
Naura yang menyadari mobil Vino yang melaju berlawanan arah, dengan jalan menuju rumah orangtua Vino. Menegakan duduknya. "Loh, kan aku bilang aku mau pulang. Ini mau kemana?" Melirik Vino yang masih saja terus melajukan mobilnya.
"Ini juga mau pulang, sayang." Vino tersenyum, mengusap pipi Naura dengan pelan.
****
Mobil mereka berhenti di depan gerbang yang menjulang tinggi berwarna putih. Seorang pria berlari mendorong gerbang, sehingga mobil Vino bisa masuk.
Naura mengkerutkan keningnya. Vino turun, dan berlari ke depan mobil, membuka pintu Naura dari luar.
"Ayo turun, apa mau aku gendong?" tatapan nakal dari Vino, membuat Naura merotasikan matanya.
"Enggak, aku bisa sendiri." Naura turun, mengedarkanrkan pandangannya ke setiap sudut luar rumah mewah bergaya modern, meskipun tidak sebesar rumah orangtua Vino.
"Ini rumah siapa?"
Vino tersenyum, tanpa menjawab pertanyaan Naura, dia berjalan sambil melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
Sebelah tangannya mengambil kunci yang ada di saku celananya.
Mata naura membulat, saat pintu rumah itu berhasil terbuka. Naura kagum dengan isi dari rumah itu.
"Surprise, selamat datang di rumah kita, sayang." Vino merentangkan tangannya.
Naura terpaku, tidak mengerti dengan semua ini.
Vino tersenyum, mehampiri naura. "Hey, kenapa malah bengong? kamu suka gak sama rumah baru kita?"
__ADS_1
Naura menatap datar wajah Vino. "Rumah? maksud kamu, ini rumah kamu?"
Vino tersenyum, menggeleng. "Bukan rumah aku." Naura berdecak saat mendengar jawaban suaminya, perempuan itu merotasikan matanya.
"Tapi, ini rumah kita." Perkataan Vino repleks membuat naura membuka mulutnya secelah.
"Seriusan kamu, Vin? aku gak sabar. Pengen cepat pindah kesini aja." Naura cengengesan menatap Vino.
"Emang sekarang kita udah pindah kok," perkataan santai Vino membuat Naura mematung. Dirinya langsung teringat dengan pesan Anita sebelum berangkat. Sekarang dia mengerti.
"Tapi kan Vin. Barang-barang kita masih ada di rumah papa."
Vino tersenyum, tanpa menjawab perkataan Naura, tangan besarnya langsung mengangkat tubuh Naura. Melangkah menaiki tangga.
"Vino, kebiasaan deh. Aku mau turun." Naura terus meronta, memukul dada suaminya. Namun, Vino hanya tertawa, seolah tidak merasakan kesakitan.
Dengan pelan, Vino menurunkan Naura di depan sebuah pintu. "Bentar, ada satu kejutan lagi." Vino mendorong pintu.
Vino mengangguk, lelaki itu duduk di atas sofa yang ada di ruangan itu.
"Yaudah, kapan kita bawa barang-barang aku kesini?" Naura antusias, menunggu jawaban suaminya.
"Enggak usah, aku udah nyiapin semuanya." Vino menjawab santai, tangannya dia arahkan ke lemari besar yang ada di kamarnya.
Naura melirik lemari itu, kakinya melangkah. Dengan pelan, Naura membuka pintu lemari. Tangannya repleks menutup mulutnya yang melongo. "Vin, ini barang-barang semuanya untuk aku?" Mata Naura berbinar melihat deretan pakaian baru yang berjajar. Dengan cepat Naura membuka pintu lemari sebelahnya, jajaran sepatu dan juga tas mewah, dengan berbagi merk terkenal ada di situ.
Vino yang melihat wajah terkejut istrinya, langsung berjalan menghampiri Naura.
__ADS_1
Perlahan, Vino memeluk tubuh istrinya dari belakang. "Ini semua gak gratis loh." Bisik lelaki itu yang membuat sekujur bulu tengkuknya meremang.
Vino mencium tengkuk Naura. Membuat jantungnya berlalu-talu dan berdetak dengan irama yang Naura takut Vino dapat mendengarnya.
Dengan cepat, Vino mengangkat tubuh istrinya, menjatuhkannya di atas ranjang king size.
Vino mulai mencondongkan kepalanya. Mata Naura terpejam, kala hembusan nafas hangat menerpa wajahnya hingga bibir kedua insan itu menyatu.
Detak jantung keduanya saling memburu, tanpa menunggu waktu lama, keduanya saling memadu kasih, dengan perasaan bahagia yang mereka rasakan.
Percintaan keduanya, kali ini sangat terasa indah, Vino terus memperlakukan Naura dengan begitu pelan, memuja setiap titik bagian tubuh istrinya.
Naura tidak tinggal diam, dia membalas semua perlakuan Vino, menyentuh beberapa bagian suaminya, yang semakin membangkitkan hasratnya.
Vino tersenyum menatap istrinya, "udah mulai pinter nih, jadi makin cinta deh."
Jam terus berputar, seolah tanpa rasa capek, keduanya masih betah bergulat di atas ranjang. Sampai Naura terkulai lemas, dan terpaksa, Vino menyudahi aksinya.
-
-
-
-
-
__ADS_1
**Gimana part ini, gaess???? Hahaha
Jangan lupakan like, koment. Votenya di gass lagi ya gaes. Biar makin nanjak Ranknya..😍🤗🤗