Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Kamu cantik


__ADS_3

Rani yang dari tadi memperhatikan Nakisya, gadis itumerotasikan matanya, "lo kenapa sih Sya? bucin banget sama Kak Doni, kayak gak ada cowok lain aja yang mau sama lo," sindirnya yang memang tidak pernah setuju dengan hubungan sahabatnya.


"Tuh kan, ngatain lagi," gumam Nakisya dalam hati.


"Lo pernah dengar gak? cinta pertama itu susah di lupakan, dan itu yang sekarang terjadi sama gue, gue gak mau kehilangan Kak Doni, gue rela deh ngelakuin apa aja, asal dia tetap sama gue," katanya sambil tersenyum dengan pandangan yang lurus kedepan.


Rani merotasikan matanya, "bodo amat! cinta udah buat lo jadi bener-bener beg*!"


****


Nakisya kembali merasa kesal, saat sang kekasih baru saja menelfon dan mengatakan tidak bisa menjemputnya pulang, "Ran, elo bisa nganterin gue pulang gak?"


Nakisya tersenyum saat sahabatnya itu mengatakan oke, "yaudah tunggu disini, gue ambil motor dulu," Rani langsung melangkah ke tempat parkiran motor.


"Ayo," ajak Rani yang sudah duduk di atas motornya, mereka berdua langsung meninggalkan sekolah. Keduanya saling bercanda selama perjalanan menuju arah rumah Nakisya. Rani menghentikan motor metiknya saat lampu di depannya berubah menjadi warna merah, "Sya? berarti lo sama Kak Doni udah pacaran 2 tahun dong ya?"


Nakisya sejenak terdiam, mengingat sejak kapan dirinya mulai berpacaran, "iya, kenapa emang?"


"Gak papa sih, cuman kalau kredit motor ya, udah lunas tuh," Rani tertawa saat melihat wajah sebal Nakisya dari balik kaca spion.


Nakisya berdecak sebal, "si*lan lo! hubungan gue masa di samain sama kreditan," ujar gadis itu namun di akhir kalimatnya kedua gadis itu saling tertawa.


"Hati-hati lo, Sya, 2 tahun lo jagain jodoh orang, terus akhirnya lo datang ke pelaminan hanya sebagai tamu undangan," Rani tertawa mengingat gosip yang lagi Viral, tentang mantan yang datang ke pelaminan mantan pacarnya.


Nakisya memukul pelan pundak sahabatnya, "gitu banget sih lo, gak mungkin lah, pasti gue dong yang bakalan jadi pengantinnya."


Rani melajukan kendaraannya saat lampu kembali berwarna hijau, "iya jadi pengantin, tapi mungkin cowoknya bukan Kak Doni, hahaha."


"Omongan elo kaya Auryn tau, jangan-jangan lo juga diam-diam suka ya sama cowok gue?" tuduhnya yang langsung mendapat decakan dari Rani.


"Enak aja, gue akuin Kak Doni emang ganteng, populer," ujar gadis itu yang langsung di serobot oleh Nakisya.


"Tuh kan, lo diam-diam,-"


Dengan cepat Rani memotong ucapan sahabatnya, "dengerin dulu beg*, gue belum selesai ngomong!"


Nakisya merotasikan matanya, "udah jujur aja lo!" gadis itu mendesak sahabatnya.


Rani menghentikan kendaraannya saat mereka sudah sampai di depan rumah Nakisya. "Gue emang akuin cowok lo itu ganteng, populer, tapi gue gak suka sama cowok yang belagu kaya cowok lo. Gue heran, kenapa sih lo, bucin banget! kaya bangga banget punya cowok kaya dia? pulang sekolah aja dia gak bisa nganterin elo kan?"

__ADS_1


Nakisya mengangkat bahunya, "kan gue udah bilang, Kak Doni itu cinta perta-,"


Ucapannya terhenti saat melihat Rani sudah menjalankan motornya, "bosen gue dengernya, byee gue langsung pulang ya, salam sama Bunda," teriak Rani yang mendapat tatapan takjub dari Nakisya.


"Emang lo! temen kaga ada akhlak!" teriaknya yang mungkin tidak dapat di dengar oleh sahabatnya itu, "sekarang aja lo ngomong kaya gitu, baru nyaho lo entar kalau udah punya pacar, gue sumpahin lo, bucin lo lebih parah dari gue!"


"Siapa yang bucin?"


"Eh, Bunda, hehe," Nakisya tersenyum, langsung menghampiri bundanya yang berdiri di depan pintu rumah.


"Bunda mau pergi arisan," kamu di rumah baik-baik ya, soalnya Ayah pasti pulangnya malam," ujar wanita itu yang langsung memasuki mobilnya.


****


Setelah mendapat pesan dari sang Ayah, Aldi langsung melajukan motor kawasaki ninja H2 carbon, menuju alamat yang di kirim ayahnya itu, kawasan perumahan elit yang menjadi tempat tinggal ayahnya yang baru.


"Loh ini kan jalan yang sama dengan rumahnya Nakisya," ujar lelaki itu, yang langsung menghentikan kendaraannya di depan gerbang yang tempo hari pernah dia datangi.


Suara bel yang berbunyi, membuat Nakisya dengan cepat menuruni tangga.


"Bibi kemana sih, kok gak bukain pintu," ujar gadis itu yang langsung menarik gagang pintu ganda rumahnya.


Lelaki itu tersenyum, dengan sorot mata yang tak terbaca, "kamu cantik kalau memakai pakaian seperti itu."


Memang baru pertama kali, Doni melihat gadis itu berpakaian seperti itu, karena saat di luar dan saat bersama dirinya, Nakisya selalu memakai pakaian yang tertutup.


Seolah baru tersadar, Nakisya langsung memutar tubuhnya, meminta ijin untuk mengganti pakaiannya yang kini hanya memakai hot pants, dengan atasan tangtop.


Namun cekalan di tangannya, membuat gadis itu menghentikan langkahnya, "udah gak usah, aku suka lihat kamu yang seperti ini kok," Doni mengedipkan sebelah matanya.


Nakisya mendadak gugup saat bola mata Doni terus menatapnya, "aku ambilin minum dulu ya," ujar gadis itu, yang kembali mendapatkan gelengan kepala dari lelaki itu.


"Kita duduk aja yu," ajak lelaki itu yang sudah menggenggam tangan Nakisya.


Nakisya hanya mengangguk, dan menerima begitu saja saat lelaki itu merangkulnya, dan melangkah menuju sofa yang ada di ruang tamu.


"Sya, aku beneran minta maaf ya, soal postingan teman aku. Itu semua benar-benar hanya keisengan dia, dan aku beneran gak ada hubungan apa-apa sama dia," ujar lelaki itu dengan kedua tangan yang menggenggam tangan Nakisya.


"Aku percaya kok, karena aku sayang banget sama Kaka," ujar gadis itu, terlihat sorot mata yang memancarkan kejujuran.

__ADS_1


Doni mmengangguk, lelaki itu memiringkan kepalanya, menatap wajah Nakisya, perlahan wajah mereka mulai mendekat. Nakisya memejamkan matanya, saat bibir keduanya menempel. Doni menyesap bagian atas dan bawah bibir itu dengan pelan.


Nakisya langsung teringat dengan kejadiannya bersama Aldi beberapa hari yang lalu, entah kenapa, saat dirinya melakukan itu dengan Doni sekarang, rasanya berbeda dengan waktu itu, saat dia melakukannya dengan Aldi.


"Kok perasaan aku biasa aja ya sekarang? gak kaya waktu sama Bang Al," gumam gadis itu dalam hati.


Nakisya mengingat setiap perlakuan Aldi saat itu, dan sekarang, dirinya mempraktekannya pada Doni.


Doni tersenyum, lelaki itu melepaskan pagutannya, untuk meraup oksigen, "ternyata kamu sudah ahli ya? belajar dari mana, hum?"


Nakisya tersentak, "eng-"


Ucapannya terhenti, saat Doni dengan bringas kembali menyatukan bibirnya dengan bibir gadis itu.


****


Makan malam yang seharusnya berjalan dengan nikmat, karena di lakukan bersama keluarga besar, namun terasa hambar bagi Aldi.


Lelaki itu terus melamun, dan hanya mengaduk makanannya dengan tanpa minat.


"Elo kenapa Al?" tanya Vino yang menyadari sikap Aldi.


Aldi mendongak, melirik ke arah lelaki yang juga berada di meja makan itu, "gue gak papa, cuma masih kenyang aja," jawab lelaki itu dengan wajah yang lesu.


Tadi Aldi hampir saja memasuki gerbang rumah Nakisya, namun matanya lebih dulu tertuju pada motor kawasaki ninja ZX10-R yang terparkir di depan rumah gadis itu.


"Kehabisan mangsa lo?" bisik Vino yang berada di samping telinganya.


**Panas-panas gini, emang paling enak buat ng'ghibah. Yuk kita ghibahin Nakisya rame-rame😂😂


Rate + Like ya gaes.


Nyang tadi belum sempet Vote, boleh sekalian sekarang ya😘🤗


Komengnya di tunggu banget😄😚


Terima Gajih


Salam... Semangat🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2