalnya, Naura akan memaksakan dirinya untuk tetap berangkat bekerja. Tapi badannya seolah memaksa dirinya untuk kembali tidur. Naura yang belum sepenuhnya terlelap, dengan posisi masih berbaring, sebelah tangannya meraba ke atas meja kecil, mengambil ponselnya yang berdering.


Nia : Ra, gue otw, jemput lo.


Nia yang sudah melajukan mobilnya, berhenti di lampu merah, di ambilnya ponsel yang terlihat menyala menandakan pesan masuk.


Naura : Gue gak masuk kerja, tolong ijinin gue ya🙏, gue 🤧🤕


Nia : ok, istirahat tapi, jangan lupa minum obat. Cepat sembuh ya🤗 gue bakalan kesepian, kerja tanpa lo😥


Setelah membalas pesan nya, Nia melajukan kembali kendaraannya. Nia berniat akan menjenguk Naura, setelah pulang kerja nanti.


****


Di suatu ruangan, tampak seseorang yang sedang duduk gelisah, dia baru mendapatkan kabar kalau perempuan yang sudah dia rampas kegadisannya, sekarang tidak masuk kerja gara-gara sakit.


Vino semakin merasa bersalah, dirinya sadar sudah menjadi orang bren*sek untuk Naura. "Gue harus lihat keadaan dia."


Vino berdiri, mengambil kunci mobil yang berada di atas meja kerjanya. Baru satu kaki dia langkahkan, tiba-tiba suara pintu terbuka dengan keras membuatnya langsung tersentak.


Terlihat Aldi masuk, dengan wajah yang tampak serius, "Vin, tadi gue mau nemuin Naura, tapi kok dia gak ada ya?"

__ADS_1


****


Aldi terlihat melontarkan kata-kata kasar, saat mobil di depannya tidak juga maju, mau putar balik dia tidak bisa, karena dirinya berada di tengah-tengah kemacetan. "Sial kenapa di situasi kaya gini harus pake acara macet sih!"


Tadi, setelah dia mengetahui kalau Naura ternyata sakit, tanpa pikir panjang, Aldi langsung mencari tau alamat Naura. Pikirannya sudah kemana-mana, Aldi yang mengira sakit nya Naura disebabkan oleh minuman yang di berikannya, lelaki itu menjadi sangat merasa bersalah.


Sedangkan Vino, setelah kepergian Aldi, lelaki itu terlihat kesal, baru saja dia mau melangkah mengikuti Aldi, tapi Riko yang menjabat sebagai sahabat sekaligus sekertarisnya mengatakan bahwa sebentar lagi akan diadakan meeting penting.


****


Aldi memukul setir dengan sangat keras. Cowok itu sangat tidak sabaran, beberapa kali dia membunyikan klakson mobilnya.


Setelah melihat mobil di depannya melaju, Aldi langsung menginjak pedal gas mobilnya. Dengan kecepatan penuh, Aldi menyalip beberapa kendaraan didepannya. Berbagai umpatan terdengar, dari para pengemudi lainnya.


Aldi tidak peduli, tujuannya, dia hanya ingin cepat-cepat melihat keadaan Naura.


Mobil berhenti di depan kontrakan, Aldi turun dari mobilnya, terlihat keadaan kontrakan Naura yang sangat sepi, gordeng yang masih tertutup, juga lampu yang masih menyala, menandakan penghuninya masih ada di dalam. Beberapa kali, Aldi mengetuk pintu, namun tidak juga mendapat respon dari penghuninya. lelaki itu mondar mandir, sambil mencoba mengintip dari celah kaca jendela.


"Cari siapa ya mas?"


Aldi mendekat ke arah wanita itu. "Saya sedang mencari penghuni rumah ini, tadi katanya dia sakit, apa anda kenal dengan orangnya?"


Wanita itu tersenyum. "Oh kamu cari Naura? tentu saja saya kenal, saya pemilik kontrakan ini." Sambil tersenyum genit dan mengedipkan sebelah mata nya, wanita itu menjulurkan tangan. "Panggil saya, Kak Rosita."


Dengan terpaksa, Aldi membalas senyum dan menjabat tangan wanita tua itu. "Kebetulan kalau begitu, Apakah anda bisa membuka pintu nya?"


Aldi yang sudah tak sabar, langsung masuk, di edarkan pandangannya ke segala arah, matanya tertuju pada satu pintu, dengan gerakan cepat Aldi membuka pintu itu.


"Naura!" Aldi berteriak menyebut nama Naura, saat melihat pemilik nama itu tergeletak di atas lantai.


Dengan bantuan pemilik kontrakan, Aldi membawa Naura ke dalam mobil.

__ADS_1


"Terimakasih sudah membantu." setelah mengucapkan itu, Aldi Dengan wajah panik melajukan mobilnya.


Beruntung kali ini jalanan tidak terlalu macet, sehingga Aldi bisa dengan cepat membawa Naura ke rumah sakit.


Aldi membaringkan tubuh Naura di atas brangkar. "Tolong periksa dia, Dok."


Aldi terlihat sangat cemas, menunggu hasil dari pemeriksaan dokter. Terlihat Dokter itu memeriksa Naura dengan sangat teliti.


"Dia baik-baik saja, Dia hanya butuh istirahat, sebaiknya, dia di rawat, untuk memulihkan keadaannya kembali," ucap dokter itu.


Setelah melihat beberapa tanda merah di bagian tubuh Naura. Dokter yang ternyata seorang wanita itu kemudian tersenyum, ke arah Aldi. "Anda, suaminya ya? saya sarankan, istrinya jangan terlalu capek ya."


Aldi menjadi salah tingkah, bagaimana mungkin, dirinya di sebut suami Naura, jadi cowoknya saja, Naura gak mau, dan menolaknya mentah-mentah.


Tapi, bagaimanapun perkataan bisa disebut sebuah do'a, Aldi terlihat tersenyum dan mengucapkan Aamiin di dalam hati. Aldi mengangguk, baik Bu. Terimakasih.


Setelah dokter pergi, Naura di pindahkan ke ruangan rawat. Dengan setia Aldi menemani perempuan itu. Aldi duduk di kursi, di sebelah ranjang Naura, di genggamnya tangan mungil itu.


Saat sedang tidur, wajah naura terlihat sangat polos. Aldi merapihkan beberapa helai rambut Naura yang menutupi wajah polosnya.


Di pandangnya wajah itu, ada getaran aneh yang Aldi rasakan, perasaan yang berbeda, tidak seperti perasaan kepada wanita lain yang pernah Aldi ajak kencan. Setelah bertemu dengan Naura, Aldi langsung menyukainya, dan perasaan ingin melindungi gadis itu, semakin hari semakin besar.


****


Di tempat lain, seseorang menghela napas lega, setelah mendengar kabar dari orang suruhannya yang mengatakan bahwa perempuan yang di ikutinya baik-baik saja, tanpa ada penyakit yang serius.


Tapi walau bagaimanapun, penyebab Naura sakit, itu karena perbuatannya.


-


-

__ADS_1


Jangan berpikiran Naura sudah hamil ya gaess..


Kan babang Vino nanemnya juga baru malam, gak mungkin langsung jadi kan, ehehehee


__ADS_2