Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Melahirkan


__ADS_3

Dua bulan setelah Aldi bertemu dengan Nakisya, kini lelaki itu sudah tidak lagi gencar mendekati gadis itu, dirinya juga membuang pikirannya jauh-jauh, untuk mendapatkan gadis itu dengan cara yang kotor.


Bagi Aldi, cinta tidak seharusnya di paksakan, karena mau sampai manapun alurnya, kalau Tuhan sudah menentukan pasti dirinya akan berjodoh dengan gadis itu, tetapi dari kejauhan Aldi selalu memantau gadis itu, dan menyuruh orang untuk selalu melindungi Nakisya.


Daripada dirinya terus susah-susah mengejar cintanya yang tak kunjung mendapat balasan, Aldi lebih mementingkan karirnya, yang kini memegang 2 perusahaan besar dan beberapa anak cabang sekaligus.


"Yakin lo mau jadi pergi? mau ninggalin Naura yang udah gede gitu hamilnya?" tanya Aldi pada Vino yang baru saja menitipkan istrinya di rumah kediaman Rainald.


Hari ini Vino akan pergi ke luar kota, hendak menghadiri peresmian kantor cabang.


"Gue cuma satu malam kok disana, dan kemarin pas kita cek kandungannya Naura, kata dokternya baru beberapa hari lagi, Naura bisa menjalani lahiran secara caesar.


Vino mengecup kening istrinya, sebenarnya dirinya tidak tega meninggalkan Naura dengan kondisi di saat istrinya itu sedang hamil besar.


Namun karena Naura juga yang memaksanya untuk berangkat, karena kantor cabangnya itu di bangun dengan kerja kerasnya, bahkan nama untuk kantor barunya itu, menggunakan nama bayi mereka. Sehingga Naura tidak mau orang lain yang meresmikan kantor barunya.


Namun semua prediksi dokter, seolah tidak ada apa-apanya, jika di bandingkan dengan rencana Tuhan.


Sore hari, Naura mengaduh saat tiba-tiba perutnya merasakan sakit yang tidak biasanya, "Aa!" teriak perempuan itu pada lelaki yang sedang melangkah menaiki tangga.


Aldi menoleh, lelaki itu membulatkan matanya, saat melihat adiknya duduk di atas lantai, "kamu kenapa?" dengan cepat, Aldi mengangkat bagian tubuh atas Naura, menyenderkannya di dada bidang miliknya.


"Sakit, A," ujar gadis itu, "gak kuat," imbuhnya kemudian.


"Aldi yang panik langsung menelfon Anita, wanita itu langsung menyuruh Aldi untuk segera membawa Naura ke klinik yang biasa di datangi perempuan itu.


Aldi sudah sampai di klinik, dirinya langsung menggendong perempuan itu menuju ruangan pemeriksaan, "cepat periksa Naura, Dok!" perintahnya pada Dokter yang ada di ruangan itu.


Dokter yang biasa menangani Naura itu seketika tertegun, semua prediksinya untuk perempuan itu sangat meleset. Naura yang di prediksi tidak akan bisa melahirkan secara normal, karena kondisinya dulu yang pernah terjatuh, ternyata itu tidak terbukti.

__ADS_1


"Gimana, Dok?" tanya Aldi yang sudah tidak sabaran, karena melihat kondisi adiknya yang semakin mengaduh.


Naura memegang tangan Aldi, seolah dirinya takut kalau kakaknya itu akan meninggalkannya, "Aa sakit," jeritnya kemudian dengan tangan yang sudah beralih ke atas kepala Aldi, menjambak rambut lelaki itu dengan kuat.


"Aduh, Ra. Sakit ini, jangan di jambak dong, lo lagi mau lahiran apa lagi ngelabrak pelakor," ujar lelaki itu yang semakin mengaduh, karena bukannya Naura melepaskan jambakannya, tetapi Naura malah semakin menjadi, seolah perempuan itu sedang melampiaskan suatu dendamnya.


Aldi beberapa langkah mundur dari tempat Naura, "harusnya tuh si Vino yang ada di sini, bukannya gue, dari awal, nasib dia tuh di bikin enak banget, heran gue, authornya pilih kasih!" gerutu Aldi dalam hati, dengan tangan yang terus mengusap puncak kepalanya.


Dokter wanita itu langsung menatap Naura, "Sepertinya Nyonya mau melahirkan, dan saya melihat dari keadaan Anda, sepertinya Nyonya bisa melahirkan secara normal," ujar dokter itu yang langsung menyuruh bidan untuk memasang selang infus di tangan Naura.


Naura tersenyum mengangguk, dirinya memang menginginkan lahirannya secara normal, biar bisa merasakan sakit yang di alami ibunya waktu dulu saat melahirkannya.


Dokter langsung menyuruh beberapa perawat, untuk memindahkan Naura ke ruangan bersalin.


Setelah Naura sudah di pindahkan, Dokter dan beberapa Bidan langsung bersiap, mengambil beberapa peralatannya, dan mulai memeriksa serviks perempuan itu. Sementara Naura terus menjerit kesakitan, di dahinya bercucuran keringat dan air matanya tak berhenti mengalir akibat sakit yang ia rasakan di bagian perut dan punggungnya.


"Baru pembukaan 8, tahan dulu ya, jangan dulu ngejan," kata Bidan yang akan menangani Naura.


Dokter kembali memeriksa, "baik, sekarang sudah pembukaan lengkap, Nyonya. Saya bimbing ya!" kata dokter yang telah siap membantu proses lahiran.


Setelah mendapat perintah dari dokter itu, Naura mulai menarik napas panjang, berjuang antara hidup dan mati. Sementara, Aldi yang dari tadi berada di samping Naura, tidak dapat berkata apa-apa selain menggenggam tangan Naura. Menyalurkan kekuatan dan menuntunnya melalui do'a.


Vino masuk dengan keringat yang bercucuran dari keningnya, saat mendapat kabar kalau Naura mau melahirkan, Vino langsung membatalkan semua schedule kegiatannya di luar kota. Dan apesnya dia, sewaktu lagi perjalanan ke klinik, mobilnya terjebak macet, sehingga dirinya memutuskan untuk meninggalkan mobil itu, dan berlari menuju ke klinik itu.


Vino langsung mengecup kening Naura, "sayang, kamu semangat ya, aku yakin kamu pasti bisa," bisik lelaki itu, yang terlihat begitu panik, saat melihat keadaan istrinya yang mulai melemah.


"Kenapa gak di ambil tindakan saja sih!" teriak Vino pada dokter yang ada di situ.


Dokter tidak menanggapi pertanyaan Vino, karena masih pokus menangani Naura, "iya sedikit lagi, itu kepalanya sudah kelihatan ya," ujar Dokter memberi semangat.

__ADS_1


Vino langsung membacakan do'a dan meniupkannya ke atas ubun-ubun Naura.


Setelah cukup lama berjuang, akhirnya terdengar suara tangisan bayi yang baru saja lahir.


Perjuangan Naura, rasa cape dan sakit yang di alaminya, seolah langsung lenyap begitu saja, saat mendengar suara tangisan bayinya.


Naura terus mengamati bayinya saat seorang bidan dengan begitu telaten sedang membersihkan bayi mungilnya itu.


Dokter menghampiri Vino, Selamat ya Tuan, anak Anda lahir dengan selamat, wajahnya cantik seperti ibunya. Silakan di adzani dulu," perintah dokter itu yang langsung memberikan bayi mungil itu.


Vino mengusap wajahnya, dengan kedua tangannya, dan mengucap syukur atas kelahiran putrinya. Seolah sudah memiliki pengalaman, Vino langsung menggendong bayinya, dan mengadzani bayi itu.


Vino terus menatap bayi mungil nya, bayi yang memiliki kulit putih ke merah-merahan, bibirnya tipis, hidungnya mancung, benar-benar begitu terlihat sangat cantik dengan rambutnya yang sangat lebat.


Wajah Naura terus tersenyum, menyaksikan suaminya yang terlihat begitu bahagia. Namun perlahan, senyum dari kebahagiaan Naura mulai memudar, dia ingat betul kejadian itu, saat dirinya sedang menonton siaran berita di televisi, dirinya melihat suaminya yang sedang melakukan peresmian gedung, dirinya melihat Vino dengan seorang wanita yang ada di samping suaminya. Meskipun Naura tidak tau, siapa wanita itu, dan bagaimana hubungannya dengan suaminya. Namun hati Naura lebih dulu terlanjur panas.


Berita itulah yang membuat Naura mendadak kontraksi.


"Siniin bayi aku!"


-


-


-


**Mon maaf, ini Naura tiba-tiba mau lahiran, jadi cerita percintaannya Babang Aldi di pending dulu ya.


Terimabkasih yang masih setia dukung cerita ini, Rate bintang 5 + Like + Vote nyang banyak. Komentnya next aja, kalau bingung. Yang punya koin juga boleh kalau mau di sumbangin ke sini😁🙏

__ADS_1


Salam... Semangat🙏🤗**


__ADS_2