Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
57


__ADS_3

Tidak seperti yang dibayangkan Naura, atau entah Naura yang begitu bodoh tidak ingat dengan sifat mesum suaminya. Naura yang sempat membayangkan begitu seru belajar berenang, kali ini terus menggerutu, karena suaminya tanpa henti malah terus mencuri-curi kesempatan untuk bermesraan di dalam kolam.


"Mas ih, turunin gak tangan kamu!"


Vino yang sedang memeluk tubuh Naura dari belakang, tersenyum miring, "oke, nih aku turunin," tangan yang semula berada di atas tubuh Naura, kini berpindah ke bagian bawah penting Naura.


Vino memiringkan kepalanya, menyimpan dagu nya di atas pundak istrinya, menghirup aroma dari ceruk leher Naura.


"Vino!" Naura yang semakin merasa sedang di uji kesabaran oleh suaminya, langsung memutar tubuhnya, sehingga mereka menjadi berhadapan.


Naura mendongak, "kamu ih! udah ah aku mau naik aja." Naura langsung menuju pinggiran kolam. Dengan cepat Vino menahan dan menarik tubuh istrinya itu kedalam pelukannya. Dengan erat Vino memeluk tubuh istrinya, "bentar aja kayak gini," bisiknya di samping telinga Naura.


Naura diam mematung, pertahanannya yang dari tadi dia jaga dengan kuat, akhirnya runtuh juga. Naura tidak bisa lagi menolak setiap sentuhan suaminya.


Vino mengangkat tubuh Naura, mendudukannya di atas pinggiran kolam, keduanya saling berhadapan. Tanpa menunggu lama, Vino menarik tengkuk istrinya, mencium bibirnya dan meluma*nya dengan lembut.


Naura membalas dengan mengalungkan tangannya, saat menyadari tangan kekar suaminya sudah merayap ke setiap bagian sensitifnya, Naura melepaskan pagutannya, "jangan disini," lirihnya yang membuat senyum suaminya terbit.


****


Pagi hari, Vino sudah berada di kantornya, saat tangannya baru saja menghidupkan laptopnya, suara alarm berbunyi dari ponselnya, berhasil membuat keningnya mengerut.


Vino melihat layar ponselnya yang masih menyala, dan mematikannya.


Setelah sempat mematikan laptopnya, Vino langsung berdiri, menyambar jas dan memakainya dengan cepat. Vino keluar dengan sedikit terburu-buru.


"Mau kemana lagi lo" teriak dari seorang lelaki yang baru saja dilewatinya.


Vino menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya ke arah suara lelaki yang adalah sekertarisnya, "gue ada hal penting sebentar, jadwal meetingnya lo rubah aja, jadi nanti selesai jam istirahat."


Tanpa menunggu jawaban dari Riko, Vino kembali melanjutkan tujuannya.


****


Ditempat lain, Naura yang akhir-akhir ini selalu menyibukan dirinya membersihkan rumah, kali ini sedang berada di belakang rumah, Naura yang menyukai bunga, terlihat sedang menyiram bunga, bahkan tanpa takut tangannya jadi kotor, Naura memindahkan bunga yang sudah besar ke dalam pot yang baru yang ukurannya lebih besar pula.

__ADS_1


"Biar saya saja Non," Mang udin yang bertugas merawat bagian halaman rumah Naura, setelah menyimpan sapu lidi, langsung berlari menghampiri majikannya.


Naura tersenyum ramah, "gak usah Mang, biar aku saja, tapi aku mau minta tolong."


"Apa yang harus saya kerjakan Non?" katanya dengan suara pelan.


Naura yang tadi duduk di atas kursi kecil, kini berdiri menghadap Udin, "kayaknya bunga-bunga di sini kurang deh Mang. Tolong Mamang beli lagi ya, bibit bunga yang lain."


Udin sangat antusias menerima perintah majikannya, "bunga apa yang harus saya beli, Non?"


"Apa aja deh Mang, yang penting warnanya cerah," Naura mengeluarkan beberapa lembar uang kepada penjaga kebunnya.


****


Sudah hampir tengah malam, Vino belum juga datang, membuat Naura gelisah menunggu suaminya dengan tidak sabaran, Naura mengirim beberapa pesan, 'kok lama banget sih kamu pulangnya, Mas?'


Naura sudah mondar- mandir di ruang keluarga, sesekali melirik ponselnya, berharap mendapat balasan pesan dari Vino.


Suara bel berbunyi, membuat Naura melangkah dengan cepat ke arah pintu.


Karena orang itu tidak terlalu erat memegang Naura, sehingga dirinya bisa terlepas, "tolong," teriak Naura dengan cepat.


Seseorang yang memakai penutup wajah itu menjadi panik, dengan cepat mengeluarkan senjata dari balik jas yang di kena kan nya, dan mengarahkan ke arah perut Naura, "diam kamu, atau bayi kamu tidak akan selamat," Naura kaget langsung membekap mulutnya, wajahnya sudah pucat pasi, membayangkan semua hal buruk yang mungkin akan terjadi padanya.


Lelaki itu terlihat sedikit panik melihat ekspresi Naura, "kamu jangan takut, nanti bayi kamu kenapa-kenapa," kata lelaki itu mencoba menenangkan.


Naura tertegun saat mendengar suara itu, meskipun lelaki itu merubah suaranya, Namun Naura dapat mengenali suara itu, suara yang tidak asing di pendengarannya, Naura yang sedang ketakutan, mencoba menatap orang itu, "sebenarnya kamu siapa?"


Tanpa menjawab pertanyaan Naura, lelaki yang memakai penutup wajah itu membuka pintu mobil, sebelah tangannya masih setia menodongkan senjata ke arah perut Naura, "cepet kamu masuk!"


Naura hendak berlari, tapi melihat senjata yang semakin mendekat ke arah perutnya, membuat Naura menurut begitu saja.


Dengan terpaksa Naura naik dan duduk di atas kursi mobil. Lelaki itu sudah duduk di depan kemudi. Naura menatap wajah yangvtertutup itu, "kamu mau bawa aku kemana?"


Lelaki itu melirik sekilas ke arah Naura, "kamu diam, kalau mau selamat!"

__ADS_1


Dering ponsel menghentikan mobil yang sedang di kemudikan lelaki itu, dengan cepat, lelaki itu mengambil ponsel, dan mengangkat panggilannya, "ya, kenapa?" dengan suara yang di buat besar.


Lelaki itu kembali menodongkan senjata, saat Naura berusaha membuka pintu mobil, Naura kembali menunduk dengan tangan yang terus di rema* karena ketakutan.


"Tenang aja, gue gak mungkin ngelakuin semua itu," lelaki itu menyimpan kembali ponselnya, setelah panggilannya berakhir.


Mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti, di tempat yang jauh dari keramaian, bahkan Naura sama sekali belum mengetahui tempat itu.


Lelaki itu turun, dengan cepat berlari membuka pintu mobil yang ada di samping Naura, "cepat kamu turun," suaranya datar, namun Naura tetap merasa ketakutan, "aku mau dibawa kemana?aku gak mau!"


Lelaki itu kembali menodongkan senjatanya, "kamu gak akan bisa kemana-mana, sebaiknya kamu nurut, bos aku sudah menunggu kamu di dalam."


Dalam hati, Naura terus berdoa, meminta pertolongan pada sang pencipta. Dengan langkah pelan, Naura melangkahkan kakinya, mengikuti arahan lelaki yang ada di sampingnya


"Langkah keduanya terhenti di depan pintu besar yang masih tertutup. Lelaki itu mendorong pintu itu, pintu terbuka, yang justru membuat Naura semakin ketakutan, karena keadaannya yang sangat gelap, tanpa satu titik pun cahaya yang ada.


'prang,' suara yang jatuh membuat keduanya sedikit terlonjak, "aku mau pulang," kata Naura yang semakin ketakutan.


Lelaki yang memegang tangan Naura melangkah entah kemana, membuat Naura dengan cepat memutar arah langkah nya untuk melarikan diri, baru 2 langkah Naura berjalan, tiba-tiba lampu menyala.


"Surprise,,," teriak beberapa orang yang ada di sana.


-


-


-


-


-


**Ternyata surprise ya gaes!!!πŸ˜…πŸ˜…


Untuk hadiahnya Naura, hari ini aku up 2x dong😁

__ADS_1


Kalian mau ngasih apa gaes?? ngasih Vote aja yang banyak, pasti Naura seneng banget, yakin akuπŸ˜‚πŸ€—**


__ADS_2