Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Bucin


__ADS_3

Nakisya yang sedang malu, sekaligus kesal dengan kelakuan bundanya, kini gadis itu tengkurep di atas tempat tidur, sebelah tangannya dia posisikan untuk menjadi penyangga dagunya, sebelahnya lagi menscroll layar ponselnya.


Nakisya membuka salah satu akun media sosialnya, "Kak Doni," gumamnya pelan, dengan mata yang membulat sempurna.


Nakisya merubah posisinya menjadi duduk, gadis itu beberapa kali mengucek matanya, berharap apa yang dia lihat itu salah.


"Kak Doni jahat!" teriak gadis itu sambil membanting ponselnya, beruntung kamarnya kedap suara, jadi suaranya tidak terdengar sampai luar.


Ketukan pintu, membuat Nakisya beringsut dari tempatnya, dengan cepat gadis itu mengusap air mata yang membasahi pipinya.


"Bunda, kenapa?" tanya gadis itu, saat mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


Widya menatap putrinya, "galau lagi pasti, kan?" wanita itu mencoba menebak. Dan sikap diam dari putrinya sudah menjadi jawaban dari pertanyaannya itu.


"Kamu samperin Aldi dulu gih, dia katanya mau pamit," setelah mengatakan itu, Widya langsung melangkah menuju kamarnya.


Nakisya menuruni tangga, kepalanya menunduk saat berada di hadapan Aldi, "kalau mau pulang, ya pulang aja!" ketus gadis itu, yang langsung memutar tubuhnya untuk kembali ke kamar.


Aldi mengerutkan keningnya, "aku memang punya salah sama kamu, dan aku udah beberapa kali kan minta maaf sama kamu," ujar lelaki itu dengan suara yang begitu lirih.


"Aku sadar, selama ini aku sudah terlalu mengganggu kamu, tapi aku ngelakuin itu, karena aku-,"


Bruk..


Ucapan Aldi terhenti, saat tubuh Kisya sudah berhambur memeluknya, "emang aku jelek banget ya? aku gak pantas ya buat jadi pacarnya Kak Doni?"


Nakisya terus menangis, di pelukan lelaki itu, "hanya karena aku selalu menolak permintaannya, sekarang dia tega khianatin aku, hu hu."


Aldi mengusap pelan kepala gadis itu, "kamu gak pantas nangisin lelaki yang udah jelas-jelas nyakitin kamu. Sebaiknya kamu tinggalkan saja lelaki seperti itu."


Kisya menggeleng, gadis itu langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Aldi, "sampai kapanpun, aku gak akan pernah meninggalkan Kak Doni," ujar gadis itu dengan suara yang terdengar lirih.


Aldi mengusap air mata yang jatuh di pipi gadis itu, "kamu cantik Sya, masih banyak lelaki yang bisa buat kamu bahagia," Aldi menatap gadis itu dengan sorot mata yang begitu sendu.


Kisya menepis tangan Aldi, "aku yakin, Kak Doni gak mungkin bener-bener ngeduain aku. Aku akan lakukan apapun asal dia tetap bersama aku dan jauhin gadis itu!"


****

__ADS_1


Seperti biasa, saat istirahat tiba, Nakisya dan sahabatnya yang bernama Rani, langsung meluncur menuju kantin,


"Lo mau makan apa, Sya?" tanya Rani sambil melihat daftar menu yang ada di atas meja.


Nakisya mendongak, menatap Rani, "gue seperti biasa aja," jawabnya yang langsung kembali menunduk, menatap ponselnya yang susah menyala.


"Udah gue pesenin," ucap Rani dengan kembali mendudukan tubuhnya di atas kursi.


Rani menatap heran ke arah Nakisya, "elo kenapa sih, liatin ponselnya sampai segitunya."


"Ini ponsel gue mati mulu," jawabnya dengan menunjukan ponselnya.


Rani tertawa pelan, saat melihat ponsel itu, "habis lo apain emang? sampai retak gitu layarnya."


Nakisya menghela napas, "kemarin gue banting, dan sekarang jadi gini deh," ujarnya denga wajah yang terlihat penuh penyesalan.


"Pasti gara-gara Doni kan?" tanya gadis itu mencoba menebak.


Nakisya tidak menjawab pertanyaan sahabatnya, dia sudah dapat menebak, setiap respon yang di dapatkannya saat dia menceritakan tentang Doni, karena Rani sama seperti bundanya, yang juga kurang setuju dengan lelaki itu.


Rani berdecak, saat pertanyaannya malah di abaikan, "yaudah lo lempar aja tuh ponsel lo ke si covid!"


Auryn dan kedua sahabatnya duduk di belakang kursi Nakisya, "hey gaes, kalian tau gak?" tanya gadis itu dengan nada suara yang sedikit keras.


"Apaan, Rin?" tanya Mila dan Tiara dengan antusias.


Gadis itu berdehem, "kemarin gue kan buka medsos, terus gue lihat ada cewek yang ngetag cowoknya seseorang, mana ceweknya seksi, lebih cantik lagi," kata Auryn gadis yang dari dulu tidak pernah menyukai Nakisya.


Teman Auryn langsung menimpali, "masa sih, Rin? kasian banget dong ya ceweknya, pasti bentar lagi juga di putusin, gegara cowoknya lebih milih cewek lain."


"Dari dulu juga gue udah yakin, tuh cowok emang gak benar-benar suka sama dia, mungkin tuh cowok cuma mainin dia aja," kata temen Auryn yang bernama Mila.


Nakisya menggeram, dirinya sudah dapat menebak, sindiran Auryn dan kedua sahabatnya itu ditujukan untuk dirinya, namun Nakisya mencoba buat bersikap biasa saja, tidak ada gunanya juga meladeni orang-orang seperti mereka.


Meskipun tanpa Nakisya pungkiri pikirannya langsung terpengaruh dengan omongan mereka, mengingat sikap Doni yang sekarang memang sudah berubah, dan dirinya juga sudah melihat sendiri postingan itu.


"Ran, udah belum makannya? ke kelas yuk?" ajaknya kepada Rani yang terlihat sudah selesai makan.

__ADS_1


Rani yang mengerti dengan keadaan sahabatnya, langsung mengangguk "udah, yuk."


Nakisya sudah berada di dalam kelas, namun pikirannya menjadi gelisah, mengingat perkataan dari Auryn dan kedua sahabatnya.


"Tapi kan, Kak Doni udah jelasin ke gue, kalau photo itu cuma kerjaan temannya yang iseng, dan gue juga percaya, kalau Kak Doni memang gak mungkin selingkuh," gumam gadis itu dalam hati.


Dengan cepat Nakisya mengambil ponsel yang ada di dalam saku bajunya, gadis itu tersenyum saat ponselnya dapat di hidupkan, "hi lagi apa?" Nakisya langsung mengirimkan pesannya untuk Doni.


Setelah sedikit lama menunggu, akhirnya ponsel Nakisya menyala, menandakan ada pesan yang masuk.


My Hubby❤ : Lagi ada kelas


Nakisya mendengus sebal, saat mendapatkan balasan pesan dari pacarnya, "singkat banget sih, tapi gapapa, mungkin emang dia lagi sibuk, yang penting dia balas pesan gue," ujarnya dalam hati, mencoba membuang semua pikiran buruk yang sempat membuatnya gelisah.


Tiba-tiba pikirannya langsung kembali tertuju pada Auryn. Dari dulu gadis itu memang tidak menyukainya. Penyebabnya karena waktu dirinya dan Auryn masih sama-sama murid baru, dan Doni yang waktu itu kaka kelasnya, Auryn menyatakan cinta pada Doni, Namun Doni menolaknya dan malah menyatakan cintanya pada Nakisya.


Kebencian Auryn semakin bertambah saat Nakisya menerima cinta Doni, dan Auryn selalu mencari cara untuk memisahkan keduanya, seperti tadi di kantin, Auryn mencoba memanasi Nakisya, supaya Nakisya terpengaruh. Namun gadis itu sudah bertekad, tidak akan terpengaruh dengan omongan Aurin.


Pandangannya lurus kedepan, "pokonya, sampai kapanpun gue gak akan putus sama Kak Doni. Bisa-bisa nanti Auryn merasa menang, dan rebut Kak Doni dari gue."


Rani yang dari tadi memperhatikan Nakisya, gadis itu merotasikan matanya, "lo kenapa sih Sya? bucin banget sama Kak Doni, kayak gak ada cowok lain aja yang mau sama lo," sindirnya yang memang tidak pernah setuju dengan hubungan sahabatnya.


"Tuh kan, ngatain lagi," gumam Nakisya dalam hati.


-


-


-


**Satu kata dong, buat Nakisya😁


Rate bintang 5 + Like + Vote nyang banyak + Komengnya juga ya, jangan jadi raider ghoib yang gak ninggalin jejak😏😂


Terima gajih


Salam... Semangat😘🤗**

__ADS_1


__ADS_2