Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
27


__ADS_3

“Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang baik di antara kalian.”


(HR. Muslim)


---------------------------------------------


Keadaan kantor sedang gempar, dengan berita kehamilan Naura, tidak sedikit orang yang merasa tidak percaya dengan kebenaran itu. Naura yang terlihat polos, dan jarang bertingkah, sangat mustahil bagi mereka jika sampai perempuan itu tiba-tiba dikabarkan hamil.


Terlebih, mereka masih bingung, siapa ayah dari janin yang dikandung Naura.


Dua orang perempuan, yang akhir-akhir ini tidak menyukai Naura, terlihat mencoba meracuni pikiran para karyawan, "gue sih, gak heran kalau perempuan polos kaya dia, tiba-tiba hamil. Muka polosnya itu, cuma sebagai topeng saja."


Kemudian, satu orang nya lagi mencoba menimpali, "kita juga gak tau kan, kehidupan dia di luar kantor kayak apa?"


Andin yang merasa kesal dengan omongan teman kerjanya, mendorong salah satu dari kedua cewek kompor itu, hingga badann perempuan itu terhuyung kebelakang, "elo, kalau gak tau cerita sebenarnya, jangan suka nge judge orang, kaya hidup lo udah bener aja!"


Merasa tidak terima dengan perlakuan Andin, perempuan yang bernama Dini itu, maju dan mendorong balik tubuh Andin, "gue bicara sesuai fakta ya, asal lo tau, elo aja yang bodoh! mau sahabatan sama perempuan j4lan9, macam Naura."


Andin menunjuk perwmpuan itu, "jangan lo pikir, gue gak tau ya, gimana kelakuan lo diluar! apa perlu, gue bongkar kebusukan lo disini!" sinis Andin dengan salah satu ujung bibir yang di tarik ke atas.


Wajah Dini terlihat memucat, lidahnya menjadi kelu, dia takut Andin menceritakan kelakuannya yang suka berkencan dengan lelaki tua kaya, dan memoroti hartanya.


Andin tersenyum kecut, saat melihat wajah Dini yang semakin pucat, "tapi kalian beruntung, gue gak jahat, seperti kalian," setelah mengatakan itu, Andin langsung pergi meninggalkan kedua cewek yang masih mematung di tempatnya.


***


"Tidaaakk,"


Naura terus berteriak dengan histeris, "kenapa ya Allah? kenapa kau buat aku jadi begini? apa salah aku?"


Naura terus memukul perutnya, Nia yang sudah mengetahui kabar tentang sahabatnya langsung datang menemui Naura.


Dengan mata yang berlinang, Nia memeluk tubuh Naura, perwmpuan itu sungguh tidak kuasa melihat keaadaan sahabatnya itu.


"Berhenti elo nyakitin diri elo sendiri, Ra. Kasian bayi yang ada di perut elo," ujar perempuan itu dengan wajah yang sudah berlinang air mata.


Naura mendorong tubuh sahabatnya, Dengan bola mata yang membulat, tatapan tajam cewek itu seolah menusuk mata Nia.


"Ini bukan bayi gue! gue gak pernah ngelakuin apa-apa, gue gak mau bayi sialan ini!"


Naura menghela napasnya, "kenapa Allah beri gue cobaan seberat ini? Allah gak adil sama gue, Nii," ujar Naura dengan suara yang terdengar semakin lirih.


"Allah gak adil Nii. Gue mau mati aja," imbuh perempuan itu kemudian.


Naura berlari ke arah dapur, cewek itu seolah sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


Mata Nia membulat, melihat benda yang di ambil oleh Naura, dan mengarahkan ke arah perutnya. Naura tertawa sumbang, namun wajahnya menyiratkan kesedihan yang mendalam.


Nia merebut paksa pisau yang di ambil Naura, di lemparnya pisau itu ke sembarang arah, "elo boleh aja sedih dan marah Ra, gue juga ngerti, gak mudah buat elo, nerima semua ini."


Nia memegang pundak Naura, di tatapnya wajah Naura yang penuh dengan kesedihan, "tapi, Naura yang gue kenal, gak akan mungkin bertindak bodoh," ucap perempuan itu yang kini memeluk tubuh Naura dengan erat, sampai perempuan itu memejemkan matanya, karena terlalu lelah.


***


Aldi mendobrak pintu kamar Vino, terlihat amarah tak tertahan dari mata lelaki itu.


Vino sudah tau tentang kabar Naura. Dirinya sudah siap, akan pergi menemui Naura, dan akan bertanggung jawab terhadap perempuan itu.


Bugh.. Bugh.. Bughh


Tiga tonjokan berhasil mendarat di pipi mulus Vino, darah segar keluar dari ujung bibir lelaki itu. Baru saja Vino akan membalas perlakuan Aldi. Namun tubuhnya terjungkal, saat Aldi menendang perutnya. Vino bangkit, dia mengusap Darah yang keluar dari hidungnya. Dengan tanpa henti, Aldi kembali mendaratkan pukulannya.


Beruntung, saat itu, keadaan rumah Vino sedang sepi, hanya ada beberapa asisten rumah tangga yang sedang berada di lantai bawah. Kamar Vino juga kedap suara, jadi tidak ada orang yang dapat mendengar keributan dari kamar itu.


"Brengsek lo, An7In9!" ujar lelaki itu dengan tatapan wajah yang di penuhi amarah.


"Tega lo, ngelakuin semua itu sama Naura!" imbuh lelaki itu kemudian, yang langsung kembali mendaratkan pukulannya.


Bughh.


***


"Keluar kamu! dasar perempuan murahan! gak punya harga diri! sampah masyarakat!"


Suara keributan dari luar membangunkan mata Naura yang terlelap. Nia panik karena melihat begitu banyak orang yang ada di luar pintu kontrakan Naura.


Nia menelpon seseorang, untuk mendapat pertolongan. Dia sungguh ketakutan, Naura yang lebih ketakutan terlihat menutup telinganya.


Jedarrr...


Suara pintu yang di dorong dengan keras, membuat keduanya kaget. Terlihat banyak orang yang menatap ke arah Naura, dengan tatapan jijik.


Beberapa di antara mereka menerobos masuk, menyeret paksa tubuh lemah Naura.


"Lepasin aku, tolong, lepas!" Naura terus memberontak. Dengan tanpa belas kasihan, Dua orang wanita menyeret Naura, mendorong tubuh mungil Naura. "Awww," Naura tersungkur, di halaman kontrakan.


Nia terus berontak, ingin membantu sahabatnya. Tapi, dua orang wanita paruh baya memegang pergelangan tangannya. "Kalian, bener-bener gak punya hati, lepas!" erang perempuan itu yang terus berusaha melepaskan dirinya.


Bruukk..


Rosita, si pemilik kontrakan, melemparkan koper besar milik Naura, "pergi, kamu dari sini! dasar perempuan murahan!" ucap wanita itu tanpa belas kasihan.

__ADS_1


Naura yang masih menunduk, menyeka air matanya, dia berusaha berdiri untuk mengambil kopernya. Namun, tubuhnya kembali terjatuh, saat tangan besar mendorong tubuhnya.


"Lelaki keberapa yang udah hamilin lo! apa elo masih bingung kan, siapa bapak dari anak elo! dasar jal4ng, menjijikan!" Sandra menyeringai, setelah berhasil melontarkan kata-katanya itu, dirinya juga yang mengabarkan tentang kehamilan Naura yang tanpa ayah, dengan cerita yang ia besar-besarkan, kepada warga sekitar kontrakan Naura.


"Berhenti memperlakukan Naura seperti itu! Saya, Ayah dari janin yang ada di perut Naura."


Semua orang mengalihkan pandangannya ke arah lelaki yang tiba-tiba datang. Mereka mendadak bungkam, saat tatapan lelaki itu dengan tajam menyorot ke arah mereka.


***


Naura yang sudah yidak tahan dengan perlakuan semua orang terhadapnya, akhirnya perempuan itu memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya.


Naura pulang hanya seorang diri, perempuan itu menolak tawaran Nia dan juga lelaki yang sudah menolongnya dengan mengatakan kalau dirinya ayah dari bayi yang sedang di kandungnya.


Setelah perjalanannya yang menempuh hampir delapan jam. Akhirnya, Naura tiba di kampung halamannya. Dengan perlahan, Naura menarik kopernya. Suasana yang sudah tengah malam, membuat lingkungan rumahnya menjadi sepi. Wajahnya masih basah karena air mata yang terus jatuh.


Diketuknya, pintu kayu warna coklat itu "Assalamualaikum." sudah beberapa menit, tapi pintu itu masih belum terbuka.


Naura duduk di kursi kayu yang berada di dekat pintu, pikirannya masih bercabang, dia bingung, harus mengatakan apa pada ibunya. Apalagi, mengingat kondisi ibunya yang sangat mudah jatuh sakit. Pandangan Naura kosong, perempuan itu terlihat melamun.


"Waalaikum Sallam."


Seorang wanita yang sudah tua, namun masih terlihat cantik, keluar dari pintu. Wanita itu terkejut saat melihat putri sulungnya terduduk dengan penampilan yang terlihat sangat mengenaskan.


Naura menoleh, dia berdiri dari duduknya. Naura langsung memeluk tubuh kurus ibunya, "Ibu, Naura kangen."


-


-


-


-


-


**Maafkeun, di part ini, aku sedikit jahara😂😂


Untuk yang selalu minta aku buat up terus. Maaf, kayaknya aku gak bisa, udah bisa Up sehari 2 kali aja. itu udah perjuangan banget😌😌


Tetap koment, like nya ya, Biar imajinasi akunya lancar.


Vote nya juga kencengin terus. Jujur, Rank naik, bikin aku semangat buat up. Hhehe


Salam... Semangat**

__ADS_1


__ADS_2