Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
25


__ADS_3

-


-


-


Satu minggu setelah terjadi kecelakaan, Vino sudah kembali bekerja. Sebelumnya, perusahaannya itu di ambil alih oleh Papa Andre.


Setelah Aldi menyatakan perasaannya ke Naura, cowok itu semakin sering menemui Naura di tempat cewek itu bekerja, meskipun waktu itu Naura tidak menerima perasaan Aldi, tapi, tidak membuat perasaannya menjadi berkurang, terhadap Naura.


Waktu itu, Naura mengatakan, bahwa dirinya masih butuh waktu, untuk meyakinkan hatinya, tentang perasaannya.


Meskipun kedekatan Aldi dengan Vino menjadi sedikit renggang. Tetapi, dengan tampang santainya cowok itu selalu menginjakan kakinya di perusahaan Vino, demi terus mengambil hati cewek incarannya.


Diam-diam, Vino juga selalu mencari kesempatan untuk bisa mendekati Naura, meskipun, keahliannya dalam mendekati seorang perempuan, sangat jauh tertinggal, jika di bandingkan dengan Aldi.


Sandra, yang semakin merasa tersaingi oleh Naura, tingkahnya semakin menjadi. Dengan tanpa alasan yang tidak jelas, dia selalu memarahi Naura, dan melimpahkan semua pekerjaannya kepada Naura, sampai-sampai Naura hampir tiap hari pulang larut malam.


Vino yang ternyata mengetahui tingkah Sandra, dirinya menjadi geram. Tanpa basa-basi, cowok yang menjabat sebagai CEO itu, langsung memecatnya.


Terdengar beberapa karyawan yang membicarakan tentang kabar di pecatnya Sandra. "Ehh, kalian tau gak? Sandra di pecat loh, dan gue denger sih, penyebabnya tuh cuma gara-gara Sandra suka marahin dia," semua orang melirik ke arah Naura, saat cewek itu melewati orang-orang yang sedang membicarakan dirinya.


Naura memang cewek yang tak pernah mempunyai rasa dendam, meskipun dirinya selalu di tindas, dia malah merasa kasihan, dengan nasib mantan atasannya itu. Meskipun, tak sedikit orang yang menyalahkan dirinya, yang menyebabkan dipecatnya Sandra.


Orang lain memang tak banyak yang tau tentang penindasan yang suka di lakukan Sandra pada Naura. Karena, di depan orang lain, Sandra berprilaku baik dan terlihat sangat bersahabat. Sangat bertolak belakang dengan yang selalu dilakukan kepada Naura.


****


Esok harinya, beberapa karyawan ditugaskan untuk memantau lokasi proyek pembangunan. Proyek itu berhasil dimenangkan oleh PT. Grup Jaya, beberapa bulan yang lalu, sebelum Vino kecelakaan.


Mobil perusahaan sudah terlihat bersiap untuk menuju lokasi pembangunan itu. Di dalamnya ada 4 orang karyawan yang menjabat sebagai pengawas.


Naura yang terlihat sedang serius mengerjakan pembukuan, di kagetkan oleh kedatangan Riko, "maaf, saya memberitahukan ini, secara mendadak. Naura!" cewek itu mengerjap gugup saat namanya di sebut. "Kamu saya tugaskan untuk ikut kelapangan." Naura mengernyitkan keningnya "kok saya Pak?" Naura melirik ke arah Nia, dan sahabatnya itu hanya mengangkat bahunya.


Riko terlihat gemas, karena Naura tidak langsung mengatakan iya, "harusnya, yang berangkat itu Sandra. Tapi, karena dia sudah di pecat, dan belum ada penggantinya, jadi kamu yang harus berangkat." Naura mengerutkan keningnya, seingatnya Sandra juga tidak pernah terjun kelapangan, tapi sudahlah. Dirinya yang seorang bawahan hanya bisa menuruti perintah dari atasannya.


Naura berjalan dengan terburu-buru. Pasalnya, setelah Naura mengatakan iya, Riko mengatakan kalau karyawan yang lain sudah siap, dan sudah mau berangkat.


Naura terlihat berjongkok memegang kedua lututya, napas nya seolah tercekat, saat melihat mobil karyawan itu sudah melaju menuju gerbang perusahaan.


Naura berlari mengejar mobil, sambil melambaikan tangannya, berharap orang yang ada di mobil melihatnya.


Pandangan Naura yang terus ke arah depan, membuat cewek itu kehilangan keseimbangan, saat kakinya tidak sengaja menginjak batu kerikil.


"Awwwh" Naura terjatuh, lututnya sedikit berdarah. "Lain kali, kalau jalan tuh hati-hati." Naura yang masih meringis kesakitan, dengan posisinya yang masih jongkok menoleh, Riko yang berdiri di samping cewek itu terlihat mengulurkan tangan ke arahnya.


Naura, berdiri tanpa menerima bantuan dari Riko, "maaf Pak Riko, saya tertinggal sama karyawan yang lain. Riko menganggukan kepalanya. "Ayo, kita berangkat sekarang."


Riko yang berjalan terlebih dulu, saat hendak membuka pintu mobil, melirik ke arah naura. Cewek itu masih saja mematung di tempatnya.


"Ayok, masuk!" perintah Riko yang tak santai, membuat Naura tersadar dari pikiran bingungnya.


Naura membuka pintu bagian penumpang, dan langsung duduk di kursi itu. Sedangkan Riko sudah duduk di depan kemudi.


Cewek itu semakin kaget, saat melihat Vino, sudah duduk di kursi sebelahnya. Vino dengan ekspresinya yang selalu datar, sedangkan Naura cewek itu asik dengan ponselnya, membuka semua aplikasi yang ada di ponsel itu, sebenarnya, Naura hanya mencoba mengalihkan perhatiannya, dari rasa gugupnya.

__ADS_1


Tanpa kata, Vino langsung menarik kaki Naura dengan perlahan, dan memasangkan plaster ke bagian lututnya.


Vino menampilkan senyumannya,saat Naura mengucapkan terimakasih kepadanya.


Terjadi keheningan di dalam mobil itu. Riko yang menyadari kegugupan dari kursi belakang, mencoba mencairkan suasana dengan memutar musik.


Day after day


Dari hari ke hari


Time passed away


Waktu terus berlalu


And I just can't get you off my mind


Dan aku tak bisa berhenti memikirkan dirimu


Nobody knows, I hide it inside


Tak seorangpun tahu, kusembunyikan dalam hati


I keep on searching but I can't find


Terus kucari namun aku tak menemukan


The courage to show to letting you know


Nyali untuk tunjukkan agar kamu tahu


Tak pernah sebelumnya kurasakan cinta sebesar ini


And once again I'm thinking about


Dan sekali lagi aku berpikir


Taking the easy way out


Untuk memilih jalan keluar yang mudah


But if I let you go I will never know


Tapi jika ku lepaskan dirimu, maka aku takan pernah tahu


What my life would be holding you close to me


Seperti apa hidupku saat mendekapmu dengan erat


Will I ever see you smiling back at me?


Akankah aku bisa melihat kamu membalas senyumku?


How will I know


Bagaimana mungkin aku akan tahu

__ADS_1


If I let you go?


Jika aku melepaskan dirimu


Night after night I hear myself say


Setiap malam kudengar, diriku berkata


Why can't this feeling just fade away


Kenapa perasaan ini tidak mau pergi


There's no one like you


Tak ada orang lain sepertimu


You speak to my heart


Kamu bicara kehatiku


It's such a shame


Sungguh memalukan


We're worlds apart


Kita adalah dunia berbeda


I'm too shy to ask, I'm too proud to lose


Aku terlalu malu untuk meminta, aku terlalu angkuh untuk kalah


But sooner or later I gotta choose


Tapi cepat atau lambat, aku harus memilih


Vino berdehem, setelah lagu itu berhenti. Cowok itu mengerti dari arti lagu itu, dia melihat ke arah kaca spion yang ada di depan, terlihat wajah Riko yang sedang menyunggingkan senyum nya. Vino melotot ke arah sahabatnya itu.


Naura yang cuek dengan lagu itu, malah terlihat beberapa kali menguap.


-


-


-


-


-


**Monmaaf kalau banyak salahnya.


Jangan lupa like dan komentnya, juga vote nya yang kenceng. Aku udah gak sabar, mau bikin Naura hamil.hehehe


Terimakasih buat semua dukungannya, kalian yang baek, semoga selalu bahagia

__ADS_1


Salam... Semangat**...


__ADS_2