
Vino melirik ke arah box bayi, terlihat bayi perempuannya itu sudah terlelap.
Kemudian pria itu mengalihkan pandangannya, pada sosok wanita yang baru keluar dari kamar mandi, melihat istrinya yang baru selesai mandi, dengan handuk kimono yang melekat pada tubuh istrinya, dan handuk yang melilit di atas kepala wanita itu, membuat sesuatu yang ada pada dirinya, bereaksi.
"Sabar, masih belum boleh kayaknya," gumam Vino dalam hati.
Pria itu mendekat ke arah Naura, memeluk tubuh wanita itu dari belakang, dan mengecup bagian leher istrinya.
Naura yang mulai merasa kewalahan, karena merasakan tubuhnya yang mulai menggelinjang, akibat ulah nakal tangan suaminya. Wanita itu mendongak, melemparkan tatapan sinisnya, "awas dong, Mas, aku mau ngambil baju nih, susah," gerutu wanita itu.
Vino terkekeh, "udah boleh belum sih, Yang?" tanya lelaki itu yang kmbali menggigi* kecil ujung telinga istrinya.
"Boleh apa emang?" tanya wanita itu pura-pura tidak mengerti.
Vino mndengus sebal, "aku udah puasa hampir 3 bulan loh, Yang, masa masih belum boleh buka juga," ujar pria yang kini menatap istrinya dengan wajah yang memelas.
"Kalau nanti senjata aku karatan gimana? Gara-gara kelamaan gak di pakai?" imbuhnya kemudian, yang berhasil mendapat kekehan dari wanita itu.
"Ya tinggal di gosok aja pake ampelas, biar bisa kinclong lagi," jawab wanita itu dengan santai.
Vino bergidik, saat membayangkan itu, "tega kamu."
Vino kembali melangkahkan kakinya menuju box bayi yang menjadi tempat tidur putri kecilnya.
Karena dengan melihat putrinya itu, hasrat yang sudah memuncak pada dirinya bisa langsung mereda.
"Aku udah selesai kok, malah dari dulu," jawab wanita itu yang sudah mendapatkan pakaian yang akan dia kenakan.
__ADS_1
Seolah mendapatkan kupon undian, Vino yang hampir duduk di samping box bayinya, pria itu langsung menoleh.
Senyum kebahagiaan terpancar dari wajahnya, "seriusan, Yang? Kok kamu baru bilang sekarang sih?" tanya pria itu dengan sorot mata yang mulai tak terbaca.
"Soalnya aku belum pasang alat kontrasepsi, aku gak mau, takut kebobolan," jawab wanita itu, yang hendak memakai piyamanya.
Vino menarik tangan Naura, mengalungkannya pada leher miliknya, "kamu gak ngerasain, gimana aku selama ini susah payah nahan itu," ujar pria yang kini semakin memperdekat jarak di antara keduanya.
"Aku kangen banget," imbuhnya kemudian.
Vino mulai mengecup pelan bibir istrinya, menikmati rasa manis yang beberapa bulan ini tidak dia rasakan.
"Boleh?" tanya lelaki itu setelah dirinya mengangkat tubuh Naura, dan membaringkannya di atas tempat tidur.
Naura tersenyum, dan perlahan kepalalanya mengangguk sebagai jawaban.
"Nanti kalau Zia bangun, gimana?" tanya wanita yang melirik ke arah bayinya.
"Kita pelan-pelan, jangan berisik ya," jawab pria itu.
Vino mulai menyentuh bagian sensitif itu, membuat wanitanya semakin mengeluarkan suara yang terdengar merdu di telinganya.
Naura menggigit bibir bawahnya, karena tidak mau kalau bayinya terbangun.
Vino tersenyum melihat itu, pria itu langsung menyumpal mulut Naura dengan bibirnya.
"Pelan tapi ya," pinta wanita itu, saat Vino hampir menyatukan senjatanya.
__ADS_1
Naura hampir menjerit, kalau saja Vino tidak membekap mulutnya dengan bibir pria itu.
Ternyata, rasanya itu lebih sakit, dari saat pertama mereka melakukannya.
Terlihat butiran yang menetes dari ujung mata wanita itu.
"Sakit ya? Maafin aku," terlihat raut penyesalan dari wajah pria itu.
Naura tidak mau membuat suaminya kecewa, "gapapa kok, tapi lebih pelan lagi ya," ujar wanita itu.
Vino tersenyum, mengusap wajah wanita itu dengan pelan, "rasanya seperti saat pertama aku melakukannya," bisik lelaki itu, yang membuat Naura mencubit pinggang suaminya.
Keduanya sudah sampai pada puncaknya, Naura mendorong kasar pria itu, "kamu ngeluarinnya di dalam ya!" tanya wanita itu dengan nada suara yang tinggi.
Vino langsung membekap mulut istrinya, dengan sebelah tangannya, "jangan teriak, nanti bayi kita bangun."
Namun terlambat, bayi perempuan itu sudah menangis, karena mendengar keributan dari orang tuanya.
Naura menepis kasar tangan suaminya, wanita itu langsung memakai kaos yang tadi di pakai suaminya, "kan aku udah bilang, aku belum pasang KB, kalau nanti aku tiba-tiba hamil lagi gimana?" ujar wanita itu tanpa menoleh pada suaminya.
Terus dukung cerita ini ya, Like + Rate + Koment + Vote.
Untuk cerita lanjutannya Bang Al, aku udah nulis di judul baru, "Aku Hanya Mencintaimu" cek profil aku ya😍🤗
Hatur nuhun🙏😍
Wilujeng wayah kie🤗🤗
__ADS_1